Anda di halaman 1dari 42

Nama: Jeanette

Kelas: XII-S/10
1. Apa saja ciri-ciri konsep diakronik dan sinkronis?
Diakronik :
● Mengkaji peristiwa sejarah seiring dengan berlalunya masa
● Menitikberatkan kajian peristiwa pada sejarahnya
● Bersifat vertikal (beda zaman)
● Cakupan kajian lebih luas
● Sifat kajian : bersifat historis/komparatif
● Terdapat konsep perbandingan

Sinkronik :
● Mengkaji peristiwa sejarah pada masa-masa tertentu
● Menitikberatkan kajian peristiwa pada struktur : pola,gejala,dan karakteristik
● Bersifat horizontal (peristiwa sezaman)
● Cakupan kajian lebih sempit
● Kajian sistematis yang tinggi
● Sifat kajian mendalam dan lebih serius
● Tidak ada konsep perbandingan

2. Bagaimana pengertian ruang , waktu, perubahan dan berkelanjutan?


● Ruang: tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian
● Waktu: sesuatu yang terus bergerak dari masa sebelumnya ke masa-masa berikutnya
serta melahirkan peristiwa-peristiwa baru yang saling terkait.
● Berkelanjutan: terjadi bila suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi
lembaga-lembaga lama
● Pengulangan: terjadi bila pola peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau terjadi lagi
di masa selanjutnya

3. Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu (menurut Kuntowijoyo)


a. Memiliki objek
b. Memiliki metode
c. Mempunyai generalisasi
d. Bersifat pengalaman
e. Memiliki teori

Sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena sejarah dapat memberikan kita
pengetahuan atau pembelajaran dan pengalaman tentang peristiwa peristiwa yang
terjadi pada masa lampau. Adapun ciri ciri sejarah bisa dikatakan ilmu, jika:

● Empiris, berarti bahwa sejarah sangat bergantung pada pengalaman seseorang atau
kejadian yang benar benar pernah terjadi yang dapat dibuktikan baik melalui
pengamatan, penelitian, dll.
● Memiliki teori, berarti sejarah dikemukakan oleh para tokoh untuk menjelaskan
terjadinya suatu peristiwa serta digunakan untuk mendukung suatu pendapat atas
terjadinya suatu peristiwa atau sejarah.
● Memiliki objek, Ada 3 objek apabila suatu peristiwa dikatakan sejarah yaitu siapa yang
terlibat dalam peristiwa itu (pelakunya), kapan peristiwa itu terjadi (waktunya), dan
dimana peristiwa itu terjadi (Tempatnya).
● Memiliki metode, Cara cara yang dilakukan untuk mengamati sejarah, baik dengan
metode pengamatan, metode penelitian, metode eksperimen, dll.
● Generalisasi, merupakan kesimpulan terhadap suatu penelitian yang telah dilakukan
untuk menggambarkan bahwa peristiwa sejarah tersebut benar benar pernah terjadi.
Generalisasi ini ditentukan sesuai dengan metode, teori, fakta empiris, dan objek yang
pernah dilakukan.

4. Bagaimana ciri-ciri kehidupan pada masa Palaeolithikun, Neolithikum?


● Zaman Batu Tua (Palaeolitikum)
Disebut Zaman Batu Tua karena alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara
kasar, tidak diasah atau polis. Periode ini disebut masa mengumpulkan makanan (food
gathering). Manusia di zaman Batu Tua masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah)
dan belum tahu bercocok tanam.
Ada dua kebudayaan yang menjadi patokan zaman Batu Tua, yaitu: Kebudayaan Pacitan
(Pithecanthropus) Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain :
● kapak genggam atau kapak perimbas (golongan chopper atau pemotong),
● alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan
● flakes dari batu chalcedon (untuk mengupas makanan).

● Zaman Batu Muda (Neolitikum)


Ciri utama zaman Batu Muda (Neolitikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah
atau polis sehingga halus dan indah.
Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
● Kapak persegi misalnya beliung, pacul dan torah yang banyak terdapat di
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
● Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa.
● Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa.
● Pakaian dari kulit kayu.
● Tembikar (periuk belanga) ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Melolo (Sunda).
Manusia pendukung kebudayaan zaman Neolitikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia
(Khamer Indocina).
● Arca Patung yang menggambarkan manusia atau binatang. Binatang yang dibuat arca
antara lain kerbau, gajah, dan kera. Ditemukan di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa
Timur.

5. Bagaimanakah teori-teori masuknya kebudayaan dan agama Hindu ke Indonesia?


● Teori Ksatria: dikemukakan oleh C.C. Berg dan Mookerji. Para pendukung teori ksatria
beranggapan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh para ksatria, yakni
golongan bangsawan dan prajurit perang. Saat itu persoalan politik terus berlangsung di
India sehingga mengakibatkan beberapa pihak yang kalah dalam peperangan terdesak.
Para ksatria yang kalah akhirnya mencari tempat lain sebagai pelarian, salah satunya ke
wilayah nusantara.
● Teori Waisya: dicetuskan oleh N.J. Krom. Menurutnya kebudayaan India masuk ke
Indonesia dibawa oleh kasta Waisya, terutama para pedagang. Kaum Waisya yang
berdagang ke Nusantara berlayar mengikuti angin. Jika angin tidak memungkinkan
untuk kembali, mereka akan menetap sementara waktu. Para pedagang juga menjalin
hubungan baik dengan para penguasa pribumi agar perdagangan berjalan lancar.
Dalam proses itulah terjadi komunikasi dan secara perlahan para pedagang turut
menyebarkan budaya dan agama Hindu ke tengah-tengah masyarakat.
● Teori Brahmana: menurut Van Leur, para penguasa mengundang para brahmana dari
India untuk dapat bertemu dengan orang-orang India yang memiliki taraf yang sama dan
untuk meningkatkan kondisi negerinya. Dalam proses interaksi tersebut, para brahmana
memperkenalkan kebudayaan yang berasal dari golongan mereka (brahmana).
● Teori Sudra: dikemukakan oleh van Faber. Teori Sudra beranggapan bahwa agama dan
kebudayaan Hindu dibawa oleh golongan Sudra atau budak yang datang ke Indonesia
untuk memperbaiki taraf hidupnya.
● Teori Arus Balik: menurut F.D.K. Bosch, masyarakat Indonesia tidak hanya menerima
pengetahuan agama dari orang asing yang datang. Kebudayaan Hindu yang masuk ke
Indonesia itu adalah atas inisiatif dari bangsa Indonesia sendiri.
6. Apa bukti bahwa di kerajaan Mataram Kuno tidak adanya persaingan agama antara
dinasti syailendra dengan dinasti Sanjaya?
● Perpecahan di dalam keluarga Syailendra tidak berlangsung lama keluarga itu akhirnya
bersatu kembali. Hal ini ditandai dengan perkawinan Rakai Pikatan dan keluarga yang
beragama Hindu dengan pramodhawardhani putri dari Samaratungga perkawinan itu
terjadi pada tahun 832 Masehi. Setelah itu, Dinasti Syailendra bersatu kembali di bawah
pemerintah Raja Pikatan.

7. Apa bukti bahwa kerajaan Sriwijaya?


● Bukti Prasasti :
● Prasasti Kedukan bukit
● Prasasti Talang Tuo
● Prasasti Telaga Batu
● Prasasti Kota Kapur
a. Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya: salah satu pengertian dari maritim itu terletak
pada penguasaan wilayah yang terdiri dari beberapa pulau. Ciri pulau ini tentu terdiri
dari daratan-daratan yang dipisahkan oleh lautan atau bisa jadi sungai.
b. Kerajaan Sriwijaya Menguasai Perairan yang Amat Luas: alasan berikutnya mengapa
Kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan maritim yaitu adanya penguasaan lautan atau
wilayah perairan yang luas dari Kerajaan Sriwijaya ini. Ini adalah salah satu kategori
masuknya sebuah pemerintahan dengan sebutan maritim.
c. Keunikan Daerah yang Dikuasai Kerajaan Sriwijaya: kebanyakan daerah-daerah yang
dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya berada dekat perairan. Daerah pesisir atau pinggir laut
atau wilayah yang berada di tepi sunga-sungai besar. Hal ini tentunya membuat wilayah
kekuasaannya juga lebih besar kawasan perairannya dibandingkan daratannya.
d. Pelayaran & Perdagangan dengan Jalur Lau: Kerajaan Sriwijaya memiliki teknologi yang
cukup baik dalam pembuatan maupun penggunaan alat transportasi perairan. Entah itu
untuk digunakan di sungai atau di laut. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu bukti
sejarah yang berupa arca di Candi termegah di Indonesia yaitu Candi Borobudur. Candi
yang tiada lain adalah salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Gambar kapal
bercadik Ganda pada salah satu arcanya dengan jelas menunjukan bahwa alat
transportasi perairan ini merupakan alat transportasi utama mereka.

8. Bagaimana pengaruhnya masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia dalam bidang


pemerintahan?
● Masuknya Hindu-Budha membawa pengaruh terhadap terbentuknya kerajaan-kerajaan
bercorak Hindu Buddha. Dilansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(kemendikbud), dalam sistem pemerintahan terjadi pergeseran konsep kekuasaan dan
politik. Dari awal model kesukuan dan hidup berkelompok kemudian berkembang
menjadi konsep kemaharajaan dengan segala aturan dan keyakinan yang melekat
padanya. Berbagai nama gelar dan jabatan yang berbau India digunakan dan
dikembangkan oleh masyarakat Hindu Buddha. Dengan konsep dewaraja yang dianut
lebih efektif untuk membangun sebuah kemaharajaan yang mendasarkan kekuasaan
mutlak pada diri raja.

9. Apa saja yang termasuk bukti-bukti pengaruh dan berkembangnya peradaban Hindu di
Indonesia?
a. Adanya kasta di Bali (Brahmana-Ksatria-Waisya)
b. Adanya upacara keagamaan seperti Nyepi dan Galungan
c. Adansa Kalender Jawa dan Wuku
d. Adanya bahasa Sansekerta yang mempengaruhi penulisan dalam nama
seseorang
e. Tradisi ngaben

10. Sebutkan bukti-bukti terjadinya akulturasi antara kebudayaan Indonesia asli dengan
kebudayaan/agama Islam!
a. Bangunan masjid beratap tumpang atau bersusun
b. Adanya hikayat, babad, syair, dan suluk
c. Munculnya tahun hijriah
d. Pernikahan debus
e. Musik qasidah dan gamelan pada saat upacara grebeg maulud

11. Bagaimana peran bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia?


● Mengirim kontingen Garuda Indonesia: merupakan peran Indonesia dalam PBB untuk
ikut serta menciptakan perdamaian dunia. Kontingen Garuda ada yang dikirim ke Timur
Tengah (Arah, Israel, Mesir), Kongo, Kamboja, Yugoslavia, dan beberapa negara lain
yang sedang mengalami konflik.
● Peran Indonesia dalam perdamaian dunia lainnya yakni bersama negara Mesir, India,
Yugoslavia, dan Ghana, menjadi pelopor berdirinya Gerakan Non Blok (GNB) Gerakan
Non Blok berusaha meredakan ketegangan dunia dan menciptakan perdamaian dunia
yang ketika itu (1960-an) terancam akibat terjadinya perang dingin antara Blok Barat
dan Blok Timur.
● Ikut secara aktif membantu menyelesaikan konflik di Kamboja dengan mensponsori
penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting (JIM I) bulan Juli 1988. Kegiatan tersebut
berhasil menemukan masalah yang penting dalam menyelesaikan konflik di Kamboja,
yaitu penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja dan upaya mencegah kembalinya rezim
Pol Pot yang banyak melakukan pembantaian rakyat Kamboja.
● Hubungan Internasional: dalam buku 'Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, disebutkan,
peran Indonesia dalam perdamaian dunia yakni melalui hubungan internasional.

12. Kebijakan-kebijakan apa yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru dan Reformasi (BJ.
Habibie)?
● Mengirim kontingen Garuda Indonesia: merupakan peran Indonesia dalam PBB untuk
ikut serta menciptakan perdamaian dunia. Kontingen Garuda ada yang dikirim ke Timur
Tengah (Arah, Israel, Mesir), Kongo, Kamboja, Yugoslavia, dan beberapa negara lain
yang sedang mengalami konflik.
● Peran Indonesia dalam perdamaian dunia lainnya yakni bersama negara Mesir, India,
Yugoslavia, dan Ghana, menjadi pelopor berdirinya Gerakan Non Blok (GNB). Gerakan
Non Blok berusaha meredakan ketegangan dunia dan menciptakan perdamaian dunia
yang ketika itu (1960-an) terancam akibat terjadinya perang dingin antara Blok Barat
dan Blok Timur.
● Ikut secara aktif membantu menyelesaikan konflik di Kamboja dengan mensponsori
penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting (JIM I) bulan Juli 1988. Kegiatan tersebut
berhasil menemukan masalah yang penting dalam menyelesaikan konflik di Kamboja,
yaitu penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja dan upaya mencegah kembalinya rezim
Pol Pot yang banyak melakukan pembantaian rakyat Kamboja.
● Hubungan Internasional: dalam buku 'Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, disebutkan,
peran Indonesia dalam perdamaian dunia yakni melalui hubungan internasional.

