Anda di halaman 1dari 36

RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR

JANGKA MENENGAH

BAB II - PROFIL KABUPATEN


ROKAN HULU

2.1. Wilayah Administrasi


Kabupaten Rokan Hulu, dengan Ibu kota Pasir Pengaraian, terletak
dalam wilayah Provinsi Riau dan terbentuk sebagai hasil pemekaran dari
Kabupaten Kampar. Secara juridis formal, Kabupaten Rokan Hulu terbentuk
sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang
pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten
Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna,
Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam. Pada waktu berikutnya,
Undang-undang dimaksud disempurnakan menjadi Undang-undang Nomor
11 Tahun 2003.
Secara geografis, Kabupaten Rokan Hulu terletak diantara 100 o -101o
52’ Bujur Timur dan 00 - 10 30’ Lintang Utara. Dengan luas wilayah yaitu
7.462,18 Km2. Adapun batas wilayah Kabupaten Rokan Hulu adalah sebagai
berikut :
Sebelah Utara : Provinsi Sumatra Utara dan Kabupaten Rokan Hilir
Sebelah Selatan : Kabupaten Kampar
Sebelah Barat : Provinsi Sumatera Barat
Sebelah Timur : Kabupaten Kampar
Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 16 kecamatan. Kecamatan terluas
adalah Kecamatan Rokan IV Koto yaitu 152.223,01 Ha (17,86 persen) diikuti
oleh Kecamatan Tambusai Utara 129.470,70 Ha (15,19 persen), Kecamatan
Rokan IV Koto yaitu 99.867,87 Ha (11,72 persen), Kecamatan Tambusai
70.013,01 Ha (8,22 persen). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
berikut.

II - 1 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Tabel 2. 1 Luas Kabupaten Rokan Hulu Menurut Kecamatan dan


Kelurahan Tahun 2009
Ibu Kota Kecamatan jumlah jumlah
No Kecamatan Luas (Ha) (%)
Desa Kelurahan
1 Rokan IV Koto Kel. Rokan 13 12,06 904,07 12,06
2 Pendalian IV Koto Desa Pendalian 5 2,8 210,28 2,8
3 Tandun Desa Tandun 9 5,16 386,99 5,16
4 Kabun Desa Kabun 6 7,19 539 7,19
5 Ujung Batu Kel. Ujung Batu 4 1,21 90,57 1,21
6 Rambah Samo Desa Danau Sati 14 3,94 259,14 3,94
7 Rambah Kel. Pasir Pangaraian 13 5,29 396,66 5,29
8 Rambah Hilir Desa Muara Rumai 13 4,11 307,99 4,11
9 Bangun Purba Desa Tangun 7 2,93 219,59 2,93
10 Tambusai Kel. Dalu-Dalu 11 15,04 1127,5 15,04
11 Tambusai Utara Desa Rantau Kasai 11 9,1 682,25 9,1
12 Kepenuhan Kel. Kota Tengah 12 9,11 683,26 9,11
13 Kepenuhan Hulu Desa Pekan Tebih 5 3,09 231,67 3,09
14 Kunto Darussalam Kel. Kota Lama 12 6,77 507,39 6,77
15 Pagaran Tapah Darussalam Desa Pagaran Tapah 5 1,54 115,59 1,54
16 Bonai Darussalam Desa Sontang 7 10,6 800,23 10,6
Jumlah 147 6 7.462,18 100
Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka, 2015

II - 2 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Gambar 2. 2 Peta Administrasi Kabupaten Rokan Hulu

II - 3 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

2.2. Potensi Wilayah Kabupaten Rokan Hulu


Bagi Kabupaten Rokan Hulu, pertanian merupakan sektor yang
memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pertanian di
Kabupaten Rokan Hulu dibagi ke dalam lima subsektor, diantaranya: tanaman
pangan, tanaman holtikultura, tanaman perkebunan, perikanan dan
peternakan. Dari setiap subsektor tersebut memiliki komoditas unggulan yang
mempunyai prospek perkembangan yang baik di masa yang akan datang.
Adapun perkembangan setiap sektor sebagai berikut:

1. Sektor Pertanian
Sektor pertanian merupakan sektor yang mampu memberikan kontribusi
yang tinggi terhadap perekonomian Kabupaten Rokan Hulu, karena kurun
waktu beberapa tahun terakhir sektor ini memberikan kontribusi yang sangat
dominan. Rata-rata kontribusi pertahun meningkat bila di bandingkan dengan
rata-rata tahun sebelumnya. Ini menggambarkan bahwa sektor pertanian
harus dioptimalkan pengembangannya karena selain kontribusinya yang
cukup tinggi, sektor pertanian juga banyak menampung penduduk usia kerja
di Kabupaten Rokan Hulu.

a) Subsektor Tanaman Pangan


Padi, ubi kayu dan jagung merupakan tanaman pangan yang dominan.
Tanaman padi yang diusahakan Kabupaten Rokan Hulu adalah tanaman padi
sawah dan padi ladang. Jumlah produksi padi sawah pada tahun 2010
sebesar 23.847,30 Kg. Produksi terbesar tanaman padi sawah ini terdapat di
Kecamatan Rambah Samo yaitu 9.461,48 Kg, sedangkan untuk jumlah
produksi paling sedikit adalah sebesar 82,05 Kg di Kecamatan Kepenuhan
Hulu. Sedangkan produksi padi ladang di Kabupaten Rokan Hulu tahun 2010
sebesar 27.776,42 Ton. Produksi terbesarnya di Kecamatan Bangun Purba
yaitu 3.725,04 Ton dan produksi paling sedikit di Kecamatan Bonai
Darussalam yaitu 266,31 Ton.
Tanaman palawija yang diusahakan di Kabupaten Rokan Hulu pada
tahun 2009 terdiri dari 6 (enam) jenis tanaman, yaitu: jagung, ubi kayu, ubi
jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. Dari keseluruhan tanaman

II - 4 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

palawija tersebut, ubi kayu merupakan tanaman yang memiliki produksi


terbesar dengan jumlah 5.072,8 ton yang diikuti oleh tanaman jagung
2.186,49 ton dan ubi jalar 1.641,6 ton.
Sedangkan tanaman palawija yang belum dioptimalkan dalam
pengusahaanya adalah tanaman kedelai yang hanya memproduksi 490,31
ton. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini.

b) Subsektor Holtikultura
Jenis tanaman holtikultura terdiri dari tanaman sayur-sayuran dan buah-
buahan. Adapun komoditas utama tanaman sayuran diantaranya adalah
kacang panjang, cabe, terung, ketimun, labu siam, kangkung, dan lain-lain.
Berdasarkan data BPS Tahun 2009 jumlah produksi terbesar sayuran ini
adalah: bayam sebesar 731,45 ton, kangkung sebesar 335,88 ton, dan cabe
sebesar 280,69 ton. Sedangkan untuk produksi paling sedikit adalah perio
dengan jumlah 8,5 ton. Daerah sentra produksi tanaman sayur-sayuran yaitu
di Kecamatan Rambah Hilir, Kecamatan Ujung Batu, Kecamatan Rambah
dan Kecamatan Bangun Purba.
Sedangkan komoditas tanaman buah-buahan adalah mangga,
rambutan, duku, jeruk siam dan lain-lain. Produksi buah jeruk siam
merupakan yang terbesar di Kabupaten Rokan Hulu yaitu sebesar 4.619,35
ton sedangkan buah alpukat yang terkecil yaitu 53,47 ton. Kecamatan yang
merupakan sentra buah-buahan adalah Kecamatan Tambusai Utara,
Kecamatan Rambah Hilir, Kecamatan Bangun Purba dan Kecamatan Bonai
Darussalam.

