Anda di halaman 1dari 3

NAMA kaka adhyaksa

KELAS XI IPA 2

ABSEN 19

DALIL KHAMAR

Salah satu minuman yang haram dikonsumsi bagi umat Islam adalah minuman keras/khamr, yakni
minuman yang dapat memabukkan. Adapun dalil keharamannya di dalam Al-Qur’an dan hadis
adalah sebagai berikut.

Pertama: Q.S. Al-Maidah: 90-91

َ‫صابُ َوااْل َ ْزاَل ُم ِرجْ سٌ ِّم ْن َع َم ِل ال َّشي ْٰط ِن فَاجْ تَنِبُوْ هُ لَ َعلَّ ُك ْم تُ ْفلِحُوْ ن‬
َ ‫ٰيٓاَيُّهَا الَّ ِذ ْينَ ٰا َمنُ ْٓوا ِانَّ َما ْالخَ ْم ُر َو ْال َمي ِْس ُر َوااْل َ ْن‬
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk)
berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan
setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

َ‫ص َّد ُك ْم ع َْن ِذ ْك ِر هّٰللا ِ َو َع ِن الص َّٰلو ِة فَهَلْ اَ ْنتُ ْم ُّم ْنتَهُوْ ن‬
ُ َ‫ض ۤا َء فِى ْالخَ ْم ِر َو ْال َم ْي ِس ِر َوي‬ َ ‫اِنَّ َما ي ُِر ْي ُد ال َّشي ْٰطنُ اَ ْن يُّوْ قِ َع بَ ْينَ ُك ُم ْال َعد‬
َ ‫َاوةَ َو ْالبَ ْغ‬
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan
kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan
salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

Pada ayat 90 tersebut, Allah swt. berfirman “fajtanibuuhu/maka jauhilah” yang menekankan
keharaman khamr dan hal-hal yang disebutkan di dalam ayat. Allah swt. dengan tegas menunjukkan
keharaman untuk mendekati minuman keras, apalagi mengonsumsinya.

Kedua: Hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Umar r.a.

)‫ َو ُكلُّ ُم ْس ِك ٍر َح َرا ٌم» (رواه مسلم‬،ٌ‫ « ُكلُّ ُم ْس ِك ٍر َخ ْمر‬:‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم قَا َل‬ َّ ِ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ َما أَ َّن النَّب‬
َ ‫ي‬ ِ ‫َع ِن ا ْب ِن ُع َم َر َر‬
Dari Ibnu Umar r.a. bahwasannya Nabi saw. bersabda, “Setiap hal yang memabukkan itu khamr, dan
setiap yang memabukkan itu haram.” (H.R. Muslim)

Sayyidina Umar bin Al-Khattab r.a. telah menjelaskan tentang makna khamr, yakni “Sesuatu yang
dapat menutupi dan mengahalangi akal (untuk berpikir dengan jernih/sadar)”. Para sahabat Nabi
saw. pun telah menyepakati penjelasan (makna khamr) ini, keharaman khamr/minuman keras, serta
sebab keharamannya adalah dapat memabukkan.
HUKUMAN BAGI PELAKU KHAMAR

