Anda di halaman 1dari 61

ADI SALAMUN

MAGISTER TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
REFERENSI

Jenson, V. G. and G. V. Jeffreys, 1977, Mathematical Methods


in Chemical Engineering, 2nd Ed., Academic Press, Inc.,
London.
Mickley, H. S., T. S. Sherwood, C. E. Reed, 1981, Applied
Mathematics in Chemical Engineering, 2nd Ed., Tata
McGraw-Hill Co. Ltd., New Delhi.
Rice, R. G. and D. D. Do, 2012, Applied Mathematics and
Modeling for Chemical Engineers, 2nd Ed., John Wiley &
sons, Inc., New York.
Buku-buku lain tentang Pemodelan Matematik dan Metode
Numerik .

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
PENDAHULUAN
KBBI:
Model/mo·del/ /modél/
n 1 pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu
yang akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat seperti --
rumah adat;
2 orang yang dipakai sebagai contoh untuk dilukis (difoto):
pernah dia menjadi -- lukisan;
3 orang yang (pekerjaannya) memperagakan contoh pakaian yang
akan dipasarkan: gadis -- yang cantik-cantik itu memperagakan
pakaian dari bahan batik;

4 barang tiruan yang kecil dengan bentuk (rupa) persis seperti


yang ditiru: -- pesawat terbang;

Pemodelan: Proses formulasi model.


Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
PENDAHULUAN

Perilaku Pengamatan
Model
dunia nyata Penyederhanaan

Percobaan Analisis

Kesimpulan Interpretasi Kesimpulan


dunia nyata matematis

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
PENDAHULUAN

 Salah satu keuntungan pendekatan matematis


adalah diperolehnya gambaran yang bersifat
kuantitatif.

 Gambaran kuantitatif ini dapat mempermudah


pemahaman yang lebih mendalam terhadap
masalah-masalah yang ditinjau dan juga
mempermudah pencarian penyelesaian masalah
yang dihadapi.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
PENDAHULUAN
Ada tiga tahapan dalam menyelesaikan masalah-masalah fisika
dan kimia secara matematis:
 Menjabarkan masalah-masalah (atau fenomena-
fenomena) fisika dan kimia ke dalam bahasa matematika;
 persamaan matematis (model matematis).
 Menyelesaikan persamaan matematis yang diperoleh.
 Menginterpretasikan hasil yang didapatkan.
Tipe model matematis yang diperoleh akan tergantung baik
pada sistem (peristiwa) yang ditinjau maupun pada detail
modelnya:
Persamaan linier atau nonlinier;
persamaan diferensial;
persamaan beda hingga; dll.
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
PENDAHULUAN
Untuk menyusun model matematis dari suatu
fenomena fisika dan kimia digunakan hukum-
hukum dasar fisika dan kimia:
 Hukum-hukum Kekekalan:  kekekalan massa
 kekekalan energi
 Kekekalan momentum
 Hukum-hukum Perpindahan (Persamaan2 kecepatan)
 Proses fisika:  perpindahan massa
 perpindahan energi
 perpindahan momentum
 Proses kimia:  kinetika kimia
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
PENDAHULUAN

 Hukum-hukum Kesetimbangan
 Kesetimbangan Fase
 Kesetimbangan Kimia

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

Neraca Massa
Neraca massa total untuk suatu sistem dalam tiap satuan
waktu adalah:
 laju massa masuk   laju massa keluar   laju akumulasi massa 
    (1.1)
 ke dalam sistem   dari sistem   di dalam sistem 

 Satuan dari Pers. (1.1) adalah massa per waktu.


 Untuk satu sistem hanya ada satu persamaan neraca
massa total.
 Bila massa terdiri dari banyak komponen (kimia, fase)
dan tidak terjadi reaksi kimia, maka massa tiap-tiap
komponen adalah tetap, sehingga neraca massa
komponen dapat disusun seperti Pers. (1.1).
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

 Bila terjadi reaksi kimia di dalam sistem, massa dari tiap-


tiap komponen akan bertambah jika komponen tersebut
merupakan produk reaksi atau berkurang jika komponen
tersebut adalah reaktan.

Neraca massa komponen i:


 laju massa komponen i 
 laju massa komponen i   laju massa komponen i   
     yang timbul di dalam sistem 
 masuk ke dalam sistem   keluar dari sistem   karena reaksi kimia 
 

 laju massa komponen i 


   laju akumulasi massa 
  yang terpakai di dalam sistem     (1.2)
 karena reaksi kimia   komponen i di dalam sistem 
 

Satuan dari Pers. (1.2) adalah massa komponen i per waktu.


Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN
Persamaan (1.2) dapat juga ditulis dalam bentuk singkat:
masuk  keluar  generasi  akumulasi (1.3)

Pada keadaan mantap, akumulasi sama dengan nol.


Keadaan mantap artinya bahwa kondisi pada setiap titik di
dalam sistem tidak berubah terhadap waktu.
“+ generasi” pada Pers. (1.3) meliputi suku ke-3 dan suku ke-4
pada Pers. (1.2).

INGAT!!! Hanya ada satu persamaan neraca massa komponen


untuk setiap komponen di dalam sistem. Jika ada n
komponen didalam suatu sistem, ada n persamaan
neraca massa komponen untuk sistem tersebut.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

Contoh 1.1:
Suatu tangki yang mula-mula berisi cairan dengan tinggi h0
dikosongkan dengan mengalirkan cairan melalui orifice yang
ada di dasar tangki. Laju alir volumetris cairan keluar adalah
F ( F  k h 1 2 ). Tangki berbentuk silinder dengan diameter dalam
50 cm.
a) Jabarkanlah model matematis yang menyatakan tinggi
cairan sebagai fungsi waktu.
b) Bila k  34,21 cm 5 2 det dan h0  40 cm, berapa waktu yang
diperlukan agar tangki tersebut kosong?

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

Anggap: A  konstan
h0   konstan

F
Gambar 1.1. Pengosongan tangki.

Persamaan (1.2) dapat juga ditulis


dalam bentuk singkat:

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

Contoh 1.2:
Sebuah tangki silinder mula-mula berisi larutan garam dengan
volume 400 liter yang konsentrasinya 50 gr/liter. Air dialirkan
ke dalam tangki dengan laju alir 5 liter/men dan campuran
tersebut diaduk dengan sempurna. Berapa konsentrasi garam
keluar tangki sebagai fungsi waktu, bila
a) Laju alir larutan keluar adalah 5 ltr/men?
b) Laju alir larutan keluar adalah 4 ltr/men?

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

air
Fi = 5 lt/men

F
C = …?

Gambar 1.2. Tangki Pengenceran

Anggap:
   konstan.
 Pengadukannya cukup sempurna, sehingga konsentrasi
larutan keluar sama dengan konsentrasi larutan dalam tangki.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN
Contoh 1.3:
Tinjau suatu tangki yang dilengkapi dengan
Ti
heater seperti ditunjukkan pada Gambar
Fi
1.3. Cairan masuk ke dalam tangki dengan
laju alir Fi (ft3/men) dan temperatur Ti (oC),
dimana cairan tersebut dipanaskan dengan
steam. Laju panas yang diberikan oleh
steam adalah Q. Laju alir cairan keluar
tangki adalah F (ft3/men). Pengadukan
F
sempurna sehingga temperatur cairan di
dalam tangki seragam dan temperatur Gambar 1.3. Pemanasan
cairan di dalam
cairan keluar sama dengan temperatur di tangki.
dalam tangki. Turunkan persamaan
diferensial yang menggambarkan
temperatur cairan sebagai fungsi waktu.
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KEKEKALAN

Anggap:
 Temperatur steam di dalam coil konstan.
 Luas permukaan tangki (A) konstan
 Densitas () dan kapasitas panas (cp) cairan tidak banyak
berubah dengan perubahan temperatur.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN

Hukum-hukum perpindahan (Persamaan-persamaan


Kecepatan):
 Fisis (Peristiwa perpindahan)
 Kimiawi (Kinetika kimia)

Peristiwa perpindahan diperlukan untuk menggambarkan


laju perpindahan antara sistem dan lingkungan.
Dalam bagian ini dipelajari mengenai Perpindahan Panas,
Perpindahan Massa, dan Perpindahan Momentum.

Kinetika kimia dibutuhkan untuk menggambarkan laju reaksi


kimia yang berlangsung di dalam suatu sistem.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Perpindahan Panas
Mekanisme perpindahan panas, yaitu:
 Konduksi, dan
 konveksi (aliran dan antar fase).

Konduksi (secara molekular) adalah perpindahan panas pada


media yang tidak bergerak dimana panas berpindah karena
getaran molekul dari satu molekul ke molekul lainnya.

Besarnya laju perpindahan panas konduksi dapat


dinyatakan dengan hukum Fourier:

dT
Q  q  A   k A  (1.20)
dx

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Perpindahan Panas
Perpindahan panas antar fasa misalnya terjadi antara
permukaan padatan dengan fluida disekitarnya.
Besarnya laju perpindahan panas dapat dinyatakan dengan
hukum pendinginan Newton:
Q  q  A   h A (T f  Ts )  (1.21)

dimana:
Ts >Tf q = fluksi panas, yaitu jumlah panas
padatan fluida yang dipindahkan per satuan waktu
Tf
per satuan luas
Q = jumlah panas yang dipindahkan per
TsTs satuan waktu
h = koefisien perpindahan panas
Q
Tf = suhu fluida
Ts = suhu permukaan padatan
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Perpindahan Panas
Besarnya laju perpindahan panas konveksi (aliran) dapat
didekati dengan.
Q  q  A   v A C p T  (1.22)

Jumlah panas yang dipasok oleh coil/jacket ke cairan di dalam


tangki adalah:

Q  U A (Tc  T )  (1.23)

dengan: U = koefisien perpindahan panas keseluruhan antara


coil/jacket dan cairan
A = luas total permukaan perpindahan panas
Tc = temperatur coil/jacket

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Perpindahan Massa
Perpindahan massa yang dipelajarai adalah:
 Difusi (molekular),
 antar fasa, dan
 konveksi

Perpindahan massa difusi disebabkan oleh adanya gradien


konsentrasi.

Besarnya laju perpindahan massa difusi dapat dinyatakan


dengan hukum Fick pertama:

dc A
N A  D   (1.24)
dx

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Perpindahan Massa
Perpindahan massa antara permukaan antar fasa dan fluida
disekitarnya dapat didekati dengan persamaan:

N A  k A (c A s  c A f )  (1.25)

Perpindahan massa karena konveksi dapat dinyatakan dgn


N A  vz  c A  (1.26)

dengan: NA = laju perpindahan massa A tiap satuan luas


D = koefisien difusi
cA = konsentrasi komponen A
cAf = konsentrasi komponen A pada permukaan antar fasa
cAs = konsentrasi komponen A pada badan fluida
kA = koefisien perpindahan massa
vz = kecepatan fluida dalam arah z
x = jarak
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kinetika Kimia
Kinetika kimia merupakan studi mengenai laju dan
mekanisme dimana satu komponen kimia diubah menjadi
komponen lainnya.
Laju adalah massa (atau mol) dari suatu produk yang
dihasilkan atau reaktan yang dipakai per satuan waktu.

1. Hukum Aksi Massa


Tinjau reaksi kimia homogen irreversibel umum berikut ini:
aA + bB  cC + dD  (1.27)

Ambil A sebagai basis perhitungan


b c d
A B 
 C  D  (1.28)
a a a
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kinetika Kimia
Dari Reaksi (1.28) terlihat bahwa untuk setiap mol A yang
dikonsumsi, c/a mol C yang terbentuk. Dengan kata lain:
c
laju pembentukan C  (laju pengurangan A)
a

dnC c dn
  A
dt a dt

Dengan cara yang sama, hubungan antara laju pemben-


tukan D dan laju pengurangan A adalah

dn D d dn A
 
dt a dt

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kinetika Kimia
Hubungan ini secara umum dapat ditulis:
1 dn A 1 dn B 1 dnC 1 dn D
         (1.29)
a dt b dt c dt d dt

Laju reaksi keseluruhan r didefinisikan sebagai laju


perubahan mol dari suatu reaktan atau produk akibat reaksi
kimia per satuan volum per koefisien stoikhiometri komponen:

1 1  dn j 
r     (1.30)
V  j  dt 

dengan: r = laju reaksi per satuan volume


V = volume dari campuran reaksi
 j = koefisien stoikhiometri dari komponen j; ambil positif
untuk produk dan negatif untuk reaktan
n j = mol komponen j
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kinetika Kimia
Bila reaksi terjadi pada volume konstan:
1  dc j 
r    (1.31)
j  dt 

dimana: c j  n j V

Bila Hukum aksi massa mengatakan bahwa laju reaksi kimia r


berubah dengan temperatur (karena k tergantung pada
temperatur) dan konsentrasi reaktan pangkat bilangan
tertentu. Jadi kecepatan reaksi dari Pers. (1.27) dapat
dinyatakan dengan:
 
r  k n c A cB  (1.32)

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kinetika Kimia
dengan: kn = konstanta kecepatan reaksi order n, tidak tergantung
pada konsentrasi
cA = konsentrasi komponen A
cB = konsentrasi komponen B
 = order reaksi terhadap A
 = order reaksi terhadap B
n =    = order reaksi keseluruhan

Umumnya, konstanta  dan  tidak sama dengan koefisien


stoikhiometri a dan b. Konstanta  dan  dapat berupa
bilangan pecahan

Bila dalam suatu reaktor, reaksi dikendalikan oleh perpindahan


massa dan laju reaksi kimia, maka dalam model matematika
kedua pengaruh tersebut harus dimasukkan.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN

Contoh 1.4:
Turunkan persamaan diferensial yang menggambarkan profil
komposisi di dalam packed bed tube reactor. Packed tube ini
merupakan reaktor katalitik heterogen yang digunakan untuk
mereaksikan komponen A dengan reaksi

 mol 
A  Produk, rA  k c A  
 waktu - volum bed 

menjadi produk pada kondisi isothermal. Difusi sepanjang


sumbu dikendalikan oleh persamaan hukum Fick, dan paralel
dengan perpindahan karena konveksi yang disebabkan oleh
kecepatan superficial vo. Anggap Keadaan tunak.
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Penyelesaian:
Neraca massa pada keadaan tunak:
L. masuk  L. keluar  L. generasi  0

N A z  A  vo c A z
 
 A  NA z  z
 A  vo c A z  z

 A  rA  A  z  0

Bagikan persamaan ini dengan volume


dari elemen volum, Az, dan ambil limit
untuk z mendekati nol,
dN A dc A
z z  z   vo  k cA  0 … (1.34)
z dz dz
Hukum Fick pertama adalah
z0 dc A
N A   De 
dz
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN

Dengan menyisipkan NA ini ke Pers. (1.34), menghasilkan

d 2cA vo dc A k
2
    cA  0  (1.35)
dz De dz De

Persamaan ini merupakan persamaan diferensial biasa


linier order dua.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Contoh 1.5:
Sebuah sirip tembaga mempunyai panjang L penampangnya segitiga
(lihat Gambar 1.5). Pada bagian dasar tebalnya W dan temperaturnya
dipertahankan konstan TB. Temperatur udara Ta dan terjadi ke-
hilangan panas dari sirip ke udara sekitarnya secara konveksi.
Koefisien perpindahan panas antara permukaan sirip dan udara
adalah h Btu/(jam ft2 oF). Bagaimanakah
Suhu badan konstan TB
hubungan antara temperatur sirip,
L
T, dan jarak dari dasar, L-x? Z

Gambar 1.5. Sirip lurus W


dengan penampang tidak
seragam. udara, Ta

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Penyelesaian:
Anggap keadaan tunak, dan ambil elemen volum setebal x
(lihat Gbr. 1.6). Perpindahan panas terjadi secara konduksi
dan konveksi (antar fase).
L
qc

w1
Gambar 1.6. Elemen volum dan W 
arah perpindahan panas pada sirip. qk qk x
x  x

qc
x
x x=0
Neraca panas pada keadaan tunak:
L. masuk  L. keluar  L. genera si  0

 qk x  A x   qk x  x

 A x  qc  2 A  0  0 … (1.1)
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Luas penampang yang tegak lurus arah perpindahan panas,
Ax, adalah:

Ax  w1  z … (1.2)

sedangkan:
w1 x W
 w1  x … (1.3)
W L L

Jadi, Pers. (1.2) menjadi


W
Ax  zx … (1.4)
L

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Luas A pada konveksi (antar fase) adalah:

 sec  
x
 … (1.5)
x A   z  x z sec 

Substitusikan Pers. (1.4) dan (1.5) ke dalam Pers. (1.1):


W W
z ( x  x) q k x  x
 z x qk x
 2 x z sec q c  0
L L

Bagikan persamaan ini dengan x z, kemudian ambil limit


untuk x mendekati nol:
W d
 ( x q x )  2 sec  q c  0 … (1.6)
L dx
Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
dT
Hukum Fourier : q k   k . Tanda positif karena arah
dx
perpindahan panas dibalik.
Hukum pendinginan Newton: qc  h (T  Ta ).

Pers. (1.6) menjadi:


W d  dT 
  k x   2 h sec  (T  Ta )  0
L dx  dx 
bila konduktivitas panas k konstan, maka
d 2T dT 2 h L sec 
x 2
  (T  Ta )  0 … (1.7)
dx dx kW
Persamaan (1.7) merupakan persamaan Bessel, dan
penyelesaiannya dibahas dalam bab selanjutnya.

HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Contoh 1.6:
Reaksi reversibel yang diberikan berikut ini
k1 k3
A B C
k2 k4

berjalan dalam suatu reaktor batch pada kondisi


volume dan suhu konstan. Pada keadaan mula-
mula hanya ada satu mol A dan setiap waktu t ada
nA, nB, dan nC mol dari A, B, dan C. Semua reaksi
adalah order satu, tentukan perilaku nA(t) yang
digambarkan oleh PDB order dua.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Penyelesaian:
Net laju pengurangan A adalah:

rA  k1 c A  k 2 c B  (1.52)

Net laju pengurangan B adalah:


rB   k1 c A  k 2 c B  k 3 c B  k 4 cC  (1.53)

Net laju pembentukan C adalah:


rC  k 3 c B  k 4 cC  (1.54)

Neraca massa kompoen:


L. masuk  L. keluar  L. generasi  L. akumulasi  (1.55)

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Pada reaktor batch tidak ada aliran masuk dan keluar
reaktor, sehingga Pers. (1.55) menjadi
L. akumulasi  L. generasi  (1.56)

d (c A V )
Komponen A:   rA V
dt
dn A
  k1 n A  k 2 n B  (1.57)
dt

d (c B V )
Komponen B:  rB V
dt
dn B
 k1 n A  k 2 n B  k 3 n B  k 4 n C  (1.58)
dt

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
d (cC V )
Komponen C:  rC V
dt
dnC
 k3 nB  k 4 nC  (1.59)
dt

Dari Pers. (1.58) didapatkan:


dn B
  (  k1 n A  k 2 n B )  ( k 3 n B  k 4 n C )  (1.60)
dt

Substitusikan Pers. (1.57) dan (1.59) ke dalam Pers. (1.60),


dn B dn dn
 A  C
dt dt dt
dn B  dn A  dnC

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
bila diintegrasikan diperoleh
n A  n B  nC  n A 0  n B 0  nC 0  (1.61)

Karena nA0  1 dan nB0  nC0  0, maka


n A  n B  nC  1  (1.62)

Diferensialkan Pers. (1.57) terhadap t,


d 2nA dn A dn B
2
  k1  k2  (1.63)
dt dt dt

Substitusikan dnB/dt dengan Pers. (1.58),


d 2nA dn A
2
  k1  k1 k 2 n A  k 2 ( k 2  k 3 ) n B  k 2 k 4 n C
dt dt

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM PERPINDAHAN
Gantikan nC dengan Pers. (1.62),
d 2nA dn A
2
  k 1  ( k1 k 2  k 2 k 4 ) n A  ( k 2  k 3  k 4 ) k 2 n B  k 2 k 4
dt dt

Eliminasikan k2nB dalam persamaan ini dengan Pers. (1.57),


d 2nA dn A
2
 ( k 1  k 2  k 3  k 4 )  ( k1 k 3  k1 k 4  k 2 k 4 ) n A  k 2 k 4
dt dt
 (1.64)

Ini merupakan persamaan diferensial linier order dua


dengan koefisien konstan.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN

Hukum termodinamika kedua merupakan


dasar untuk persamaan-persamaan yang
menjelaskan kondisi-kondisi dari suatu sistem bila
kondisi kesetimbangan berlaku.

Hukum-hukum kesetimbangan:
 Kesetimbangan Kimia
 Kesetimbangan Fasa

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kesetimbangan Kimia
Kriteria kesetimbangan untuk reaksi kimia adalah:
n

v
j 1
j j  0

dengan: vj = koefisien stoikhiometri dari komponen j, tanda


negatif untuk reaktan dan positif untuk produk
 j = potensial kimia dari komponen j

Dalam aplikasinya, kesetimbangan suatu reaksi kimia biasanya


dinyatakan dalam konstanta kesetimbangan.

Matematika dan Pemodelan/ Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kesetimbangan Kimia
Misal, tinjau suatu reaksi kimia fasa-gas reversibel berikut ini
k1
aA + bB cC + dD
k2

Pada keadaan kesetimbangan; persamaan matematis yang


menghubungkan konsentrasi satu komponen dengan
komponen lainnya dalam satu fase, adalah

CC  C D
c d
K
C A  CB
a b

dimana K adalah konstanta kesetimbangan dan Ci adalah


konsentrasi komponen i.
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kesetimbangan Fasa
Kesetimbangan antara dua fasa terjadi bila potensial kimia dari
tiap-tiap komponen adalah sama dalam kedua fasa:

 Ij   IIj

dengan:  j = potensial kimia komponen j dalam fase I


I

 IIj = potensial kimia komponen j dalam fase II

Ada beberapa persamaan matematis yang menghubungkan


komposisi suatu fasa dengan fasa lainnya dalam keadaan
kesetimbangan. Diantaranya adalah:

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kesetimbangan Fasa
Hukum Raoult. Cairan yang mengikuti hukum Raoult
disebut cairan ideal.
x j Pjs
yj 
P
dimana: Pj = tekanan uap komponen murni j.
s

yj = fraksi mol komponen j dalam fasa uap


xj = fraksi mol komponen j dalam fasa cair

Relatif volatilitas. Relatif volatiliti komponen i terhadap


komponen j didefinisikan
y i xi
i j 
yj xj

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kesetimbangan Fasa
Untuk sistem biner, relatif volatiliti adalah
yA xA
 AB 
(1  y A ) (1  x A )
dengan menyusun kembali diperoleh
 xA
yA  ,    AB  (1.56)
1  (  1) x A

Harga K. Rasio penguapan kesetimbangan.


Harga K digunakan secara luas, terutama pada
industri petroleum.
yj Pjs
Kj    (1.57)
xj P
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Kesetimbangan Fasa
Untuk kesetimbangan cair-cair, hubungan antara kedua
fasa dapat dinyatakan dengan persamaan

xiI
K Di  II  (1.59)
xi

dengan: Kdi = Koefisien distrbusi komponen i


xiI = fraksi mol komponen i dalam fase I
xiII = fraksi mol komponen i dalam fase II

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Contoh 1.7:
Suatu alat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.2 digunakan untuk eks-
traksi kontinyu asam benzoat dari toluen menggunakan air sebagai pelarut
(solvent). Kedua aliran diumpankan ke dalam tangki pencampur dimana
keduanya diaduk sempurna, dan kemudian dialirkan ke tangki pemisah
dimana terjadi pemisahan menjadi dua lapisan. Lapisan atas adalah lapisan
toluen dan lapisan bawah adalah lapisan air. Kedua lapisan dikeluarkan dari
tangki pemisah sendiri-sendiri. Laju alir campuran toluen+asam benzo-
at masuk tangki pencampuran adalah R m3/det dengan konsentrasi C
kg/m3 asam benzoat dan laju alir air masuk tangki pencampuran adalah S
m3/det. Laju alir lapisan toluen dan air keluar tangki pemisah masing-
masing R dan S m3/det. Konsentrasi asam benzoat dalam lapisan
toluen adalah x kg/m3 dan dalam lapisan air adalah y kg/m3. Kedua aliran
yang keluar dari tangki pemisah selalu dalam kesetimbangan satu dengan
yang lainnya, dan dapat dinyatakan secara matematis dengan

ymx
dimana m adalah koefisien distribusi. Tentukan rumusan bagian asam
benzoat yang terekstrak.
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
Toluen
+ air
asam benzoat

Toluen
+
asam benzoat air
+
asam benzoat

Gambar 1.2. Mixer settler satu tahap

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
Penyelesaian:
Persoalan ini dapat diilustrasikan seperti dalam Gambar 1.3,
dimana dua buah tangki digabung menjadi satu tahap.

R m3/det toluen R m3/det toluen


C kg/m3 as. benzoat x kg/m3 as. benzoat

S m3/det air S m3/det air


y kg/m3 as. benzoat

Gambar 1.3. Ekstraksi satu tahap

Anggap:
 Semua laju alir adalah mantap; karena kedua aliran masuk dan
keluar tahap dengan laju yang sama,
 toluen dan air tidak saling campur (immiscible).
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
Neraca massa asam benzoat pada keadaan mantap:
L. masuk  L. keluar  0
R  C  ( R  x  S  y)  0  (1.76)

Hubungan kesetimbangan antara x dan y adalah


ymx  (1.77)

Eliminasikan y pada Pers. (1.76) dengan Pers. (1.77),


RC
x  (1.78)
R  mS

dan sisipkan persamaan ini kedalam Pers. (1.77), diperoleh


m RC
y  (1.79)
R  mS
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
Jadi, bagian asam benzoat yang terekstrak adalah
Sy S m RC mS
E    (1.80)
RC R C (R  m S ) R  mS

Bila didefinisikan
R
  (1.81)
mS
Persamaan (1.80) menjadi
1
E  (1.82)
 1

Persamaan ini merupakan rumusan bagian asam benzoat yang


terekstrak dalam kelompok tanpa dimensi .
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
Bila S  12R, m  1/8, dan C  1, maka

R 1
x  0,4
R  (1 8) 12 R

(1 8) R  1
y  0,05
R  (1 8) 12 R

dan bagian asam benzoat yang terekstrak adalah


Sy (12 R)(0,05)
E   100%  60%
RC R 1

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Contoh 1.8:
Kerjakan kembali Contoh 1.7, namun sekarang jumlah tahap
yang digunakan untuk ekstraksi asam benzoat dari toluen
adalah dua tahap. Masing-masing tahap masih terdiri dari
dua tangki, yaitu tangki pencampuran dan tangki pemisah,
dengan aliran counter-current. Sistem aliran ditunjukkan
pada Gambar 1.4.

R,C R , x1 R , x2
S Tahap 1 Tahap 2 S
y1 S, y2 y=0

Gambar 1.4. Ekstraksi dua tahap

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Penyelesaian:
Anggap: Semua anggapan sama dengan Contoh 1.6.
Hubungan kesetimbangan antara x dan y, Pers. (1.77), masih
berlaku untuk tiap-tiap tahap, yaitu
y1  m x1 dan y 2  m x2  (1.83)

Neraca massa as. benzoat pada keadaan mantap utk Tahap 1:


L. masuk  L. keluar  0
( R  C  S  y2 )  ( R  x1  S  y1 )  0  (1.84)

Neraca massa as. benzoat pada keadaan mantap utk Tahap 2:


L. masuk  L. keluar  0
( R  x1  0)  ( R  x2  S  y2 )  0  (1.85)
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Eliminasikan x1 dan y2 pada Pers. (1.84) dan (1.85) dengan
Pers. (1.83),

 R  mS 
R C  m S x 2  y1    (1.86)
 m 
dan
m
y1   x2 (R  m S )  (1.87)
R

Substitusikan Pers. (1.87) ke dalam Pers. (1.86), didapatkan


m  R  mS 
R C  m S x2   x2 (R  m S )  
R  m 
R 2C
x2  2  (1.88)
R  R m S  m2S 2
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Dari Pers. (1.87) diperoleh

m R C (R  m S )
y1  2  (1.89)
R  R m S  m2S 2

Bagian asam benzoat yang terekstrak adalah


S y1 m S (R  m S )
E  2  (1.90)
RC R  R m S  m2S 2
R
1
mS
E
R2 R
2 2
 1
m S mS
 1  1  2 1
E 2   3  (1.91)
   1  1  1
Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
Dengan menggunakan harga numerik yang sama dengan
Contoh 1.7, yaitu, S  12R, m  1/8, dan C  1 didapatkan

x2  0,211 dan y1  0,066

Dan bagian asam benzoat yang terekstrak adalah


S y1 (12 R)(0,066)
E   100%  79,2%
RC R 1

Jadi asam benzoat yang terekstrak dengan menggunakan


dua tahap lebih besar dibandingkan dengan menggunakan
satu tahap pada kondisi yang sama.

Matematika Teknik Kimia / Jurusan Teknik Kimia UNSYIAH Adi Salamun Adnan
HOMEWORK 1

1. The Mediterranean Sea exchanges water with the Atlantic Ocean.


Fresh water inflow to the Mediterranean is approximately 30,000
m3/sec and evaporation occurs at a rate of approximately 80,000
m3/sec. The salt content of the Mediterranean is 37 g salt/1000 g
solution and it is 36 g/1000 g in the Atlantic. Estimate the flow
from sea to ocean and from ocean to sea.

2. A tank contains 100 gal of brine with 50 lbm of dissolved salt. Pure
water runs into the tank at a rate of 2 gal/min, while the effluent
flows into a second tank which is initially empty at a rate of 3
gal/min. the second tank is emptied at a constant rate of 2
gal/min. Develop the mathematical description that would enable
you to compute the concentration of salt in the second tank as a
function of time. Solve the resulting linear first-order differential
equation.