c) Subsektor Perkebunan
Tanaman perkebunan merupakan salah satu primadona komoditi
perdagangan di Kabupaten Rokan Hulu antara lain karet, kelapa, kelapa
sawit, kopi, dan lain-lain. Pada tahun 2009 luas areal tanaman perkebunan di
Kabupaten Rokan Hulu 263.530,29 Ha. Produk unggulan bidang perkebunan
yang mendukung ekonomi kerakyatan yaitu : (1) kelapa; (2) kelapa sawit; dan
(3) Karet. Ketiga komoditi unggulan tersebut sangat potensial dikembangkan
di Kabupaten Rokan Hulu, karena iklim di daerah Rokan Hulu sangat

II - 5 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

mendukung untuk tanaman tersebut ditambah sangat diminati oleh para


pertani. Berdasarkan data tahun 2009, terlihat bahwa komoditi perkebunan
yang potensial dalam produknya adalah kelapa dengan jumlah 10.040.175
ton, disusul oleh komoditi kelapa sawit dengan produksi sebesar 3.314.685,6
ton, dan karet 122.954,4 ton.

d) Subsektor Peternakan
Pada umumnya ternak yang diusahakan oleh penduduk bervariasi,
mulai dari ternak besar hingga unggas. Untuk Kabupaten Rokan Hulu,
perkembangan pengelolaan ternak terdiri dari ternak besar seperti sapi,
kerbau, ternak kecil seperti kambing dan domba serta unggas yang
dikembangkan adalah ayam, dan itik. Dari ketiga jenis peternakan yang
diusahakan tersebut, unggas merupakan ternak yang sangat berkembang
dan potensial untuk dikelola, dimana pada tahun 2009 tercatat bahwa unggas
yang paling banyak dikelola adalah ayam buras dengan jumlah 272.543 ekor,
disusul oleh itik sebanyak 19.772 ekor. Sedangkan untuk ternak besar dan
kecil, jumlah terbesar yang dikelola adalah ternak sapi sebanyak 25.248 ekor
dan kambing sejumlah 15.754 ekor. Ternak yang paling
kecil diusahakan di Kabupaten Rokan Hulu tahun 2009 adalah domba
dan kerbau dengan jumlah masing-masing sebesar 1.274 ekor dan 2.452
ekor.

e) Sektor Perikanan
Budidaya perikanan yang berkembang di Kabupaten Rokan Hulu adalah
budidaya perikanan air tawar. Budidaya ikan air tawar terdiri dari budidaya
perikanan sungai, danau, telaga, kolam, dan sawah serta pembibitan ikan.
Produksi ikan perairan umum di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2009 sebesar
1.864,5 ton, ikan kolam sebesar 1.944,88 ton dan ikan keramba sebesar
66,46 ton. Jika dilihat dari daerah produksi, Kecamatan Bonai Darussalam
merupakan kecamatan yang tertinggi dalam produksi perikanan, terutama
perairan umum. Sedangkan Kecamatan Tandun merupakan yang terkecil.

II - 6 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

2. Sektor Pertambangan
Di Kabupaten Rokan Hulu terdapat beberapa jenis bahan galian baik
bahan galian non logam, logam, maupun batubara/gambut. Gejala
mineralisasi yang terdapat di daerah ini adalah berupa alterasi (ubahan)
batuan di sekitar jalur urat-urat kuarsa akibat proses hidrotermal yang
menghasilkan beberapa jenis mineral non logam. Selain itu terdapat pula
proses-proses kimia dan fisika yang membentuk jenis-jenis bahan galian non
logam yang lain.
Proses mineralisasi dan pembentukan bahan galian non logam yang
terjadi di daerah ini telah menghasilkan beberapa jenis bahan galian yang
termasuk ke dalam kelompok bahan galian non logam, yaitu antara lain
adalah pasir kuarsa, kaolin, lempung, kuarsit, kuarsit, granit, sirtu, felspar,
andesit, ballclay, bentonit, batugamping, dan marmer.
Berdasarkan data Dinas Pertambangan Kabupaten Rokan Hulu,
beberapa jenis bahan galian telah diidentifikasi yaitu antara lain granit,
felspar, kuarsit, kaolin, bentonit, sirtu, ballclay, lempung, dan pasirkuarsa.

a) Daerah Pasir Pangaraian dan Sekitarnya


Daerah ini menempati bagian utara wilayah Kabupaten Rokan Hulu
yang meliputi Kecamatan-Kecamatan Tambusai Utara, Tambusai, Bangun
Purba, Rambah, dan Kepenuhan. Daerah ini dilalui oleh jalan raya beraspal
cukup baik yang menghubungkan kota Pasir Pangaraian (ibukota Kabupaten
Rokan Hulu) dengan kota Kecamatan Tangun di Barat, kota Kecamatan Dalu
dalu dan Rantaukasai di Utara, serta kota Kecamatan Kota Tengah di Timur.
Secara litologi daerah ini ditutupi oleh satuan batuan alluvium sungai, satuan
batuan lempung lanauan, satuan batuan lempung pasiran, satuan batuan
pasir konglomeratan, batugamping malih, dan intrusi granit. Bahan galian non
logam yang ditemukan di daerah ini adalah sirtu, lempung, pasir kuarsa, dan
ballclay.

II - 7 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

• Sirtu (Pasir dan Batu)


Di wilayah Kecamatan Tambusai Utara sirtu ditemukan di tersebar di sisi kiri
dan kanan sepanjang sungai Batang Kumo. Di lokasi pengamatan desa
Rantau Kasai, yaitu di sisi utara sungai terdapat
Di wilayah Kecamatan Rambah sirtu terdapat di sepanjang sungai Batang
Lubuh (menerus dari wilayah Kecamatan Bangun Purba). Kegiatan
penggalian banyak dilakukan di sekitar desa Menaming. Sumber daya
hipotetik sirtu di lokasi ini ditaksir sebesar 15.000.000 ton.

• Lempung
Endapan lempung di daerah Kecamatan Tambusai Utara tersebar luas
mengikuti sebaran satuan batuan aluvium. Di lokasi kampung Peladangan,
desa Bangun Jaya endapan lempung berwarna kelabu kecoklatan, berbutir
halus hingga sedang, dan bersifat lanauan. Sebaran lempung di lokasi ini
sekitar 50 Ha dengan ketebalan rata-rata 2 meter. Sumber daya tereka
ditaksir sebesar 2.500.000 ton. Beberapa penduduk setempat telah
mengusahakan pengolahan lempung ini untuk bahan baku pembuatan bata
merah. Harga bata merah di lokasi pabrik ini adalah sebesar Rp. 200,- per
buah.

Di wilayah Kecamatan Tambusai endapan lempung terdapat berupa


batulempung lanauan, tersebar luas mengikuti sebaran satuan batuan
lempung lanauan dari Formasi Telisa. Di lokasi sekitar desa Tali Kumain
dijumpai lempung serpih berwarna abu-abu gelap berupa lapisan setebal 0,5
meter di antara lapisan lempung lanauan dan lempung pasiran. Luas
singkapan diperkirakan seluas 10 Ha dengan sumber daya hipotetik sekitar
125.000 ton. Di lokasi sekitar desa Daludalu dijumpai endapan lempung
berwarna abu-abu kekuningan, berbutir halus. Ketebalan sekitar 1 meter
dengan luas sebaran sekitar 5 Ha. Sumber daya hipotetik sekitar 125.000 ton.

