Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ASUHAN KEBIDANAN PADA PEREMPUAN DAN ANAK DALAM


KEADAAN RENTAN , KEBUTUHAN KHUSUS DARI SEGI ASPEK
GEOGRAFIS

Disusun oleh:

1.
2.
3.
4.

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AL-IRSYAD AL-ISLAMIYAH


CILACAP
PROGRAM STUDI KEBIDANAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah


memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini.
Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah
tepat waktu.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Asuhan
Kebidanan Pada Perempuan dan Anak dalam kelompok rentan. Selain itu,
penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi
pembaca tentang kelompok rentan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang
telah membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima
demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................
A. LATAR BELAKANG.....................................................................................
B. RUMUSAN MASALAH.................................................................................
C. TUJUAN
D. MANFAAT....................................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................

BAB III KESIMPULAN.............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia selain sebagai mahkluk individu, juga sebagai mahkluk
sosial. Artinya bahwa selain manusia itu sebagai mahkluk yang
mempunyai kebutuhan dan/atau kepentingan akan pribadinya sendiri,
manusia juga memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan
untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain,
selanjutnya interaksi ini berbentuk kelompok.
Kelompok rentan adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan
dalam menikmati kehidupan yang layak. Faktor aksesibilitas terhadap
sumber-sumber pemenuhan kesejahteraan sosial merupakan salah
satu hal baik sebagai penyebab juga menjadi akibat. Memetakan
populasi dan kondisi kelompok rentan secara tapat dan partisipatif
merupakan awal dalam menentukan kegiatan dalam rangka
penanganan untuk membantuk kelompok ini.
Perempuan dan anak merupakan kaum rentan akan kejahatan
yang perlu untuk dilindungi. Anak adalah bagian yang tidak
terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan
keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Dalam konstitusi
Indonesia, anak memiliki peran strategis yang secara tegas
dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas
kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas
pelindungan dari kekerasan dan diskriminasi ,oleh karena itu
kepentingan terbaik bagi anak patut dihayati sebagai kepentingan
terbaik bagi kelangsungan hidup umat manusia.

4
Kerentanan adalah suatu keadaan atau kondisi lingkungan dari
suatu komunitas atau masyarakat yang mengarah atau menyebabkan
ketidakmampuan dalam menghadapi ancaman bencana. Tercantum
dalam Pasal 5 ayat (3) UndangUndang No.39 Tahun 1999 yang
menyatakan bahwa setiap orang yang termasuk kelompok
masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan
perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya. Dalam
penjelasan pasal tersebut, yang dimaksud dengan kelompok rentan
adalah orang lanjut usia, anakanak, fakir miskin, wanita hamil, dan
penyandang cacat (Hoesin, n.d.). Anak-anak merupakan salah satu
kelompok rentan karena usia dan fisik mereka yang masih tergolong
lemah. Anak-anak pada usianya juga belum dapat memutuskan
tindakan yang tepat untuk dilakukan saat terjadi bencana secara
mandiri. Hal ini menyebabkan anak-anak sangat rentan terdampak
apabila terjadi bencana.

Secara geografis kepulauan Indonesia merupakan daerah yang


rawan bencana karena termasuk dalam wilayah Pacific Ring of Fire
(deretan gunung berapi Pasifik) yang bentuknya melengkung dari
utara Pulau Sumatera - Jawa – Nusa Tenggara hingga ke Sulawesi
Utara. Kepulauan Indonesia juga terletak di pertemuan dua lempeng
tektonik dunia dan dipengaruhi oleh 3 gerakan, yaitu Gerakan Sistem
Sunda di bagian barat, Gerakan Sistem pinggiran Asia Timur dan
Gerakan Sirkum Australia (http://www.walhi.or.id). Kedua faktor
tersebut menyebabkan Indonesia rentan terhadap bencana. Maka
dalam kurun waktu lima tahun, 1998 - 2004 terjadi 1.150 kali bencana.
Kesadaran tentang potensi bencana di Indonesia dan fakta ilmiah di
sekitar bencana yang menimpa negara ini menjadi alasan utama
perlunya dilakukan usaha - usaha penanganan yang tepat. Peran aktif
semua pihak yang terkait merupakan sikap terbaik yang diperlukan
untuk menanggulangi masalah ini.

