Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

PERCOBAAN 1
Isolasi dan Identifikasi Minyak Atsiri dari Daun Sereh

Nama : Eunike Filia Tandidatu


NIM : 1813015219
Kelas : S1 D 2018
Nama Dosen/Asisten: Hifdzur Rija’i

FAKULTAS FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2021
LAPORAN PRAKTIKUM
ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM FARMASI

A. Waktu Praktikum
Selasa, 13 April 2021
B. Judul Praktikum
Isolasi dan Indentifikasi Minyak Atsiri dari Daun Sereh
C. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami teknik isolasi minyak atsiri
2. Mahasiswa dpaat mengetahui dan memahami tujuan dan fungsi
penggunaan metode destilasi
D. Dasar Teori
Tanaman sereh (Cymbopogon Citratus (DC.) Stapf) merupakan
tumbuhan herba menahun dan juga merupakan jenis rumput-rumputan
dengan tinggi antara 50-100 cm. Kandungan kimia yang terdapat dari
tanaman sereh yaitu tanaman sereh mengandung tanin, saponin, alkaloid,
fenol, antrakuinon dan minyak atsiri. Tanaman sereh dapat digunakan sebagai
peluruh air seni, obat batuk, bahan untuk kumur, penambah nafsu makan dan
penghangat tubuh (Wibowo, 2020).
Saat ini minyak atsiri banyak sekali dimanfaatkan dari berbagai
bidang, mulai dari rumah tangga hingga badan usaha. Manfaat minyak atsiri
pun telah banyak dirasakan masyarakat baik di Indonesia maupun di luar
negeri. Minyak atsiri atau yang juga biasa disebut sebagai essential oil,
etherial oils, atau volatile oils merupakan minyak yang mudah menguap
dengan komposisi dan titik didih yang berbeda-beda yang diperoleh dari
proses penyulingan uap dari bagian-bagian tumbuhan seperti daun, batang,
buah, bunga dan biji (Guenther,2006). Minyak atsiri dapat digunakan sebagai
antiseptic internal dan eksternal, stimulan, bahan analgesic, hemolitik atau
enzimatik, obat sakit perut, bahan pewangi kosmetik dan sabun, serta sebagai
aromaterapi (Guenther,1987).
Komponen kimia dalam minyak sereh wangi cukup komplek, namun
komponen yang terpenting adalah sitronellal dan geraniol. Kedua komponen
tersebut menentukan intensitas bau, harum, serta nilai harga minyak sereh.
Kadar komponen kimia penyusun utama minyak sereh tidak tetap, dan
tergantung pada beberapa faktor. Citronella adalah senyawa monoterpen yang
tersusun dari 2 unit isopren. Citronella biasa digunakan untuk pewangi
ruangan dan pada bidang kefarmasian, Citronella oil mulai dikembangkan
menjadi produk farmasi dengan cara di blending dengan minyak atsiri lain
yang dapat memberikan efek tertentu dibidang kesehatan kesehatan.
(Hardjono, 1994). Biasanya jika kadar geraniol tinggi maka kadar sitronellal
juga tinggi (Gultom, 2020). Selain komponen utama teersebut di dalam
minyak atsiri C. citratus juga terkandung komponen minor yaitu geranial,
citronella dan jenis olefin yaitu mircena dan ocimene (Murni, 2020).
Destilasi merupakan salah satu metode pemisahan suatu senyawa dari
campurannya yang didasarkan pada perbedaan titik didih dari campuran
senyawa tersebut (Nasyanka,2020).