• Pasir Kuarsa
Endapan pasir kuarsa di daerah Kecamatan Tambusai Utara ditemukan
merupakan hasil rombakan dan pengendapan kembali dari satuan batuan

II - 8 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

pasir konglomeratan. Endapan pasirkuarsa ini tersebar luas di sekitar lokasi


pemukiman transmigrasi DU SKP D di desa Sungai Harapan. Warga
pemukiman mengeluhkan kondisi tanah pekarangan yang tidak subur karena
banyak mengandung pasir dan sulit untuk ditanami. Endapan pasirkuarsa di
daerah ini berwarna putih kelabu, berbutir lepas dengan ukuran kasar hingga
sedang, tersebar seluas sekitar 20 Ha dengan ketebalan rata-rata 0,5 meter.
Sumber daya tereka sebesar 250.000 ton.
Di wilayah Kecamatan Rambah endapan pasir kuarsa ditemukan di sekitar
Gua Pawan, desa Pawan, berwarna kuning kecoklatan berbutir sedang
hingga halus. Endapan pasir kuarsa di daerah ini tersingkap setebal 10 meter
dengan luas sebaran sekitar 5 Ha. Sumber daya hipotetik ditaksir sebesar
1.250.000 ton.

3. Pariwisata
Sesuai dengan Pengembangan Wilayah Pariwisata yang telah
ditetapkan dalam RIPPDA Riau Perda No. 4 Tahun 2002 bahwa Kabupaten
Rokan Hulu termasuk dalam Unit Pengembangan Wilayah Pariwisata A
(UPWP.A) yang meliputi Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten
Rokan Hulu dan Kabupaten Pelalawan dengan pengembangan dan
pemanfatan objek Kabupaten Rokan Hulu diarahkan dalam pengembangan
wisata budaya, sejarah dan alam.
Untuk mendukung Unit Pengembangan Wilayah Pariwisata A tersebut
Kabupaten Rokan Hulu telah mengelompokkan Kawasan Wisata dalam satu
destinasi wisata Riau yang terdapat di Kabupaten Rokan Hulu. Adapun
kawasan tersebut adalah :
• Kawasan Wisata Alam Gunong Bonsu
Terdiri dari Objek dan dayatarik Wisata ; Cipogas, Huta Sikafir,
Airpanas Pawan, Airpanas Kaiti, Sungai Bungo, bumi perkemahan
• Kawasan Wisata Religi Rantau Binuang Sakti
Komplek Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai pusat kegiatan
Thareqat Naqsabandi kemah Basilam dan Bekas Kerajaan Rantau
Binuang sebagai pusat pergerakan kegiatan Islam zaman penjajahan

II - 9 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

serta tempat kelahiran Sultan Zainal Abidin, pahlawan Riau yang akan
diusulkan untuk diangkat sebagai Pahlawan Nasional.
• Kawasan Wisata Religi Surau Gadiang
Sebagai pusat kegiatan Thareqat Naqsabandi kemah Kumpulan
• Kawasan Wisata Sejarah Benteng Tujuh Lapis
Situs Sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai
• Kawasan Wisata Cagar Budaya Komplek Kerajaan Rokan.
Cagar Budaya Kerajaan Rokan IV Koto

Adapun Objek dan Dayatarik Wisata beserta informasi lainnya dijelaskan


sebagai berikut :

a. Sumber Air panas Suaman


Terletak di Kawasan Wisata Gunung Bonsu (Kec. Rambah) sekitar 9
km dari Pasir Pangaraian, terdapat dua sumber airpanas gejala pos
vulkanis dengan suhu 56 sampai 60 derjat celsius. Sumber airpanas ini
terletak dikaki Gunung Bonsu, dan mengeluarkan materi vulkanis
seperti belerang dan materi lainnya. Air panas ini sangat digemari
pengunjung, karena selain air panas, Sungai Suaman yang mengalir di
bawah pancuran air panas sangat dingin dan jernih sebagai air
pembanding.
b. Sumber Air panas Hapanasan
Terletak di Kawasan Wisata Gunung Bonsu (Kec. Rambah) sekitar 9
km dari Pasir Pangaraian, terdapat sumber airpanas gejala Pos
Vulkanis dengan suhu 56 sampai 60 derjat celsius dengan debit air
lebih besar. Objek dan daya tarik Wisata ini dijadikan Objek Unggulan
Riau yang berada di Rokan Hulu, saat ini telah terdapat fasilitas yang
memadai, juga terdapat tempat bermain anak-anak, banyak yang
dapat dilakukan di objek dengan luas 8 ha ini.
c. Pawan Resort
Taman rekreasi keluarga seluas 8 ha, juga bagian dari Kawasan
Wisata Gunung Bonsu, disini terdapat kolom pemandian, tempat
berolahraga seperti lapangan tenis, dan juga tersedia home

II - 10 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

stay.Gedung pusat informasi kupu-kupuTerletak di Objek Airpanas


Hapanasan, dibangun pada tahun 2009, di tempat ini kita akan dapat
melihat metamorfosis serangga kupu-kupu melalui visualisasi gambar
yang ada pada panel-panel di dalam gedung, lengkap dengan
penamaan kupu-kupu dalam bahasa daerah Rokan.
Selain informasi tersebut di alam sekitar bangunan terdapat tanaman
yang sengaja dipelihara untuk penangkaran alami, seperti jenis kupu-
kupu langka dan dilindungi, misalnya spesies Trogonoptera, Idea sp,
Papilionidae, Brokiana sp, dan spesies lainnyaPada Tahun 2010 juga
dibangun penangkaran kupu-kupu dengan ukuran 8 x 12 meter oleh
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau.
d. Danau Sipogas
Sipogas adalah sebuah danau buatan untuk kebutuhan pengairan
persawahan. Tempat ini banyak pengunjung dari berbagai daerah
mengunjungi Danau Sipogas, dengan aksebilitas yang mudah hanya
sekitar 10 km dari kota Pasir Pangaraian. Sipogas merupakan Objek
dan Dayatarik Wisata yang termasuk dalam Kawasan Wisata Alam
Gunung Bonsu, terletak di Desa Sialang dan Kaiti. Ditempat ini telah
dilengkapi fasilitas untuk wisata keluarga yang memadai. Bagi
wisatawan yang ingin berpetualangan cukup menelusuri sungai ke
hulu, tersedia lokasi panjat tebing alami atau mengunjungi hutan tropis
yang terdapat di sepanjang Bukit Barisan.
e. Bendungan Menaming
Danau Menaming juga terbentuk dari genangan air DAM, Objek dan
Dayatarik ini terletak di Desa Menaming sekitar 15 km dari Kota Pasir
Pangaraian atau 11 km dari Desa Pawan (Kawasan Wisata Gunung
Bonsu). Ditempat ini musim-musim tertentu tepatnya dipintu air
bendungan masyarakat berbondong-bondong menangkap ikan kecil
yang disebut dengan ikan gamak yang masuk ke sungai Menaming
dari Sungai Batang Lubuh.
f. Danau Puar
Danau Puar adalah danau type oxbow, terletak di Kecamatan
Kepenuhan sekitar 8 km lewat jalan lintas Duri. Tempat ini dijadikan