5
Sebaran daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami di
Indonesia hampir semuanya berada pada daerah yang tingkat
populasinya sangat padat. Daerah-daerah ini sering merupakan pusat
aktifitas, sumber pendapatan masyarakat dan negara, serta menjadi
pusat pencurahan dana pembangunan.
Tingkat kerentanan fisik (infrastruktur) menggambarkan perkiraan
tingkat kerusakan terhadap fisik (infrastruktur) bila ada faktor
berbahaya (hazard) tertentu, Kerentanan sosial menunjukkan
perkiraan tingkat kerentanan terhadap keselamatan jiwa/kesehatan
penduduk apabila ada bahaya, Dari beberapa indikator antara lain
kepadatan penduduk, laju pertumbuhan penduduk, persentase
penduduk usia tua-balita dan penduduk wanita, maka letak geografis
sangat berpengaruh terhadap kebutuhan dari kelompok rentan
terhadap resiko kesehatan yang ada

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam


makalah ini adalah bagaimana kebutuhan khusus pada kelompok
rentan dari aspek / segi geografis

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari kelompok rentan
2. Untuk mengetahui kebutuhan khusus pada permasalahan
geografis tentang masalah lingkungan berpolusi
3. Untuk mengetahui kebutuhan khusus pada permasalahan
geografis tentang masalah dataran tinggi dan rendah
4. Untuk mengetahui kebutuhan khusus pada permasalahan
geografis tentang masalah radiasi
5. Untuk mengetahui kebutuhan khusus pada permasalahan
geografis tentang tenaga kesehatan

6
D. MANFAAT

Manfaat dari makalah ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan


tentang kelompok rentang serta bagaimana kebutuhan khusus
pada kelompok rentan dari aspek/segi geografis

7
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian kelompok rentan

Kelompok rentan menurut Departemen Hukum dan Hak Asasi


Manusia adalah semua orang yang menghadapi hambatan atau
keterbatasan dalam menikmati standar kehidupan yang layak.
Kelompok rentan berhak mendapatkan perlakuan khusus untuk dapat
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Olivier Serrat kerentanan merupakan perasaan tidak aman di
kehidupan individu, keluarga dan komunitas ketika menghadapi
perubahan diluar lingkungannya. Kerentanan dapat dikatakan sebagai
kondisi yang ditentukan oleh faktor fisik, sosial ekonomi dan
lingkungan atau suatu proses yang meningkatkan kerentanan
masyarakat terhadap dampak bahaya.
Kerentanan biasa dirasakan oleh individu atau kelompok yang tinggal
di wilayah tertentu yang dapat membahayakan jiwa dan aset yang
dimilikinya. Kerentanan dapat digambarkan sebagai situasi perubahan
yang membingkai kehidupan manusia baik individu, keluarga maupun
Masyarakat (Humaedi, 2018).
Konteks kerentanan merujuk pada situasi yang rentan yang dapat
mempengaruhi atau dapat membuat suatu perubahan besar dalam
kehidupan masyarakat. Pengaruh dari adanya kerentanan biasanya
dapat merugikan kehidupan baik individu maupun masyarakat
walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa situasi rentan tersebut
dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

8
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kerentanan
merupakan situasi yang dapat mempengaruhi atau menciptakan suatu
perubahan di kehidupan individu, kelompok ataupun masyarakat.
Suatu perubahan yang diciptakan oleh adanya kerentanan dapat
dikatakan sebagai ancaman bagi mereka yang merasakan dampak
positif maupun dampak negatif (Humaedi, 2018).