13. Apa yang diakibatkan oleh perjanjian Salatiga dan perjanjian Saragosa?
● Perjanjian Saragosa atau juga dikenal sebagai Perjanjian Zaragoza adalah perjanjian
yang ditandatangani pada 22 April 1529 yang merupakan perjanjian antara Spanyol dan
Portugal yang menentukan belahan bumi timur yang terbagi antara dua kerajaan
dengan garis bujur melintasi 297,5 liga laut atau 17 ° timur dari Kepulauan Maluku.
Tujuan perjanjian ini adalah agar kedua belah pihak tidak berbenturan dan tidak
memperjuangkan wilayah kolonial di wilayah Maluku. Pemicu perjanjian ini adalah
kedatangan Spanyol di Maluku, setelah Portugis menduduki zona pertama. Perjanjian ini
merupakan kelanjutan dari perjanjian Tordesillas yang membagi Belahan Barat antara
Spanyol dan Portugal dan diprakarsai oleh Paus, yang menyaksikan persaingan dan
persaingan untuk koloni oleh kedua negara.
● Isi perjanjiannya :
○ Tanah itu terbagi menjadi dua pengaruh, yaitu pengaruh Spanyol dan juga
Portugis.
○ Wilayah Spanyol membentang dari Meksiko di barat ke Kepulauan Filipina dan
wilayah Portugis membentang dari Brasil di timur ke Kepulauan Maluku. Wilayah
barat garis Saragosa berada di bawah kendali Portugal
● Berikut ini terdapat 6 (enam) dampak perjanjian saragosa, yaitu sebagai berikut:
○ Efek terpenting dari perjanjian Saragosa adalah bahwa wilayah Maluku tetap di
bawah kendali Portugis dan bahwa Spanyol gagal menangkapnya. Orang
Spanyol kemudian harus pindah ke Filipina dan tidak dapat memiliki pengaruh
dan kekuasaan di Maluku, yang dikenal sebagai pulau terkaya di dunia.
○ Hasil dan efek dari perjanjian Saragosa membuat Spanyol tampak sedikit di
bawah Portugis karena Maluku dibiarkan sepenuhnya dengan kekuatan untuk
memonopoli perdagangan bebas. Posisi Spanyol di mata dunia juga melemah
karena telah gagal mengendalikan Maluku yang sangat kaya akan
rempah-rempah dan produk alami.
○ Dampak perjanjian Saragosa, yang tidak hanya dialami oleh orang Spanyol,
adalah perubahan mentalitas pada bentuk bumi, yang juga dialami oleh
beberapa orang di dunia. Perjanjian Saragosa berhasil mengubah pendapat
yang awalnya menganggap bumi sebagai bentuk datar.
○ Dampak lain dari perjanjian Saragosa adalah bahwa Maluku telah menjadi
terkenal di seluruh dunia sebagai pulau terkaya di dunia, lokasi perdagangan
yang terkenal.
○ Orang Spanyol kemudian mengklaim Filipina sebagai wilayah karena mereka
yang pertama menemukannya.
○ Kerajaan Ternate jatuh di bawah kendali Portugis.

● Perjanjian Salatiga adalah perjanjian yang membagi Surakarta menjadi dua bagian yaitu
Kasunanan serta Mangkunegaran. Perjanjian ini berlangsung terhadap tahun 1755 M.
Perjanjian Salatiga ialah perjanjian bersejarah yang ditandatangani pada tanggal 17
Maret 1757 di Salatiga. Perjanjian ini ialah penyelesaian dari serentetan pecahnya
konflik perebutan kekuasaan yang mengakhiri Kesultanan Mataram. Dengan berat hati
Hamengku Buwono I serta Paku Buwono III melepaskan sebagian wilayahnya buat
Raden Mas Said “Pangeran Sambernyawa”, Ngawen di wilayah Yogyakarta serta
beberapa Surakarta menjadi kekuasaan Pangeran Sambernyawa. Perjanjian Salatiga ini
ditandatangani oleh Raden Mas Said, Sunan Paku Buwono III, VOC, serta Sultan
Hamengku Buwono I di gedung VOC yang kini dipakai sebagai kantor Walikota Salatiga.
Dalam hal ini perjanjian Salatiga ini menghasilkan sesuatu kesepakatan jikalau
berlangsung pembagian wilayah mataram menjadi 2 yakni Yogyakarta yang dipimpin
oleh Hamengkubuwono I serta Surakarta yang dipimpin oleh Sunan Pakubuwono III
yang merupakan akhir dari serangkaian konflik di kesultanan Mataram, tapi yang
berlangsung Pangeran Sambernyawa tetap melancarkan perlawanan serta menuntut
wilayah Mataram dibagi menjadi 3, akhirnya timbullah perjanjian Salatiga.
● Dampaknya: setelah wafatnya Pakubuwono III dan digantikan oleh Pakubuwono IV
pada tahun 1788, politik yang agresif kembali muncul lagi. Pakubuwono memberikan
nama kepada saudaranya yakni Arya Mataram dengan nama Pangeran Mangkubumi.
Hal ini menimbulkan protes dari Sultan Hamengkubuwono I yang merasa nama tersebut
merupakan nama miliknya sampai ia meninggal. Permasalahan ini kemudian dilaporkan
kepada pihak Pemerintah Belanda tetapi ternyata tidak membuahkan hasil. Strategi
politik Pakubuwono kemudian dilanjutkan dengan langkah selanjutnya yakni menolak
hak suksesi Putra Mahkota Kesultanan Yogyakarta. Keadaan politik akhirnya memanas
kembali setelah Mangkunegara I menagih janji kepada pemerintah Hindia Belanda
terkait janji jika Pangeran Mangkubumi yang menjadi Hamengkubuwono I wafat maka
Mangkunegara I berhak menduduki posisi Kesultanan Yogyakarta. Kemudian pecah lah
pertempuran akibat tidak diberikannya tuntutan tersebut. Pertempuran berlangsung di
Gunung Kidul.

14. Apa penyebab Belanda datang ke Indonesia?


● Mengambil hasil rempah-rempah
● Mempekerjakan tanpa adanya upah
● Mengambil kekayaan Indonesia dengan cara yang tidak adil
● Untuk dijadikan pegawai dan orang yang bisa bahasa mereka
● Untuk mengambil semua jatah tanpa bayar

15. Apa yang menyebabkan bangsa Indonesia melakukan perjuangan non kooperatif
terhadap Jepang?
● Perjuangan melalui kerjasama (kooperatif) Karena gerakan yang non-kooperatif tidak
mendapat tempat, para pejuang melakukan gerakan kooperatif yang dapat diterima oleh
Jepang. Tujuan utama perjuangan mereka adalah mencapai Indonesia merdeka. Kerja
sama kooperatif dengan pemerintah Jepang hanyalah suatu siasat atau taktik belaka.
Dengan cara ini, para pejuang dapat duduk dalam lembaga-lembaga pemerintah.
Dengan demikian, mereka dapat memperjuangkan atau membela nasib rakyat. Di
samping itu, para pejuang dapat memanfaatkan organisasi dan lembaga-lembaga yang
didirikan pemerintah Jepang untuk perjuangan kaum nasionalis, antara lain:
○ Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Tujuan Jepang
membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual
menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh
para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat
dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat
nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialisme. Dengan
demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua.
○ Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai) Organisasi ini dimanfaatkan oleh
para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat
pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
○ Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat) Tugas badan ini adalah
memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi
militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi
In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo
Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk
mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha
mencapai kemenangan.
○ Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah (Non Kooperatif) Selain melalui taktik
kerjasama dengan Jepang, para pejuang melakukan perjuangan secara rahasia
(gerakan bawah tanah) atau ilegal. Beberapa contoh perjuangan bawah tanah
antara lain sebagai berikut :
■ Gerakan Kelompok Sutan Syahrir: kelompok ini merupakan pendukung
demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang
karena merupakan negara fasis. Mereka berjuang dengan cara
sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan ”bawah tanah”.
■ Golongan Persatuan Mahasiswa: golongan ini sebagian besar berasal
dari mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) di Jalan Prapatan 10
dan yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar
Indonesia (BAPERPI) di Cikini Raya 71. Kelompok Persatuan Mahasiswa
ini anti Jepang dan sangat dekat dengan jalan pikiran Sutan Syahrir.
■ Kelompok Pemuda Menteng 31: Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah
pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang (Sendenbu).
Kelompok ini bermarkas di gedung Menteng 31 Jakarta. Secara resmi
pendirian asrama ini dibiayai Jepang dengan maksud menggembleng
para pemuda untuk menjadi alat mereka. Akan tetapi tempat ini oleh
pemuda dimanfaatkan secara diam-diam untuk menggerakkan semangat
nasionalisme.
■ Golongan Kaigun: Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut
Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan
berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati
terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

16. Strategi apa saja yang dilakukan Kerajaan Mataram Islam terhadap VOC?
● Raja Mataram yang paling gigih menyerang VOC di Batavia adalah Sultan Agung
Hanyakrakusuma. Perlawanan rakyat Mataram saat diperintah Sultan Agung
Hanyakrakusuma untuk menyerang VOC di Batavia terjadi dua kali, meskipun
kedua-duanya belum memperoleh keberhasilan.
○ Perlawanan Rakyat Mataram Pertama: perlawanan rakyat Mataram pertama
terhadap VOC di Batavia dilakukan pada bulan Agustus 1628 yang dipimpin oleh
Tumenggung Bahurekso. Walaupun pasukan Mataram kelelahan akibat
menempuh jarak yang sangat jauh dengan persediaan bahan makanan yang
mulai menipis, pasukan Mataram mampu melakukan serangan terhadap VOC di
Batavia sepanjang hari. Sebagian pasukan Mataram melakukan serangan
mendadak melalui perairan laut Batavia serta sebagian lagi mendarat dan
bermukim di daerah Marunda (terletak di sebelah timur Cilincing, Jakarta) untuk
membangun benteng darurat yang terbuat dari bambu yang dianyam. Namun,
benteng pertahanan darurat milik pasukan Mataram dan perkampungan rakyat
untuk berlindung tersebut banyak dibakar kompeni. Pada saat situasi demikian,
datanglah pasukan bantuan dari Mataram yang dipimpin oleh Suro Agul-Agul,
Dipati Uposonto, Dipati Mandururejo, dan Dipati Ukur mulai bergerak menyerang
kota tetapi mendapat kesulitan karena tembakan yang gencar dilakukan oleh
kompeni. Upaya yang dilakukan pasukan Mataram berikutnya adalah
membendung Sungai Ciliwung agar penghuni benteng (Belanda) kekurangan air.
Strategi ini ternyata cukup efektif, terbukti bangsa Belanda kekurangan air dan
terjangkit wabah penyakit malaria dan kolera yang sangat membahayakan jiwa
manusia. Kondisi pasukan Mataram yang kelelahan dan terserang penyakit
memaksa pasukan Mataram mengundurkan diri sehingga perlawanan rakyat
Mataram saat itu mengalami kegagalan.
○ Perlawanan Rakyat Mataram Kedua: rakyat Mataram kedua terhadap VOC di
Batavia dilaksanakan tahun 1629 dan dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati
Purbaya. Meskipun persediaan bahan pangan sudah mulai menipis, pasukan
Mataram tetap menyerbu Batavia dan berhasil menghancurkan benteng
Hollandia. Penyerbuan berikutnya dilanjutkan ke benteng Bommel tetapi belum
berhasil karena pasukan Mataram sudah mulai kelelahan dan kekurangan bahan
makanan. Perlawanan pasukan Mataram yang kedua terpaksa mengalami
kegagalan lagi karena kekurangan bahan pangan, senjata, terserang wabah
penyakit, dan kelelahan setelah menempuh jarak yang jauh.

