Anda di halaman 1dari 11

DAFTAR ISI

PENGANTAR .............................................................................................1
TUJUAN ......................................................................................................1
DISKUSI ......................................................................................................1
I. Periode Inggris Kuno.......................................................................1
II. Periode Inggris Pertengahan............................................................5
III. Kelahiran Modern............................................................................7
IV. Abad Pertengahan Dua Puluh..........................................................8
KESIMPULAN .........................................................................................9
REFERENSI..............................................................................................10

saya
A. PENGANTAR
Asal mula Inggris kuno (Old English) dari kedatangan tiga rumpun bangsa
jerman yang menyerbu atau menjajah bangsa Inggris pada abad ke-5 setelah
masehi. Bangsa Jerman menyebrangi laut utara yang sekarang disebut Denmark
dan Jerman utara. Pada saat itu para pendududuk Inggris masih menggunakan
bahasa Cheltin. Tapi kebanyakan pembicara bahasa Cheltin itu sebenarnya
dipaksa sama si penjajah dari wilayah barat dan timur, yang sekarang dikenal
Wales, Skotlandia, dan Irlandia. Mereka pada saat itu disebut “Englisc”, yang
asalnya dari kata “England” dan English. Pada periode Inggris Kuno (Old
English) dalam sejarah dan sastra Inggris mengalami beberapa tahap
perkembangan karena adanya invasi dan suku-suku bangsa lainnya.Pada makalah
ini akan mengantarkan pada pemahaman dalam memahami sejarah, budaya,
tokoh-tokoh, ciri-ciri karya sastra serta beberapa contoh karya sastra pada masa
Inggris kuno (Old English). Selanjutnya, pada akhir makalah ini diharapkan
mampu memahami poin-poin tersebut.
Mempelajari sejarah inggris dan mMempelajari ciri-ciri sastra Inggris dan
beberapa pengarang serta karyakaryanya sangat penting karena dapat mengetahui
ciri-ciri karya sastra Inggris dan beberapa pengarang dapat memudahkan
pemahaman karyakarya sastra Inggris (puisi, prosa, drama) periode Inggris
pertengahan Pada akhir Kegiatan Belajar

B. TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari sejarah literatur inggris
dan mmempelajari ciri-ciri sastra Inggris dan beberapa pengarang serta karya-
karyanya.

C. DISKUSI
I. PERIODE BAHASA INGGRIS YANG LAMA
Sedikit yang diketahui tentang asal usul Sastra Inggris. Sastra memiliki
kekayaan yang memukau pembaca yang mengatasi kesulitan awal bahasa, dan
diharapkan kekayaan ini akan terlihat bahkan dalam jumlah yang sedikit
ringkasan yang muncul di halaman berikut.Periode Inggris Kuno dimulai sekitar

1
permulaan tarikh Masehi di mana penduduk kepulauan Inggris masih terdiri dari
suku bangsa Kelt. Mereka masih tergolong primitif dan bahasa mereka disebut
bahasa Kelt yang berbeda dengan bahasa Inggris.
Periode Inggris Kuno dalam sejarah dan sastra Inggris mengalami
beberapa tahap perkembangan karena adanya penyerbuan atau invasi dari suku-
suku bangsa lainnya. Di mulanya kepulauan Britania hanya dihuni oleh campuran
berbagai macam ras, namun yang dominan adalah orang-orang Iberia yang
Wawasan kehitam-hitaman. Mungkin orang Inggris masih memiliki darah Iberia
adalah orang-orang Skotlandia dan Wales. Orang-orang Iberia melebihi berbagai
tingkat peradaban, dari zaman Batu sampai zaman Logam, dari tingkat kehidupan
berburu sampai ke tingkat bercocok tanam menetap. Peninggalan peradaban
orang-orang Iberia yang terkenal antara lain Istana Perawan suatu pemukiman
yang berbenteng, dan Stonehenge yang berupa batu-batu besar yang diperkirakan
tempat pemujaan.
Pada periode Inggris kuno penyebaran agama Kristen mempunyai
pengaruh yang cukup penting dalam perkembangan sastra dan kebudayaan
Inggris. Agama Kristen masuk di kalangan orang-orang Anglo-Saxon menjelang
akhir abad ke-6 dari dua jurusan, yaitu dari Selatan dan dari Utara. Penyebaran
agama Kristen dari jurusan Selatan diawali dengan pendaratan Augustinus dari
Roma dengan 46 pengikutnya di daerah Kent, Inggris Selatan, tahun 597. Di
daerah Kent Augustinus mendirikan tahta keuskupan agung di Canterbury sebagai
pusat agama Kristen di Anglo-Saxon dan pangkal penyebaran agama Kristen ke
seluruh negeri.
Kesusastraan Inggris Kuno dikenal juga dengan nama kesusastraan Anglo-
Saxon karena kesusastraan itu dibawa oleh suku-suku Germanik dari negeri
asalnya di daratan Eropa. Kesusastraan Inggris Kuno atau Anglo-Saxon dapat
dibagi menjadi dua golongan: prosa dan puisi.
1. Prosa
Karya-karya prosa Inggris Kuno dipelopori oleh Aldhelm, Bede, dan
Alcuin. Karya-karya mereka ditulis dalam bahasa Latin yang kemudian
ditambahkan ke dalam bahasa Inggris pada ke-9 dan terjemahan tersebut
dipelopori oleh raja Alfred yang memerintah West Saxon antara tahun 871 dan