B. Macam macam kelompok rentan

Kelompok rentan merupakan lapisan masyarakat yang paling


mendesak yang membutuhkan perhatian lebih untuk memperbaiki
kondisi kehidupannya. Kelompok rentan tersebut adalah kelompok
masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri yang
dapat mengakibatkan permasalahan karena ketidakmampuannya
tersebut (Humaedi, 2018).
Pada dasarnya kondisi rentan dapat disebabkan karena kurangnya
aset (apa yang dimiliki), akses (geografis), dan sistemik (sistem
sumber yang dikuasi oleh golongan tertentu). Kelompok rentan
tersebut antara lain : orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita
hamil, dan penyandang cacat. Walaupun tidak secara implisit undang-
undang ini menegaskan bahwa wanita sebagai salah satu kelompok
rentan, tetapi secara eksplisit dapat disimpulkan bahwa wanita
sebagai kelompok rentan.
Memperkuat kesimpulan diatas, dalam Human Rights Reference
menyebutkan bahwa yang tergolong dalam kelompok rentan adalah
Refugees (Pengungsi), Internally Displaced Person/IDP’s (Pengungsi
Internal), National Minorities (Minoritas Nasional), Migrant Workers
(Pekerja Migran), Indigenious Peoples (Penduduk Asli), Children
(Anakanak), dan Women (Wanita). Menurut Olivier Serrat terdapat
tiga jenis kerentanan yaitu sebagai berikut: 1.
Kejutan/kaget/guncangan (Shocks) yang dapat meliputi konflik,

9
penyakit, banjir, badai, kekeringan, hama pada tumbuhan 2.
Perubahan musiman (Seasonalities) meliputi penetapan harga dan
kesempatan bekerja 3. Kecenderungan (Critical trends) yaitu
kependudukan, lingkungan, ekonomi, pemerintah, dan kecenderungan
teknologi.

C. Kebutuhan khusus pada permasalahan geografis dengan lingkunga


berpolusi

D. Kebutuhan khusus pada permasalahan geografis dengan


lingkungan dataran tinggi dan rendah

Dataran Rendah

Dataran rendah adalah hamparan luas tanah dengan tingkat


ketinggian yang di ukur dari permukaan laut adalah relatif rendah
(sampai dengan 200 m dpl). Istilah ini diterapkan pada kawasan
manapun dengan hamparan yang luas dan relatif datar yang
berlawanan dengan dataran tinggi.

Suhu udara di dataran rendah, khususnya untuk wilayah Indonesia


berkisar antara 23 derajat Celsius sampai dengan 28 derajat Celsius
sepanjang tahun. Kondisi wilayah yang datar mamudahkan manusia
untuk beraktivitas dalam menjalankan kebidupannya. Di Indonesia
daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan
kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam.

Sebagian besar penduduk lebih memilih bertempat tinggal di dataran


rendah. Terlebih wilayah ini memiliki sumber air yang cukup. Daerah
dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan
peternakan, kegiatan, industri, dan sentra Lokasi yang datar,
menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas
mungkin. Keanekaragaman aktivitas pendududuk ini menunjukkan
adanya heterogenitas mata pencaharian penduduk. Petani, pedagang,
buruh, dan pegawai kantor adalah beberapa contoh mata pencaharian

10
penduduk daerah dataran rendah. Adapun ciri dataran rendah
diantaranya adalah :

Tanahnya relatif datar, memiliki ketinggian kurangdari 200 meter


diatas permukaan laut.

Tanah biasanya ditemukan disekitar pantai, tetapi ada juga yang


ditemukan di daerah pedalaman.

Terjadinya akibat proses sedimentasi. Di Indonesia sendiri


dataran rendah terjadi akibat sedimentasi sungai.

Tanahnya lebih subur dan banyak ditempati penduduk jika


dibandingkan dengan daerah pegunungan.

Memiliki tekanan udara yang lebih tinggi dari pada daerah


pegunungan.