II - 11 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

masyarakat sebagai tempat mencari ikan gamak, bahan pembuatan


ikan salai, disekitar daerah ini terdapat kebun sayuran. Tempat ini
merupakan perkampungan petani, dengan suasana alami kita dapat
melihat proses pembuatan ikan salai mulai dari cara menangkap ikan
tersebut sampai di bakar dengan panas bara api.
g. Bukit Suligi
Bukit Suligi adalah Hutan Lindung (Hutan Pendidikan) dibawah
naungan Departemen Kehutanan, tempat ini terletak di Kecamatan
Ujungbatu lebih kurang 12 km dari Kota Ujungbatu. Adapun dayatarik
tempat ini adalah hutan lindung yang memiliki beberapa tanaman dan
hewan hutan tropis Sumatera, juga terdapat sebuah danau yang
dibendung dijadikan taman rekreasi masyarakat. Dalam kawasan ini
juga terdapat beberapa sarana dan prasarana pelatihan kehutanan.
Pengunjung dapat memanfaatkan menara kontrol setinggi 15 meter
untuk melihat suasana disekitar Objek dan Dayatarik Bukit Suligi.
h. Danau Ombak
Danu Ombak juga merupakan tipe danau Oxbow yang terbentuk dari
pemutusan jalur sungai. tempat ini terletak di Kecamatan Kunto
Darussalam sekitar 1 km dari Kotalama ibu kecamatan. Tempat ini
terkesan indah sehingga memancing masyarakat sekitarnya untuk
berrekreasi di tempat ini.
i. Taman Rekreasi Simare
Taman Rekreasi Simare, adalah taman rekreasi milih sebuah
perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Hutahean. taman ini terletak
dipinggir sungai Batang Kumu, tempat ini berada di Kecamatan
Tambusai Utara, sekitar 55 km dari Kota Pasir Pangaraian, selain
taman rekreasi tempat bercengrama keluarga, disekitar taman ini kita
dapat melihat perkebunan dan pabrik pengolahan sawit milik
Hutahean.
j. Air terjun Aekmartua/AM
Air terjun Aekmartua atau dikenal dikalangan anak muda dengan AM,
terletak di Kecamatan bangun Purba 12 km dari Kota Pasir
Pangaraian, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki (petualangan)

II - 12 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

selama 1,5 jam, objek dan dayatarik alam ini sudah dikenal sejak tahun
1970an.
k. Sungai Rokan
Rokan merupakan nama sungai besar yang membelah pulau
Sumatera bagian tengah. Sungai Rokan adalah simpul dari tiga sungai
menegah dan beratus-ratus sungai kecil. Zaman dahulu sungai adalah
sarana transportasi yang mudah, sekaligus sungai merupakan pusat
budaya di daerah Rokan Hulu.
l. Komplek Kerajaan Rokan IV Koto
Kecamatan Rokan IV Koto memiliki peninggalan sejarah yang sangat
berharga, pada abad ke18 telah berdiri sebuah perkampungan
Kerajaan Rokan IV Koto, dari beberapa bangunan yang ada berdiri
megah sebuah istana yang telah berumur 200 tahun dengan Arsitektur
Melayu Rokan yang khas, dengan ukiran naga-naga yang khas, serta
berbagai ukiran tumbuhan menghiasi sisi tertentu istana, tidak saja
istana juga beberapa rumah yang telah di renovasi juga terdapat
ukiran-ukiran Melayu Rokan yang indah. Didepan istana terdapat tiga
tangga yang melambangkan tangga kerapatan daerah Rokan IV Koto
yang terdiri dari, Penguasa, Adat dan Alim Ulama yang disebut dengan
tali berpilin tiga. Objek dan Daya tarik Cagar Budaya ini dapat
ditempuh dengan kendaraan apa saja dengan jarak tempuh 64 km dari
Pasir Pangaraian dan akan lebih dekat jika dari Kota Ujung Batu.

2.3. Demografi dan Urbanisasi


Bagian ini berisikan pembahasan mengenai karakteristik penduduk
kabupaten/kota berdasarkan:
i. Jumlah penduduk dan KK keseluruhan
ii. Jumlah penduduk miskin dan persebaran penduduk
iii. Proyeksi pertumbuhan penduduk lima tahun ke depan
iv. Jumlah penduduk perkotaan dan proyeksi urbanisasi

II - 13 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Jumlah penduduk Kabupaten Rokan Hulu menurut data statistik Tahun


2015 sebanyak 568.576 jiwa dimana penduduk berjenis kelamin laki-laki
sebanyak 294.729 jiwa dan penduduk berjenis kelamin perempuan sebanyak
273.847 jiwa. Kabupaten Tambusai Utara memiliki jumlah penduduk
terbanyak, diikuti oleh Kecamatan Tambusai dan jumlah penduduk terkecil
terdapat di Kecamatan Pendalian IV Koto. Kepadatan penduduk Kabupaten
Rokan Hulu pada tahun 2014 sebesar 76 jiwa per km2 sedangkan pada tahun
2013 yaitu 73 jiwa per km2. Kepadatan tertinggi di Kecamatan Ujung Batu
sebesar 557 jiwa per km2 karena kecamatan ini merupakan pusat
perdagangan di Kabupaten Rokan Hulu dan kepadatan terendah di
Kecamatan Rokan IV Koto sebesar 27 jiwa per km2. Jika dilihat dari
kepadatan penduduk maka Kecamatan Pendalian IV Koto walaupun memiliki
jumlah penduduk terkecil namun kepadatannya sampai 63 jiwa per km2.

Tabel 2. 2 Persebaran Penduduk Kabupaten Rokan Hulu


No Nama Kecamatan Jumlah Kepadatan Penduduk Jumlah Rumah
Penduduk (jiwa) (jiwa/km2) Tangga (KK)
1 Rokan IV Koto 24.148 27 5.515
2 Pendalian IV Koto 13.345 63 2.917
3 Tandun 30.756 79 7.825
4 Kabun 26.880 50 6.380
5 Ujung Batu 50.470 557 11.595
6 Rambah Samo 32.505 125 7.509
7 Rambah 49.744 125 10.556
8 Rambah Hilir 40.804 132 9.457
9 Bangun Purba 18.951 86 4.226
10 Tambusai 61.656 55 14.462
11 Tambusai Utara 87.896 129 21.774
12 Kepenuhan 24.487 36 5.688
13 Kepenuhan Hulu 19.092 82 4.402
14 Kunto Darussalam 46.382 91 11.618
15 Pagaran Tapah 17.831 154 3.910
Darussalam
16 Bonai Darussalam 23.629 30 5.592
Jumlah 568.576 76 133.426

Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu kabupaten yang


memiliki tantangan penduduk miskin cukup berat. Sebagaimana dapat dilihat
dari tabel diatas bahwa jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin mengalami

II - 14 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

perubahan dari tahun ke tahun. Sedangkan jumlah penduduk miskin dari


32.704 jiwa pada tahun 2004 meningkat menjadi 35.258 jiwa pada tahun
2005, kemudian mengalami penurunan menjadi 30.315 jiwa tahun 2006 dan
dan berfluktuasi 33.390 jiwa pada tahun 2007 dan 30.036 jiwa pada tahun
2008. Demikian juga jika dihitung berdasarkan keluarga miskin., terus
mengalami peningkatan dari tahun 2004 sebanyak 5.656 KK menjadi 8.391
KK pada tahun 2008. Jumlah KK miskin mengalami penurunan sejumlah
7.509 KK pada tahun 2008.Terjadinya dinamika jumlah penduduk miskin dan
KK miskin di Kabupaten Rokan Hulu, selain dipengaruhi oleh perubahan
penilaian kriteria penduduk miskin yang telah ada, juga dipengaruhi oleh
dinamika penduduk di Kabupaten Rokan Hulu melalui migrasi penduduk yang
terjadi ke wilayah Kabupaten Rokan Hulu sampai pada tahun 2013 jumlah KK
miskin menjadi 19.921 orang.
Tabel 2. 3 Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan
di Kabupaten Rokan Hulu

No Nama Kecamatan Jumlah keluarga miskin (KK)


1 Rokan IV Koto 1303
2 Pendalian IV Koto 344
3 Tandun 801
4 Kabun 672
5 Ujung Batu 844
6 Rambah Samo 1564
7 Rambah 1303
8 Rambah Hilir 1319
9 Bangun Purba 985
10 Tambusai 2736
11 Tambusai Utara 1795
12 Kepenuhan 682
13 Kepenuhan Hulu 497
14 Kunto Darussalam 1636
15 Pagaran Tapah 337
Darussalam
16 Bonai Darussalam 947
TOTAL 17.765
Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka Tahun 2015