17. Sebutkan nilai-nilai perjuangan para tokoh-tokoh nasional dan daerah dalam
mempertahankan keutuhan negara dan bangsa Indonesia tahun 1945 – 1965?
● Sikap cinta tanah air atau patriotisme,
● Sikap nasionalisme atau rasa kebangsaan, misalnya mengutamakan persatuan dan
kesatuan bangsa meskipun berbeda-beda
● Sikap tenggang rasa, saling menghargai, dan saling menghormati, misalnya menghargai
perbedaan pendapat atau perbedaan keyakinan;
● Sikap bertanggung jawab dan perasaan senasib sepenanggungan
● Sikap pantang menyerah dan tahan penderitaan.
● Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
● Menjaga keamanan negara dari segala ancaman baik dari dalam maupun luar.

18. Kebijakan apa yang dilakukan pemerintah orde lama dalam bidang ekonomi?
● Pemerintah segera melakukan kebijakan pengetatan moneter agar negara tidak
semakin terbenam dalam krisis. Sanering atau pemotongan nilai mata uang mulai
diterapkan terhitung sejak 25 Agustus 1959. Uang pecahan 500 dan 1.000 rupiah
diturunkan nilainya 10 persen, menjadi 50 rupiah dan 100 rupiah. Dengan kata lain, nilai
uang dipangkas hingga 90 persen. Sanering—yang oleh pemerintah disebut dengan
istilah “penyehatan uang”—ditempuh untuk mencegah inflasi semakin tinggi,
mengendalikan harga, meningkatkan nilai mata uang, dan memungut keuntungan
tersembunyi dari perdagangan. Langkah lainnya, pemerintah membekukan 90 persen
giro dan deposito di bank di atas 25.000 rupiah dan menukarnya dengan surat utang.
Bersamaan dengan itu, dilakukan devaluasi dari 11,4 rupiah menjadi 45 rupiah per dolar
AS. Boediono dalam bukunya menilai, ini langkah “tanggung” karena di pasar bebas
waktu itu kurs sudah mencapai sekitar 150 rupiah per dolar AS

19. Bagaimana proses Indonesia agar mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara
Mesir?
● Organisasi Islam di Mesir yakni Al Ikhwan Al Muslimun yang merupakan organisasi
islam besar dan paling berpengaruh di Mesir merespon positif kemerdekaan Indonesia
melalui pemberitaan di Seluruh media massa di Mesir. Tak lupa dari pihak pemerintah
Mesir langsung merespon kemerdekaan Indonesia dengan mengumumkan mengakui
Indonesia pada 22 Maret 1946.
● Tindakan langsung yang dilakukan Mesir pasca mengakui Indonesia yakni dengan
mengirimkan wakil diplomatiknya ke Yogyakarta dan memberitahukan kepada semua
anggota Liga Arab terkait kemerdekaan Indonesia.
● Mesir mengakui secara de facto. Melalui Panitia Pusat yang dipimpin Haji Agus Salim
beserta delegasi lainnya AS Baswedan, Mr. Nazir dan Profesor Dr Rasyidi yang
langsung terbang ke Mesir semenjak Mesir telah lebih dahulu mengunjungi Indonesia
pasca pengakuan pada 22 Maret 1946. Kemudian dari pihak Mesir telah resmi
mengakui de facto wakil Indonesia yang diwakili Panitia Pusat.
● Pengakuan de jure kemerdekaan Indonesia oleh Mesir. Diakuinya Indonesia secara de
jure oleh Mesir pada 18 November 1946 melalui pertemuan para menteri luar negeri
negara-negara Liga Arab dimana mereka menetapkan resolusi tentang pengakuan
kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh.
● Setelah resmi Indonesia diakui baik secara de facto dan de jure oleh Mesir, Hubungan
antara Indonesia Mesir menjadi tambah erat. Hal ini ditandai dengan mengadakan
perjanjian persahabatan, hubungan diplomatic dan perdagangan antara
Indonesia-Mesir. Maka Pada 10 Juni 1947 ditandatanganilah perjanjian tersebut di
Kementerian Luar Negeri Mesir. Dari pihak Mesir yang menandatangani Menteri Luar
negeri Fahmi Nokrasyi Pasya, dan dari pihak Indonesia oleh Menteri muda luar negeri
Haji Agus Salim

20. Sidang-sidang PPKI!


● Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) adalah badan yang dibentuk pada
tanggal 7 Agustus 1945 untuk meneruskan tugas BPUPKI dalam mengesahkan
rancangan UUD. Dalam sejarah tercatat PPKI melakukan 3 kali sidang, yaitu sidang
pertama pada tanggal 18 Agustus 1945, sidang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945,
dan sidang ketiga pada tanggal 22 Agustus 1945.
● Hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah :
○ Meresmikan dan mengesahkan UUD 1945 sebagai Dasar Negara Bangsa
Indonesia.
○ Menetapkan ketua PPKI Ir. Soekarno dan wakil PPKI Drs. Moh. Hatta sebagai
Presiden dan wakil presiden Negara Indonesia.
○ Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
● Hasil sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945 adalah :
○ Pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi meliputi wilayah Sumatra, Jawa
Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Maluku, Sunda Kecil, Kalimantan, dan
Sulawesi.
○ Pembentukan Komite Nasional Daerah.
○ Menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen
dan 4 menteri negara.
● Hasil sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 adalah :
○ Pembentukan Komite Nasional
○ Pembentukan PNI
○ Pembentukan Badan Keamanan Rakyat
1. Berikut ini adalah pendapat beberapa ahli:
● Menurut Kuntowijoyo: rekonstruksi masa lalu manusia yang dipikirkan, diucapkan, dan
dilakukan.
● Menurut Moh. Yamin: sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil
penyelidikan beberapa peristiwa yang dibuktikan dengan kenyataan.
● Menurut William H. Frederick: kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun yang
berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul”. Dalam bahasa Indonesia menjadi
“sejarah”. Menurut kata syajarah atau sejarah berarti gambaran silsilah atau keturunan.”
● Menurut Norman E. Cantor: sejarah adalah studi tentang apa yang diperbuat, dikatakan,
dan dipikirkan oleh manusia pada masa lalu.
● Menurut Ismaun: sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan tentang kisah mengenai
peristiwa-peristiwa yang benar-benar telah terjadi atau berlangsung dalam segala aspeknya
pada masa yang lampau. Sejarah merupakan catatan atau rekaman pilihan yang disusun
secara teliti tentang segala aspek kehidupan umat manusia pada masa lampau.
● Menurut J.V. Brice: sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan
diperbuat oleh manusia.
● Menurut Moh Ali:
a. sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian di
masa lampau.
b. sejarah yaitu kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni
menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia.

2. Contoh sejarah tertulis dan tidak tertulis


● Tertulis: prasasti, dokumen, naskah, surat kabar, piagam.
● Tidak tertulis: artefak, fosil, peninggalan bangunan, cerita rakyat.

3. Manfaat mempelajari sejarah:


● Mengetahui asal usul benda disekitar kita.
● Menghargai jasa orang terdahulu.
● Mengetahui perkembangan teknologi dan peradaban.
● Mempelajari kesalahan orang masa lalu agar bisa mengambil pelajaran dan tidak
mengulang kesalahan lagi.

4. Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara


● Prasasti Ciaruteun: telapak kaki Raja Purnawarman disetarakan dengan telapak kaki
Dewa Wisnu.
● Prasasti Kebon Kopi: memuat gambar dua kaki gajah. Di catatannya menceritakan
telapak kaki itu adalah telapak kaki gajah yang menjadi tunggangan penguasa Taruma, seperti
Airawa.
● Prasasti Jambu: memuat pujian terhadap Raja Purnawarman. Raja Purnawarman
digambarkan sangat kuat, tidak dapat dikalahkan, selalu berhasil menghancurkan musuh, dan
selalu menghadiahi jamuan kehormatan bagi mereka yang setia kepadanya. Prasasti Jambu
ditemukan di daerah perkebunan jambu sekitar 30 kilometer dari Kota Bogor
● Prasasti Muara Cianten: dibuat pada 458 Saka atau 536 Masehi. Isinya memuat tahun
prasasti dibuat yang menandakan pemerintahan negara dikembalikan kepada Raja Sunda.
● Prasasti Lebak: ditemukan di tepi sungai Cidanghiang, Desa Lebak, Kecamatan Munjul,
Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengagungkan keberanian Raja Purnawarman.
● Prasasti Tugu: berada di Jakarta Utara, berisi berita Raja Purnawarman memerintahkan untuk
membangun sebuah terusan di Sungai Gomati, Jawa Barat, yang panjangnya setara dengan
6.122 tombak. Terusan berfungsi sebagai pencegah banjir ketika musim hujan tiba. Sementara
saat musim kemarau, terusan berfungsi untuk pengairan.
● Prasasti Pasir Awi: diperkirakan memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman. Prasasti
Pasir Awi ditemukan di Bogor, Jawa Barat.

5. Kenapa Pangeran Sabrang Lor/Adipati Unus tidak berhasil mengalahkan Portugis di Selat
Malaka?
● Persenjataan dan armada perang Pasukan Dipati Unus kalah oleh tekhnologi persenjataan
atau armada perang Portugis di Malaka.
● Bangsa Portugis memiliki pengetahuan dan taktik perang yang lebih baik dari Dipati Unus
karena mereka adalah bangsa pengembara lautan.
● Belum adanya rasa persatuan dan kesatuan antara sesama kerajaan di Nusantara
● Lokasi Malaka yang jauh menyebabkan pasukan pengganti / bantuan dari kerajaan Demak
terlambat untuk membantu pasukan Dipati Unus yang kewalahan melawan
Portugis.

6. Tujuan bangsa Eropa datang ke wilayah Indonesia adalah untuk 3G untuk memperoleh
kekayaan (gold) dan kejayaan (glory), juga mengusung misi menyebarkan agama (gospel).

7. Mr. Muhammad Yamin dalam pidato singkatnya pada 29 Mei 1945 mengemukakan lima asas
Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia, yaitu sebagai berikut.
● Peri Kebangsaan
● Peri Kemanusiaan Peri Ketuhanan
● Peri Kerakyatan Kesejahteraan Rakyat
Prof. Dr. Soepomo dalam pidatonya pada tanggal 31 Mei 1945 mengusulkan pula lima asas,
yaitu sebagai berikut.
● Persatuan
● Kekeluargaan
● Mufakat dan Demokrasi
● Musyawarah
● Keadilan Sosial

Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengusulkan pula lima dasar untuk negara Indonesia
merdeka, yaitu sebagai berikut.
● Kebangsaan Indonesia
● Internasionalisme atau Perikemanusiaan
● Mufakat atau Demokrasi
● Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Maha Esa
Kelima asas itu disebut Pancasila yang menurutnya dapat diperas menjadi TriSila, yaitu sebagai
berikut.
● Sosionalisme
● Sosiodemokrasi
● Ketuhanan Yang Berkebudayaan

8. Karl Marx (komunis)

9. Adanya perbedaan pandangan waktu tentang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan


Republik Indonesia antara golongan tua dan golongan muda.

10. Secara umum, pemerintah melancarkan sejumlah operasi militer dan taktik untuk
menumpas pemberontakan DI/TII di berbagai wilayah. Pemberontakan DI/TII sendiri terjadi di
sejumlah wilayah antara lain Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan
Kalimantan Selatan.
● Upaya Pemerintah menumpas pemberontakan DI/TII di JAWA BARAT adalah dengan
melancarkan operasi militer tanggal 17 Agustus tahun 1949. Karena usaha ini tidak berhasil
maka dilakukan operasi Bharatayuda dengan menggunakan taktik bernama Pagar Betis.
● Upaya Pemerintah menumpas pemberontakan DI/TII di JAWA TENGAH adalah dengan
membentuk pasukan khusus yang dinamai Banteng Raiders. Pasukan ini menjalankan operasi
militer ketat yang dinamakan GBN atau Gerakan Banteng Negara.
● Upaya Pemerintah menumpas pemberontakan DI/TII di ACEH adalah dengan mengerahkan
kekuatan senjata. Namun upaya ini kemudian diubah atas saran Kol. M. Yasin. Kemudian
terjadilah Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh dimana wilayah ini mendapat keistimewaan.
Keistimewaan ini berhasil meredam pemberontakan DI/TII.
● Upaya Pemerintah dalam menumpas pemberontakan DI/TII di SULAWESI SELATAN adalah
dengan melaksanakan operasi militer yang menyeluruh untuk menghadapi taktik gerilya Kahar
Muzakkar.
● Upaya Pemerintah dalam menumpas pemberontakan DI/TII di KALIMANTAN SELATAN
adalah dengan memberi kesempatan pada Ibnu Hajar kembali ke pasukan, namun karena jalan
damai ini gagal maka pemerintah melaksanakan operasi militer.