E. Alat dan Bahan


1. Alat

No Nama Alat Gambar Fungsi


1 Satu sel alat a) Labu Destilasi
destilasi Labu destilasi digunakan
sebagai wadah sampel yang
didestilasi
b) Thermometer
Thermometer digunakan
sebagai pengukur atau
pengontrol suhu destilasi
c) Labu Penampung/Erlenmeyer
Labu penampung/Erlenmeyer
digunakan sebagai wadah
penampung hasil dari destilasi
(destilat)
d) Kondensor
Kondensor digunakan sebagai
pendingin uap destilat dan
mempercepat kondensasi
(perubahan wujud destilat
menjadi cair)
e) Adaptor
Adaptor digunakan sebagai
penghubung antara
Erlenmeyer dengan kondensor
dan antara kondensor dengan
labu alas destilasi
f) Statif dan Klem
Statif dan klem berfungsi
sebagai alat penegak atau
penyokong alat-alat destilasi
selama proses destilasi.
(Nasyanka,2020).
2 Plat Berfungsi untuk memisahkan
kromatografi komponen senyawa dan analisis
Lapis Tipis senyawa dalam suatu sampel
(Silica gel dimana komponen tersebut
60 F254 didistribusikan di antara dua fasa
yaitu fasa gerak dan fasa diam
(Wulandari,2011).
2. Bahan
No Nama Bahan Sifat Fisik Sifat Kimia
1 Daun sereh Tekstur yang lemas dan Pelepah daun berwarna
(Cymbopogon sulit patah. Tulang daun kuning kehijauan bercampur
citratus) yang berbentuk sejajar. dengan warna merah
Akan berbau wangi, jika keunguan
daunnya dipecah atau (Emmyzar,2002).
diremas. Bentuk
tanaman ini menyerupai
rumput (Emmyzar,2002).
2 Minyak Bobot Jenis 0,88- Warna Kuning pucat sampai
citronella 0,922g/ml, Indeks bias kuning Kecoklatan Total
(Nd20) 1,466-1,475 Geraniol ≥ 85%Sitronelal ≥
Kelarutan dalam etanol 35% (BSNI,1995).
80% 1 : 2 sampai larutan
jernih (BSNI,1995).
3 Aquadest Aquadest memiliki Zat cair yang jernih tidak
viskositas 1.002 centipoise berwarna, berasa dan berbau,
pada 20°C, Air bereaksi netral terhadap
mempunyai titik beku 0°C methyl merah, aquadest
pada tekanan 1 atm, titik tersusun atas dua atom
didih 100°C dan kerapatan hydrogen yang terikat secara
1,0 g/cm3 pada suhu 4°C kovalen pada satu atom
(Petrucci,2008) oksigen
(Petrucci,2008).
4 N-heksan Cairan tidak berwarna Bersifat sangat mudah
dengan bau sedikit tidak terbakar, dan uap yang Dapat
menyenangkan meledak (ASTDR,1999).
(ASTDR,1999).
5 Natrium Serbuk hablur atau butiran; Reaktifitas cukup rendah pada
sulfat putih, higroskopik. Larut suhu kamar dan sebaliknya
dalam 6 bagian air; praktis sangat reaktif pada suhu
tidak larut dalam etanol tinggi. Kristalnya peka
(95%) (Depkes,1979). terhadap besi, senyawa besi
dan beberapa senyawa
organik (Perry,2008).
6 Etil asetat Berat Molekul 88,105 Etil asetat adalah senyawa
gr/mol, Wujud Cairan yang mudah terbakar dan
Bening, Densitas 0,897 mempunyai resiko peledakan
gr/ml, Titik Leleh -83,6 (eksplosif)
°C Titik Didih 77,1 °C (Kirk dan Othmer,1982).
Titik Nyala -4 °C
(Mcketta,1994)

F. Pengamatan
No Prosedur Kerja Hasil Pengamatan
1 Proses Isolasi Daun sereh
(Cymbopogon citratus)

Diperoleh hasil destilasi sebanyak


24.87 mg dengan hasil rendemen
0,0033%
2 Identifikasi dengan
Kromatogtafi Lapis Tipis