Data proyeksi penduduk merupakan data BPS yang dihitung


berdasarkan data sensus penduduk. Data Proyeksi penduduk ini dikeluarkan
oleh BPS pada tahun 2013 dengan memanfaatkan data tren pertumbuhan

II - 15 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

penduduk masing-masing kabupaten/kota sejak tahun 2000. Metode estimasi


menggunakan metode geometrik .
Tabel 2. 4 Proyeksi Penduduk Tahun 2015-2019
Tahun
Kab/Kota
2015 2016 2017 2018 2019
Rokan Hulu 592.278 616.466 641.208 666.410 692.120
Sumber : BPS Povinsi Riau Tahun 2015

Tabel 2. 5 Proyeksi Penduduk Perkotaan menurut Kabupaten Rokan


Hulu 2015-2019
Tahun
Kab/Kota
2015 2016 2017 2018 2019
Rokan Hulu 84.222 88.278 92.462 96.763 101.188
Sumber : BPS Povinsi Riau Tahun 2015

2.4. Isu Strategis Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan


2.4.1. Perkembangan PDRB dan Potensi Ekonomi

Pendapatan Regional dapat digunakan antara lain untuk mengetahui


besarnya laju pertumbuhan ekonomi dan struktur ekonomi suatu wilayah. Dari
hasil perhitungan PDRB Kabupaten Rokan Hulu dapat diketahui besarnya laju
pertumbuhan dan struktur ekonomi Kabupaten Rokan Hulu. Pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2014 sebesar 6,78% mengalami
percepatan dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 5,93%.

Berdasarkan perhitungan PDRB Kabupaten Rokan Hulu atas harga


berlaku dengan migas, Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memiliki
persentase distribusi terbesar yaitu 54,91 persen, selanjutnya perekonomian
Kabupaten Rokan Hulu ditopang oleh Sektor Industri Pengolahan sebesar
20,52 persen.

II - 16 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Tabel 2. 6 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Rokan Hulu Atas


Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2010-2014

Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka, 2015

Sektor industri merupakan sektor yang berhubungan erat dengan


sektor pertanian dan sektor perdagangan. Di Kabupaten Rokan Hulu sektor
indutri didominasi oleh indutri pengolahan biji kelapa sawit atau CPO.
Terdapat lebih dari 29 perusahaan pengolahan kelapa sawit di kabupaten ini.

II - 17 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Perusahaan ini hampir menyebar di setiap kecamatan di Kabupaten Rokan


Hulu. Untuk indutri rumah tangga, jenis indutri kayu paling mendominasi
sekitar 23,82% kemudian industri makanan dan minuman 18,45% serta
indutri gerabah/keramik/batu sekitar 16,99%. Industri yang paling sedikit
adalah industri anyaman dan industri kain/tenun. Pendapatan perkapita
masyarakat Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2014 sebesar 44 juta naik jika
dibandingkan pada tahun 2013 hanya sebesar 38 juta.

2.4.2. Data Pendapatan per Kapita dan Proporsi Penduduk Miskin


Pendapatan per kapita tanpa migas baik berdasarkan harga berlaku
maupun harga konstan selalu mengalami kenaikan. Pendapatan perkapita
regional Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2013 adalah sebesar Rp.
5.339.925,53 per tahun untuk atas dasar harga konstan dan Rp.
30.884.280,80 pertahun untuk atas dasar harga berlaku. Pendapatan
perkapita Kabupaten Rokan Hulu setiap tahun meningkat yang dapat
menggambarkan semakin tahun kehidupan penduduk Kabupaten Rokan Hulu
semakin baik.

Tabel 2.7 Pendapatan Perkapita Rokan Hulu Tanpa Migas


Tahun 2010 – 2013 ( Rupiah )
Pendapatan Regional Harga Konstan Harga Berlkau
Perkapita
2010 4.894.707,33 21.702.951,21
2011 4.969.866,15 24.498.368,02
2012 5.178.808,19 27.622.449,78
2013 5.339.925,53 30.884.280,80
Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka, 2014

Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu kabupaten yang


memiliki tantangan penduduk miskin cukup berat. Sebagaimana dapat dilihat
dari tabel diatas bahwa jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin mengalami
perubahan dari tahun ke tahun. Sedangkan jumlah penduduk miskin dari
32.704 jiwa pada tahun 2004 meningkat menjadi 35.258 jiwa pada tahun
2005, kemudian mengalami penurunan menjadi 30.315 jiwa tahun 2006 dan
dan berfluktuasi 33.390 jiwa pada tahun 2007 dan 30.036 jiwa pada tahun

II - 18 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

2008. Demikian juga jika dihitung berdasarkan keluarga miskin., terus


mengalami peningkatan dari tahun 2004 sebanyak 5.656 KK menjadi 8.391
KK pada tahun 2008. Jumlah KK miskin mengalami penurunan sejumlah
7.509 KK pada tahun 2008.Terjadinya dinamika jumlah penduduk miskin dan
KK miskin di Kabupaten Rokan Hulu, selain dipengaruhi oleh perubahan
penilaian kriteria penduduk miskin yang telah ada, juga dipengaruhi oleh
dinamika penduduk di Kabupaten Rokan Hulu melalui migrasi penduduk yang
terjadi ke wilayah Kabupaten Rokan Hulu sampai pada tahun 2013 jumlah KK
miskin menjadi 19.921 orang.
Tabel 2. 7 Proporsi Keluarga Miskin per Kecamatan
di Kabupaten Rokan Hulu

No Nama Kecamatan Jumlah keluarga miskin (KK)


1 Rokan IV Koto 1303
2 Pendalian IV Koto 344
3 Tandun 801
4 Kabun 672
5 Ujung Batu 844
6 Rambah Samo 1564
7 Rambah 1303
8 Rambah Hilir 1319
9 Bangun Purba 985
10 Tambusai 2736
11 Tambusai Utara 1795
12 Kepenuhan 682
13 Kepenuhan Hulu 497
14 Kunto Darussalam 1636
15 Pagaran Tapah Darussalam 337
16 Bonai Darussalam 947
TOTAL 17.765
Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka Tahun 2015

2.4.3. Data Kondisi Lingkungan Strategis


2.4.3.1 Topografi

Kabupaten Rokan Hulu mempunyai keadaan topografi yang cukup


bervariasi, mulai dari dataran tinggi hingga dataran yang relatif rendah di
bagian utara, dengan ketinggian berkisar antara 100 meter hingga di atas
1.000 meter dari permukaan air laut. Daerah dengan ketinggian antara 100
II - 19 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu
RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

sampai 500 meter diatas permukaan laut meliputi sekitar 80%, kawasan yang
berada pada ketinggian 500 sampai 1.000 meter meliputi 17,5% dan kawasan
yang berada pada ketinggian lebih dari 1.000 meter meliputi sekitar 2,5% dari
luas keseluruhan Kabupaten Rokan Hulu.

Tabel 2. 8 Klasifikasi Topografi di Kabupaten Rokan Hulu


No Klasifikasi Ketinggian (dpl) Penyebaran Wilayah
1 100 – 500 m Kecamatan Tambusai Utara, Kecamatan
Tambusai, Kecamatan Kepenuhan, Kecamatan
Kepenuhan Hulu, Kecamatan Rambah Hilir,
Kecamatan Bonai Darussalam, Kecamatan
Pagaran Tambah, Kecamatan Tandun,
Kecamatan Kabun, Kecamatan Bangun Purba,
sebagian Kecamatan Rokan IV Koto dan
Kecamatan Pendalian Koto.
2 500 – 1000 m Sebagian kecil Kecamatan Pendalian Koto dan
Rokan IV Koto.
3 >1000 m Sebagian kecil Kecamatan Pendalian Koto dan
Rokan IV Koto.
Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka, 2015

2.4.3.2 Geologi

Wilayah Kabupaten Rokan Hulu ini sebagian besar termasuk ke dalam


liputan Peta Geologi Bersistem Indonesia dari Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi Skala 1 : 250.000 Lembar Dumai dan Bagansiapiapi.
Sebagian lagi terliput ke dalam empat lembar peta geologi, yaitu Lembar
Pekanbaru, Lembar Lubuksikaping, Lembar Padang Sidempuan dan Sibolga
dan Lembar Pematangsiantar. Daerah Kabupaten Rokan Hulu berada pada
cekungan Sumatera Tengah, yang mempunyai batuan dasar berumur pra
tersier. Struktur geologi yang ada berupa struktur antiklin, sinklin, dan sesar
yang umumnya memiliki arah barat laut-tenggara, yaitu searah dengan arah
umum pulau Sumatera.

