Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL

“RANGKAIAN PENJUMLAH DAN


PENGURANG BINER”

Disusun Oleh :
Nama : M FARIS BINAWAN
NIM : 19302244009

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI


JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021
I. TUJUAN
1. Mengenal cara kerja rangkaian penjumlah biner dan pengurang biner
2. Dapat menyusun rangkaian penjumlah Half Adder, Full Adder, dan Subtractor dari
gerbang-gerbang logika
3. Menggunakan IC 4-Bit Binary Full Adder dan sejenisnya sebagai komponen
rangkaian penjumlah biner.

II. DASAR TEORI


Di dalam mesin hitung digital, seperti kalkulator dan komputer, terdapat suatu
rangkaian yang berfungsi untuk melaksanakan operasi-operasi aritmatik seperti
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Berbagai operasi aritmatik dalam
komputer maupun kalkulator dilaksanakan dalam bentuk biner. Alasan menggunakan
bilangan biner adalah karena kerja dari rangkaian digital didasarkan pada pulsa-pulsa
berbentuk kotak yang hanya memiliki keadaan hidup (tinggi) atau mati (rendah).
(Sumarna, 2006)
Cara menjumlahkan dua bilangan secara bersusun adalah dengan menempatkan
posisi bilangan yang berderajad sama dalam satu kolom, misalnya satuan dari bilangan
pertama berada pada satu kolom dengan satuan dari bilangan ke dua, puluhan bilangan
pertama terletak pada satu kolom dengan puluhan bilangan ke dua, dan seterusnya.
Proses penjumlahan pada suatu kolom harus ditambah dengan simpanan (carry) yang
dihasilkan dari proses penjumlahan pada kolom sebelumnya (jika ada). Cara
penjumlahan bilangan biner serupa dengan penjumlahan pada bilangan desimal. Dalam
proses penjumlahan bilangan biner juga dikenal simpanan (carry). Pada bilangan biner
dikenal posisi satuan ( 2 0 ), duaan ( 21 ), empatan ( 2 2 ), delapanan ( 2 3 ) dan seterusnya.
(Sumarna, 2006)
Aturan penjumlahan bilangan biner adalah:
0+0=0
0+1=1
1+0=1
Dalam bentuk biner tidak dikenal 1 + 1 = 2, karena 2 bukan merupakan bilangan biner.
Sehingga 1 + 1 = 0 dengan simpanan 1, dan 1 + 1 + 1 = 1 dengan simpanan 1. Simpanan
1 berarti menambahkan 1 ke dalam kolom posisi berikutnya yaitu di sebelah kiri tempat
simpanan tadi dihasilkan. (Sumarna,2006)
Dalam mesin hitung digital terdapat rangkaian yang berfungsi untuk melakukan
operasi aritmatik seperti penjumlahan,pengurangan,perkalian dan pembagian. Bentuk
operasi artimatik dalam kalkulator dilakukan dalam bilangan biner. Alasannya adalah
karena kerja dari rangkaian digital berdasarkan pulsa pulsa berbentuk kotak yang
memliku keadaan hidup (Tinggi) atau mati (Rendah). Sistem bilangan desimal hanya 10
digit, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 sedangkan bilangan biner hanya 2 digit yaitu 0 dan 1
(Sumarna, Elektronika Digital)
Penambahan Biner Terdapat 2 jenis penjumlah biner yaitu, rangkaian penjumlah
separuh dan rangkain penjumlah penuh (Half Adder dan Full Adder) dan pengurangan
biner yaitu Half Subtractor dan Full Subractor
1. Half Adder
Suatu rangkaian penjumlah sistem bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian
ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1
bit saja. Rangkaian Half Adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaitu
Summary out (Sum) dan Carry out (Carry)