11. Penyimpangan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin:


● Kekuasaan Presiden Tak Terbatas
● Pembentukan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara)
● Keterlibatan PKI dalam Nasakom (Nasio, Agama dan Komunis)
● Pembentukan Front Nasional
● Pembentukan MPRS
● Pembubaran DPR dan Pembentukan DPR GR(Gotong Royong) oleh Presiden Soekarno
● Adanya ajaran Resopim
● Pembentukan Kabinet Kerja
● Peran ABRI
● Kehidupan Partai Politik
12. Kebijakan ekonomi pada masa demokrasi liberal:
● Gunting Syafruddin
● Gerakan Benteng
● Nasionalisasi De Javasche Bank
● Sistem Ekonomi Ali-Baba
● Persaingan finansial ekonomi
● Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
● Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)

13.
● ASEAN:
○ Indonesia: Adam Malik
○ Malaysia: Tun Abdul Razak
○ Filipina: Narciso Ramos
○ Singapura: S. Rajaratnam
○ Thailand: Thanat Khoman
● KAA:
○ Ali Sastroamijoyo (Indonesia)
○ Sir John Kotelawala (Srilanka)
○ Muhammad Ali (Pakistan)
○ Jawaharlal Nehru (India)
○ U Nu (Burma/Myanmar)
● GNB:
○ Ir. Soekarno (Indonesia)
○ Joseph Bros Tito (Yugoslavia)
○ Gamal Abdul Nasser (Mesir)
○ Pandit Jawaharlal Nehru (India)
○ Kwame Nkrumah (Ghana)

14. Kebijakan-kebijakan:
● Pembentukan KPK
● Privatisasi BUMN
● Pembubaran BPPN
● Mengakhiri kerjasama IMF
● Ditandatangani perjanjian Indo-GAM untuk berdamai

15. Pada pemerintahan Orde Baru, ABRI dikendalikan oleh presiden sebagai Panglima
Tertinggi dan memiliki dwifungsi yakni sebagai dinamisator dan stabilisator. Masyarakat
menginginkan agar ABRI melepas diri dari kendali penguasa. ABRI harus kembali ke fungsinya
sebagai penjaga dan pengawal bangsa dan negara, pengayom masyarakat yang dicintai rakyat,
dan bukan ditakuti.
16. Faktor-faktor:
● Kekuatan militer
● Bantuan luar negeri
● Didukung oleh pemusatan dan penguatan tiga sektor utama: militer, ekonomi, budaya
● Golkar
Nama: Jeanette Kelas: XII-S/10
01 teori ksatria, teori waisya, teori brahmana, dan sudra dikemukakan oleh siapa
Teori Ksatria
Teori ini dikemukakan oleh C.C. Berg dan Mookerji. Para pendukung teori ksatria beranggapan
bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh para ksatria, yakni golongan bangsawan dan
prajurit perang.
Saat itu persoalan politik terus berlangsung di India sehingga mengakibatkan beberapa pihak
yang kalah dalam peperangan terdesak. Para ksatria yang kalah akhirnya mencari tempat lain
sebagai pelarian, salah satunya ke wilayah nusantara.
Di Indonesia mereka kemudian mendirikan koloni dan kerajaan-kerajaan barunya yang
bercorak Hindu dan Buddha. Mereka-lah yang kemudian menjadi nenek moyang dinasti-dinasti
Hindu-Buddha di Indonesia.
Teori Waisya
Teori ini dicetuskan oleh N.J. Krom. Menurutnya kebudayaan India masuk ke Indonesia dibawa
oleh kasta Waisya, terutama para pedagang. Kaum Waisya yang berdagang ke Nusantara
berlayar mengikuti angin. Jika angin tidak memungkinkan untuk kembali, mereka akan menetap
sementara waktu.
Para pedagang juga menjalin hubungan baik dengan para penguasa pribumi agar perdagangan
berjalan lancar. Dalam proses itulah terjadi komunikasi dan secara perlahan para pedagang
turut menyebarkan budaya dan agama Hindu ke tengah-tengah masyarakat.
Teori Brahmana
Teori Brahmana diungkap oleh J.C Van Leur. Dia menyatakan bahwa agama dan kebudayaan
Hindu-Buddha yang datang ke Nusantara dibawa oleh golongan Brahmana. Golongan
Brahmana adalah golongan agama. Mereka sengaja diundang oleh penguasa waktu itu.
Ini didasarkan pada peninggalan kerajaan bercorak Hindu-Buddha, terutama prasasti-prasasti
yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Palawa. Di India, bahasa Sansakerta hanya

digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan. Hanya golongan Brahmana yang
menguasai penggunaan bahasa tersebut.
Teori Sudra
Teori ini dikemukakan oleh van Faber. Teori Sudra beranggapan bahwa agama dan
kebudayaan Hindu dibawa oleh golongan Sudra atau budak yang datang ke Indonesia untuk
memperbaiki taraf hidupnya.
Mereka menetap dan terjadilah asimilasi dan akulturasi dengan penduduk sekitar. Lambat laun
masyarakat yang pada awalnya memeluk Animisme dan Dinamisme berganti memeluk agama
Hindu atau Buddha.
02 terbentuknya KAA, ASEAN, Gerakan Non Blok KAA
KAA 1955 yang awalnya dipandang Negara Barat sebagai ide konyol dan sulit diwujudkan,
menjelma menjadi kekuatan baru yang ditakuti Amerika Serikat dan Uni Soviet, 2 kekuatan
yang mewakili Blok Barat dan Blok Timur.
Ide menyatukan negara-negara Asia dan Afrika digagas Indonesia dan didiskusikan dalam
Konferensi Kolombo yang dihadiri Indonesia, India, Pakistan, Birma, dan Srilanka.
Konferensi Kolombo dilanjutkan dengan pertemuan 5 negara tersebut di Bogor, Jawa Barat
pada Desember 1954 dan merestui Indonesia sebagai tuan rumah KAA.
18 April 1955 ide mengumpulkan negara-negara Asia Afrika akhirnya benar-benar terjadi.
Bandung diramaikan oleh rombongan pimpinan dan delegasi 29 negara Asia Afrika, serta
warga yang menyambut gembira pelaksanaan KAA.
KAA menjadi momentum hadirnya kekuatan baru selain Blok Barat dan Blok Timur. 18 April
1955 Gedung Merdeka menjadi tempat berlangsungnya KAA.
ASEAN
Asean merupakan sebuah organisasi yang menaungi negara-negara yang berada di kawasan
asia tenggara. organisasi ini didirikan pada 8 agustus 1967 di Bangkok,Thailand. ASEAN
didirikan oleh 5 negara yaitu Indonesia, malaysia, Singapura, Thailand, dan juga Filipina. tujuan
utamanya adalah untuk membangun ekonomi negara asia tenggara.

Perwakilan dan pendiri ASEAN :


● Adam Malik (Menteri Luar Negeri Indonesia)
● Tun Abdul Razak (Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia)
● Narciso Ramos (Menteri Luar Negeri Filipina)
● Rajaratnam (Menteri Luar Negeri Singapura)
● Thanat Khoman (Menteri Luar Negeri Thailand)
GNB (Gerakan Non Blok)
organisasi ini muncul dikarenakan adanya perang dunia II yang sudah merugikan banyak umat
manusia. akibatnya peta politik di dunia juga sudah berubah dikarenakan perang ini. gerakan ini
adalah gerakan yang tidak memihak antara blok barat dan blok timur karena pada saat itu 2
negara adidaya yaitu amerika serikat dan rusia sedang gencar-gencarnya mencari sekutu
sehingga bagi negara yang tidak mau memihak dapat memilih gerakan non-blok
03 alat-alat manusia purba jaman mesolithikun, neolithikum, megalithikum
Zaman Batu dapat periodisasi menjadi empat zaman, yaitu: Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Zaman Batu Tengah (Mesolitikum) Zaman Batu Muda (Neolitikum) Zaman Batu Besar
(Megalitikum)
1.
Zaman Batu Tua (Palaeolitikum)
Disebut Zaman Batu Tua karena alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar,
tidak diasah atau polis. Periode ini disebut masa mengumpulkan makanan (food gathering).
Manusia di zaman Batu Tua masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu
bercocok tanam.
Ada dua kebudayaan yang menjadi patokan zaman Batu Tua, yaitu: Kebudayaan Pacitan
(Pithecanthropus) Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain :
● kapak genggam atau kapak perimbas (golongan chopper atau pemotong),
● alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan
● flakes dari batu chalcedon (untuk mengupas makanan).
2.
Zaman Batu Tengah/madya (Mesolitikum) Ciri-ciri zaman Batu Tengah (Mesolitikum) adalah:
Nomaden dan mengumpulkan makanan (food gathering). Alat-alat yang dihasilkan nyaris

sama dengan zaman Paleolitikum yaitu alat-alat batu kasar. Ditemukan bukit-bukit kerang di
pinggir pantai yang disebut Kjokken.
Alat-alat berupa :
● kapak genggam (pebble),
● kapak pendek (hache courte),
● pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
Alat-alat tersebut banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores.
Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang
disebut Abris Sous Roche antara lain flakes (alat serpih), ujung mata panah, pipisan, kapak
persegi dan alat-alat dari tulang.
Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum adalah:
● Pebble Culture: alat kebudayaan kapak genggam dari Kjokkenmoddinger)
● Bone Culture: alat kebudayaan dari tulang
● Flakes Culture: kebudayaan alat serpih dari Abris Sous Roche Manusia pendukung
3.
kebudayaan Mesolitikum adalah bangsa Papua Melanosoid.
Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Hasil kebudayaan Megalitikum antara lain:
● Menhir Tugu batu atau tiang batu (sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang dan
tanda peringatan orang yang telah meninggal.) Ditemukan di Sumatera, Sulawesi
Tengah dan Kalimantan.
● Dolmen Meja batu tempat untuk meletakkan sesaji yang akan dipersembahkan
kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya terdapat kubur batu.
Ditemukan di Sumatera Barat dan Sumbawa.
● Sarkofagus( Peti jenazah) yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal). Sarkofagus yang
ditemukan di Bali sampai sekarang tetap dianggap keramat dan memiliki kekuatan
magis oleh masyarakat setempat.
● Punden berundak Bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang yang dibuat
dengan bentuk bertingkat-tingkat. Ditemukan di daerah Lebak, Cibedug, Banten. Waruga Kubur
batu yang berbentuk kubus dan terbuat dari batu utuh. Ditemukan di Sulawesi Tengah dan
Utara.

4.
Zaman Batu Muda (Neolitikum) Ciri utama zaman Batu Muda (Neolitikum) adalah alat-alat batu
buatan manusia sudah diasah atau polis sehingga halus dan indah.
Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
● Kapak persegi misalnya beliung, pacul dan torah yang banyak terdapat di Sumatera,
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
● Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa.
● Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa.
● Pakaian dari kulit kayu.
● Tembikar (periuk belanga) ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Melolo (Sunda).
Manusia pendukung kebudayaan zaman Neolitikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia
(Khamer Indocina).
● Arca Patung yang menggambarkan manusia atau binatang. Binatang yang dibuat arca antara
lain kerbau, gajah, dan kera. Ditemukan di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
04 pengertian ilmu sejarah
llmu sejarah merupakan ilmu yang mengkaji peristiwa masa lalu beserta kaitannya di kehidupan
masa kini beserta masa depan.
------
Sejarah sebagai ilmu
Karena sejarah itu sangat penting, pada artikel ini kita akan bahas apa yang dimaksud sejarah
sebagai ilmu. Jadi, sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena ia menjadi sumber-sumber
pengetahuan tentang apa yang terjadi pada masa lampau. Peristiwa pada masa lampau itu
disusun secara sistematis menggunakan metode kajian ilmiah, untuk apa menggunakan kajian
ilmiah? Hal itu dikarenakan sejarah akan berpengaruh pada masa-masa yang akan datang,
maka sangat perlu untuk mendapatkan kebenarannya.
Sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu yang memiliki fungsi besar dalam meneliti dan
menyelidiki kejadian-kejadian apa saja atau peristiwa apa saja yang dialami oleh manusia serta
masyarakat pada masa lampau. Dalam melakukan penelitian sejarah, penguasaan metode
ilmiah sangat diperlukan, tidak bisa asal dalam melakukan penelitian sejarah. Ini karena semua
yang ditemukan kemudian akan menjadi sebuah ilmu yang menentukan kondisi pada
masa-masa selanjutnya.
Ciri - ciri sejarah sebagai ilmu : ● Empiris
● Memiliki objek
● Memiliki teori
● Mempunyai generalisasi ● Memiliki metode
05 penyusunan sejarah secara kronologis
KRONOLOGI SEJARAH NUSANTARA
● Masa prasejarah, berlangsung sebelum 4 Masehi.
● Masa kerajaan Hindu-Buddha, berlangsung 4 – 15 Masehi.
● Masa kerajaan islam, berlangsung mulai abad 7 - 16 masehi – 1942.
● Masa penjajahan Belanda, berlangsung mulai 16 Masehi – 1942.
● Masa penjajahan Jepang, berlangsung mulai tahun 1942 – 1945.
● Masa awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945
● Masa revolusi, berlangsung sejak 1945 – 1949.
● Masa orde lama, berlangsung 1949 – 1966.
● Masa orde baru, berlangsung 1967 – 1998.
● Masa reformasi, berlangsung 1998 sampai sekarang.
Kronologi dalam sejarah ini mengandung sebuah peristiwa, dalam hal ini maka peristiwa-
peristiwa tersebut kemudian akan dilakukan periodisasi (pengelompokkan) seperti yang diatas
)). Kronologi ini terbagi menjadi 3 ; di masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
Tujuan dari adanya kronologi ini adalah :
1. Agar waktu sejarah tidak menjadi rancu
2. Mempermudah dalam mempelajarinya
3. Mudah dalam menghubungkan antar peristiwa
06 dampak dari perubahan jalur perdagangan laut

