Anda di halaman 1dari 6

Nama: Grace Jeane Carolin Lepa

NRP : 2443018148
Kelas : Farmakokinetik A

1. Mengapa daerah hambatan dalam suatu penetapan konsentrasi antibiotik dengan


metode cakram untuk konsentrasi obat yang sama (10 µg/mL) dalam air lebih besar
dibandingkan dalam serum?
Jawab: Antibiotik merupakan obat yang larut dalam lemak sehingga antibiotik akan
lebih suka pada serum. Daerah hambatan dalam serum lebih kecil karena dalam serum
terjadi pengikatan obat-protein. Sedangkan pada air tidak, sehingga daerah hambatan
pada air lebih besar.
2. Tentukan jumlah situs pengikatan (n) dan konstanta asosiasi (Ka) dari data berikut
menggunakan persamaan Scatchard.

Dapatkah n dan K mempunyai nilai pecahan? Mengapa?


Jawab:
r r/D
0,40 1,21
0,80 0,90
1,20 0,60
1,60 0,30
1,5 × 104
a=1,51; b=-0,7575 → nKa = 1,5×104→ Ka=-b×104=0,75×104 → n= =2
0,75 × 104

3. Diskusikan signifikansi klinis dari pengikatan obat-protein pada:


a. Eliminasi obat
Jawab:Obat-obat yang terikat kuat protein mempunyai klirens keseluruhan yang
menurun.
b. Interaksi obat-obat
Jawab: Sebagian besar obat berikatan secara lemah dengan protein plasma
karena ikatan protein tidak spesifik, satu obat dapat menggantikan obat yang
lainnya, interaksi obat dapat menyebabkan perubahan pada ikatan protein.
c. Data "Persen obat terikat"
Jawab: Obat terikat protein bertindak sebagai molekul besar yang tidak dapat
berdifusi dengan mudah memalui membran kapiler glomeruli.
d. Penyakit hati
Jawab: Penyakit liver menyebabkan penurunan konsentrasi albumin plasma,
karena adanya penurunan sistesis protein.
e. Penyakit ginjal
Jawab: Penyakit ginjal menyebabkan perubahan kualitas protein plasma yang
disintesis. Perubahan kualitas protein ditunjukkan dengan perubahaan tetapan
disosiasi atau afinitas obat terhadap protein.
4. Vallner (1977) meninjau pengikatan obat ke albumin atau protein plasma. Data berikut
dilaporkan:

Obat apa yang tercantum di atas mungkin diperkirakan menyebabkan respons yang
merugikan karena pemberian secara bersamaan dengan obat kedua seperti sulfisoxazole
(Gantrisin)? Mengapa?
Jawab: Obat diatas yang mungkin diperkirakan menyebabkan respons yang merugikan
karena pemberian secara bersamaan dengan obat kedua seperti sulfisoxazole adalah
fenitoin karena sulfisoxazole dapat meningkatkan kadar fenitoin dengan menurunkan
metabolisme.
5. Apa faktor utama yang menentukan penyerapan dan akumulasi obat ke dalam jaringan?
Jaringan mana yang memiliki serapan obat paling cepat? Jelaskan jawabanmu.
Jawab: Faktor utama yang menentukan penyerapan dan akumulasi obat kedalam
jaringan adalah sifat fisikokimia obat dan lingkungan di usus kecil, bentuk sediaan yang
digunakan, serta anatomi dan fisiologi dari tempat absorpsi.
6. Akibat edema, cairan dapat meninggalkan kapiler ke dalam ruang ekstraseluler. Apa
efek edema pada tekanan osmotik dalam darah dan difusi obat ke dalam ruang
ekstraseluler?
Jawab: Tekanan osmotik dalam darah menurun sehingga menyebabkan penurunan
penyerapan obat.
7. Jelaskan efek pengikatan obat-protein plasma dan pengikatan obat-protein jaringan
pada:
(a) volume distribusi
Jawab: Tingkat pengikatan protein obat dalam plasma atau jaringan mempengaruhi
VD. Obat yang sangat terikat dengan protein plasma memiliki fraksi obat bebas yang
rendah dalam plasma. Obat yang terikat protein plasma tidak berdifusi dengan
mudah dan oleh karena itu kurang tersebar luas ke jaringan. Obat dengan ikatan
protein plasma rendah memiliki fraksi obat bebas yang lebih besar, umumnya lebih
mudah berdifusi ke dalam jaringan, dan memiliki volume distribusi yang lebih
besar.
(b) eliminasi obat
Jawab: Secara umum ikatan protein dapat menurunkan klierens obat. Ikatan protein
plasma meningkatan ukuran molekul sehingga akan menurunkan laju difusi obat,
berakibat pada Ikatan protein plasma mencegah obat memasuki hepatosit sehingga
akan menurunkan laju metabolisme obat Ikatan protein plasma menghambat obat
melewati membran grumerolus
8. Naproxen (Naprosyn, Syntex) adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang
sangat terikat pada protein plasma,> 99%. Jelaskan mengapa konsentrasi naproxen