Nilai Rf Minyak Citronella


Perbandingan 5 : 5
 Noda 1 = 0,872
 Noda 2 = 0,963
Perbandingan 6 : 4
 Noda 1 = 0,872
 Noda 2 = 0,963
Nilai Rf Minyak Atsiri Daun Sereh
Perbandingan 5 : 5
 Noda 1 = 0,872
 Noda 2 = 0,963
Perbandingan 6 : 4
 Noda 1 = 0,890
 Noda 2 = 0,981
G. Pembahasan
Praktikum yang telah dilakukan pada percobaan 1 yang berjudul
“Isolasi dan Identifikasi Minyak Atsiri dari Daun Sereh” ini bertujuan untuk
agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami teknik isolasi minyak
atsiri, serta mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tujuan dan fungsi
penggunaan metode destilasi minyak atsiri. Bahan utama yang digunakan
pada percobaan ini adalah daun sereh. Tanaman sereh (Cymbopogon Citratus
(DC.) Stapf) merupakan tumbuhan herba menahun dan termasuk dalam jenis
rumput-rumputan dengan tinggi antara 50-100 cm. Komponen kimia yang
terdapat dalam tanaman sereh yaitu tanaman sereh mengandung tanin,
saponin, alkaloid, fenol, antrakuinon dan minyak atsiri. Tanaman sereh selain
digunakan sebagai bumbu dapur dapat juga digunakan sebagai peluruh air
seni, obat batuk, bahan untuk kumur, penambah nafsu makan dan penghangat
tubuh.
Saat ini minyak atsiri banyak sekali dimanfaatkan dari berbagai
bidang, mulai dari rumah tangga hingga badan usaha. Pengembangan minyak
atsiri khususnya di bidang kefarmasian sangatlah penting, terutama ketika
pasar di dunia mulai mengembangkan produk minyak atsiri yang di blending
dengan beberapa minyak atsiri lainnya dengan claim bahwa campuran
tersebut dapat memberikan efek-efek tertentu. Minyak atsiri atau yang juga
biasa disebut sebagai essential oil, etherial oils, atau volatile oils merupakan
minyak yang mudah menguap dengan komposisi dan titik didih yang
berbeda-beda yang diperoleh dari proses penyulingan uap dari bagian-bagian
tumbuhan seperti daun, batang, buah, bunga dan biji. Sebagian komponen
minyak atsiri adalah senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen, atau
karbon, hidrogen, dan oksigen yang tidak bersifat aromatic. Minyak atsiri
dapat digunakan sebagai antiseptic internal dan eksternal, stimulan, bahan
analgesic, hemolitik atau enzimatik, obat sakit perut, bahan pewangi
kosmetik dan sabun, serta sebagai aromaterapi.
Adapun prosedur kerja dari percobaan “Isolasi dan Identifikasi
Minyak Atsiri dari Daun Sereh” ini dilakukan melalui 2 tahap, yaitu tahap
pertama adalah isolasi minyak atsiri yang dilakukan dengan menimbang daun
sereh segar yang telah dirajang sebanyak 1000 gram dan dimasukkan ke
dalam labu destilasi, lalu ditambahkan 300 mL aquadest dan batu didih.
Kemudian, dihubungkan labu dengan pendingin dan alat penampung.
Selanjutnya, dididihkan labu dengan pemanasan hingga minyak atsiri
terdestilasi. Minyak atsiri yang diperoleh dipisahkan dari kandungan airnya
dengan menggunakan bantuan natrium sulfat. Setelah dipisahkan, minyak
yang diperoleh diukur untuk mengetahui nilai rendemennya. Tahap kedua,
dilakukan identifikasi menggunakan plat Kromatografi Lapis Tipis (Silica gel
60 F254). Dimana, plat KLT diaktifkan terlebih dahulu ke dalam oven, lalu
sampel dan senyawa pembanding ditotolkan pada plat KLT (pada batas
bawah). Kemudian, plat dielusi hingga tanda batas dengan menggunakan
eluen n-heksan dan etil asetat (5:5; 6:4). Setelah dielusi, plat KLT diamati
pada lampu UV 254 nm. Selanjutnya, dihitung dan dibandingkan nilai RF
sampel dan senyawa pembanding (Minyak citronella).
Destilasi merupakan salah satu metode pemisahan suatu senyawa dari
campurannya yang didasarkan pada perbedaan titik didih dari campuran
senyawa tersebut. Pada praktikum ini destilasi yang digunakan adalah
destilasi uap. Dimana, komponen-komponen dari alat destilasi tersebut terdiri
dari Labu Destilasi yang digunakan sebagai wadah sampel yang didestilasi,
Thermometer yang digunakan sebagai pengukur atau pengontrol suhu
destilasi, Labu Penampung/ Erlenmeyer digunakan sebagai wadah
penampung hasil dari destilasi (destilat), Kondensor digunakan sebagai
pendingin uap destilat dan mempercepat kondensasi (perubahan wujud
destilat menjadi cair), Adaptor yang digunakan sebagai penghubung antara
Erlenmeyer dengan kondensor dan antara kondensor dengan labu alas
destilasi, serta Statif dan Klem yang berfungsi sebagai alat penegak atau
penyokong alat-alat destilasi selama proses destilasi.
Plat Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang digunakan pada praktikum
ini adalah plat KLT Silica gel 60 F254. Dimana, silica gel 60 F254 merupakan
silika yang memiliki ukuran pori sebesar 60 Å dan memiliki kandungan
gypsum sebagai pengikat yang dapat meningkatkan gaya adhesi antara
partikel senyawa dengan silika dan meningkatkan gaya adhesi antar partikel
silika. Sedangkan, F254 merupakan indikator fosforesensi pada panjang
gelombang 254 nm yang artinya silika tersebut dapat berfosforesensi pada
panjang gelombang 254 nm.
Pada proses isolasi minyak atsiri dilakukan perhitungan rendemen.
Tujuan dari perhitungan rendemen adalah untuk mengetahui berapa banyak
ekstrak yang dihasilkan dari suatu sampel yang telah di proses. Dimana, jika
semakin tinggi persentase rendemen yang dihasilkan maka nilai ekstrak yang
dihasilkan semakin banyak pula.
Hasil yang didapatkan dari isolasi minyak atsiri dalam praktikum ini
belum bisa dikatakan senyawa murni, dikarenakan citronella yang digunakan
masih terdiri atas beberapa komponen. Dan hasil plat KLT yang didapatkan
belum bisa dikatakan murni juga, hal ini dikarenakan noda yang terbentuk
bukan noda tunggal dan letaknya terlalu diatas.

H. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada percobaan “Isolasi
dan Identifikasi Minyak Atsiri dari Daun Sereh” dapat disimpulkan bahwa
hasil destilasi diperoleh adalah sebanyak 24.87 mg dan hasil rendemen dari
minyak atsiri daun sereh tersebut adalah 0,0033%. Isolasi minyak atsiri dalam
praktikum ini belum bisa dikatakan senyawa murni, dikarenakan citronella
yang digunakan masih terdiri atas beberapa komponen dan hasil plat KLT
yang didapatkan belum bisa dikatakan murni juga, hal ini dikarenakan noda
yang terbentuk bukan noda tunggal dan letaknya terlalu diatas.
I. Daftar Pustaka
[ATSDR] Agency for Toxic Substances and Disease Registry. 1999.
Toxicological Profile for Total Petroleum Hydrocarbons (TPH).
Atlanta GA: Department of Public Health and Human Services.
BSNI. 1995. Minyak sereh, Mutu dan cara uji. Badan Standarisasi Nasional
Indomesia SNI 06-3953-1995.
Depkes.1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Departemen Kesehatan RI:
Jakarta
Emmyzar dan Muhammad, H. 2002. Budidaya Serai Wangi (Cymbopogon
nardus L). Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 22 p. Hobir.
2002. Seraiwangi unggulan Balitro.
Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri I. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Guenther, E. 2006. Minyak Atsiri I. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Gultom, Erdiana, Hestina, dan Salomo Sijabat . 2020. Isolasi dan Analisis
Komponen Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.)
Melalui Ekstraksi Soxhletasi Menggunakan Gas Cromatography
Mass Spectrometry. Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan Volume
IV Nomor 1.
Harjono, R.M. 1994. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 26. Jakarta: EGC.
Kirk R.E. and Othmer, D.F., 1982, “Encyclopedia of Chemical Technology”,
vol.1, 2nd edition, A Willey Interscience Publication, John Wiley
and Sons Co.
McKetta, J.J and Cuningham, W.A, 1994, “ Encyclopedia Chemical Process
and Design”, vol.4, Marchell Ekker Inc,New York.
Murni, Sri Wahyu, Tutik Muji Setyonigrum, dan Gogot Horyono. 2020.
Destilasi Uap Minyak Atsiri dati Tanaman Serai Dapur
(Cymbopogon citratus) dengan Pretreatment menggunakan
microwave. Journal Eksergi Volume 17 Nomor 1.
Nasyanka, Anindi Lupita., Janatun Na’imah., dan Riskha Aulia. 2020.
Pengantar Fitokimia. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media.
Perry, Green, 2008, Perry’s Chemical Engineers’ handbook, 8th edition,
McGrow-Hill Companies, Inc., United State.
Petrucci, H. Ralph; Wiliam, S. Harwood; Geoffrey, F, Herring; dan Jeffrey
D. Madura. 2008. Kimia Dasar (Prinsip – Prinsip dan Aplikasi
Modern) Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Wibowo, Diki Prayugo., dkk. 2020. Tanaman Obat Desa Air Selimang,
Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahyang, Bengkulu,
Indonesia. Bengkulu: Deepublish.