Jalur perdagangan pada masa lampau sangat penting dalam penyebaran agama Islam.
Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, terjadi perubahan jalur perdagangan laut.
Dampak dari perubahan tersebut adalah
(1) Munculnya jalur alternatif dengan melintas pantai barat Sumatera ke Selat Sunda juga
(2) Wilayah semenanjung malaka dan sekitarnya menjadi semakin ramai di singgahi kapal
kapal dari berbagai penjuru dunia, dan menjadikan kota kota pelabuhan di sekitar malaka
menjadi kota pelabuhan yang ramai
07 bukti akulturasi islam dengan budaya asli Indonesia Seni Bangunan
Dilihat dari segi arsitektuknya, masjid-masjid kuno di Indonesia menampakan gaya arsitektur
asli Indonesia dengan ciri-ciri sebagai berikut:
● Atapnya bertingkat/tumpang dan ada puncaknya (mustaka). Atap tumpang ini terinspirasi dari
atap tumpang mahameru, yang beratap tumpang tiga yang terakulturasi dengan kebudayaan
hindu.
● Pondasinya kuat dan agak tinggi.
● Ada serambi di depan atau di samping.
● Ada kolam/parit di bagian depan atau samping.
Adapun bangunan masjid kuno yang beratap tumpang, antara lain sebagai berikut
● Masjid Agung Cirebon dibangun pada abad ke-16
● Masjid agung demak
● Masjid jepara
Seni Rupa, Aksara dan Sastra
Akulturasi bidang seni rupa terlihat pada seni kaligrafi atau seni khat, yaitu seni yang
memadukan antara seni lukis dan seni ukir dengan menggunakan huruf Arab yang indah dan
penulisannya bersumber pada ayat-ayat suci Al Qur'an dan Hadits.
Adapun fungsi seni kaligrafi adalah untuk motif batik, hiasan pada masjid-masjid, keramik, keris,
nisan, hiasan pada mimbar dan sebagainya.
Sistem Kalender

Pada zaman Khalifah Umar bin Khatab menetapkan kalender Islam dengan perhitungan atas
dasar peredaran bulan yang disebut tahun Hijriah. Tahun 1 Hijrah (H) bertepatan dengan tahun
622 M.
Sementara di Indonesia, pada saat yang sama telah menggunakan perhitungan tahun Saka (S)
yang didasarkan atas peredaran matahari. Tahun 1 Saka bertepatan dengan tahun 78 M.
Pada tahun 1633 M, Sultan Agung raja terbesar Mataram menetapkan berlakuknya tahun Jawa
(tahun Nusantara) atas dasar perhitungan bulan ( 1 tahun =354 hari).
Dengan masuknya Islam maka muncul sistem kalender Islam dengan menggunakan
nama-nama bulan, contohnya adalah:
● Muharram (bulan Jawa; Sura)
● Shafar (bulan Jawa; Sapar),
● Dzulhijah (bulan Jawa; Besar).
Seni Musik dan Tari
Akulturasi pada seni musik terlihat pada musik qasidah dan gamelan pada saat upacara
Gerebeg Maulud.
Di bidang seni tari terlihat pada tari Seudati yang diiringi sholawat nabi, kesenian Debus yang
diawali dengan membaca Al Qur'an yang berkembang di Banten, Aceh, dan Minangkabau.
Sistem Pemerintahan
Pada zaman Hindu pusat kekuasaan adalah raja sehingga raja dianggap sebagai titisan dewa.
Oleh karena itu, muncul kultus “dewa raja”. Apa yang dikatakan raja adalah benar.
Pada pada zaman Islam, pola tersebut masih berlaku hanya dengan corak baru. Raja tetap
sebagai penguasa tunggal karena dianggap sebagai khalifah, segala perintahnya harus dituruti.
Di samping itu, raja juga dilegitimasi sebagai keturunan nabi-nabi.
Makam
Makam khususnya untuk para raja bentuknya seperti istana disamakan dengan orangnya yang
dilengkapi dengan keluarga, pembesar, dan pengiring terdekat.
Budaya asli Indonesia terlihat pada gugusan cungkup yang dikelompokkan menurut hubungan
keluarga. Pengaruh budaya Islam terlihat pada huruf dan bahasa Arab, misalnya Makam Puteri
Suwari di Leran (Gresik) dan Makam Sendang Dhuwur di atas bukit (Tuban).

08 akibat dari perjanjian salatiga dan saragosa


PERJANJIAN SARAGOSA
Perjanjian Saragosa atau juga dikenal sebagai Perjanjian Zaragoza adalah perjanjian yang
ditandatangani pada 22 April 1529 yang merupakan perjanjian antara Spanyol dan Portugal
yang menentukan belahan bumi timur yang terbagi antara dua kerajaan dengan garis bujur
melintasi 297,5 liga laut atau 17 ° timur dari Kepulauan Maluku.
Tujuan perjanjian ini adalah agar kedua belah pihak tidak berbenturan dan tidak
memperjuangkan wilayah kolonial di wilayah Maluku. Pemicu perjanjian ini adalah kedatangan
Spanyol di Maluku, setelah Portugis menduduki zona pertama.
Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari perjanjian Tordesillas yang membagi Belahan Barat
antara Spanyol dan Portugal dan diprakarsai oleh Paus, yang menyaksikan persaingan dan
persaingan untuk koloni oleh kedua negara.
Isi perjanjiannya :
● Tanah itu terbagi menjadi dua pengaruh, yaitu pengaruh Spanyol dan juga Portugis.
● Wilayah Spanyol membentang dari Meksiko di barat ke Kepulauan Filipina dan wilayah
Portugis membentang dari Brasil di timur ke Kepulauan Maluku. Wilayah barat garis Saragosa
berada di bawah kendali Portugis.
Berikut ini terdapat 6 (enam) dampak perjanjian saragosa, yaitu sebagai berikut:
1. Efek terpenting dari perjanjian Saragosa adalah bahwa wilayah Maluku tetap di bawah
kendali Portugis dan bahwa Spanyol gagal menangkapnya. Orang Spanyol kemudian harus
pindah ke Filipina dan tidak dapat memiliki pengaruh dan kekuasaan di Maluku, yang dikenal
sebagai pulau terkaya di dunia.
2. Hasil dan efek dari perjanjian Saragosa membuat Spanyol tampak sedikit di bawah Portugis
karena Maluku dibiarkan sepenuhnya dengan kekuatan untuk memonopoli perdagangan bebas.
Posisi Spanyol di mata dunia juga melemah karena telah gagal mengendalikan Maluku yang
sangat kaya akan rempah-rempah dan produk alami.
3. Dampak perjanjian Saragosa, yang tidak hanya dialami oleh orang Spanyol, adalah
perubahan mentalitas pada bentuk bumi, yang juga dialami oleh beberapa orang di dunia.

Perjanjian Saragosa berhasil mengubah pendapat yang awalnya menganggap bumi


sebagai bentuk datar.
4. Dampak lain dari perjanjian Saragosa adalah bahwa Maluku telah menjadi terkenal di
seluruh dunia sebagai pulau terkaya di dunia, lokasi perdagangan yang terkenal.
5. Orang Spanyol kemudian mengklaim Filipina sebagai wilayah karena mereka yang
pertama menemukannya.
6. Kerajaan Ternate jatuh di bawah kendali Portugis.
PERJANJIAN SALATIGA
Perjanjian Salatiga adalah perjanjian yang membagi Surakarta menjadi dua bagian yaitu
Kasunanan serta Mangkunegaran. Perjanjian ini berlangsung terhadap tahun 1755 M.
Perjanjian Salatiga adalah perjanjian bersejarah yang ditandatangani pada tanggal 17 Maret
1757 di Salatiga.
Perjanjian ini ialah penyelesaian dari serentetan pecahnya konflik perebutan kekuasaan yang
mengakhiri Kesultanan Mataram. Dengan berat hati Hamengku Buwono I serta Paku Buwono III
melepaskan sebagian wilayahnya buat Raden Mas Said “Pengeran Sambernyawa”, Ngawen di
wilayah Yogyakarta serta beberapa Surakarta menjadi kekuasaan Pangeran Sambernyawa.
Perjanjian Salatiga ini ditandatangani oleh Raden Mas Said, Sunan Paku Buwono III, VOC,
serta Sultan Hamengku Buwono I di gedung VOC yang kini dipakai sebagai kantor Walikota
Salatiga. Dalam hal ini perjanjian Salatiga ini menghasilkan sesuatu kesepakatan jikalau
berlangsung pembagian wilayah mataram menjadi 2 yakni Yogyakarta yang dipimpin oleh
Hamengkubuwono I serta Surakarta yang dipimpin oleh Sunan Pakubuwono III yang
merupakan akhir dari serangkaian konflik di kesultanan Mataram, tapi yang berlangsung
Pangeran Sambernyawa tetap melancarkan perlawanan serta menuntut wilayah Mataram
dibagi menjadi 3, akhirnya timbullah perjanjian Salatiga.

Dampak Perjanjian Salatiga:

09 timbulnya pergerakan nasional


Faktor internal, yakni :

● Adanya penderitaan rakyat yang berkepanjangan akibat penjajahan.


● Adanya kenangan kejayaan masa lalu seperti zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
● Lahirnya kaum-kaum intelektual atau terpelajar yang menjadi pemimpin pergerakan.
● Adanya diskriminasi rasial.
Faktor eksternal, yakni:
● Timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia. Seperti
nasionalisme, demokrasi, liberalisme dan sosialisme
● Munculnya gerakan Turki muda atau All Indian National Congres 1885, dan Gandhiisme.
Itu tidak lepas kebangkitan nasional di Asian dan Afrika.
● Adanya kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang menyadarkan dan
membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa barat.
Latar belakang Sebelum abad ke-20, perlawanan bangsa Indonesia masih dilakukan bersifat
lokal atau kedaerahan. Secara fisik dengan menggunakan senjata tradisional, dipimpin oleh
tokoh-tokoh kharismatik. Namun, perlawanan seperti itu selalu gagal dan dapat diberantas oleh
penjajah. Banyak pejuang-pejuang yang tewas dalam peperangan tersebut. Akhirnya masa
perjuangan fisik berakhir, kemudian beralih ke masa perjuangan melalui organisasi modern. Itu
bertujuan untuk memperbaiki hajat hidup bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Hal itu
merupakan dampak dari pelaksanaan politik etis oleh Belanda yang secara tidak langsung
melahirkan tokoh-tokoh intelektual yang menggagas pergerakan nasional.
Pergerakan nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan
dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Bangkitnya nasionalisme di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari bangkitnya nasionalisme di
Asia yang ditandai dengan kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905. Andriyanto, dalam buku
Sejarah Pergerakan Nasional 1908-1945 (2019), pergerakan nasional tidak lepas yang tidak
dapat dipisahkan dari pelaksanaan pendidikan Belanda di Indonesia. Pergerakan nasional
mempunyai asas tujuan dan ideologi yaitu menciptakan masyarakat yang maju. Kesadaran
nasional mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan suatu gerakan, baik berdasarkan politik
maupun sosial budaya.
10 pemberontakan RMS, PRRI DI/TII
● DI/TII
a. DI/TII Jawa Barat
Tokoh : S.M Kartosuwiryo Waktu : Agustus 1948 Latar Belakang :
1. Kekecewaan terhadap hasil keputusan Renville dimana pasukan divisi siliwangi harus
ditarik mundur dari garis Van Mook
2. Ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam
Jalannya Pemberontakan :
Pada tanggal 25 Januari 1949 terjadi kontak senjata antara TNI-DI/TII-Tentara Belanda hal
tersebut membuat DI/TII merampok rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidup selama perang
Upaya Penumpasan :
Dilaksanakannya Operasi Bharatayudha dengan strategi Pagar Betis, operasi ini berhasil
mengeksekusi Kartosuwiryo
b. DI/TII Jawa Tengah
Tokoh : Amir Fatah
Waktu : 23 Agustus 1949
Latar Belakang :
Ingin mendirikan negara Islam di Jawa Tengah Jalannya Pemberontakan :
Amir Fatah berhasil mempengaruhi penduduk setempat untuk menghimpun kekuatan, setelah
itu melancarkan serangan terhadap pos-pos TNI di kota Pekalongan
Upaya Penumpasan :
Pemerintah membentuk pasukan baru yang disebut Benteng Raiders serta melaksanakan
Operasi Gerakan Benteng. Hal membuat banyak tokoh DI/TII tertangkap dan terbunuh
c. DI/TII Kalimantan Selatan
Tokoh : Ibnu Hajar Waktu : 1954 Latar Belakang :
1. Ingin mendirikan negara dengan syariat Islam