bebas (tidak terikat) dalam plasma meningkat pada pasien dengan penyakit liver-
alkoholik kronis dan kemungkinan bentuk lain dari sirosis, sedangkan konsentrasi total
obat dalam plasma menurun.
Jawab: Konsentrasi naproxen bebas (tidak terikat) dalam plasma meningkat pada pasien
dengan penyakit liver-alkoholik kronis sedangkan konsentrasi total obat dalam plasma
menurun karena pasien dengan penyakit liver mengalami gangguan dalam sisntesis
protein di plasma sehingga menyebabkan konsentrasi protein plasma lebih rendah.
9. Sebagian besar referensi literatur memberikan nilai rata-rata untuk persentase obat yang
terikat pada protein plasma.
a. Faktor apa yang mempengaruhi persentase pengikatan obat?
Jawab: Sifat fisikokimia, kadar obat dalam tubuh, afinitas obat, dan sintesis
protein.
b. Bagaimana penyakit ginjal mempengaruhi pengikatan protein obat?
Jawab: Pasien yang mengalami penyakit ginjal menyebabkan perubahan
kualitas protein plasma yang disintesis. Perubahan kualitas protein ditunjukkan
dengan perubahaan tetapan disosiasi atau afinitas obat terhadap protein.
c. Bagaimana penyakit hati mempengaruhi pengikatan protein obat?
Jawab: Pasien yang mengalami Penyakit liver menyebabkan penurunan
konsentrasi albumin plasma, karena adanya penurunan sistesis protein.
10. Sering diasumsikan bahwa ikatan linier terjadi pada dosis terapeutik. Apa risiko
potensial dari asumsi ini?
Jawab: Pengikatan protein dapat menjadi jenuh pada konsentrasi obat apa pun pada
pasien dengan protein yang rusak atau ketika tempat pengikatan ditempati oleh limbah
metabolik yang dihasilkan selama keadaan penyakit (misalnya, penyakit ginjal)
11. Ketika suatu obat terikat 99%, itu berarti ada potensi risiko kejenuhan. Benar atau
salah?
Jawab: Salah, karena batas persen mungkin ≥99% untuk beberapa obat. Kejenuhan
dapat diperkirakan lebih baik dengan menggunakan pendekatan plot Scatchard dan
dengan memeriksa "r," yang merupakan jumlah mol obat yang terikat dibagi dengan
jumlah mol protein. Jika r adalah 0,99, sebagian besar situs pengikatan ditempati. Fb,
atau fraksi obat terikat, berguna untuk menentukan fu, fu = 1 - fb.
12. Adenosine adalah obat yang digunakan untuk menghentikan takikardia. Dosis t1 / 2
setelah IV hanya 20 sampai 30 detik menurut informasi produk. Sarankan alasan untuk
waktu paruh yang begitu singkat berdasarkan pengetahuan Anda tentang distribusi dan
eliminasi obat.
Jawab: Adenosine diserap oleh sel-sel termasuk elemen darah dan endotel vaskular,
lalu dimetabolisme dengan cepat melalui deaminasi atau digunakan sebagai AMP
dalam fosforilasi. Sehingga adenosin memiliki waktu paruh eliminasi yang singkat.

Anda mungkin juga menyukai