Anda di halaman 1dari 2

DISKUSI 1

1. Sebutkan dan jelaskan teori-teori pemungutan pajak yang saudara ketahui!

Teori-teori yang memberikan pemenaran mengapa Negara memungut pajak yang


dikemukakan oleh pakar terdahulu seperti H.Buhari,S.H,MS (2000) dalam buku
“Pengantar Hukum Pajak” antara lain seperti :
a. Teori asuransi
Bahwa Negara dalam melaksanakan tugasnya mencakup pula tugas melindungi jiwa
raga dan harta benda perseorangan. Teori ini kurang sesuai dalam memberikan alasan
mengapa Negara memungut pajak. Lagi pula tidak ada hubungan langsung antara
pembayaran pajak dan nilai bbadan manusia.
b. Teori kepentingan
Yang mengatakan bahwa pajak mempunyai hubungan dengan dengan kepentingan
individu yang diperoleh dari kekayaan Negara. Makin banyak individu mengenyam
atau menikmati jasa dari pekerjaan pemerintah maka besar juga pajaknya. Teori ini
meskipun masih berlaku pada retribusi namun sukar pula dipertahankan, sebab
seorang miskin dan pengangguran yang memperoleh bantuan dari pemerintah
menikmati banyak sekali jasa dari pekerjaan Negara, tetapi mereka bahkan
dibebaskan membayar pajak.
c. Teori kewajiban mutlak atau teori Bakti
Teori ini didasari paham organisasi Negara (Organische Staatcleer) yang
mengajarkan bahwa Negara sebagai organisasi mempunyai tugas untuk
menyelenggarakan kepentingan umum. Namun harus mengambil tindakan atau
keputusan yang diperlukan termasuk keputusan di bidang pajak. Dengan sifat seperti
itu, maka Negara mempunyai hak mutlak untuk memungut pajak dan rakyat harus
membayar pajak sebagai tanda baktinya kepada Negara (pemerintah). Hal ini mutlak
harus dilaksanakan, agar pemerintah dapat menjalankan tugas untuk
menyelenggarakan kepentingan umum, sehingga diperlukan adanya kesadaran
masyarakat dalam membayar pajak pada Negara.

(sumber: modul Hukum Pajak / EKSI4202)

2. Dari gambaran di atas, contoh dari teori pemungutan pajak manakah yang paling tepat?
Berikan alasan Saudara!

Menurut saya teori yang paling tepat adalah teori kewajiban mutlak atau teori bakti.
Karena meskipun para wajib pajak terdampak covid-19 , namun pembayaran pajak tetap
harus dijalankan agar pemerintah dapat menjalankan tugas untuk menyelenggarakkan
kepentingan umum, sehingga dperlukan adanya kesadaran masyarakat dalam membayar
pajak pada Negara. Di masa pandemi pemerintah pun tidak serta merta memaksa wajib
pajak untuk membayar pajak, tetapi pemerintah juga memberikan beberapa intensif.
Misalnya Pajak Penghasilan (PPh)Ps.21 yang ditanggung oleh pemerintah,lalu
pembebasan atas baraang impor (Pajak Penghasilan (PPh)Ps.22),Ada juga
terkaitpengurangan tarif angsuran Pajak Penghasilan (PPh)Ps.25, dan percepatan restitusi
(Munandar, 2020). Kebijakan-Kebijakan lain juga dibuat untuk mengurangi dampak
pandemi COVID-19. Dikeluarkan kebijakan oleh pemerintah terkait perpajakan bertujuan
untuk membantu meningkatkan dan mempercepat arus keuangan dan barang serta
produksi agar menjadi stabil dan mampu bertahan dalam masa pandemi serta
mensejahterakan semua yang akan merasakan manfaat dari kebijakan ini.

(sumber : modul hukum pajak dan e-jurnal )