2. Kegagalan para mantan pejuang kemerdekaan untuk masuk ke dalam tentara APRIS saat
itu
3. Kecewa dengan adannya KNIL di APRIS
Jalannya Pemberontakan :
Ibnu Hajar membentuk KRJT (Kesatuan Rakyat Jang Tertindas) untuk menyerbu pos tantara di
Kalimantan. Selain itu juga melakukan tindakan pengacauan dan terus melakukan
pemberontakan
Upaya Penumpasan :
Pemerintah melakukan perdamaian namun terus mengalami kegagalan sehingga pemerintah
bertindak secara militer. Pada akhirnya Ibnu Hajar tertangkap dan dijatuhi hukuman mati
d. DI/TII Sulawesi Selatan
Tokoh : Kahar Muzakar Waktu : 30 April 1950 Latar Belakang :
1. Tidak setuju dibubarkannya Komando Gerilya Sulawesi Selatan/KGSS yang dipimpin
oleh Kahar Muzakar
2. Ditolaknya tuntutan untuk memasukan KGSS ke dalam APRIS oleh pemerintah
Jalannya Pemberontakan :
Penolakan tersebut membuat Kahar Muzakar beserta pengikutnya kabur ke hutan dan mulai
melakukan pemberontakan dengan Islam yang menjadi landasan ideologi gerakannya
Upaya Penumpasannya :
Pemerintah mengadakan operasi militer oleh TNI dan pada 3 Februari 1965 Kahar Muzakar
ditembak mati.
e. DI/TII Aceh
Tokoh : Tengku Daud Beureueh Waktu : 20 September 1953 Latar Belakang :
1. Kekecewaan atas turunanya status Aceh dari istimewa menjadi karesidenan
2. Ingin mendirikan negara Islam
Jalannya Pemberontakan :

Daud Beureueh mengeluarkan pernyataan bahwa Aceh termasuk bagian dari DI/TII
Kartosuwiryo. Kemudian mulai melakukan propaganda untuk memperkeruh citra pemerintahan.
Upaya Penumpasan :
Pemerintah menggunakan kekuatan senjata dan operasi militer. Pemberontakan dihentikan
dengan jalan musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh.
● RMS
Tokoh : Christian Robert Steven Soumokil Latar Belakang :
● Menentang pembubaran NIT
● Mendesak Republik Maluku Selatan menjadi negara merdeka Jalannya Pemberontakan :
RMS menghimpun masyarakat dan merangkul mantan pasukan KNIL untuk bergabung dalam
pergerakannya. Serta mendapatkan dukungan dari Internasional dari sejumlah pihak, hal ini
membuat ancaman bagi Indonesia Serikat
Upaya Penumpasan :
Pemerintah mengajukan cara damai melalui perundingan dengan mengirimkan tokoh asli
Maluku tetapi tidak berhasil kemudian pemerintah melancarkan operasi militer yang dipimpin
oleh A.E. Kawilarang. Operasi ini berhasil menangkap tokoh-tokoh RMS
● APRA
Tokoh : Kapten Raymond Westerling (Bekas tentara KNIL, Belanda) Waktu : 23 Januari 1950
Latar belakang :
● Menuntut tetap berdirinya negara pasundan
● Menuntut penerapan bentuk negara federal di Indonesia
● Mengakui APRA sebagai tentara pasundan
Jalannya Pemberontakan :
Tanggal 22-23 Januari 1950 APRA melakukan pemberontakan bersenjata serta melakukan
pembantaian dan pembunuhan terhadap tentara APRIS serta berencana menculik semua
menteri tetapi dapat digagalkan oleh pasukan APRIS
Upaya Penumpasan :

Pemerintah mengadakan perundingan dengan Komisi Tinggi Belanda di Jakarta hal ini berhasil
mendesak kapten Westerling untuk meninggalkan Bandung
11 peradaban China dan Mesir Peradaban Mesir Kuno
Peradaban Mesir Kuno adalah salah satu dari para peradaban kuno dalam sejarah peradaban
dunia.
Secara etimologis, kata “Mesir” berasal dari bahasa Arab yang berarti “negara.” Dalam bahasa
Inggris, kata “Egypt” berasal dari bahasa Latin-Yunani yaitu “Aegyptos” yang diperkirakan
digunakan untuk merujuk sebuah tempat di Mesir bernama “Amarna Hikuptah”, yang berarti
“Kuil Berisikan Jiwa Dewa Ptah.” Orang asli peradaban Mesir sendiri menyebut diri mereka
sebagai negara/bangsa “Kemet”, yang berarti “negara hitam” yang merujuk kepada tanah
humus subur nan gembur berkat sungai Nil. Peradaban yang hidup di sepanjang sungai Nil
tersebut berlangsung semenjak 3150 SM hingga 30 SM (beberapa menyebutkan hingga 641
M).
Bangsa Mesir memiliki banyak kontribusi terhadap sejarah peradaban manusia modern. Salah
satu kontribusi paling nyata adalah tulisan Hieroglif yang secara tidak langsung menginspirasi
penciptaan sistem tulisan alfabet di Bahasa Yunani hingga bahasa Latin yang digunakan
mayoritas manusia modern. Selama perjalanannya, peradaban Mesir kuno senantiasa diserang
hingga dipimpin oleh bangsa asing seperti Bangsa Hyksos, Bangsa Nubia, Bangsa Libya,
Bangsa Assyria, Bangsa Achaemenid Persia, hingga Bangsa Yunani (Makedonia) beserta
Bangsa Romawi. Selepas itu, Peradaban Mesir Kuno dianggap sirna dan berubah menjadi
Peradaban Mesir Modern seiring dengan pengaruh bangsa-bangsa Arab.
Peradaban Cina Kuno
Peradaban Cina Kuno adalah salah satu dari para peradaban kuno dalam sejarah peradaban
dunia.
Secara etimologis, kata “Cina” berasal dari bahasa Persia yaitu “Chini” yang berarti segala hal
tentang negara Cina. Istilah ini diperkenalkan oleh Marco Polo, seorang penjelajah dari Italia.
Para masyarakat asli Cina sendiri menyebut diri mereka sebagai bangsa “Han”, yaitu sebuah
nama dinasti dalam sejarah peradaban Cina kuno membangun rasa kebangsaan etnik pertama

di sejarah peradaban Cina. Peradaban ini berlangsung di sekitar sungai Yangtze dan sungai
Huang He (atau disebut juga sebagai sungai kuning). Kurun waktu peradaban ini adalah
semenjak 2070 SM hingga 1911 M.
Peradaban Cina kuno menjadi peradaban kuno yang paling lama berlangsung di antara
peradaban-peradaban dunia kuno, yaitu selama -+4000 tahun. Ini dikarenakan pergantian
dinasti-dinasti yang berlangsung semenjak dinasti pertama yang bernama dinasti Xia hingga
dinasti terakhir yang bernama Qing. Selepas itu, peradaban Cina masuk ke periode modern
yang ditandai dengan berdirinya Negara Republik Cina Pimpinan Sun Yat Sen. Beberapa
kontribusi besar Peradaban Cina Kuno bagi sejarah peradaban manusia adalah penemuan
kertas, bubuk mesiu, sistem uang kertas, dan lainnya.
12 hak actrooi di bidang ekonomi
VOC mempunyai hak istimewa yang diberikan oleh Pemerintah Belanda. Hak istimewa VOC
diberikan dengan berbagai tujuan, misalnya untuk memperkuat pemerintah Belanda dari
berbagai sektor. VOC sendiri adalah Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda
yang berdiri pada tanggal 20 Maret 1602. Baca juga awal penjajahan Belanda di Indonesia,
akibat penjajahan Belanda, dan peristiwa sejarah di Indonesia sebelum merdeka.
VOC mempunyai beberapa hak istimewa yang diberikan oleh Pemerintah Belanda. Hak
istimewa VOC tersebut adalah:
● Hak monopoli perdagangan
Pemerintah Belanda memberikan kuasa penuh untuk VOC dalam rangka memonopoli
perdagangan di Nusantara. VOC diharapkan dapat menguasai rempah-rempah dari berbagai
titik Nusantara. Rempah-rempah tersebut akan didistribusikan ke Pemerintah Belanda maupun
dijual kembali untuk menunjang sektor ekonomi.
● Hak membentuk angkatan perang
Hak istimewa VOC lainnya adalah hak membentuk angkatan perang dari sektor apapun, baik
darat, laut, dan udara. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pemerintah Belanda dengan
meningkatkan daya tempur tentara Belanda. Ini berguna untuk mempertahankan wilayahnya

maupun berperang dengan negara lain untuk memperebutkan wilayah kekuasaan. Pemerintah
Belanda hanya perlu fokus pada hal-hal penting untuk membangun negaranya.
● Hak mencetak dan mengeluarkan mata uang
VOC mempunyai ide untuk mencetak dan mengeluarkan mata uang sebagai alat transaksinya.
Hak ini bertujuan agar proses monopoli perdagangan berjalan dengan lancar dan tidak
menyebabkan perseteruan. VOC secara tidak langsung membantu Pemerintah Belanda dari
sektor ekonomi. Mata uang tersebut juga dapat digunakan sebagai salah satu aturan sewa
tanah bagi mereka yang menduduki Nusantara. Hal ini berarti bagi yang menduduki Nusantara
maka diwajibkan untuk membayar sewa tanah dengan mata uang yang sudah ditentukan.
● Hak mengadakan perjanjian dengan raja
VOC mendapatkan hak untuk mengadakan perjanjian-perjanjian dengan raja-raja di Nusantara
dalam rangka menguasai kerajaan di Nusantara. Pieter Both selaku Jendral Pertama VOS
merupakan salah satu Jendral yang sukses melakukan perjanjian dengan Raja Jayakarta pada
1611. Perjanjian tersebut pada intinya menyatakan bahwa VOC akan membeli sebidang tanah
yang sangat luas dan strategis milik Kerajaan Jayakarta. Tanah tersebut dibeli untuk dibangun
pusat wilayah VOC di Jawa dan merupakan cikal bakal Pemerintah VOC di Batavia (saat ini
Jakarta).
● Hak memerintah di Nusantara
VOC bahkan mendapatkan hak istimewa dari Pemerintah Belanda untuk memerintah di
Nusantara. Mereka berhak untuk memerintah siapapun di negara jajahan mereka. VOC dapat
memerintah siapapun yang bukan dari Pemerintah Belanda untuk mengerjakan sesuatu yang
mereka inginkan. Misalnya, membangun kamp militer dan bangunan pemerintah untuk
memenuhi kebutuhan VOC.
● Hak ekspansi benteng
Pemerintah Belanda saat itu sedang berperang melawan Portugis di Ambon. Wilayah tersebut
merupakan posisi cukup strategis untuk menunjang pemerintahan, sehingga Belanda berusaha