Kebutuhan khusus pada penduduk di daerah dataran rendah biasanya


berupa:

Pakaian yang tipis atau berbahan baku dari kain yang tipis yang
tidak panas , karena suhu di daerah ini panas.

Rumah-rumah di dataran rendah juga dibuat banyak ventilasinya


dan atap dibuat dari genting tanah untuk mengurangi suhu yang
panas.

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari lebih banyak jenis makanan


yang mengandung air meskipun zat gizi yang lain juga harus
terpenuhi seperti sayur dan buah.

Kebutuhan cairan juga meningkat dibandingkan dengan penduduk


didaerah dataran tinggi.

11
Dataran Tinggi

Wilayah Indonesia pada daerah dataran tinggi memiliki system


pegunungan yang memanjang dan masih aktif. Relief dataran dengan
banyaknya pegunungan dan perbukitan, menyebabkan Indonesia
memiliki kesuburan tanah vulkanik, udara yang sejuk, dan alam yang
indah. Dataran tinggi biasanya dijadikan sebagai daerah tangkapan air
hujan (catchment area). Selain dapat memenuhi kebutuhan air tanah
di wilayah sekitar, daerah tangkapan air hujan dapat mencegah
terjadinya banjir pada daerah bawah.

Dataran tinggi yang ditumbuhi pepohonan besar dengan kondisi hutan


yang masih terjagaberfungsi mencegah erosi, digunakan sebagai
suaka margasatwa, cagar alam, atau bahkan tempat wisata. Pada
wilayah dataran tinggi, suhu udara jauh lebih dingin dibandingkan
dengan dataran rendah maupun daerah pantai. Tingkat kelembapan
udara dan curah hujan yang berlangsung juga cukup tinggi.

Adapun ciri-ciri dataran tinggi diantaranya adalah:

Beriklim Sejuk

Pertanian Dibuat Terasering

Memiliki Udara Yang Kering

JarangTurunHujan

MemilikiAmplitudo

Memiliki Kelembapan Udara Nisbi Sangat Rendah

Kebutuhan khusus pada penduduk di daerah dataran rendah biasanya


berupa:

12
Untuk menghangatkan tubuhnya mereka banyak mengkomsumsi
makanan yang hangat.

Untuk menghangatkan tubuhnya penduduk didatarn tinggi lebih


tertutup dalam cara berpakaian.

Bentuk rumah yang berbeda dengan daerah pantai, rumah di


daerah ini berventilasi sedikit dan atapnya terbuat dari seng.
Ventelasi yang sedikit mengakibatkan udara dingin tidak masuk ke
dalam rumah. Atap terbuat dari seng agar panas matahari yang
diterima dapat disimpan dan dapat menghangatkan bagian
dalamnya.

Konsumsi iodium dalam jumlah yang cukup, karena didataran tinggi


kejadian gondok mencapai 30.3 % menurut untoro dibanding
didataran rendah hanya 7.0%.

Pemberian vitamin A yang rutin pada bayi dan balita untuk


mengurangi kejadian GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium).

E. Kebutuhan khusus pada permasalahan geografis dengan lingkungan


radiasi

F. Kebutuhan khusus dengan permasalahan tenaga kesehatan

13
DAFTAR PUSTAKA

KELOMPOK RENTAN DAN KEBUTUHANNYA (Sebuah Kajian Hasil Pemetaan


Sosial CSR PT Indonesia Power UPJP Kamojang) Sahadi Humaedi1 ,
Budi Wibowo2 Santoso T. Raharjo3 1,3 Pusat Studi CSR,
Kewirausahaan Sosial & Pemberdayaan Masyarakat, Universitas
Padjadjaran 2PT. Indonesia Power UPJP Kamojang
(sahadi.humaedi@unpad.ac.id

14
https://news.unika.ac.id/2021/01/prioritaskan-kelompok-rentan-
dalam-mitigasi-bencana/

15

Anda mungkin juga menyukai