J. Jawab Soal
1 Soal Minyak citronella diperoleh dari proses destilasi terhadap
daun sereh segar. Jelaskan mengapa sampel segar yang
digunakan?
Jawaban Mengapa sampel segar yang digunakan pada saat melakukan
destilasi, karena daun segar mempunyai kualitas yang bagus,
disebabkan karena kadar air yang menutupi permukaan
jaringan tidak begitu mempengaruhi dalam proses ekstraksi
karena kecilnya ketebalan jaringan sedangkan untuk kondisi
daun layu mempunyai kualitas yang rendah karena pada daun
ketebalan jaringan sangat kecil sehingga saat terjadi proses
pelayuan akan mengurangi lagi ketebalan jaringan dan atsiri
banyak yang ikut teruapkan seiring waktu pelayuan
Referensi Feriyanto, Yuni Eko; Patar Jonathan Sipahutar; Mahfud;
Pantjawarni Prihatini. 2013. Pengambilan Minyak Atsiri dari
Daun dan Batang Serai Wangi (Cymbopogon winterianus)
Menggunakan Metode Distilasi Uap dan Air dengan
Pemanasan Microwave. JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2,
No. 1: 93-97.
2 Soal Penyulingan atau destilasi pada percobaan kali ini dilakukan
dengan merendam daun sereh segar dengan air yang
kemudian dipanaskan. Bagaimana mekanisme minyak atsiri
dari daun sereh terpisah dari air pada proses penyulingan
tersebut?
Jawaban Mekanisme minyak atsiri dari daun sereh terpisah dari air pada
proses penyulingan yaitu terjadi pada saat suhu naik, jumlah
molekul uap juga meningkat sehingga jumlah molekul uap
yang berpeluang untuk mencair meningkat pula. Jumlah
molekul yang menguap akan sama dengan jumlah molekul
yang terkondensasi dalam satuan waktu yang sama. Kemudian
terbentuknya kesetimbangan dinamis dan jumlah molekul
dalam keadaan uap menjadi konstan (stichlmair & Fair, 1998).
Menurut Ketaren (1985), jumlah minyak yang menguap
bersama air ditentukan oleh :
1) Besarnya tekanan uap yang digunakan
2) Berat molekul dari masing-masing komponen dalam minyak
3) Kecepatan minyak keluar dari bahan yang mengandung
minyak
Referensi Ketaren, S. (1985). Pengantar teknologi minyak atsiri. Jakarta:
Balai pustaka.
Stichlmair. J.G., & Fair, J.R. (1998). Distillation: Princple
and practices. Kanada: Willey-VCH.
3 Soal Minyak atsiri terdiri dari beberapa senyawa metabolit yang
beragam baik dari jenis maupun jumlah metabolit sekunder
yang terkandung.
a. Metabolit sekunder golongan apakah yang menjadi
komponen minyak atsiri?
b. Sebutkan komposisi dari minyak atsiri!
Jawaban a. Metabolit sekunder yang menjadi komponen minyak atsiri
yaitu golongan fenolik dan terpenoid (Bota,2015).
b. Kandungan utama minyak sereh dapur adalah sitral dan
juga mengandung sitronelal, metilheptan, n-desil aldehida,
linalool, geraniol (Zaituni, 2016)
Referensi Bota, W., Martanto Martosupono dan Ferdy S. Rondonuwu.
