Anda di halaman 1dari 3

PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-

MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

partikel tersebut dapat dinyatakan dalam hukum Stokes. Di dalam laboratorium,


pengujian hydrometer dilakukan dalam silinder pengendap yang terbuat dari gelas.
1.4.4 Batas-batas Atterberg
Batas batas Atterber (Atterberg Limit) atau Test Konsistensi terdiri dari
batas cair(liquid limit/LL), batas plastis (plastic limit/PL), dan batas susut
(shrinkage limit/SL). Dari parameter-parameter tersebut dapat ditentukan indek
plastis (IP) yang besarnya merupakan selisih antara batas cair dan batas plastis.
Indek plastis merupakan rentang kadar air dimana tanah dalam keadaan plastis.
Parameter parameter LL dan PL sangat berguna untuk klasifikasi tanah.
Pada umumnya, tanah yang batas cairnya tinggi merupakan tanah lempung dengan
sifat teknis yang jelek. Indek plastis rendah menunjukkan tanah berbutir kasar
dengan sedikit atau tanpa kohesi dan plastisitas. Batas cair dan indek plastis
biasanya dipakai sebagai alat dalam menentukan kualitas material yang akan
dipakai sebagai lapisan perkerasan suatu jalan. Prosedur cara pengetesannya dapat
dilihat didalam ASTM dan AASHTO.

1.4.5 Berat Jenis dan Berat Volume Tanah


Berat jenis suatu tanah merupakah perbandingan antara berat butiran
dengan berat air yang dipindahkan oleh butiran yang bersangkutan. Harga berat
jenis seringkali digunakan untuk menghitung berat volume tanah (). Parameter
tanah  sangat diperlukan untuk menghitung tegangan, penurunan dan stabilitas.
Urutan cara melakukan test ini dapat dibaca dalam ASTM no. D854 dan
AASHTO no.T100. Dalam melakukan pengetesan, perlu diperhatikan adanya
udara yang tertinggal diantara butiran karena hal ini akan menyebabkan kesalahan
pada hasil pengetesan.

1.4.6 Permeabilitas
Test ini berguna untuk mendapatkan koefisien permeabilitas (k) atau
koefisien rembesan. Koefisien rembesan mempunyai satuan yang sama seperti
kecepatan. Koefisien rembesan tanah adalah tergantung pada beberapa faktor,
yaitu: kekentalan cairan, distribusi ukuran pori, distribusi ukuran butir, angka pori
kekasaran permukaan butiran tanah, dan derajat kejenuhan tanah. Pada tanah

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 13


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-
MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

berlempung, struktur tanah memegang peranan penting dalam menentukan


koefisien rembesan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi sifat rembesan tanah
lempung adalah konsentrasi ion dan ketebalan lapisan air yang menempel pada
butiran lempung. Koefisien rembesan tanah yang tidak jenuh air adalah rendah;
harga tersebut akan bertambah dengan bertambahnya derajat kejenuhan tanah yang
bersangkutan.
Ada dua macam uji standar dilaboratorium yang digunakan untuk
menentukan harga k suatu tanah, yaitu: uji tinggi konstan dan uji tinggi jatuh. Uji
tinggi konstan adalah lebih cocok untuk tanah berbutir dengan koefisien rembesan
yang cukup besar, sedangkan uji tinggi jatuh sangat cocok untuk tanah berbutir
halus dengan koefisien rembesan kecil.

1.4.7 Kekuatan dan Daya Dukung Tanah


Pengukuran mengenai kekuatan geser tanah diperlukan untuk berbagai
macam soal praktis, terutama untuk menghitung daya dukung tanah, tegangan
tanah terhadap dinding penahan dan kestabilan lereng.
Pada umumnya cara mengukur kekuatan geser dilaboratorium harus
sedemikian rupa sehingga nilai kekuatan geser (S) dan tegangan total pada bidang
geser () dan tegangan air pori (u) dapat diketahui selama percobaan dilakukan.
Penentuan S dan  tidaklah sulit dan nilainya dapat diukur secara langsung.
Percobaan kekuatan geser biasanya dilakukan dalam dua tingkat yaitu
tingkat pertama, pemberian tegangan normal, dan tingkat kedua, pemberian
tegangan geser sampai terjadi keruntuhan, yaitu sampai tercapai tegangan geser
maksimum. Percobaan ini dapat dibagi dalam tiga macam, yaitu Percobaan
tertutup, consolidated undrained test, dan Percobaan terbuka. Cara melakukan
percobaan adalah dengan percobaan langsung (Direct Shear) dan percobaan
triaxial.

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 14


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-
MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

PETA LOKASI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-


MAMBERAMMO

Titik Lokasi Perencanaan Teknis


Jembatan di ruas Yetti-Mamberamo
1.jembatan Nambla KM 185+690
2.Jembatan Tekay KM 194+599
3.Jembatan Usku II KM 203+179
4.Jembatan Shinta 213+810
5.Jembatan Fob KM 215+554
6.Jembatan Aple KM 222+624
7.Jembatan Joruin KM 236+894

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 15