Anda di halaman 1dari 3

PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-

MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

PROYEK : PERENC. JEMBATAN APLE NO BH :


LOKASI : RUAS YETTI-MAMBERAMMO JURU BOR : SARWIYANTO
DIKERJAKAN : SEPTEMBER 2012 PENGAWAS : TUGIRI
M.A.T : METER

KEDA LOG DISKRIPSI NILAI SPT JUMLAH GRAFIK SPT


LAMAN BOR NILAI
SPT

N1 N2 N3 N 10 20 30 40 50
0.00 N2 + N3

Kedalaman 0.00 – 1.50 meter


2.00 2 1 1 2
Tersusun oleh material quory warna
putih kecoklatan.
4.00 13 15 12 27

6.00 19 18 18 36
Kedalaman 1.50 – 6.50 meter

8.00 12 14 16 30
Tersusun oleh material lempung pasiran
berwarna coklat abu - abu, lekat, liat,
10.00 plastisitas baik dan tidak padat. 17 19 19 38

12.00 21 22 22 44

Kedalaman ( 6,50 – 30,00 ) meter


14.00 19 20 23 43
Tersusun oleh material batu lempung
berwarna abu – abu gelap, lekat liat,
16.00 plastis, ukuran butir lempung hingga 17 16 18 34
pasir sangat halus dan agak padat.

18.00 24 25 24 49

20.00 23 22 22 44

22.00 >35 ? ? >35

24.00

23 24 26 50
26.00

28.00
23 20 24 44

30.00

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 22


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-
MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

4. KESIMPULAN DAN SARAN


Atas dasar pengamatan litologi pemboran pada daerah penyelidikan pada
ke 2 (dua) titik bor jembatan Tibual Cs dan jembatan Kalisum 1 ruas Nimbokrang –
Bonggo - Sarmi dari kedalaman 0,00 meter sampai dengan kedalaman 30.00 meter dapat
disimpulkan bahwa pada ke 2 titik bor tersebut di jumpai 2 litologi batuan dominan.
Litologi batuan tersebut adalah :

1. Jembatan APLE
- Tanah penutup berupa lempung pasiran antara kedalaman ( 0,00 – 9,50 )
meter. Pengujian SPT pada kedalaman antara ( 0,00 – 9,50 ) meter dengan
jumlah pukulan 10 – 37 pukulan, jadi pada kedalaman ini masih
dikategorikan batuan sangat lunak hingga agak padat.
- Batuan lempung dijumpai pada kedalaman antara ( 9,50 – 30,00 ) meter.
Pengujian SPT pada kedalaman tersebut di dapat antara 30 - > 50 pukulan.
Batuan lempung pasiran bersifat lekat, liat, plastis dan tergolong padat
hingga sangat keras, namun kepadatan dan kekerasan batuan tersebut kurang
terkompaksi dengan baik.

2. Jembatan TEKAY
- Tanah penutup berupa lempung pasiran antara kedalaman ( 0,00 – 6,50 )
meter. Pengujian SPT pada kedalaman antara ( 0,00 – 6,50 ) meter dengan
jumlah pukulan 2 – 36 pukulan, jadi pada kedalaman ini masih dikategorikan
batuan sangat lunak hingga padat.
- Batuan lempung dijumpai pada kedalaman antara ( 6,50 – 30,00 ) meter.
Pengujian SPT pada kedalaman tersebut di dapat antara 32 - > 50 pukulan.
Batuan lempung bersifat lekat, liat, plastis dan tergolong padat hingga sangat
keras, namun kepadatan dan kekerasan batuan tersebut tidak terkompaksi
dengan baik karena kurang seragam.

Dari kesimpulan di atas, maka penulis sarankan agar dalam merencanakan pondasi pada
ke 2 ( dua ) jembatan tersebut sebaiknya menggunakan pondasi yang sesuai yaitu pondasi

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 23


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN RUAS YETTI-
MAMBERAMMO
PROVINSI PAPUA

langsung ( tiang ), dan hendaknya memperhatikan factor kegempaan yang ada karena
wilayah Jayapura dan sekitarnya adalah rawan akan gempa.

Demikian laporan penyelidikan tanah pada perencanaan Jembatan APLE dan Jembatan
TEKAY semoga laporan singkat ini kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam
merencakan pada ke 2 ( dua ) jembatan tersebut.

Photo sebagian contoh tanah pada titik bor Jembatan APLE

LAPORAN MEKANIKA TANAH Hal 1 - 24