2015. Potensi Minyak Sereh Wangi (Citronella Oil) dari
Tumbuhan Cymbopogon nardus L. Sebagai Agen
Antibakteri. Jurnal UMJ. ISSN: 2407- 1846.
Zaituni, Rita Khathir dan Raida Agustina. 2016. Penyulingan
Minyak Atsiri Sereh Dapur (Cymbopogon ciratus) dengan
Metode Penyulingan Air-Uap. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Pertanian Unisyah. 1(1).
4 Soal Mengapa pada saat identifikasi minyak citronella secara KLT
menggunakan fase gerak n-heksana : etil asetat? Jelaskan!
Jawaban Alasan pemilihan fase gerak n-heksana : etil asetat saat
indentifikasi menggunakan minyak citronella adalah karena
didasarkan pada kemampuan fase gerak tersebut untuk
mengelusi senyawa yang akan difraksinasi (Hostettmann,
1995).
Referensi Hostettmann, K., dkk. 1995. Cara Kromatografi Preparatif
Penggunaan pada Isolasi Senyawa Alam. Bandung: ITB.
5 Soal Sebutkan dan jelaskan Teknik-teknik isolasi minyak atsiri
yang biasa digunakan!
Jawaban Adapun salah satu teknik isolasi minyak atsiri yang biasa
digunakan adalah destilasi. Destilasi merupakan proses
pemisahan zat-zat cair dari campurannya dengan berdasarkan
perbedaan titik didih yang dipisahkan pada tekanan tertentu.
(Kusmaningrum, Widya dkk, 2014).
Menurut Ketaren (1987) metode destilasi minyak atsiri ada tiga
macam yaitu:
1) Destilasi dengan air (Water Distillation)
Destilasi dengan air adalah metode destilasi dengan air yang
bahan akan didestilasi dikontak langsung dengan air
mendidih. Peristiwa pokok yang terjadi pada proses
hidrodestilasi yaitu difusi minyak atsiri dan air panas
melalui membran tanaman, hidrolisa terhadap beberapa
komponen minyak atsiri dan dekomposisi yang yang
disebabkan oleh panas.
2) Destilasi dengan air dan uap (Water and Steam Distillation)
Pada metode destilasi air dan uap, bahan diletakkan di atas
saringan berlubang. Ketel suling diisi dengan air sampai
permukaan air berada tidak jauh di bawah saringan. Ciri
khas metode ini adalah uap selalu dalam keadaan basah,
jenuh dan tidak terlalu panas.
3) Destilasi dengan uap (Steam Distillation)
Metode ini pada prinsipnya sama dengan destilasi dengan
air dan uap kecuali air tidak diisikan dalam labu. Uap yang
digunakan uap jenuh atau kelewat panas pada tekanan lebih
dari pada 1 atmosfir. Uap dialihkan melalui pipa uap
berlingkar yang berpori yang terletak dibawah bahan dan
uap bergerak ke atas melalui bahan yang terletak di atas
saringan
Referensi Ketaren. 1987. Minyak Atsiri. Penerbit Universitas Indonesia.
Press. Jakarta.
Kusumaningrum, A., Gulton, E.A. & Dewi, N.R. (2011).
Physiologic and psychologic benefits of therapeutic
storytelling to inpatient children. Jurnal keperawatan, 1(1),
71-74.

Anda mungkin juga menyukai