2.4.3.3 Klimatologi

Kondisi iklim di Kabupaten Rokan Hulu termasuk pada wilayah dengan


iklim tropis dengan temperatur 22-31 derajad Celcius. Hari hujan terbanyak
dan curah hujan tertinggi pada tahun 2014 terjadi pada bulan November. Hari
hujan terbanyak yaitu 25 hari pada bulan November dengan curah hujan
II - 20 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu
RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

tertinggi yaitu 809 mm pada bulan November (Statistik Daerah Kabupaten


Rokan Hulu, 2015).

Tabel 2. 9 Kondisi Iklim Kabupaten Rokan Hulu


Uraian Satuan Tahun 2015
Curah Hujan Maksimal Mm 809
Jumlah hari hujan maksimal Hari 25
Bulan dengan hujan maksimal Bulan November
Ketinggian dari permukaan laut meter 164
maksimal
Sumber : Statistik Daerah Kabupaten Rokan Hulu, 2015

2.4.3.4 Hidrologi

Di Kabupaten Rokan Hulu terdapat tiga buah sungai besar yaitu


Sungai Rokan Kiri, Sungai Rokan Kanan dan Sungai Sosah. Sungai Rokan
Kiri dan Sungai Rokan Kanan masih berfungsi sebagai sarana perhubungan,
sumber air bersih dan budidaya ikan. Selain sungai besar, terdapat beberapa
sungai kecil yaitu Sungai Rokan bagian hulu mempunyai panjang + 100 km
dengan kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata sebesar 92 m.
Sedangkan di bagian hilir sungai ini termasuk daerah Kabupaten Rokan Hilir.
Aliran ini mengaliri Kecamatan Rokan IV Koto, Kecamatan Pendalian IV Koto,
Kecamatan Tandun, Kecamatan Kunto Darussalam, Kecamatan Rambah,
Kecamatan Tambusai, Kecamatan Kepenuhan dan Kecamatan Kepenuhan
Hulu

2.4.4. Data Risiko Bencana Alam


Data Risiko Bencana Alam di Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan
karakteristik wilayah, dapat diidentifikasi wilayah yang berisiko bencana alam,
seperti banjir dan longsor.

Tabel 2. 10 Risiko Rawan Bencana di Kabupaten Rokan Hulu


Kawasan Rawan Bencana
No Kecamatan Luas Kawasan Luas Kawasan
Rawan Banjir Rawan Longsong
1 Rokan IV Koto 125,97 8.880,16
2 Pendalian IV Koto - 227,51
3 Tandun - -
4 Kabun - 1.412,42

II - 21 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Kawasan Rawan Bencana


No Kecamatan Luas Kawasan Luas Kawasan
Rawan Banjir Rawan Longsong
5 Ujung Batu 233,52 -
6 Rambah Samo 52,07 631,63
7 Rambah 410,75 6.833,41
8 Rambah Hilir 623,20 -
9 Bangun Purba 4,27 30,52
10 Tambusai 1.942,32 -
11 Tambusai Utara 3.284,37 -
12 Kepenuhan 5.584,74 -
13 Kepenuhan Hulu 321,25 83,70
14 Kunto Darussalam 2.914,73 -
15 Pagaran Tapah Darussalam 1.764,85 -
16 Bonai Darussalam 3.919,62 -
Total 21.176,29 18.249,13
Sumber : Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka, 2015

II - 22 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Gambar 2. 2 Peta Topografi Kabupaten Rokan Hulu

II - 23 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Gambar 2. 3 Peta Geologi Kabupaten Rokan Hulu

II - 24 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Gambar 2. 4 Peta Hidrologi Kabupaten Rokan Hulu

II - 25 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

2.4.5. Isu-Isu Strategis Terkait Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta


Karya (antara lain capaian pelayanan dan kualitas)
Terdapat bebrapa isu strategis terkait pembangunan infrastruktur
Bidang Cipta Karya, seperti berikut.

1. Kondisi Perumahan dan Permukiman


Kondisi eksisting perumahan dan permukiman di Kabupaten Rokan
Hulu pada umumnya memiliki pola linier growth model, hanya dikawasan
perkotaan/ibu kota kecamatan yang berpola grade growth model. Peruntukan
lahan untuk perumahan dan permukiman belum diatur secara tegas dalam
perencanaan kasiba/lisiba (kawasan siap bangun/lingkungan siap bangun)
sehingga pembangunan perumahan yang dilakukan oleh masyarakat
dilakukan secara sporadis, sehingga lingkungan tidak/kurang teratur dan
penyediaan sarana dan prasarana kurang memadai seperti jalan lingkungan,
persampahan, drainase dan air bersih.
Perumahan yang dibangun oleh pihak swasta masih sangat minim,
hal ini dikarenakan tidak didukung dengan tersedianya prasarana umum,
misalnya layanan listrik, air bersih dan sarana transportasi sehingga pihak
swasta enggan untuk membangun perumahan, sedangkan permintaan dan
kebutuhan perumahan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Pada kawasan perdesaan perumahan permukiman penduduk yang
kurang mampu masih belum liveable/layak huni, ditandai dengan lantai tanah,
kurangnya sirkulasi udara dan pencahayaan, dinding rumah yang sudah
lapuk dan atap yang sudah bocor sehingga tidak menjamin keselamatan
penghuninya dan sangat perlu mandapat perhatian dari pemerintah.

Tabel 2. 11 Jumlah Pembangunan Rumah Layak Huni

TAHUN
NO KECAMATAN
2007 2008 2009 2010 2011

1 ROKAN IV KOTO 8 UNIT 2 UNIT 18 UNIT 8 UNIT 3 UNIT


2 TANDUN - 2 UNIT - 16 UNIT -
3 KABUN - 2 UNIT - 10 UNIT 2 UNIT
4 UJUNG BATU 1 UNIT 2 UNIT - 20 UNIT -

II - 26 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

TAHUN
NO KECAMATAN
2007 2008 2009 2010 2011

5 RAMBAH SAMO 7 UNIT - - 52 UNIT 4 UNIT


6 RAMBAH 3 UNIT 1 UNIT 3 UNIT 35 UNIT 3 UNIT
7 RAMBAH HILIR - 10 UNIT - 41 UNIT 2 UNIT
8 BANGUN PURBA - 2 UNIT - 41 UNIT 3 UNIT
9 TAMBUSAI - 5 UNIT - 12 UNIT 3 UNIT
10 TAMBUSAI UTARA - - - 2 UNIT -
11 KEPENUHAN 5 UNIT 9 UNIT - 11 UNIT -
12 KUNTO - - - - -
DARUSSALAM
13 BONAI - - 6 UNIT - -
DARUSSALAM
14 PAGARAN TAPAH - - - 2 UNIT -
DARUSSALAM
15 KEPENUHAN - 4 UNIT - 14 UNIT -
HULU
16 PENDALIAN IV - 2 UNIT - - -
KOTO
JUMLAH 24 UNIT 41 UNIT 27 UNIT 265 UNIT 20 UNIT

Sumber : Renstra Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya 2011-2016

Kawasan permukiman yang memiliki kecenderungan kumuh akibat


pembangunan rumah secara liar/tanpa IMB pada kawasan bantaran sungai
dan sekitar kawasan pasar perlu mendapatkan perhatian penanganannya
sehingga dibutuhkan pengendalian agar kawasan yang memiliki
kecenderungan kumuh tidak terjadi.