(a) (b)
Gambar (a) : diagram logika Half Adder, Gambar (b) : simbol blok Half Adder
Persamaan logikanya adalah :
Sum = A.B  A.B dan Carry = A.B
Dimana A dan B merupakan data input
Tabel kebenaran dari rangkaian Half Adder sebagai berikut :
Masukan Keluaran
A B Jumlah (S) Simpanan (C)
0 0 0 0
0 1 1 0
1 0 1 0
1 1 0 1
Digit yang dijumlahkan EX-OR AND
(Sumarna, Elektronika Digital)
2. Full Adder
Penjumlahan yang lengkap yaitu dapat menjumlahkan bilangan biner yang lebih
dari 1 bit. Ciri pokok dari full adder adalah memerlukan input yang dapat dimasuki bit
carry (carry in), sehingga memiliki 3 input. Rangkaian Full Adder ini dapat disusun
dari Half Adder dan gerbang OR. Persamaan logika adalah :
Sum = (A + B) + Ci
Co = (A . B) + (A . Ci) + (B . Ci)

Gambar Full Adder


Rangkaian diatas adalah salah satu contoh rangkaian penjumahan penuh ( full
adder), masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan persamaan
logika yang sesuai dengan S dan C. (Sumarna, Elektronika Digital)
Adapun tabel kebenaran dari rangkaian full adder sebagai berikut :
Baris Masukan Keluaran
ke- A B Ci S Co
0 0 0 0 0 0
1 0 0 1 1 0
2 0 1 0 1 0
3 0 1 1 0 1
4 1 0 0 1 0
5 1 0 1 0 1
6 1 1 0 0 1
7 1 1 1 1 1

3. Half Subtractor
Half subtractor adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan
operasi pengurangan data-data bilangan biner hingga 1 bit saja. Half substractor
mempunyai karakteristik : 2 masukan yaitu input A dan B serta 2 keluaran yaitu
difference (diff) dan Borrow (Br). Pada contoh berikut, input B sebagai bilangan
pengurangnya dan input A sebagai bilangan yang dikurang

(a) (b)
Gambar (a) : diagram logika Half subtractor. Gambar (b) : simbol blok Half Subtractor
Persamaan Logikanya adalah
Sum = ( A.B )+( A.B ) dan Borrow = A.B
Dimana A dan B merupakan data input
Adapun tabel kebenaran dari rangkaian Half Subtractor sebagai berikut :
Input Output
A B Borrow Difference
0 0 0 0
0 1 1 0
1 0 0 1
1 1 0 0

4. Full Subtractor
Rangkaian Full Subtractor digunakan untuk melakukan operasi pengurangan bilangan
biner yang lebih dari 1 bit Dengan 3 terminal input yang dimilikinya yaitu A.B.Serta
terminal Borrow input dan 2 terminal output yaitu difference dan Borrow out. Adapun
rangkaian dari Full Subtractor sebagai berikut :

Gambar diagram Full Subtractor


Persamaan logikanya adalah :
Dif = (A+ B) + Br-in
Borrow_out = A’. B + B Br-in + A’ Br-in
Tabel kebenaran dari rangkaian Full Subtractor sebagai berikut :
Masukan Keluaran
A B Borrow In Borrow out Difference
0 0 0 0 0
0 0 1 1 1
0 1 0 1 1
0 1 1 1 0
1 0 0 0 1
1 0 1 0 0
1 1 0 0 0
1 1 1 1 1

III. METODOLOGI
A. Alat dan Bahan
1. Simulasi Elektronika Digital yaitu Proteus 8 Profesional dengan komponen :
 Logicstate
 LED (Yellow/Blue/Red)
 Ground
 Beberapa IC seri 7408
 IC seri 7404
 IC seri 7432
 IC seri 74LS86
 IC seri 7483
 DC Voltmeter
 Logicprobe
2. Alat tulis
3. Modul Praktikum Sistem Digital
B. Skema Rangkaian
1. Rangkaian Half Adder
2. Rangkaian Full Adder

