Anda di halaman 1dari 3

PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-

MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

1.3.7 Bor Mesin


Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi dari lapisan tanah dan
muka air tanah, secara visual di lapangan.
Contoh tanah asli dan tidak asli diambil dari setiap lapisan atau setiap terjadinya
perbedaan lapisan tanah guna pemeriksaan selanjutnya di laboratorium. Sejalan
dengan kegiatan ini dilakukan peneliian SPT untuk mengetahui parameter
kekuatan setiap lapisan secara langsung di lapangan, pelaksanaan pengambilan
sampel asli dan tidak asli serta penelitian SPT dari satu titik bor, penelitian sebagai
berikut:
1. Sampel Tidak Asli (Disturbed Sample)
 Prodsedur pengambilan sampel berdasarkan metode ASTM D.2133-70.
 Pengambilan sampel dimulai dari permukaan lapisan tanah dan seterusnya
pada setiap perubahan lapisan tanah.
2. Sampel Asli (Undisturbed Sample)
 Prosedur pengambilan sampel berdasarkan metode ASTM D.1587-67.
 Interval pengambilan sampel kedalaman 2 meter atau pada setiap
perubahan lapisan tanah.
3. Standard Penetration Test (SPT)
 Prosedur pelaksanaan berdasarkan metode ASTM D.1586-67
 Interval penelitian dilakukan pada setiap kedalaman 2 meter.

1.3.8 Pengambilan Contoh Tanah


Contoh tanah diperlukan untuk identifikasi dan penentuan soil properties yang
diperlukan dalam teknik pondasi. Setiap penyelidikan tanah hampir selalu
memerlukan contoh tanah. Contoh tanah dapat berupa yang asli (undisturb) atau
juga yang sekadar mewakili jenis tanahnya (representative atau disturb).
Contoh tanah asli sangat diperlukan untuk mendapatkan parameter kekuatan, sifat
deformasi, ataupun sifat permeabilitas dari tanah. Parameter desain seperti tersebut
di atas harus benar benar didapat dari contoh tanah yang mempunyai kadar air,
kerapatan ataupun struktur yang sama dengan yang asli di lapangan. Contoh tanah
terganggu masih dapat digunakan untuk penentuan jenis, klasifikasi serta test
kimia yang diperlukan.

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 10


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-
MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

Teknik pengambilan harus dibedakan antara pengambilan tanah yang kohesif dan
tanah yang non-kohesif. Pada tanah yang kohesif (kelempungan) atau cemented,
contoh tanah asli masih dapat diperoleh dengan mudah. Banyak teknik
pengambilan yang dapat diterapkan dengan sukses dalam pengambilan contoh
tanah kelembungan yang asli.
Dalam tanah yang kepasiran jarang sekali dapat diperoleh contoh yang benar-benar
asli. Kesulitan dalam pengambilan contoh tanah kepasiran adalah antara lain:
Karena tanah sejenis ini mudah mengalami perubahan volume, yakni mungkin
terjadi sewaktu proses pengeboran, penanganan pengambilan itu sendiri, dan
bahkan dari getaran selama transportasi ke laboratorium
Tanah sejenis ini berbutir lepas, dan karenanya mudah longsor bila tak ada yang
menahan
Kasarnya butir menimbulkan gesekan yang besar sewaktu memasuki tabung, dan
hal ini akan merubah kerapatan tanah tersebut, sedangkan sifat teknis dari tanah
kepasiran sangan tergantung dari kerapatannya.
Sifat teknik dari tanah kepasiran umumnya didapat dari pelaksanaan test langsung
atau tak langsung di lapangan. Para praktisi dalam teknik pondasi menganggap
tanah yang kepasiran sebagai tanah yang predictable dan mudah untuk dihadapi
karena sifat sifatnya yang mudah meluluskan air serta mudah dipadatkan, tak
tergantung dari fungsi waktu. Sehingga keinginan untuk mendapatkan contoh
tanah kepasiran yang asli dapat diredam. Contoh pasir yang benar benar asli hanya
diperlukan bila timbul masalah liquefaction sewaktu terjadi gempa atau pengaruh
seismic lainnya.

1.4 PEKERJAAN LABORATORIUM


Penelitian laboratorium dilakukan pada contoh tanah yang diambil di lapangan untuk
mendapatkan parameter-parameter tanah yang meliputi :
 Analisa gradasi butiran tanah
 Batas batas atterberg
 Berat jenis dan berat volume tanah
 Permeabilitas
 Kekuatan dan daya dukung tanah

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 11


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-
MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

 Nilai nilai  dan c.

1.4.1 Analisa Gradasi Butiran Tanah


Analisa ukuran butiran ditujukan untuk mengetahui prosentase masing masing
ukuran butiran yang ada didalam tanah. Hasil dari test ini sangat berguna untuk
klasifikasi tanah. Ada dua cara yang umum digunakan untuk mendapatkan
distribusi ukuran ukuran butiran tanah, yaitu:
 Analisa ayakan – untuk ukuran partikel partikel berdiameter > 0,075 mm
 Analisa hydrometer – untuk ukuran partikel partikel berdiameter < 0,075 mm

1.4.2 Analisa Ayakan


Analisa ayakan adalah mengayak dan menggetarkan contoh tanah melalui satu set
ayakan dimana lubang lubang ayakan tersebut makin kecil secara berurutan. Mula
mula contoh tanah dikeringkan lebih dahulu, kemudian semua gumpalan gumpalan
dipecah menjadi partikel partikel yang lebih kecil baru diayak dalam percobaan di
laboratorium. Setelah cukup waktu untuk mengayak dengan cara getaran, massa
tanah yang tertahan pada setiap ayakan ditimbang. Untuk menganalisis tanah tanah
kohesif, barangkali agak sukar untuk memecah gumpalan gumpalan tanahnya
menjadi partikel partikel lepas yang berdiri sendiri. Untuk itu tanah tersebut perlu
dicampur dengan air sampai menjadi lumpur encer dan kemudian dibasuh
seluruhnya melewati ayakan ayakan tersebut. Bagian padat yang tertahan pada
setiap ayakan dikumpulkan sendiri sendiri. Kemudian masing masing ayakan
beserta tanahnya dikeringkan dalam oven, dan kemudian berat tangah kering
tersebut ditimbang. Hasil dari analisa ayakan biasanya dinyatakan dalam
persentase dari berat total.

1.4.3 Analisa Hydrometer


Analisa hydrometer didasarkan pada prinsip sedimentasi (pengendapan) butir butir
tanah dalam air. Bila suatu contoh tanah dilarutkan dalam air, partikel partikel
tanah akan mengendap dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung pada
bentuk, ukuran, dan beratnya. Untuk mudahnya, dapat dianggap bahwa semua
partikel tanah itu berbentuk bola (bulat) dan kecepatan mengendap dari partikel

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 12