Para ulama berbeda pendapat mengenai kadar hukuman bagi peminum khamr. Hal ini
karena al-Qur’an tidak menentukan hukuman secara pasti dan jelas. Di samping itu, juga
karena eksekusi hukuman peminum khamr di masa Nabi bervariasi, yang tidak lebih dari 40
kali hukuman cambuk. Sementara di saat’Umar berkuasa (atas saran ‘Abd al-Rahman bin
‘Awf) peminum khamr dihukum cambuk 80 kali.24 Akibat perbedaan ini, Malik dan Abu
Hanifah berpendapat bahwa hukuman peminum khamr adalah dicambuk 80 kali. Sedangkan
al-Shafi’i berpendapat hanya 40 kali hukuman cambuk walaupun menurutnya boleh lebih
dari 40 kali, di mana selebihnya merupakan hukuman tambahan (ta’zir) dari seorang
penguasa.25 Menurut al-San’ani, pendapat al-Shafi’i yang mendasarkan kepada praktek
Nabi saw dan Abu Bakar merupakan langkah hatihati sehingga orang yang terbukti
memuntahkan khamr karena ketidaktahuannya, tidak dapat dihukum.
Berbeda denga Malik, orang yang memuntahkan khamr tetap dihukum. Hal ini didsarkan
kepada praktik Nabi yang mengeksekusi al-Walid bin ‘Uqbah.26 Hanya saja, sejak Islam
mengharamkan khamr sampai awal abad ke-20, negara-negara Islam baru merealisasikan
hukuman peminum khamr, kalau peminum khamr itu tertangkap basah di tempat umum.
Hal ini seperti berlaku di negara Mesir.27 Selanjutnya, gerakan-gerakan nyata membendung
khamr (dan sejenisnya) bukan hanya dari negara-negara Islam saja, tetapi justru dari negara-
negara sekuler seperti Amerika Serikat dan India.
28 Hukum Islam tidak keliru dalam menetapkan ketentuan bahwa pecandu khamr (dan
sejenisnya) layak untuk dihukum dengan hukuman yang cukup keras. Bahkan data konkrit
menyebutkan mayoritas penghuni lembaga pemasyarakatan (penjara) didominasi oleh para
pemabuk (atau sejenisnya). Di Inggris pada tahun 1924, dari jumlah narapidana sebanyak
kurang lebih dua puluh ribu orang yang ada di penjara, tidak kurang dari 60 persennya
adalah pecandu khamr. Dan menurut Dokter Sullivan (sorang ahli kriminologi ternama) 60%
dari kasus pelecehan seksual terhadap wanita dan kerusakan moral remaja diakibatkan oleh
minuman keras.29 Sebagaimana hukuman h}add pada umumnya, dalam hukuman peminum
khamr tidak mengenal maaf, kompromi, dan pengguguran.
Hal ini karena hukuman peminum khamr murni hak Allah swt. Sedangkan kalau ta’zir, Ulil
amri berhak memberikan pengampunan. Dalam pelaksanaan eksekusi, tidak boleh dilakukan
pada saat yang bersangkutan masih dalam kondisi mabuk karena Ia tidak dapat merasakan
hukuman. Kemudian apabila eksekusi telah dilakukan pada saat peminum khamr masih
mabuk, ada tiga tindakan alternatif yang dapat dilakukan, yaitu: a) diulang (sebagai
keharusan), b) cukup (tidak diulang), c) melihat kondisi peminum khamr. 30 Sebagai
hukuman hadd ringan, dalam pelaksanaannya si terhukum tidak melepas bajunya. Dan jika
seseorang melakukan kejahatan ganda,misalnya meminum khamr dengan mencuri, maka
hukuman yang didahulukan menurut Abu Hanifah adalah hukuman yang berat.
Sedangkan menurut al-Shafi’i dan Ahmad, hadd khamr didahulukan agar kedua hukuman
tersebut dapat dirasakan oleh si terhukum. Sementara Malik menganggap sama untuk
mendahulukan yang berat dan ringan. Dalam arti, terserah kepada kehendak penguasa.31
Penerapan sanksi hukum kepada peminum khamr, Jika dilihat dari perspektif sosiologis,
tampaknya hampir mirip dengan teori tentang perubahan sosial dan hukum yang digagas
oleh Durkheim. Menurutnya, dengan meningkatnya diferensiasi dalam masyarakat, reaksi
yang kolektif terhadap pelanggaranpelanggaran kaidah-kaidah hukum menjadi berkurang
sehingga terjadi pergeseran dari yang bersifat represif menuju yang bersifat restitutif.
Artinya, tekanan dialamatkan kepada orang yang menjadi korban atau yang dirugikan, yaitu
bahwa segala sesuatunya harus dikembalikan dalam keadaan sebelum kaidahkaidah hukum
itu dilanggar.32 Apa yang dikemukakan oleh Durkheim tentang hukum represif berguna
untuk memahami pentingnya hukuman, termasuk dalam hal ini penerapan sanksi hukum -
yang masih debatable - bagi peminum khamr.
Dengan demikian harus dipahami bahwa, penerapan hukuman bagi peminum khamr
merupakan upaya untuk mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum (apalagi sanksi
hukum bagi peminum khamr termasuk kategori hudud yang tidak dapat digugurkan oleh
pengampunan manusia) sebagaimana mestinya, sekaligus mendidik dan menimbulkan efek
jera bagi pelakunya

JENIS JENIS KHAMAR


Kebiasaan meminum minuman keras telah ada sejak zaman dahulu dan disebutkan dalam
sejarah (baca sejarah agama islam dan sejarah islam di arab) seperti pada masa rasulullah
SAW (baca kisah teladan nabi muhammad SAW). Ada banyak jenis minuman keras yang
beredar di seluruh dunia dan minuman ini dapat dibagi dalam tiga golongan utama yakni :
Golongan A
Golongan A adalah golongan pertama minuman keras yang memiliki kadar alkohol atau
ethanol terendah yakni hanya mengandung 1 – 5% alkohol. Minuman ini biasanya banyak
beredar dipasaran muali dari toko hingga minimarket atau supermarket. Meskipun jika
dikonsumsi tidak membawa efek memabukkan namun tetap saja golongan ini berbahaya
bagi kesehatan.
Golongan B
Golongan B atau golongan kedua adalah minuman keras yang memiliki kadar alkohol 5
hingga 20%. Contoh minuman keras golongan ini adalah wine atau anggur dengan berbagai
jenisnya seperti champagne, riesling, red wine dan lain sebagainya. Minuman golongan
kedua ini bisa menjadi sangat memabukkan jika diminum dengan takaran tinggi dan bagi
yang belum terbiasa meminumnya.
Golongan C
Golongan C atau golongan ketiga minuman keras adalah jenis minuman keras yang paling
tinggi kadar alkoholnya yakni mengandung 20 hingga 45%. Minuman keras yang termasuk
dalam golongan ini diantaranya adalah whisky, red label, vodka, bir dan lain sebagainya.