3. Rangkaian Subtractor
4. Rangkaian IC 7483

C. Langkah Percobaan
1) Langkah percobaan rangkaian Half Adder
1. Menyiapkan proteus 8 porfessional
2. Menambahkan komponen yang akan digunakan ke dalam list component
dengan klik icon component mode kemudian menekan P di keyboard.
3. Memilih dan mengklik komponen yang dibutuhkan yaitu Logicstate, LED
Yellow/Blue/Red, dan IC seri 7408 dan 74LS86
4. Menempatkan komponen IC seri 7408 dan 74LS86 dengan mengklik di dalam
root sheet
5. Merangkai 2 logicstate ke komponen IC 74LS86 dan mencabangkan 2
logicstate tersebut ke komponen IC 7408.
6. Menambahkan LED ke root sheet dan menghubungkannya ke masing-masing
komponen IC
7. Menambahkan instrumen DC Voltmeter dengan cara mengklik instruments
mode lalu meletakkannya di root sheet dan merangkainya dengan LED
8. Menambahkan Ground dengan mengklik terminal mode lalu meletakkannya di
root sheet dan merangkainya ke setiap LED
9. Memvariasikan logicstate mulai dari 0-0; 0-1; 1-0; dan 1-1
10. Memencet play/run yang ada pada pojok kiri bawah.
11. Mencatat keluarannya apakah LED menyala atau tidak
12. Mencatat tegangan yang dihasilkan pada output
13. Mencatat hasilnya pada log aktivitas
2) Langkah percobaan rangkaian Full Adder
1. Menyiapkan proteus 8 porfessional
2. Menambahkan komponen yang akan digunakan ke dalam list component
dengan klik icon component mode kemudian menekan P di keyboard.
3. Memilih dan mengklik komponen yang dibutuhkan yaitu Logicstate, LED
Yellow/Blue/Red, dan IC seri 7408, 7432 dan 74LS86
4. Menempatkan komponen IC seri 7408, 7432 dan 74LS86 dengan mengklik di
dalam root sheet
5. Merangkai 2 logicstate ke komponen IC 74LS86 dan mencabangkan 2
logicstate tersebut ke komponen IC 7408.
6. Menambahkan 1 logicstate lagi sebagai Ci dan menghubungkannya ke IC
74LS86.
7. Meng-AND-kan output dari IC 74LS86 dengan percabangan Ci di atas sehingga
membentuk 2 rangkaian haf adder
8. Menghubungkan keluaran dua Half Adder (AND 1 dan AND 2) dengan logika
OR atau IC 7432.
9. Menambahkan LED ke root sheet dan menghubungkannya ke komponen IC
74LS86 dan 7432(OR).
10. Menambahkan instrumen DC Voltmeter dengan cara mengklik instruments
mode lalu meletakkannya di root sheet dan merangkainya dengan LED
11. Menambahkan Ground dengan mengklik terminal mode lalu meletakkannya di
root sheet dan merangkainya ke setiap LED
12. Memvariasikan logicstate sebanyak 8
13. Memencet play/run yang ada pada pojok kiri bawah.
14. Mencatat keluarannya apakah LED menyala atau tidak
15. Mencatat tegangan yang dihasilkan pada output
16. Mencatat hasilnya pada log aktivitas
3) Langkah percobaan rangkaian Subtractor
1. Menyiapkan proteus 8 porfessional
2. Menambahkan komponen yang akan digunakan ke dalam list component
dengan klik icon component mode kemudian menekan P di keyboard.
3. Memilih dan mengklik komponen yang dibutuhkan yaitu Logicstate, LED
Yellow/Blue/Red, dan IC seri 7408, 7404 dan 74LS86
4. Menempatkan komponen IC seri 7408, 7404 dan 74LS86 dengan mengklik di
dalam root sheet
5. Merangkai 2 logicstate ke dua kaki komponen IC 74LS86
6. Mencabangkan 2 logicstate tersebut dan menghubungkannya ke IC 7408 dengan
salah satu cabang dihubungkan terlebih dahulu dengan IC 7404 atau logika
NOT
7. Menambahkan LED ke root sheet dan menghubungkannya ke komponen IC
74LS86 dan 7408
8. Menambahkan instrumen DC Voltmeter dengan cara mengklik instruments
mode lalu meletakkannya di root sheet dan merangkainya dengan LED
9. Menambahkan Ground dengan mengklik terminal mode lalu meletakkannya di
root sheet dan merangkainya ke setiap LED
10. Memvariasikan logicstate mulai dari 0-0; 0-1; 1-0; dan 1-1
11. Memencet play/run yang ada pada pojok kiri bawah.
12. Mencatat keluarannya apakah LED menyala atau tidak
13. Mencatat tegangan yang dihasilkan pada output
14. Mencatat hasilnya pada log aktivitas
4) Langkah percobaan rangkaian IC 7483
1. Menyiapkan proteus 8 porfessional
2. Menambahkan komponen yang akan digunakan ke dalam list component
dengan klik icon component mode kemudian menekan P di keyboard.
3. Memilih dan mengklik komponen yang dibutuhkan yaitu Logicstate, LED
Yellow/Blue/Red, dan IC 7483
4. Menempatkan komponen IC seri 7483 dengan mengklik di dalam root sheet
5. Menambahkan 9 logicstate dan menghubungkannya ke kaki kaki IC 7483 yaitu
ke A1, A2, A3, A4, B1, B2, B3, B4, dan C0 atau Ci
6. Menambahkan 5 logicprobe dan mengubungkannya ke C4 atau Co kemudian
ke output IC 7483 yaitu S1, S2, S3, dan S4.
7. Memvariasikan logicstate sebanyak 10 pada setiap A, B dan, Ci
8. Memencet play/run yang ada pada pojok kiri bawah.
9. Mencatat keluarannya apakah logicprobe bernilai 1 atau 0
10. Mencatat hasilnya pada log aktivitas
IV. DATA DAN ANALISIS DATA
A. Data
1. Rangkaian Half Adder
Os Oc
A B
Volt LED Volt LED
0 0 0 Mati 0 Mati
0 1 2,28 Menyala 0 Mati
1 0 2,28 Menyala 0 Mati
1 1 0 Mati 2,36 Menyala