2. Kondisi Persampahan
Pada dasarnya, isu strategis dalam pengelolaan persampahan di
Kabupaten Rokan Hulu masih bersifat mendasar dimana seperti dituangkan
dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Persampahan, maka implementasi
dalam pengelolaan sampah khususnya di Kabupaten Rokan Hulu masih jauh
dari amanat yang disampaikan dalam UU tersebut. Dimana pengelolaan
sampah sudah sepatutnya dilakukan di sumber melalui aktiftitas pengurangan
sampah sehingga mengurangi sampah yang dibuang ke TPA. Namun saat ini
paradigma lama pengelolaan sampah masih berpikir untuk mengangkut

II - 27 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

semua sampah kota menuju ke TPA kota yang ada. Sehingga dalam hal ini
perlu adanya suatu transformasi menuju sistem pengelolaan sampah
sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang tersebut. Isu
permasalahan dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Rokan Hulu dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2. 12 Isu Permasalahan Pengelolaan Sampah di Kabupaten
Rokan Hulu
No Aspek Isu Strategis
TEKNIS OPERASIONAL
1. Aspek Operasional Teknis Pelayanan sampah baru melayani 4 kecamatan
dari 16 kecamatan yang ada
a) Pewadahan/pemilahan Belum ada pemilahan sampah di sumber
Kondisi pewadahan yang masih belum
sama/seragam
b) Pengumpulan Operasi pengumpulan masih sangat sederhana
Belum ada TPS yang tersebar di masyarakat
dan perawatan TPS masih kurang
c) Pengangkutan Jumlah dan jenis prasarana dan sarana masih
sangat terbatas
d) Pengolahan Belum ada unit pengolahan sampah 3R
e) Pemrosesan akhir Operasional TPA masih open dumping
Kelengkapan prasarana dan sarana di TPA
belum mencukupi untuk operasional TPA
Pemeliharaan prasarana dan sarana di TPA
masih sangat kurang
Belum adanya pembiayaan operasional dan
pemeliharaan TPA secara terpisah
MANAJEMEN
1. Aspek pengaturan Belum ada peraturan terkait pengelolaan dan
pengolahan sampah
Belum ada penerapan sanksi yang tegas
terhadap pelanggaran yang ada
2. Aspek kelembagaan Bentuk lembaga pengelola persampahan masih
sederhana (Seksi Kebersihan)
Kemampuan dan kapasitas lembaga pengelola
persampahan masih rendah
Kuantitas dan kualitas SDM sebagai pengelola
persampahan masih rendah
Perlu adanya unit UPT khusus untuk
menangani TPA
3. Aspek keuangan Anggaran untuk program pengelolaan sampah
masih rendah (0,08% pembiayaan sektor
persampahan dari total APBD Tahun 2015)
Mekanisme penarikan retribusi sampah tidak
berjalan maksimal
34% kontribusi dari retribusi terhadap anggaran

II - 28 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

pengelolaan sampah
4. Aspek peran serta Perilaku masyarakat dalam pengelolaan
masyarakat sampah dengan cara membakar dan membuang
sampah sembarangan
Peran serta masyarakat dalam pengolahan
sampah masih rendah
Kurangnya sosialisasi dalam pemberdayaan
masyarakat untuk pengelolaan sampah, baik dari
swasta maupun pemerintah
Rendahnya partisipasi masyarakat untuk
membayar retribusi sampah

Sumber : PTMP Kabupaten Rokan Hulu, 2016

3. Kondisi Penyediaan Air Bersih


Untuk kebutuhan air bersih perkotaan sampai dengan tahun 2011
baru dapat melayani kota Pasir Pengaraian, Dalu-Dalu, Ujungbatu dan Kota
Tandun, sedangkan untuk perdesaan baru dapat dilayani lebih kurang 50
desa melalui program PAMSIMAS. Kondisi umum perdesaan yang
pemukimannya masih terpencar sehingga layanan air bersih masih terbatas
pada sumur gali, pemanfaatan embung, anak-sungai dan perigi. Penyediaan
air bersih perdesaan masih terus dilanjutkan dengan sharing budget dengan
masyarakat melalui pola pemberdayaan masyarakat dengan mengikut
sertakan dalam program pusat melalui program Pamsimas, juga sharing
program dengan pemerintah propinsi Riau.
Penyediaan air bersih perkotaan dikelola oleh Badan Pengelola Air
Bersih (BPAB) yang masih dibawah naungan Dinas Tata Ruang dan Cipta
Karya, dan diharapkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan Badan
Pengelola Air Bersih (BPAB) dapat mandiri menjadi PDAM. Tarif air bersih
yang relatif masih rendah dibanding kabupaten lainnya yakni ± Rp.850,-
permeter kubiknya dan masih banyaknya masyarakat yang tidak membayar
retribusi membuat pendapatan BPAB masih belum mampu menutupi biaya
operasional dan pemeliharaan. Pengenaan tarif juga masih mengacu
kabupaten induk yakni Kabupaten Kampar, diharapkan pada tahun
mendatang dapat dilakukan peninjauan tarif dengan Peraturan Daerah.

II - 29 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Tabel 2. 13 Cakupan Pelayanan PDAM Rokan Hulu Tahun 2007-2011


(SR)

UNIT
NO 2007 2008 2009 2010 2011
PENGELOLA

1 PASIR 694 BH 711 BH 801 BH 803 BH 870 BH


PENGARAIAN
2 UJUNGBATU 280 BH 297 BH 211 BH 260 BH 281 BH
3 DALU-DALU 179 BH 302 BH 318 BH 386 BH 460 BH
4 TANDUN - 155 BH 267 BH 281 BH 281 BH
JUMLAH 1153 BH 1465 BH 1596 BH 1730 BH 1891 BH

Sumber : Renstra Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya 2011-2016

4. Kondisi Drainase dan Jalan Lingkungan


Drainase dan jalan lingkungan merupakan prasarana yang
dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang memadai. Fungsi drainase
selain untuk mengalirkan air hujan juga berfungsi sebagai pembuangan air
limbah rumah tangga. Layanan drainase perkotaan masih dirasakan kurang
memadai, sehingga pada saat hujan terjadi genangan-genangan pada
lingkungan permukiman, selain kurang memadai, masyarakat juga kurang
melakukan pemeliharaan ditambah lagi dengan membuang sampah pada
saluran drainase, sehingga saluran drainase tidak dapat berfungsi
sebagaimana mestinya. Pada kawasan perdesaan drainase lingkungan
permukiman dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat dengan
konstruksi tanah.

Jalan lingkungan yang berfungsi untuk menghubungkan antar


pemukiman penduduk masih berkonstruksi tanah, sehingga pada saat musim
hujan akan sulit dilalui, seringkali jalan lingkungan pada kawasan perdesaan
juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat desa untuk mengeluarkan
hasil produksi pertanian. Jalan lingkungan yang dibangun Dinas Tata Ruang
dan Cipta Karya masih terbatas pada semenisasi dengan lebar bervariasi
antara 2 – 4 meter dengan bangunan pelengkap gorong-gorong atau box
culvert.