9
906. Usaha terjemahan besar-besaran ini bertujuan untuk mengatur bangsa Inggris
yang hancur akibat serangan yang bertubi-tubi oleh bangsa Skandinavia. Salah
satu contoh prosa sastra Inggris kuno adalah karangan dari Aldhem (650-709)
yang identik dengan penggunaan bahasa kiasan seperti permajasan, metafor, alusi,
dan sebagainya.
Misalnya:
"Kalung emas kebajikan, permata putih pahala, bunga ungu kesopanan, putih
seperti angsa di usia tua, terbukanya gerbang kesunyian yang bisu, lampu
kemurnian yang bersinar di mana minyak kesederhanaan menyala".

2. Puisi
Dibandingkan karya prosa, puisi pada umumnya yang lebih populer pada
masa Inggris kuno karena bentuknya lebih pendek dan dapat didendangkan. Di
samping itu, puisi mudah disebarluaskan dari mulut ke mulut sebelum budaya
tulis berkembang. Oleh karena itu, pada masa Inggris kuno karya sastra yang
terkenal berita prosa, tetapi puisi, yaitu Beowulf. Karya ini adalah sebuah sajak
yang terdiri atas 3000 baris dan termasuk jenis epik rakyat, yaitu sebuah cerita
kepahlawanan yang lama hidup di kalangan rakyat dan penciptanya tidak
diketahui. Beowulf mengalahkan dan membunuh suatu makhluk dahsyat,
penghuni rawa-rawa pantai, bernama Grendel yang telah membuat tidak aman
negeri Raja Hrothgar. Bertahun-tahun kemudian Beowulf sendiri terbunuh dalam
perjuangannya menyelamatkan negerinya dari musuh yang sama dahsyatnya, ada
ular ular bernafaskan api.
Sajak-sajak Anglo-Saxon lainnya lebih pendek Beowulf dan pada
umumnya ekspresi perasaan orang-orang Germanik terhadap hal-hal yang pegang
sebuah kota, hidup sebagai orang buangan, dan penghidupan seorang penyanyi
(penyanyi). Misalnya, The Battle of Maldon dan The Battle of Bruhanburgh
melukiskan dengan penuh rasa patriotis pertempuran-pertempuran yang dilakukan
oleh orang-orang AngloSaxon yang heroik baik dalam kemenangan maupun
kekalahan. The Seafarer merupakan suatu monolog di mana penyairnya
melukiskan bahayabahaya serta kesulitan-kesulitan di lautan, namun ia selalu
ingin kembali melawan tantangan-tantangan itu.