2. Rangkaian Full Adder


Os Oc
Ci A B
Volt LED Volt LED
0 0 0 0 Mati 0 Mati
0 0 1 2,28 Menyala 0 Mati
0 1 0 2,28 Menyala 0 Mati
0 1 1 0 Mati 2,36 Menyala
1 0 0 2,28 Menyala 0 Mati
1 0 1 0 Mati 2,36 Menyala
1 1 0 0 Mati 2,36 Menyala
1 1 1 2,28 Menyala 2,36 Menyala

3. Rangkaian Subtractor
DIFFERENCE BORROW
A B
Volt LED Volt LED
0 0 0 Mati 0 Mati
0 1 2,28 Menyala 2,36 Menyala
1 0 2,28 Menyala 0 Mati
1 1 0 Mati 0 Mati

4. Rangkaian IC 7483
Masukan Output
Ci A B O Co
A4 A3 A2 A1 B4 B3 B2 B1 O4 O3 O2 O1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0
0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0
0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1
0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0
1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0
1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1
1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1
1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0
1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0

B. Analisis Data
1. Rangkaian Half Adder
Os = A.B  A.B
= A B
K-Map
A
0 1
B
0 1
1 1

Oc = A.B
K-Map
A
0 1
B
0
1 1

Masukan A 0 0 1 1
Masukan B 0 1 0 1
Jumlah (Os) 0+0=0 0+1=1 1+1=0 1+1=0
Simpanan (Oc) 0 0 0 1