mengusir bangsa Portugis. Belanda pun membangun benteng yang dikenal sebagai Benteng
Victoria. Benteng ini adalah simbol kemenangan Pemerintah Belanda dalam berperang
melawan Portugis.
● Hak menentukan perang atau damai
VOC berhak mengambil keputusan untuk berperang atau berdamai demi menguasai wilayah
Nusantara dan mengusir penjajah dari negara lain. Mereka akan membuat perundingan dengan
suatu kerajaan dan negara penjajah. Jika kesepakatan dinilai kurang memuaskan dan tidak
menguntungkan, maka VOC akan menyatakan perang. Namun, jika kesepakatan yang dibuat
menguntungkan kedua belah pihak maka mereka akan memilih berdamai demi tujuan bersama.
● Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
VOC memiliki banyak pegawai yang bekerja untuk mencapai tujuan VOC. VOC berhak untuk
mengangkat dan menghentikan pegawai jika kinerjanya dianggap kurang memuaskan. Selain
itu, pegawai akan diberhentikan jika hasil kerjanya tidak membuahkan hasil yang maksimal
yang dapat memperlambat proses pembangunan Pemerintahan Belanda. VOC juga berhak
mengangkat Jenderal ataupun pegawai yang hasil kerjanya memuaskan sebagai pemimpin
utama. Pengangkatan ini dilakukan di wilayah ataupun dalam organisasi tertentu demi
memperkuat Pemerintah Belanda.
13 perbedaan pemerintahan jaman Belanda dan Jepang
KOLONIAL
JEPANG
Sektor pekerjaan
Sbgian besar petani, sisanya pedagang dan pegawai pemerintahan
Romusha dan petani
Sektor pendidikan
Sekolahnya di bgi 3 jenis : penddikan rendah, menengah dan tinggi. Dimana pendidikan lebih
● Sekolah rakyat 6 tahun
● Sekolah menengah 3
tahun
● Sekolah menengah tinggi

ditekan pada kaum priyayi


3 tahun
● Sekolah desa diganti
sekolah pertama
● Bahsa indonesia mnjdi
bahsa resmi
● Bahasa jepang jadi mata
pelajaran wajib
Sektor sosial
Tingkal kelas sosial dari atas ke bawah :
-masyarakat belanda -bangsawan indo dan biokrat pemerintah
-petani, buruh dan kuli kontrak
Kedudukan pegawai tinggi sudah dapat dijabat oleh orng indonesia
14 protes berupa artikel yang ditayangkan tokoh Indische Partij kepada pemerintah Belanda
Berdirinya Indische Partij (IP)
Nyoman Dekker dalam Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (1993) menyebutkan bahwa
Indische Partij adalah organisasi kebangsaan di era pergerakan nasional yang memiliki
program jelas untuk menegakkan semangat nasionalisme.
Hal ini berbeda dengan perhimpunan sebelumnya yakni Boedi Oetomo (BO). BO, yang didirikan
pada 20 Mei 1908 dan disebut-sebut sebagai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia dan
diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, lebih berfokus dalam bidang kebudayaan serta
pendidikan.
Pendirian Indische Partij digagas oleh seorang jurnalis berdarah campuran yakni Ernest
Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi. Ia mengelola surat kabar De Expres yang nantinya
menjadi media propaganda IP.
Pada 1912, Douwes Dekker mengajak Soewardi Soerjaningrat dan Tjipto Mangoenkoesoemo
yang saat itu tercatat sebagai anggota Boedi Oetomo (BO).
Lantaran berbeda pandangan dengan angkatan tua di BO, Soewardi dan Tjipto memutuskan
keluar, lalu bersama Douwes Dekker membentuk Indische Partij pada 25 Desember 1912. Tiga
tokoh pendiri IP ini kemudian dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Bubarnya Indische Partij


Dikutip dari Nyoman Dekker dalam Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (1993), pada 1913
pemerintah Belanda akan mengadakan peringatan 100 tahun kemerdekaan dari Perancis.
Untuk itu, seluruh wilayah jajahan Belanda, termasuk Hindia atau Indonesia, diminta
menyumbang demi membantu pelaksanaan peringatan tersebut.
Hal itu tentunya ditentang oleh para tokoh Indische Partij, termasuk Tiga Serangkai. Bahkan,
Soewardi Soerjaningrat dengan
15 amanah dari peristiwa rengasdengklok hingga proklamasi
a. Para pendiri bangsa lebih mengutamakan kepentingan negaranya daripada kepentingan diri
sendiri.
b. Tingginya sikap pantang menyerah untuk mencapai kata merdeka.
c. Sikap saling menghormati ketika menyampaikan gagasan dasar negara.
d. Sikap Nasionalisme dan Patriotisme yang sesungguhnya yang jelas – jelas patut dicontoh.
e. Menjadi pribadi yang cerdas dan kritis untuk memajukan bangsa.
16 tujuan demokrasi terpimpin
● Memulihkan keadaan politik yang tidak stabil sebagai warisan dari Parlemen atau Demokrasi
Liberal menjadi lebih stabil
● Demokrasi Terpimpin adalah reaksi terhadap Demokrasi Parlementer atau Liberal. Ini karena
selama Demokrasi Parlementer kekuasaan presiden terbatas untuk menjadi kepala negara.
Sementara kekuasaan pemerintah dijalankan oleh partai.
17 jatuhnya orla dalam bidang politik
1. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.
2. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30
September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama.
berani menulis artikel berjudul “Als ik een Nederlander was”
atau "Seandainya Aku Seorang Belanda" untuk menyindir perayaan itu.

3. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan


upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan
timbulnya keresahan masyarakat.
4. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan
besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI
berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili.
5. Kesatuan aksi (KAMI,KAPI,KAPPI,KASI,dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk
Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66”
untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965.
6. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR
mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi :
· Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya
· Pembersihan Kabinet Dwikora
· Penurunan Harga-harga barang.
7. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus
Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk
tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
8. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili
tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan
meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).
9. Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak
tak juga berhasil. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966
(SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap
perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.
18 tindakan yang dilakukan presiden Soeharto setelah resmi menjadi presiden a.
Penyederhanaan Partai Politik

Memasuki awal tahun 1970 mulai diadakan serangkaian konsultasi antara pemerintah dengan
pimpinan partai-partai politik. Di antara berbagai hal yang dijelaskan, salah satunya adalah
mengenai penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia. Pada 27 Februari 1970, terbentuk
dua kelompok besar partai politik dan satu Golongan Karya.. Namun, pada tahun tersebut
penyederhanaan partai hanya sebatas ide belum dapat direalisasikan.
Dua kelompok partai politik adalah ‘kelompok materiil-sprirituil” dan “kelompok spirituil-meteriil”.
• Kelompok pertama merupakan penggabungan kelompok sekuler dan kelompok Kristen, yang
terdiri dari unsur IPKI, Partai Katholik, Parkindo, Murba dan PNI.
• Kelompok kedua merupakan penggabungan kelompok Islam, yang terdiri dari unsur Parmusi,
PSII, Perti dan NU.
Berbagai parpol dan organisasi profesi dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yaitu sebagai
berikut
No
Partai Persatuan Pembangunan
Partai Demokrasi Indonesia
Partai Golongan Karya
1.
NU
PNI
Organisasi Pemuda
2.
Parmusi
Parkindo
Organisasi Petani dan Nelayan
3.
PSII
IPKI
Organisasi Buruh
4.
Perti
Murba
Organisasi Seniman
5.
Partai Katholik
dll
Pada Pemilu tahun 1971, rancangan dan pemikiran pengelompokan yang menjadi 3
kelompok besar itu belum dapat direalisasikan. Pada 1975, melalui UU No 3 Tahun 1975, maka
hanya dua partai politik dan satu Golongan Karya yang akan mengikuti pemilihan umum.

b.
Menguatnya Peran Negara
Dengan alasan kestabilan politik dan pemerintahan serta kesinambungan pembangunan
nasional, pemeritahan Orde Baru menempuh berbagai kebijakan antara lain sebagai berikut.
1) Pemberlakuan Asas Tunggal Pancasila
Sejak tahun 1978 pemerintah melakukan indoktrinisasi mengenai ideologi negara Pancasila
kepada seluruh warga negara dengan melakukan kursus penataran P4 (Pedoman Penghayatan
dan Pengamalan Pancasila). Pada tahun 1983 pemerintah memutuskan semua organisasi
harus menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas ideologis atau sering disebut asas
tunggal. Keputusan pemerintah ini disahkan melalui UU tahun 1985.
2) Pemberlakuan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus dan Birokratisasi Kehidupan
Kampus)
Pemerintah Soeharto engakui kekuatan mahasiswa karena berkaca pada peristiwa tahhun
1965-1966. presiden Soeharto tubang karena Gerakan mahasiswa. Peristiwa Malari dipelopori
oleh gerakan mahasiswa. Oleh karena itu, Orde Baru berusaha meredam suara mahasiswa
melalui berbagai cara. Salah satu kebijakannya dianggap senjata untuk membungkam
mahasiswa adalah diberlakukannya NKK/BKK.
Pembredelan Media Massa
Pemerintah Orde Baru sangat khawatir media massa menjadi media penggerak gerakan rakyat.
Harian Pelita dan Tempo dilarang terbit karena memberitakan tentang kekerasan daalam pemilu
tahun 1982. surat kabar Sinar Harapan ditutup pemerintah pada bulan Oktober 1986 karena
memberitakkan tentang suksesi kepresidenan dan sisi gelap dunia bisnis di Indonesia. Sinar
Harapan kemudian muncul dengan nama baru, yaitu Suara Pembaruan. Tekanan terhadap
media massa dilakukan pada majalah Tempo, Detik dan Editor, ketiganya dibredel tahun 1994.
Menguatnya Peran Militer
Konsep Dwi Fungsi ABRI yang diprakarsai Jenderal A.H Nasution pada tahun 1958, menjadi
pijakan pemerintahan Orde Baru untuk melegitimasi peran serta ABRI dalam
c.
d.

kehidupan social dan politik.


• Dalam dewan legislatif, ABRI telah memiliki satu fraksi (TNI) yang tidak perlu mengikuti
pemilihan umum
• Dalam dewan eksekutif, peran ABRI sangat besar karenan banyaknya pejabat-pejabat masuk
dalam jajaran kabinet
Leluasanya militer dalam lingkaran eksekutif dan legislatife mempengaruhi kebijakan negara
yang sering mengedepankan gaya militer
e. Upaya Menjadikan Golkar sebagai Kekuatan Tunggal
Pada pemilu tahun 1977, Golkar telah memenangkan 67% suara. Golkar melalui dukungan
ABRI berusaha menjadi kekuatan politik tunggal di RI. Pada pemilu tahun 1997, Golkar berhasil
mencapai persentase terbesar dalam sejarahnya, yaitu 74,5%. Kemenangan Golkar pada
pemilu ini semakin membuat nya gelap mata.
4. Kebijakan Ekonomi pada Masa Orde Baru
Ketetapan MPRS No XXIII/MPRS/1966 merupakan dasar utama kebijakan ekonomi Orde Baru.
Ketetapan tersebut berisi tentang Pembaharuan Kebijakan Landasan Ekonomi, Keuangan dan
Pembangunan yang ditunjukkan untuk mengatasi krisis ekonomi pada akhir masa Demokrasi
Terpimpin.
Langkah yang dilakukan Orde Baru untuk mengatasi masalah keuangan yang sangat berat
tersebut serta melaksanakan pembangunan antara lain sebagai berikut
a. Membuat Pokok-Pokok Regulasi
Pada 1966 keluar Peraturan 3 Oktober 1966 yang memuat kebijakan anggaran belanja
berimbang (balanced budget) guna menekan inflansi, membuka investor dan mencaricara
penundaan pembayaran utang yang diterapkan Pemerintahan Orde Baru. Guna menerapkan
kebijakan budget maka dikeluarkanlah UU No 13 tahun 1967.
b. Menerima Pinjaman Lunak
Pada 1867, Indonesia menerima pinjaman lunak dari para kreditor yang tergabung

c.
d.
dalam IGGI (Inter Govermental Group on Indonesia). Indonesia mendapat donor dana dari IMF,
IDAA, ADB dan World bank
Menarik Inverstor Asing
UU yang mengatur Modal Asing adalah UU No 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing
(PMA). Kebijakan ini dilanjutkan dengan UU No 6 tahun 1968 tentang Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMSN)
Menerapkan Rencana Pembangunan Lima Tahun
Pada 1 April 1969 pemerintah menetapkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).
Pemerintah menetapkan Kebijakan Delapan Jalur Pemerataan. MPR Menyusun Garis-Garis
Besar Haluan Negara (GBHN) untuk memberikan kejelasan arah dan usaha-usaha serta
ukuran yang dijadikan pedoman dalam mewujudkannya.
Trilogi Pembangunan, yaitu :
• Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
• Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
• Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis Pembangunan Bidang Pertanian
Pemerintah Orde Baru membuat kebijakan modernisasi pertanian dengan istilah revolusi hijau.
Dilakukan dengan intensifikasi pertanian dengan programnya yang disebut Panca Usaha Tani
yang meliputi pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanah yang baik, pemupukan, irigasi dan
pemberantasan hama.
e.
19 langkah yang dilakukan presiden Soeharto terhadap politik luar negeri Indonesia peran aktif
Indonesia di Kawasan ASEAN
● Pelopor berdirinya ASEAN yang bertujuan menjaga stabilitas perdamaian regional Asia
Tenggara Mengirimkan misi perdamaian di Perserikatan Bangsa-bangsa yang tergabung dalam
Misi Republik Indonesia (MISIRIGA)
● Penyelenggara Konferensi Asia Afrika pada 1955
● Aktif dalam Gerakan Non Blok (GNB)
● Aktif dalam OPEC yang merupakan negara-negara pengekspor minyak
20 gabungan dari partai PDI dan PPP