9
II. PERIODE BAHASA INGGRIS TENGAH
Sama dengan periode Inggris kuno, masyarakat periode Inggris
Pertengahan juga mengalami tahaptahap perkembangan yang memengaruhi corak
karya-karya sastra. Periode Inggris pertengahan berlangsung dari sekitar Tahun
1150 sampai dengan 1400, dan meninggalnya raja Inggris, Edward the Confessor
keturunan raja Alfred dari Wessex pada Tahun 1066. Bahasa Perancis menjadi
bahasa kaum kelas atas (penguasa), dan juga bahasa resmi dalam pemerintahan.
Bahasa Inggris diperkaya dengan ribuan kata-kata Perancis. Sedangkan jenis
karya sastra Abad Pertengahan yang terkenal adalah “romansa”. Ciri-ciri karya
sastra Perancis dan Anglo-Norman antara lain bentuk sajaknya beraneka ragam,
gaya ungkapan bahasanya terang dan sederhana, selalu bersuasana cerah. Ciri-ciri
ini tidak terdapat pada kesusastraan Inggris Kuno yang selalu bersuasana muram,
Ciri-ciri kesusastraan Inggris Kuno hampir tidak dapat kita jumpai lagi
dalam kesusastraan Inggris Pertengahan, tetapi sebaliknya sifat-sifat Perancis di
atas dapat dilihat pada karya-karya Inggris abad Pertengahan, terutama karya-
karya Geofrey Chaucer. Kesusastraan akhir abad Pertengahan dapat dikatakan
milik Chaucer atau disebut Age of Chaucer. Karya-Karya Sastra Inggris abad
Pertengahan dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu puisi, prosa, dan drama.
Karya puisi periode Pertengahan sebagian besar terdiri dari romansa
metrik, atau kisah-kisah romantik yang ditulis dalam bentuk sajak tentang
pahlawan-pahlawan Perancis (Roland), pahlawan-pahlawan Kelt (Arthur) dan
pahlawan-pahlawan Inggris (Bevis o Hampton). Metrical romance adalah sebuah
sajak naratif panjang tentang cinta dan petualangan. Yang menjadi tokoh utama
(pahlawan) biasanya seorang ksatria (ksatria) yang menyelamatkan wanita-wanita
yang mengalami kesulitan. Dalam petualangannya, sang tokoh bertempur
melawan raksasa, ular naga, tukang sihir, dan lain-lain.
Penyair terbesar abad pertengahan adalah Geofrey Chaucer (1340-1400)
dan dapat dikatakan akhir abad Pertengahan adalah milik Chaucer atau sering
disebut Abad Chaucer (The Age of Chaucer). Karya terbesar Chaucer adalah
Canterbury Tales, suatu kumpulan 70 sajak naratif, dengan panjang baris dan
pokok masalah yang beraneka ragam. Canterbury Tales memberikan gambaran

9
realistik tentang kehidupan orangorang Inggris. Kumpulan sajak ini kaya akan
humor meskipun terdapat terdapat kritik yang menangani berbagai tokoh,
khususnya para pendeta yang melalaikan tugas-tugasnya dan yang masih
mementingkan suatu kesenangan duniawi.
Penyair besar lainnya yang berjasa dalam perkembangan sastra Inggris
adalah William Langland. Ia banyak memberikan khotbah tentang kualitas
manusia dan martabat kerja dan menulis sajak berjudul Piers Ploughman. Sajak
ini bersifat alegori yang disajikan dalam bentuk visi. Penyair ini mengisahkan
tentang visi yang ia lihat dalam tidurnya. Suatu hari berbaring di Malvern Hills
pada pagi hari bulan Mei. Ia jatuh tertidur, dan dalam tidurnya ia mendapat sebuah
visi. Ia melihat sekelompok orang dari berbagai profesi: rahib, pendeta, pengemis
pertapa, biarawati, juru masak dan penjaga kedai. Ia juga melihat sebuah menara
tinggi (simbol kebenaran) dan sebuah ruang tahanan bawah tanah (simbol
kesalahan). Sajak ini terdiri dari baris-baris aliterasi dengan suku kata yang
teratur, yang mengingatkan kepada sajak-sajak Inggris Kuno.
Sama halnya dengan masa Inggris kuno, karya-karya sastra yang terkenal
pada periode ini di antaranya adalah puisi, prosa, dan drama. Di samping puisi dan
prosa, di Inggris juga mulai muncul bentuk karya sastra. Drama semula tumbuh di
dalam gereja sebagai medium rokhaniwan untuk menjelaskan khotbah-khotbah
mereka. Karena khotbahkhotbah yang berupa pertunjukan yang diberikan dalam
bahasa Latin yang tidak diimplementasikan oleh sebagian besar umat, khotbah-
khotbah itu berangsur-angsur diganti dengan bahasa Inggris. Pertunjukan-
pertunjukan yang semakin berkembang dan membutuhkan lebih banyak pemain
juga tidak lagi dilangsungkan di gereja, tetapi di luar seperti tanah lapang gereja
atau jalan-jalan.
Drama lakon-lakon diambilkan dari kitab suci. Misalnya, pada hari Natal
(Natal) dipertunjukkan lakon kelahiran Kristus, sedangkan pada hari Paskah
disajikan cerita penyaliban dan kebangkitan Kristus. Kemudian di samping lakon-
lakon keagamaan yang serius, dipertunjukkan juga lakon-lakon yang bersifat
sekuler dan lucu sebagai selingan lakon-lakon serius. Kadang-kadang
diselenggarakan oleh serikat-serikat pengusaha (Guilds) di bawah pengawasan
Gereja. Pada zaman Pertengahan (abad ke-13) terdapat dua macam drama, yaitu

9
Keajaiban yang melakonkan kehidupan orang-orang suci, dan Misteri yang
mengambil tema-tema dari Kitab Injil.

III. LAHIR SASTRA MODERN


Modern English sejatinya mengungkapkan pada zaman / masa tertentu
dari bahasa Inggris. Kemudian, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan
sejarah sastra Inggris. Sehingga, secara umum, istilahBahasa Inggris
Modernmewakili fase tertentu dari bahasa dan sastra Inggris. Periode Inggris Baru
mengindikasikan sebuah fase dalam bahasa Inggris, yang bertahan selama
berabad-abad hingga hari ini. Ada yg erat antara bahasa dan sastra di Inggris pada
masa itu.
Dalam hal sastra, dari tahun 1476 hingga sekarang, telah ada banyak
periode, pergerakan2 yang mengindikasikan (pergerakan) gaya2 (gaya),
kecenderungan2 (kecenderungan), pola2 (pola), dan pengaruh2 (pengaruh)
tertentu. Baru-baru ini, kritikus dan sejarawan sastra mulai disebut sebagai
periode "Awal Modern", tetapi di sini kami mempertahankan istilah "Renaisans"
yang dikenal secara historis. Periode ini sering dibagi menjadi empat bagian,
termasuk Zaman Elizabethan (1558–1603), Zaman Jacobean (1603–1625), Zaman
Caroline (1625–1649), dan Periode Persemakmuran (1649–1660).
Zaman Elizabethan adalah masa keemasan drama Inggris. Beberapa tokoh penting
termasuk Christopher Marlowe, Francis Bacon, Edmund Spenser, Sir Walter
Raleigh, dan, tentu saja, William Shakespeare. The Jacobean Age diberi nama
untuk masa pemerintahan James I. Itu termasuk karya John Donne, Shakespeare,
Michael Drayton, John Webster, Elizabeth Cary, Ben Jonson, dan Lady Mary
Wroth. Terjemahan Alkitab King James juga muncul selama Zaman Jacobean.
Zaman Caroline mencakup masa pemerintahan Charles I ("Carolus"). John
Milton, Robert Burton, dan George Herbert adalah beberapa tokoh terkenal.
Akhirnya, Periode Persemakmuran dinamai demikian untuk periode antara
akhir Perang Saudara Inggris dan pemulihan monarki Stuart. Ini adalah waktu
ketika Oliver Cromwell, seorang Puritan, lead Parlemen, yang memerintah
bangsa. Pada saat ini, teater umum ditutup (selama hampir dua dekade) untuk
mencegah pertemuan publik dan untuk mengatur moral dan agama. Tulisan

9
politik John Milton dan Thomas Hobbes muncul dan, sementara drama penulis,
penulis prosa seperti Thomas Fuller, Abraham Cowley, dan Andrew Marvell
menerbitkan secara produktif.

IV. Abad Pertengahan Dua Puluh


Kesusastraan Inggis akhir pertengahan abad 20 sering disebut juga sebagai
kesusastraan pasca kolonial (sastra pasca-kolonial). Istilah “pasca-kolonial”
digunakan untuk menutupi semua budaya yang dapat dilihat oleh proses
imperialisme dari zaman penjajahan hingga saat ini. Hal ini terjadi karena adanya
keberlangsungan proses sejarah yang diprakarsai oleh agresi imperialisme Eropa.
Diantara negara-negara yang termasuk pada kategori litaratures pasca-kolonial
adalah negara-negara Afrika, Australia, Bangladesh, Kanada, negara-negara
Karibia, India, Malaysia, Malta, Selandia Baru, Pakistan, Singapura, negara-
negara kepulauan pasifik selatan dan sri Lanka.
Selanjutnya apa itu yang sesuai dengan Karibia dan Hindia Barat? Seperti
yang saya kutip dari keterangan wikipedia, Karibia adalah sebuah grup dari pulau-
pulau yang menyimpan teluk Meksiko dan laut Karibia ke sebelah barat dan selatan,
dan ke timur serta utara dari samudera atlantik. Istilah Karibia juga memiliki
kegunaan / arti yang ganda, dalam hal utama yang berhubungan dengan geografis dan
politik. Karibia juga bisa menunjuk kepada daerah-daerah (teritori) yang memiliki
hubungan budaya dan sejarah yang kuat dengan sistem perbudakan, tanaman dan
penjajahan yang dilakukan orang-orang Eropa.
Selanjutnya apa itu yang sesuai dengan Karibia dan Hindia Barat?
Seperti yang saya kutip dari keterangan wikipedia, Karibia adalah sebuah grup
dari pulau-pulau yang menyimpan teluk Meksiko dan laut Karibia ke sebelah
barat dan selatan, dan ke timur serta utara dari samudera atlantik. Istilah
Karibia juga memiliki kegunaan / arti yang ganda, dalam hal utama yang
berhubungan dengan geografis dan politik. Karibia juga bisa menunjuk kepada
daerah-daerah (teritori) yang memiliki hubungan budaya dan sejarah yang kuat
dengan sistem perbudakan, tanaman dan penjajahan yang dilakukan orang-
orang Eropa.

9
Sementara itu, yang dimaksud dengan wilayah Hindia Barat adalah sebagian
negara kepulauan antara Amerika tenggara dan Amerika Selatan yang disimpan laut
karibia dan samudera atlantik. Ada definisi antara karibia dan Hindia Barat karena
memang Karibia merupakan bagian dari pengelompokan negara-negara yang
termasuk wilayah Hindia Barat. Diantara negara-negara yang termasuk wilayah West
Indies adalah Anguilla, Antigua dan Barbuda, Bahamas, Barbados, pulau Bay, Belize,
pulau British Virgin, pulau Cayman, Dominika, Grenada, Guyana, Jamaika,
Montserrat, Saint Croix (singkat), Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent
dan Grenadines, Trinidad dan Tobagodan Pulau Turks dan Caicos.
Pada perkembangannya, kesusastraan Inggris di wilayah Karibia dan Hindia
Barat terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pada periode ini, yaitu
akhir pertengahan abad 20 atau disebut juga pasca-kolonialisme, karya-karya
kesusastraan juga tidak terlepas dari situasi dan kondisi masyarakat yang ada pada
saat itu, karena karya sastra itu merupakan miniatur dari gambaran situasi masyarakan
yang terjadi saat karya sastra itu diciptakan. Sehingga corak / ciri dari karya sastra
pada periode ini tidak terlepas dari hal-hal yang berkaitan dengan kolonialisme dan
rasisme, khususnya yang berkaitan dengan apartheid, pemisahan antara kulit putih
dan kulit hitam (pribumi), yang terjadi pada saat itu. Hal ini dibuktikan dalam karya-
karya yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh pada periode ini seperti Nadine Gordimer dan
VS Naipaul,

D. KESIMPULAN

Berdasarkan pemaparan diatas, maka dapat disangkal bahwa:

1. Pada periode Inggris kuno penyebaran agama Kristen mempunyai


pengaruh yang cukup penting dalam perkembangan sastra dan kebudayaan
Inggris. Agama Kristen masuk di kalangan orang-orang Anglo-Saxon
menjelang akhir abad ke-6 dari dua jurusan, yaitu dari Selatan dan dari
Utara.
2. Kesusastraan Inggris Kuno dikenal juga dengan nama kesusastraan Anglo-
Saxon karena kesusastraan itu dibawa oleh suku-suku Germanik dari
negeri asalnya di daratan Eropa. Kesusastraan Inggris Kuno atau Anglo-
Saxon dapat dibagi menjadi dua golongan: prosa dan puisi.

9
3. Bahasa Inggris diperkaya dengan ribuan kata-kata Perancis. Sedangkan
jenis karya sastra Abad Pertengahan yang terkenal adalah “romansa”. Ciri-
ciri karya sastra Perancis dan Anglo-Norman pada zaman pertenghan ini
antara lain bentuk sajaknya beraneka ragam, gaya ungkapan bahasanya
terang dan sederhana, selalu bersuasana cerah. Ciri-ciri ini tidak terdapat
pada kesusastraan Inggris Kuno yang selalu bersuasana muram,
mempunyai gaya bahasa yang berat dan rumit, dan yang bentuk sajaknya
hanya terbatas pada aliterasi.
4. Periode Inggris Baru mengindikasikan sebuah fase dalam bahasa Inggris,
yang bertahan selama berabad-abad hingga hari ini. Ada yg erat antara
bahasa dan sastra di Inggris pada masa itu.
5. Kesusastraan Inggis akhir pertengahan abad 20 sering disebut juga sebagai
kesusastraan pasca kolonial (sastra pasca-kolonial). Istilah “pasca-
kolonial” digunakan untuk menutupi semua budaya yang dapat dilihat oleh
proses imperialisme dari zaman penjajahan hingga saat ini.

9
REFERENSI

Alexander, M. (2000). Sejarah sastra Inggris. Macmillan, Inggris Raya.


Albert, E., & Stone, JA (1979). Sejarah sastra Inggris. Harrap.
Taine, H. (1880). Sejarah Sastra Inggris. American Book Exchange.