2. Rangkaian Full Adder


Os = ( A  B)  Ci
K-Map
AB
00 01 11 10
Ci
0 1 1
1 1 1

Oc = ( A  B).Ci  ( A.B)
K-Map
AB
00 01 11 10
Ci
0 1
1 1 1 1

Simpanan 0 0 0 0 1 1 1 1
Sebelumnya
Masukan A 0 0 1 1 0 0 1 1
Masukan B 0 1 0 1 0 1 0 1
Jumlah (Os) 0+0+0 0+0+1 0+1+0 0+1+1 1+0+0 1+0+1 1+1+0 1+1+1
=0 =1 =1 =0 =1 =0 =0 =0
Simpanan 0 0 0 1 0 1 1 1
Selanjutnya
(Oc)

3. Rangkaian Half Subtractor (pengurangan)


Diff = A  B
K-Map
A
0 1
B
0 1
1 1

Br = A.B
K-Map
A
0 1
B
0
1 1

Masukan A 0 0 1 1
Masukan B 0 1 0 1
Br (+0)+0-0=0 (+1)+0-1=0 (+0)+1-0=1 (+0)+1-1=0
Diff 0 0 1 0
4. Rangkaian IC 7483
Input Output
Biner Dec Biner Dec Hasil
A B Ci A B Ci O Co O Co Akhir
0000 0000 0 0 0 0 0000 0 0 0 0
0000 0000 0 0 0 0 1000 0 8 8 0
1000 0010 0 8 2 0 1100 0 12 2 10
1000 1100 0 8 12 0 0100 1 4 16 20
0100 0010 0 4 2 0 0110 0 6 0 6
0100 1010 1 4 10 1 1111 0 15 0 15
1100 0110 1 12 6 1 0011 1 3 16 19
1100 1110 1 12 12 1 1011 1 11 14 25
0010 0000 1 2 0 1 0011 0 3 0 3
0010 1000 1 2 8 1 1011 0 3 8 11

