Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM MANAJEMEN KEPERAWATAN

Diskusi Refleksi Kasus (DRK)

Dosen Pembimbing Ardani, M.Kep

Disusun oleh:
Kelompok C5
Julmawadi 20151020121239
Triana Indriasari Y. 20151020121240
Eko Yulianto 20151020121241
Lilis Setyaningsih 20151020121242
Belliana Pertiwi 20151020121243
Wanhar 20151020121244
Hernanda Y. R 20151020121245
Dewy Sulistyaningrum 20151020121246
Muhammad Taufiq R. 20151020121247
Sri Supriatin 20151020121248
Rakhmadhan Alqadri N. 20151020121249
Oktavia Bintarawati 20151020121251
Vita Mara 20151020121252
Casmita 20151020121253
Rino Pratama P. 20151020121254

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
A. KASUS KELOMPOK 1
Tn. X berusia 50 tahun, seorang nelayan dengan 3 orang anak, datang ke RS rawat inap
UNISA. Pasien mengatakan sejak 2 tahun yang lalu mengatakan menderita Hipertensi.
Tn. X mengeluh nyeri di kepala belakang. Hasil pengkajian pasien tampak lemas, TD:
160/90 mmHg, S: 37oC, N: 90x/mnt, RR: 18x/mnt. Perawatan pada Tn. X sudah
diberikan semaksimal mungkin akan tetapi tidak menunjukkan perbaikan, karena belum
menemukan titik temu tentang perawatan yang terbaik untuk Tn. X.

Fasilitator : Oktavia Bintarawati


Penyaji : M. Taufiq Ridwan
Peserta (1) : Vitamara
Peserta (2) : Julmawadi
Peserta (3) : Hernanda Yunia R.
Peserta (4) : Wanhar
Peserta (5) : Rakhmadhan Alqodri N.

B. NASKAH ROLE PLAY


Fasilitator : Assalamu’alaikum wr.wb
Peserta : Wa’alaikumsalam wr.wb
Fasilitator : Selamat pagi teman-teman semua, salam sejahtera untuk kita semua,
Terimakasih kepada teman-teman semua yang telah menyempatkan
waktunya pada kesempatan kali ini. Pada hari ini kita akan melakukan
kegiatan rutin yaitu Diskusi Refleksi Kasus kepada Tn. X dengan
diagnosa Hipertensi, diskusi ini akan berlangsung selama kurang lebih 60
menit, bagaimana apakah teman-teman bersedia?
Peserta : Bersedia
Faslilitator : Sebelumnya saya akan menyampaikan peraturan-peraturan pada diskusi
pada hari ini, yang pertama hp di silent dan tidak boleh digunakan
selama diskusi berlangsung, kemudian jangan membahas topic diluar
pembahasan hari ini. Diskusi pada hari ini akan disampaikan oleh
perawat Muhammad Taufiq Ridwan sebagai penyaji. Waktu yang
diberikan yaitu 15 menit, sebelum kita mulai diskusi mari melafalkan
basmallah bersama - sama.
Peserta : Bismillahirahmanirrahim..
Fasilitator : Kepada perawat Taufiq saya persilahkan
Penyaji : Baik, terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan.
Pada hari ini kita akan membahas kasus mengenai Hipertensi, seperti yang kita
ketahui Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah
dalam tubuh dimana batasan tekanan normalnya adalah 120/80 mmHg. Kali ini kita akan
membahas Hipertensi pada pasien Tn.X, berusia 50 tahun. Tn x sudah menderita
Hipertensi sejak 2 tahun yang lalu, keluarga Tn.X mempunyai riwayat Hipertensi yaitu
nenek Tn.X. Tn.X bekerja sebagai nelayan, Tn.X tinggal dengan istri dan ketiga anaknya,
tetapi memiliki dukungan keluarga yang kurang. Sejak 1 bulan yang tekanan darahnya
sering mengalmi kenaikan. Tn.X dirawat di bangsal melati sudah dirawat 7 hari.
Intervensi yang telah diberikan yaitu edukasi kepada pasien mengenai Hipertensi, dan
edukasi kepada keluarga untuk memberikan dukungan kepada tn.X. Tn.X sudah
diberikan terapi Captopril 50mg diberikan 3x1. Tetapi saat ini pasien tidak menunjukkan
peningkatan yang signifikan.
Hambatan pada kasus ini yaitu terkait dengan pelaksanaan diet. Walaupun pasien
sudah mendapat edukasi tentang perencanaan makan, namun pasien tidak
melaksanakannya. Sehingga kami meminta saran dari teman-teman bagaimana cara
menangani kaus dari Tn.X. Cukup dari saya, jika ada yang kurang jelas bisa ditanyakan.
Kemudian saya kembalikan ke fasilitator. Wassalamu’alaikum wr.wb
Fasilitator : Baik, terimakasih perawat Taufiq. Selanjutnya saya buka sesi
pertanyaan, Silakan kepada teman teman jika ada yang kurang
jelas silakan ditanyakan, atau ada yang ingin diklarifikasi
Peserta 1 (Vita) : Baik perawat Taufiq ada yang ingin saya tanyakan, untuk diet
tn.X
apakah sudah diperhatikan?
Penyaji : Baik perawat Vita, selama dirawat sudah diberikan Diet
DASH
atau diet rendah garam.
Peserta 2 (Julma) : Saran saya tn.X juga harus diberikan edukasi terkait dengan diet,
dan
keluarga dari tn.X juga harus mengetahui diet pada pasien DM.
Peserta 3 (Hernanda) : Baik, tadi disampaikan oleh penyaji bahwa keluarga tn.X kurang
memberikan dukungan kepada Tn.X, Lalu bagaimana cara untuk
mengedukasi keluarga terkait dengan diet, agar keluarga
menerima dan paham?
Peserta 4 (Wanhar) : Menurut saya, kita harus melakukan pendekatan terlebih dahulu
Kepada keluarga Tn.X mengenai pentingnya diet pada pasien
DM, Sehingga jika keluarga sudah tau mengenai pentingnya atau
tujuan diet dm, sehingga keluarga akan memperhatikan diet pada
Tn.X.
Peserta 5 (Aldi) : Menurut Smart Patient Hipertention Indonesia selain obat-obatan
dan diet,untuk pasien Hipertensi perlu diperhatikan juga
aktivitasnya, bisa dilakukan jalan jalan kecil agar peredaran
darahnya lancar.
Peserta 1 (Vita) : Saya sangat setuju dengan perawat Aldi, kita harus
memperhatikan
dari berbagai sisi untuk kesembuhan dari Tn.X. Kita harus
berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab terkait dengan
terapi obat pada tn.X
Fasilitator : Baik, terimakasih kepada teman-teman untuk informasi dan
masukannya. Selanjutnya saya meminta saudara Taufiq untuk
menyampaikan apa saja yang dapat dipelajari dari kasus tersebut.
Penyaji : Baik teman teman terimakasih atas informasi dan
masukannya , hal
yang dapat dipelajari dari kasus ini, yaitu kita harus memantau
penatalaksanaan diet karena tujuan nya yaitu untuk mencapai dan
mempertahankan tekanan daeah mendekati normal. Kita harus
mengedukasi keluarga untuk melakukan dukungan kepada Tn.X
karena dapat membantu mempertahankan pelaksanaan diet
Hipertensi sesuai perencanaan yang telah dibuat.
Fasilitator : (meminta ttd semua peserta)
Fasilitator : Selanjutnya saya meminta kesepakatan untuk pertemuan
berikutnya.
Peserta : 3 hari kemudian saja.
Fasilitator : Baik terimakasih teman-teman diskusi kita hari ini telah selesai,
Saya mohon maaf apabila dalam membawakan diskusi banyak
kesalahan. Wasaalamualaikum Wr.Wb
Fasilitator : (Berjabat tanggan)
1. Menyusun jadwal kegiatan
JADWAL KEGIATAN DRK
Ruang Melati rumah Sakit UNISA Yogyakarta Tahun 2019
Topik Tanggal Penyaji Moderator Keterangan
F20 2/04/2019 Belliana Sri Supriatin Skizofrenia
Pertiwi pada Tn. M