PPP: NU, Parmusi,PSII, Perti dan partai katholik PDI : PNI, Parkindo,IPKI,Murba, dll
21 sebab lahirnya reformasi
Faktor-faktor yang memicu timbulnya tuntutan reformasi, yaitu :
a. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
Selama Pemerintaha Orde Baru berlangsung, tindakan-tindakan ini tumbuh subur di kalangan
para pejabat penyelenggara pemerintahan. Salah satu bidang usaha yang menarik para
konglomerat local maupun dari luar negeri adalah mengenai pengelolaan hutan hujan tropis di
Indonesia. Pemerintah memberikan konsesi penebangan kayu dengan biaya murah kepada
perusahan multinasional tanpa pengawasan. Hingga memasuki awal tahun 1986, mulai terjadi
penurunan harga minyak dan gas bumi di pasar dunia. Akibatnya pembangunan mulai
tersendat dan utang luar negeri tak terbayar bahkan bertambah
b. Ketidakadilan Hukum
Banyak pejabat pemerintahan maupun pengusaha swasta yang kekayaannya dari hasil KKN
tidak pernah terjamah oleh hukum. Sebaliknya bagi rakyat kecil atau bagi mereka yang ber
uang, hukum mudah menjeratnya. Akibatnya masyarakat pun kehilangan kepercayaan
terhadap Lembaga-Lembaga hukum yang ada termasuk aparat-aparatnya
c. Dwifungsi ABRI
Pada pemerintahan Orde Baru, ABRI dikendalikan oleh presiden sebagai Panglima Tertinggi
dan memiliki dwi fungsi yakni sebagai dinamisator dan stabilisator. Masyarakat menginginkan
agar ABRI melepas diri dari kendali penguasa. ABRI harus kembali ke fungsinya sebagai
penjaga dan pengawal bangsa dan negara, pengayom masyarakat yang dicintai rakyat, dan
bukan ditakuti
d. Kesenjangan Sosial
Pembangunan yang berlangsung selama masa Orde Baru hanya bersifat semu. Hasil-hasil
pembangunan dinikmati hanya oleh segelintir orang sementara besar rakyat Indonesia tetap
hidup dalam kemiskinan
Sebab-sebab jatuhnya pemerintahan orde baru
a. Krisis Politik
Sebelum Pemilu tahun 1997, Golkar berusaha memperoleh suara mutlak. Tetapi

menurut sebagain tokoh masyarakat, keberadaan Golkar, PPP dan PDI dianggap tidak mampu
menampung aspirasi masyarakat. Hingga pada 27 Juli 1996, PDI terpecah dua, menjadi PDI
dan PDIP.
b. Krisis Ekonomi dan Keuangan
Pada akhir tahun 1997 pemerintah terpaksa membubarkan (melikuidasi) 16 bank untuk
membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang mengawasi 40 bank
bermasalah. Pemerintah mengeluarkan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) untuk
membantu bank-bank yang bermasalah.
c. Krisis Sosial
Pada 4 Mei 1998, pengumuman kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan kota membuat
mahasiswa untuk rencana aksi menuntut Soeharto agar turun dari kekuasaan. Aksi demokrasi
pun terjadi pada 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta, akibatnya 5 orang mahasiswa
(Heeni Hartanto, Elang Mulya Lesmana, Hendriawan Sie, Hafidin Royan dan Alan Mulyadi)
meninggal. Hal itu membuat munculnya solidaritas yang lebih luas. Hingga pada puncaknya
tanggal 13 dan 14 Mei 1998, pembakaran disertai penjarahan, pembunuhan dan tindak asusila
d. Peran Mahasiswa, Pemuda dan Tokoh Masyarakat dalam Perubahan Orde Baru Menuju Era
Reformasi
22 bagaimana pemerintahan BJ Habibie sejarah
Masa Pemerintahan Bacharuddin Jusuf Habibie
Pengangkatan B.J. Habibie dipandang konstitusional berdasarkan kepada Pasal 8 UUD 1945.
Pihak yang menyatakan bahwa naiknnya B.J. Habibie inkonstitusional berpegang pada
ketentuan Pasal 9 UUD 1945.
• Masa Depan Reformasi
Keberhasilan dalam menjalankan reformasi antara lain :
- Membuka ruang bagi kebebasan termasuk kemerdekaan berserikat dan kebebasan pers
- Membebaskan para tahanan politik (tapol) orde baru
- Memberi peluang berlangsungnya pemilu yang demokratis
- Membiarkan lembaga kepresidenan lebih longgar dalam menerima kritik


Pada masa pemerintahan B.J. Habibie orang bebas mengemukakan pendapat di depan umum,
sehingga pemerintah dan DPR membuat UU itu yang diatur dalam UU No. 9 tahun 1998
Masa Depan ABRI
Pada tanggal 5 Mei 1999 Polri dipisahkan dari ABRI. ABRI yang terdiri dari Angkatan Darat
(AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) berubah nama menjadi TNI
Masa Depan Daerah-Daerah yang Ingin Melepaskan Diri
Papua dan Aceh berhasil dipertahankan untuk tetap menjadi bagian dari NKRI, tetapi B.J.
Habibie gagal mempertahankan Timor Timur melalui referendum 30 Agustus 1999.
Masa Depan Soeharto dan Kroni-Kroninya
Pada 10-13 November 1998, MPR melaksanakan siding istimewa dan berhasil membuat 12
ketetapan MPR yang mulai berpihak pada rakyat. Krisis kepercayaan ternyata pada saat itu
masih belum membaik.
Pada pemilihan umum pasca Orde Baru pada tahun 1999. dalam upaya melaksanakan
pemilihan umum DPR berhasil menciptakan tiga UU politik baru, yaitu UU Partai Politik, UU
Pemilu, UU Susunan serta Kedudukan DPR, DPRD I, dan DPRD II.
Setelah diselenggarakan pemilu pada 7 Juni 1999, pada tanggal 1-21 Oktober 1999 MPR
melakukan sidang umum yang menetapkan Amien Rais sebagai Ketua MPR dan Akbar Tanjung
sebagai Ketua DPR. Pada tanggal 25 Oktober 1999 Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Durr)
dan Megawati Soekarnoputri memegang tampuk tertinggi dalam pemerintahan, yaitu sebagai
presiden dan wakil presiden.


23 kontribusi TVRI terhadap memerintah orba
Sebelum televisi swasta menguasai layar kaca, ingatan tentang televisi yang terpacak di benak
masyarakat Indonesia hanya Televisi Republik Indonesia (TVRI). Pada zaman Orde Baru,

stasiun televisi itu dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menutupi pelbagai
kebobrokan negara.
Acara memanen padi, kuis kelompok petani, temu pemerintah dengan pedagang, belajar
bahasa Inggris, cerdas cermat antarpelajar, dan tayangan adem lainnya diputar di tengah
operasi Petrus yang bikin jeri para preman bertato, sapu bersih para pelaku subversif, alat-alat
pemerintah disebar untuk memata-matai orang-orang kritis, dan sebagainya. Di layar kaca,
negara seolah-olah aman-aman saja dan rajutan persatuan dijejalkan lewat slogan.
Selain itu, tayangan-tayangan di TVRI pun sering amat kontras dengan situasi di belahan dunia
lain yang kerap ditayangkan memprihatinkan.
24 Sejak 2004 MPR RI sudah tidak memiliki kekuatan politis
Sejak PEMILU 2004, MPR RI praktis tidak lagi mempunyai kekuatan politis untuk menentukan
arah pembangunan negara karena Presiden bukan Mandataris MPR. Pemilu tahun 2004
merupakan pemilihan presiden seara langsung oleh rakyat dan bukan dipilih oleh MPR.
Sehingga Presiden hanya menjalankan amanat rakyat bukan sebagai mandataris MPR.
25. kenapa Pak Gusdur jadi presiden dan bukannya ibu Mega yang jelas PDIP menang
telak dalam pemilu
Pada 1999, PDI-P memang menang dalam pemilihan umum. Namun, saat itu PDI-P gagal
mengantarkan Megawati menjadi presiden di era sebelum pemilihan presiden secara langsung.
Namun pada saat itu pemilihan presiden melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat,sehingga
yang berkuasa sepenuhnya adalah MPR. Akhirnya yang terpilih sebagai presiden adalah
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang juga pendiri Partai Kebangkitan Bangsa. Ketika itu,
Gus Dur terpilih berkat manuver Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amien Rais yang
membangun Poros Tengah. PAN membangun Poros Tengah bersama PKB, Partai Persatuan
Pembangunan, Partai Keadilan (sekarang PKS), dan Partai Bulan Bintang.
Amien Rais membangun poros ketiga di tengah perseteruan keras antara PDI-P sebagai
pemenang pemilu dengan Golkar yang dianggap sebagai pewaris Orde Baru. Namun, dalam
rakernas ini Megawati tak menyebutkan lebih lanjut siapa pihak yang menelikung itu.
26 peradaban Mesir dan China
Peradaban Mesir Kuno
Peradaban Mesir Kuno adalah salah satu dari para peradaban kuno dalam sejarah peradaban
dunia.
Secara etimologis, kata “Mesir” berasal dari bahasa Arab yang berarti “negara.” Dalam bahasa
Inggris, kata “Egypt” berasal dari bahasa Latin-Yunani yaitu “Aegyptos” yang diperkirakan
digunakan untuk merujuk sebuah tempat di Mesir bernama “Amarna Hikuptah”, yang berarti

“Kuil Berisikan Jiwa Dewa Ptah.” Orang asli peradaban Mesir sendiri menyebut diri mereka
sebagai negara/bangsa “Kemet”, yang berarti “negara hitam” yang merujuk kepada tanah
humus subur dan gembur berkat sungai Nil. Peradaban yang hidup di sepanjang sungai Nil
tersebut berlangsung semenjak 3150 SM hingga 30 SM (beberapa menyebutkan hingga 641
M).
Bangsa Mesir memiliki banyak kontribusi terhadap sejarah peradaban manusia modern. Salah
satu kontribusi paling nyata adalah tulisan Hieroglif yang secara tidak langsung menginspirasi
penciptaan sistem tulisan alfabet di Bahasa Yunani hingga bahasa Latin yang digunakan
mayoritas manusia modern. Selama perjalanannya, peradaban Mesir kuno senantiasa diserang
hingga dipimpin oleh bangsa asing seperti Bangsa Hyksos, Bangsa Nubia, Bangsa Libya,
Bangsa Assyria, Bangsa Achaemenid Persia, hingga Bangsa Yunani (Makedonia) beserta
Bangsa Romawi. Selepas itu, Peradaban Mesir Kuno dianggap sirna dan berubah menjadi
Peradaban Mesir Modern seiring dengan pengaruh bangsa-bangsa Arab.
Peradaban Cina Kuno
Peradaban Cina Kuno adalah salah satu dari para peradaban kuno dalam sejarah peradaban
dunia.
Secara etimologis, kata “Cina” berasal dari bahasa Persia yaitu “Chini” yang berarti segala hal
tentang negara Cina. Istilah ini diperkenalkan oleh Marco Polo, seorang penjelajah dari Italia.
Para masyarakat asli Cina sendiri menyebut diri mereka sebagai bangsa “Han”, yaitu sebuah
nama dinasti dalam sejarah peradaban Cina kuno membangun rasa kebangsaan etnik pertama
di sejarah peradaban Cina. Peradaban ini berlangsung di sekitar sungai Yangtze dan sungai
Huang He (atau disebut juga sebagai sungai kuning). Kurun waktu peradaban ini adalah
semenjak 2070 SM hingga 1911 M.
Peradaban Cina kuno menjadi peradaban kuno yang paling lama berlangsung di antara
peradaban-peradaban dunia kuno, yaitu selama -+4000 tahun. Ini dikarenakan pergantian
dinasti-dinasti yang berlangsung semenjak dinasti pertama yang bernama dinasti Xia hingga
dinasti terakhir yang bernama Qing. Selepas itu, peradaban Cina masuk ke periode modern
yang ditandai dengan berdirinya Negara Republik Cina Pimpinan Sun Yat Sen. Beberapa
kontribusi besar Peradaban Cina Kuno bagi sejarah peradaban manusia adalah penemuan
kertas, bubuk mesiu, sistem uang kertas, dan lainnya.

Anda mungkin juga menyukai