V. PEMBAHASAN
Percobaan kali ini berjudul Rangkaian Penjumlahan dan Pengurangan Biner yang
bertujuanuntuk mengenal cara kerja rangkaian penjumlah biner dan pengurangan
biner, dapat menyusun rangkaian penjumlah Half Adder, Full Adder, dan Subtractor
dari gerbang-gerbang logika, serta menggunakan IC 4-Bit Binary Full Adder dan
sejenisnya sebagai komponen rangkaian penjumlah biner. Ada 4 percobaan pada
praktikum ini yaitu : rangkaian Half Adder, rangkaian Full Adder, rangkaian
Pengurangan atau Substraktor, dan rangkaian Full Adder 4-bit menggunakan IC 7483.
1. Half Adder
Pada rangkaian Half Adder menggunakan 2 gerbang logika yaitu gerbang
logika EX OR (IC 74LS86) dan AND (7408). Rangkaian ini disebut rangkaian
Half Adder dikarenakan pada rangkaian ini hanya dapat menjumlahkan bilangan
biner pada posisi satuan. Pada percobaan Half Adder yang dirangkai di aplikasi
Proteus, data yang diambil ada 4 yaitu dengan hasil ketika 0+0 = 0, 0+1=1, 1+0=0
dan 1+1=0 dengan simpanan 1. Masukan pada rangkaian ini dimisalkan A dan B
dengan keluarannya adalah Os dan Oc . Keluaran tersebut dinyatakan dengan
LED, jika LED menyala maka bernilai 1 jika LED padam maka akan bernilai 0.
Pada data yg diambil ketika A dan B adalah keduanya memiliki input yang sama,
didapat outputnya adalah 0 volt dan LED dalam keadaan mati. Sedangkan ketika
A dan B salah satu inputnya 1 didapat outputnya 2,28 volt dan LED menyala. Dari
sini bahwa data tersebut penjumlahan biner yang sama dengan tabel kebenaran
gerbang logika XOR. Kemudian simpanan dari penjumlahan biner tersebut
didapat output 1 apabila kedua masukan adalah 1. Dari data tersebut didapat
output sebesar 2,36 volt dengan LED menyala pada input A dan B keduanya
bernilai 1. Hal ini sudah sesuai teori bahwa simpanan dari pemjumlahan biner
sama dengan gerbang logika AND.
2. Full Adder
Rangkaian Full Adder disusun dari dua rangkaian Half Adder, percobaan
Full Adder membutuhkan beberapa IC yaitu 2 gerbang EX OR (74LS86), 2
gerbang AND (IC 7408) dan 1 gerbang OR (IC 7432). Dalam rangkaian ini
terdapat 3 masukan yang biasa disebut dengan Ci (simpanan sebelumnya), A, dan
B yang divariasi sebanyak 10 kali, serta 2 keluaran yang disebut Os (jumlah) dan
Oc (simpanan selanjutnya). Berdasarkan data yang didapat, masukan Ci, A, dan B
berturut-turut 001; 010; 100; dan 111 didapat output jumlah sebesar 2,28 volt dan
LED menyala. Pada masukan 000; 011; 101; 110 didapat output 0 volt dan LED
mati. Hasil-hasil ini merupakan hasil jumlah. Kemudian untuk input 011; 101;
110; dan 111 didapat output simpanan sebesar 2,36 volt dan LED menyala. Pada
input 000; 001; 010; dan 100 output simpanan yang didapat sebesar 0 volt dan
LED mati. Hasil-hasil ini merupakan output simpanan yang nantinya akan
menjadi input simpanan selanjutnya (Ci) apabila dirangkai secara paralel.
3. Subtractor (pengurangan)
Di dalam percobaan subtractor ada rangkaian hampir sama seperti adder
yaitu Half Subtractor yang berfungsi sebagai operasi pengurangan data-data
bilangan binner. Untuk Half Subtractor mempunyai dua masukan A dan B, dan
keluaran Borrow dan Difference. Pada percobaan half subtractor ini menggunakan
IC gerbang EX-OR, AND dan NOT. Adapun untuk rangkaian pengurangan biner
dengan menggunakan Peta karnaugh yang telah dijabarkan pada analisa data,
diperoleh aljabar boole full substractor untuk keluaran Difference dan Keluaran
Borrow, yaitu : Diff = A  B , Br = A.B . Data yang didapat pada pengurangan
biner apabila masukan A bernilai 1 dan B bernilai 0 didapat output sebesar 2,36
volt dan LED menyala. Kemudian untuk masukan A dan B bernilai 0-1 dan 1-0
didapat output difference sebesar 2,28 volt dan LED menyala. Berdasarkan output
difference tersebut bahwa keluaran Dif sama dengan keluaran sum/jumlah (Os)
pada half adder, sedangkan perbedaan keluaran Br dengan keluaran Carry adalah
pada input A karena terdapat gerbang NOT. Sehingga cara kerja dari subtractor
bisa dibilang mirip dengan adder Half subtractor pertama merupakan pengurang
masukan A dan B dengan keluaran Dif 1 dan Borrow 1, Selanjutnya nilai Dif 1
dari half subtractor pertama diproses pada half adder kedua dengan input satu lagi
yaitu C. Nilai keluaran half adder kedua yaitu Dif 2 itulah yang menjadi keluaran
pengurangan. Kemudian pinjaman atau Borrow pada half subtractor pertama
diproses dengan borrow 2 yang merupakan keluaran dari half subtractor kedua
pada gerbang.
4. IC 7483
Full Adder 4-Bit Pada rangkaian 4-binary full adder ini menggunakan IC
dengan seri 7843 untuk melakukan penjumlahan 4 bit yaitu dengan 4 masukan A
(A4,A3,A2,A1) dan 4 masukan B (B4,B3,B2,B1). Rangkaian 4 bit ini sebenarnya
didasari dari rangkaian Full Adder 1 bit sehingga cara kerja dari rangkaian 4-bit
sama saja dengan rangkaian 1 bit, namun output yang dihasilkan adalah 1 bilangan
biner dengan 4 input dan Carry Out (Co ). Fungsi dari rangkaian ini adalah
sebagai penjumlah atau pun pengurang walaupun pada praktikum ini hanya
digunakan untuk penjumlah. Apabila Co pada IC ini diberi logic 0, maka
rangkaian ini berfungsi sebagai penjumlah. Sebaliknya apabila Co diberi logic 1
maka rangkaian ini sebagai pengurangan. Pada percobaan kali ini memvariasinkan
masukan A (A4,A3,A2,A1) dan B (B4,B3,B2,B1) sebanyak 10 dengan
menggunakan logicstate dan memvariasikan juga Ci nya. Output dari
O4,O3,O2,O1 dan Co atau C4 menggunakan logicprobe. Berdasarkan analisis data
bahwa biner-biner input A dan B diubah menjadi desimal kemudian keduanya
dijumlahkan dengan Ci didapat output pada tabel. Ketika hasil input desimal
tersebut dijumlahkan hasilnya sama dengan output biner yang juga diubah
menjadi desimal.

VI. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan rangkaian penjumlahan biner yang dilakukan dapat disimpulkan
bahwa :
1. Rangkaian penjumlahan dan pengurangan biner dapat dirangkai dari beberapa
gerbang sederhana dan dianalisis dengan tabel kebenaran peta Karnough. Cara kerja
Rangkaian Penjumlahan Biner pada dasarnya sama seperti penjumlahan biasa tetapi
angka yang digunakan pada biner atau dikenal dalam biner adalah 0 dan 1 saja. Dalam
penjumlahan biner ada yang namanya simpananan (C). Kemudian dalam pengurangan
biner tidak dikenal 0-1 = -1 karena dalam sistem bilangan biner -1 bukanlah digit
biner. Oleh karena itu, dalam aturan pengurangan biner 0-1 = 1 dengan pinjaman (Br).
2. Rangkaian penjumlahan (Half Adder dan Full Adder) dan pengurangan (subtractor)
menggunakan beberapa gerbang logika diantaranya :
 Rangkaian Half Adder menggunakan gerbang logika EX-OR dan AND
 Rangkaian Full Adder menggunakan gerbang logika EX OR,AND dan OR.
Rangkaian Full Adder disusun dari 2 rangkaian Half Adder yang di-OR-kan
 Rangkaian Subtractor disusun menggunakan gerbang logika EX-OR, NOT, dan
AND.
3. IC 4-bit binary dapat digunakan sebagai Adder maupun Subtraktor, Namun pada
percobaan ini digunakan sebagai pemjumlahan biner. IC 7483 merupakan IC 4-bit
binary yang mempunyai masukan dua bilangan masing-masing 4 bit yaitu
A3,A2,A1,A0 dan B3,B2,B1,B0 serta simpanan Ci . Sedangkan keluarannya adalah
bit-bit hasil penjumlahan S3,S2,S1,S0 dan simpanan C0 .

VII. DAFTAR PUSTAKA


Sumarna. 2006. Elektronika Digital Konsep Dasar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Sumarna. 2000. Elektronika Digital. Yogyakarta: JICA
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/drs-sumarna-msi-meng/percobaan-3-
rangkaian-penjumlah-biner.pdf
diakses pada 29 Maret 2021 pukul 17.45
file:///D:/Documents/Downloads/Laprak_sisdig_Rangkaian_Penjumlah_Biner.pdf.pdf
diakses pada 30 Maret 2021 Pukul 21.30
file:///D:/Documents/4.%20SEMESTER%204/SISTEM%20DIGITAL/Rangkaian_Penju
mlahan_dan_Pengurangan_Biner.docx.pdf
diakses pada 30 Maret 2021 Pukul 22.00
https://docplayer.info/72984882-Laporan-praktikum-digital.html
diakses pada 30 Maret 2021 pukul 23.15
LAMPIRAN
1. Rangkaian Half Adder
2. Rangkaian Full Adder
3. Rangkaian Subtractor
4. Rangkaian IC 7483

Anda mungkin juga menyukai