II - 30 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Tabel 2. 14 Data Pembangunan Drainase Dan Jalan Lingkungan


Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2007-2011

NO URAIAN 2007 2008 2009 2010 2011

1 PANJANG JALAN 13949 M 3859 M 2293.5 M 6242 M 7268 M


LINGKUNGAN
2 DRAINASE - 400 M 700 M 2446 M 4818 M
JUMLAH 13949 M 4259 M 2993,5 M 8688 M 12086 M

Sumber : Renstra Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya 2011-2016

5. Kondisi Kota Pasir Pengaraian


Kota Pasir Pengaraian sebagai ibukota Kabupaten Rokan Hulu,
masih memerlukan penataan-penataan sehingga kota Pasir Pengaraian
benar-benar menjadi ibukota kabupaten dalam arti tersedianya pelayanan
perkotaan bagi masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut telah dibangun
pencitraan kota dengan membangun Islamic Centre, Gedung Daerah dan
Pasar Modern.

Sebagai kabupaten ‘negeri seribu suluk’ dan agama islam sebagai


agama mayoritas, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah membangun
tempat ibadah suluk yang merupakan jati diri dan ke-khas-an Kabupaten
Rokan Hulu. Selain itu juga Islamic Centre sebagai pusat aktivitas
keagamaan.

Demikian juga halnya dengan pasar modern yang terletak di


Kampung Padang. Saat ini pasar yang ada masih sangat sederhana dan
tidak mencermikan pasar yang melayani skala kabupaten, sehingga
keberadaan pasar yang mampu melayani kebutuhan perdagangan dan jasa
sangat dibutuhkan dan untuk mengantisipasi kebutuhan pasar dimasa yang
akan datang. Dengan adanya pasar modern ini, masyarakat yang selama ini
masih memenuhi kebutuhan primer dan sekunder dengan berbelanja diluar
kota, diharapkan dapat dilayani dengan keberadaan pasar modern ini,
sehingga roda perekonomian menjadi lebih bergairah dan pada gilirannya
‘trickle down effect’ dan ‘multi player effect’ dapat meningkatkan pendapatan
dan kesejahteraan masyarakat.

II - 31 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Kota Pasir Pengaraian sampai setakat ini juga belum memiliki gedung
yang refresentatif sebagai tempat kegiatan sosial dan budaya serta aktivitas
lainnya, baik bagi pemerintah daerah sendiri maupun masyarakat.
Pembangunan gedung daerah ini juga sangat diperlukan keberadaannya
untuk melayani aktivitas sosial dan budaya, sehingga dirasakan perlu untuk
dibangun. Pemanfaatan gedung daerah ini tidak terbatas oleh hanya aktivitas
pemerintah daerah, masyarakat juga dapat memanfaatkan keberadaan
gedung daerah.

Kota Pasir Pengaraian juga perlu menata diri sehingga layak menjadi
sebuah Ibu kota Kabupaten, untuk itu diperlukan penataan wajah kota
diantaranya penyediaan ruang terbuka hijau, pelestarian, pengaturan facade
bangunan sepanjang jalan protokol, penertiban izin mendirikan bangunan dan
sebagainya, sehingga kota Pasir Pengaraian dapat sejajar dengan kota-kota
lain dalam wilayah Propinsi Riau.

6. Kondisi Gedung Kantor Aparatur Pemerintah


Kabupaten Rokan Hulu memiliki Komplek Perkantoran Pemda yang
akan terintegrasi dengan seluruh kebutuhan kantor SKPD, sampai saat ini
belum semua kantor aparatur pemerintah dibangun, seperti Badan
Kepegawaian Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa; Badan Keluarga
Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Badan Lingkungan Hidup, dan
lain-lain. Diharapkan sampai dengan tahun 2016 semua fasilitas gedung
kantor SKPD di Kabupaten Rokan Hulu dapat terpenuhi.

Penyediaan kantor Kepala Desa masih belum semua terbangun hal


ini dikarenakan terjadinya pemekaran desa. Sebagian kantor desa juga masih
berkantor pada kantor KUPT/eks transmigrasi. Sedangkan kantor camat
sudah terbangun sebanyak 16 kecamatan.

II - 32 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Tabel 2. 15 Data Pembangunan Gedung Perkantoran Dan Kantor


Kepala Desa Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2007-2011

NO URAIAN 2007 2008 2009 2010 2011

1 GEDUNG - 2 UNIT 1 UNIT 6 UNIT 2 UNIT


PERKANTORAN
2 KANTOR KEPALA DESA 5 UNIT 8 UNIT 6 UNIT 7 UNIT 14 UNIT
JUMLAH

Sumber : Renstra Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya 2011-2016

7. Kondisi Gedung Sosial Kemasyarakatan


Sebagai ‘Negeri Seribu Suluk’ pemerintah Kabupaten Rokan Hulu
juga akan membangunan tempat ibadah suluk bagi tempat suluk yang telah
lama berdiri. Demikian juga dengan Lembaga Kerapatan Adat akan dilakukan
pembangunannya sebagai tempat aktivitas adat yang juga menjadi ciri khas
Kabupaten Rokan Hulu. Dalam khazanah melayu Rokan Hulu dikenal pameo
‘Tigo Tungku Sejorongan’ sebagai local wisdom yang tumbuh dan
berkembang ditengah-tengah masyarakat. ‘Tigo Tungku Sejorongan’
mengandung arti kesatu paduan lembaga adat, pemerintah dan alim ulama
dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian pembangunan fasilitas
‘Tigo Tungku Sejorongan’ juga diperlukan untuk keseimbangan hubungan
yang harmoni dalam masyarakat. Selain hal tersebut diatas juga diperlukan
pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang digemari oleh
masyarakat seperti lapangan bola kaki.

Tabel 2. 15 Data Pembangunan Gedung Sosial Kemasyarakatan


Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2007-2011

NO KECAMATAN 2007 2008 2009 2010 2011

1 8 11 14 3
RAMBAH
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
2 2 2 1
UJUNG BATU
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
3 2
KEPENUHAN HULU
KEGIATAN
4 1
TANDUN
KEGIATAN

II - 33 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

NO KECAMATAN 2007 2008 2009 2010 2011

5 2 3
RAMBAH HILIR
KEGIATAN KEGIATAN
6 2 2 1
KABUN
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
7 3 1 1 3
RAMBAH SAMO
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
8 1 1
ROKAN IV KOTO
KEGIATAN KEGIATAN
KUNTO 1
9
DARUSSALAM KEGIATAN
1 2
10 TAMBUSAI
KEGIATAN KEGIATAN
1
11 KEPENUHAN
KEGIATAN
1
12 PENDALIAN IV KOTO
KEGIATAN
1
13 TAMBUSAI UTARA
KEGIATAN
18 17 23 13
JUMLAH
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN

Sumber : Renstra Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya 2011-2016

II - 34 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Tabel 2. 1 Luas Kabupaten Rokan Hulu Menurut Kecamatan dan Kelurahan


Tahun 2009 ........................................................................................................................................ 2
Gambar 2. 1 Peta Administrasi Kabupaten Rokan Hulu ............................... 3

II - 35 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu


RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR
JANGKA MENENGAH

Table of Contents
BAB II - PROFIL KABUPATEN ROKAN HULU ........................................................ 1

2.1. Wilayah Administrasi ................................................................................................. 1

2.2. Potensi Wilayah Kabupaten Rokan Hulu ......................................................... 4

2.3. Demografi dan Urbanisasi.................................................................................... 13

2.4. Isu Strategis Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan ........................................ 16

2.4.1. Perkembangan PDRB dan Potensi Ekonomi ...............................16

2.4.2. Data Pendapatan per Kapita dan Proporsi Penduduk Miskin


18

2.4.3. Data Kondisi Lingkungan Strategis ...................................................19

2.4.4. Data Risiko Bencana Alam ...................................................................21

2.4.5. Isu-Isu Strategis Terkait Pembangunan Infrastruktur Bidang


Cipta Karya (antara lain capaian pelayanan dan kualitas) ..............................26

II - 36 RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu