Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH EKOWISATA

Disusun Oleh:
Yogi Angga Prasetya
20163212115

FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2017
Pengertian Ekowisata

Ekowisata adalah perjalanan wisata ke suatu lingkungan baik alam yang alami ataupun
buatan serta budaya yang ada yang bersifat informatif dan partisipatif yang bertujuan
untuk menjamin kelestarian alam dan sosial-budaya. Ekowisata menitikberatkan pada
tiga hal utama yaitu, keberlangsungan alam atauekologi, memberi manfaat ekonomi,
dan secara psikologis dapat diterima dalam kehidupan social masyarakat (Hakim,
2004).
Pengertian tentang ekowisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun,
pada hakekatnva pengertian ekowisata adalah suatu bentuk wisata yang
bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area), memberi
manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat
setempat. Atas dasar pengertian ini, bentuk ekowisata pada dasarnya merupakan bentuk
gerakan konservasi yang dilakukan oleh penduduk dunia. Eco-traveler ini pada
hakekatnya konservasionis. Untuk mengembangkan ekowisata dilaksanakan dengan
cara pengembangan pariwisata pada umumnya. Ada dua aspek yang perlu dipikirkan.
Pertama, aspek destinasi, kemudian kedua adalah aspek market. Untuk pengembangan
ekowisata dilaksanakan dengan konsep product driven. Meskipun aspek market perlu
dipertimbangkan namun macam, sifat dan perilaku obyek dan daya tarik wisata alam
dan budaya diusahakan untuk menjaga kelestarian dan keberadaannya. Pengembangan
ekowisata di dalam kawasan hutan dapat menjamin keutuhan dan kelestarian ekosistem
hutan. Ecotraveler menghendaki persyaratan kualitas dan keutuhan ekosistem. Oleh
karenanya terdapat beberapa butir prinsip pengembangan ekowisata yang harus
dipenuhi. Apabila seluruh prinsip ini dilaksanakan maka ekowisata menjamin
pembangunan yang ecological friendly dari pembangunan berbasis
kerakyatan(commnnity based) (Fandeli, 2000).

Ekowisata menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.33 Tahun 2009, adalah
kegiatan wisata alam di daerah yang bertanggungjawab dengan memperhatikan unsur
pendidikan, pemahaman, dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi sumberdaya
alam, serta peningkatanpendapatan masyarakat lokal. Jenis-jenis ekowisata di daerah
antara lain:a. Ekowisata bahari,b. Ekowisata hutan,c. Ekowisata pegunungan
dan/atau,d. Ekowisata karst.

Pengembangan Ekowisata

Menurut Suwantoro (1997), unsur pokok yang harus mendapat perhatian guna
menunjang pengembangan pariwisata di daerah tujuan wisata yang menyangkut
perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pengembangannya meliputi 5 unsur :
1. Objek dan daya tarik wisata.
Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata merupakan potensi yang menjadi
pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata.
2. Prasarana wisata.
Prasarana wisata adalah sumberdaya alam dan sumberdaya buatan manusia yang
mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata.
Dalam mewujudkan ekowisata berkelanjutan doperlu adanya pengembangan
ekowisata yang dipengaruhi oleh keberadaan unsur-unsur yang harus ada dalam
pengembangan itu sendiri, yaitu:
1. Sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya
 Kekayaan keanekaragaman hayati merupakan daya tarik utama bagi pangsa
pasarekowisata sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya
alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk
pengembanganekowisata. Ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar
untukmempromosikan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia di
tingkatinternasional, nasional maupun lokal.
2. Masyarakat
 Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta daya tarik wisata
kawasandimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat
menjadimutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan.
3. Pendidikan
 Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-
nilai peninggalan sejarah dan budaya. Ekowisata memberikan nilai tambah
kepada pengunjung dan masyarakat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman.
Nilaitambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat
dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai
peninggalansejarah dan budaya.
4. Pasar
 Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap
produkekowisata baik di tingkat internasional dan nasional. Hal ini
disebabkanmeningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berperilaku positif
terhadapalam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih
alami agardapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap
alam, nilai-nilai sejarah dan budaya setempat.
5. Ekonomi
 Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi
penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang
non ekstraktif,sehingga meningkatkan perekonomian daerah setempat.
Penyelenggaraan yangmemperhatikan kaidah-kaidah ekowisata mewujudkan ekonomi
berkelanjutan.
6. Kelembagaan
 Pengembangan ekowisata pada mulanya lebih banyak dimotori oleh Lembaga
Swadaya Masyarakat, pengabdi masyarakat dan lingkungan. Hal ini lebih
banyakdidasarkan pada komitmen terhadap upaya pelestarian lingkungan,
pengembanganekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Namun
kadang kalakomitmen tersebut tidak disertai dengan pengelolaan yang baik dan
profesional,sehingga tidak sedikit kawasan ekowisata yang hanya bertahan sesaat.

Pengaruh Ekowisata

Ekowisata dapat berpotensi menimbulkan dampak posotif dan negatif.


Berdasarkan kacamata ekonomi makro, ekowisata memberikan beberapa dampak
positif, yaitu :
1. Menciptakan kesempatan berusaha
2. Menciptakan kesempatan kerja
3. Meningkatkan pendapatan sekaligus mempercepat pemerataan pendapatan
masyarakat, sebagai akibat multiplier effect yang terjadi dari pengeluaran wisatawan
yang relatif cukup besar
4. Meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi daerah
5. Meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Bruto (GDB)
6. Mendorong peningkatan investasi dari sektor industri pariwisata dan sektor ekonomi
lainnya
7. Memperkuat neraca pembayaran. Bila neraca pembayaran mengalami surplus,
dengan sendirinya akan memperkuat neraca pembayaran Indonesia, dan sebaliknya.
Pengembangan ekowisata tidak saja memberikan dampak positif, tetapi juga
dapat memberikan beberapa dampak negatif, antara lain :
1. Sumber-sumber hayati menjadi rusak, yang menyebabkan kehilangan daya tariknya
untuk jangka panjang
2. Pembuangan sampah sembarangan yang selain menyebabkan bau tidak sedap, juga
dapat membuat tanaman di sekitarnya mati
3. Sering terjadi komersialisasi seni-budaya
4. Terjadi demonstration effect, kepribadian anak-anak muda rusak.
DAFTAR PUSTAKA

Fandeli, C. 2000. Pengertian dan Konsep Dasar Ekowisata. UGM. Yogyakarta.

Fandeli, C, et al. 2000. Pengusahaan Ekowisata. Fakultas Kehutanan Universitas


Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Hakim, L. 2004. Dasar-dasar Ekowisata. Bayumedia. Jawa Timur.

Nasikun. 1999. Model Pariwisata Pedesaan: Pemodelan Pariwisata Pedesaan untuk


Pembangunan Pedesaan yang Berkelanjutan. Proceeding Pelatihan dan
Lokakarya Perencanaan Pariwisata Berkelanjutan. Bandung: Penerbit ITB.

Nugroho, Iwan. 2011. Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan. Pustaka Pelajar.


Yogyakarta

Suwantoro, G. 1997. Dasar-Dasar Pariwisata. ANDI. Yogyakarta.

Warpani dan Warpani Indira P. 2007. Pariwisata Dalam Tata Ruang Wilayah.
Bandung: ITB Press

Western, D. 1995. Memberi Batasan Tentang Ekoturisme Dalam : Ekoturisme


Petunjuk Untuk Perencana dan Pengelola. K.Lindberg dan D.E. Hawkins
(Eds). Terjemahan : Kerjasama Private Agencies Collaborating Together
(PA.CT) dan Yayasan Mitra Alam Indonesia (ALAMI) North Bennington:
The Ecotourism Society.

Anda mungkin juga menyukai