2. Waktu pelaksanaan
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut minimal 60 menit, dengan
perincian sebagai berikut:
 Pembukaan : 5 menit
 Penyajian : 15 menit
 Tanya jawab : 30 menit
 Penutup : 10 menit

3. Laporan diskusi refleksi kasus (DRK)


Nama ruangan : Pandawa
Keperawatan : Jiwa
Tanggal : 2 April 2019
Fasilitator : Sri Supriatin
Penyaji : Belliana Pertiwi
Peserta : Eko Yuliyanto
Triana Indriasari Y
Eko Yuliyanto
Lilis Setyaningsih
Belliana Pertiwi
Dewy Sulistyaningrum
Sri Supriatin
Casmita
Rino Pratama Putra
Topik : Skizofrenia (F20)
Masalah yang muncul:
a. Pasien tidak menunjukan perbaikan
b. Pasien sering bicara sendiri
c. Pasien sering marah-marah

Rencana Tindak Lanjut


No Kegiatan Indikator
1 Pasien tidak menunjukan
perbaikan
2 Pasien sering bicara sendiri
3 Pasien sering marah-marah
Kasus kelompok 2
Tn. M berusia 45 tahun seorang pasien di rawat di bangsal pandawa dengan keluhan sering
mengamuk keluhan dialami sejak 5 tahun yang lalu semenjak pasien gagal mencalon kan diri
sebagai anggota DPR. Pasien sering mendengar suara suara, bisikan-bisikan yang menganggu
pasien selalu ingin berusaha keluar bangsal. Pasien kemarin mengamuk hingga memukuli dirinya
dengan tangan nya sendiri sehingga dahinya cidera.

Fasilitator : Assalamu’alaikum wr.wb


Peserta : Wa’alaikumsalam wr.wb
Fasilitator : Selamat pagi teman-teman semua, salam sejahtera untuk kita semua,
Terimakasih kepada teman-teman semua yang telah menyempatkan waktunya
pada kesempatan kali ini. Pada hari ini kita akan melakukan kegiatan rutin yaitu
Diskusi Refleksi Kasus kepada Tn. M dengan diagnose Skizofrenia, diskusi ini
akan berlangsung selama kurang lebih 60 menit, bagaimana apakah teman-teman
bersedia?
Peserta : Bersedia
Faslilitator :Sebelumnya saya akan menyampaikan peraturan peraturan pada diskusi pada
hari ini, yang pertama hp di silent dan tidak boleh digunakan selama diskusi
berlangsung, kemudian jangan membahas topic diluar pembahasan hari ini.
Diskusi pada hari ini akan disampaikan oleh perawat Belliana Pertiwi sebagai
penyaji. Waktu yang diberikan yaitu 15 menit, sebelum kita mulai diskusi mari
melafalkan basmallah bersama sama.
Peserta : Bismillahirahmanirrahim..
Fasilitator : Kepada perawat Bella saya persilahkan
Penyaji : Baik, terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan
Pada hari ini kita akan membahas kasus mengenai Skizofrenia, seperti yang kita ketahui
Skizofrenia adalah gangguan mental yang menyebabkan penderita mengalami halusinasi,
waham, kekacauan berfikir, dan perubahan perilaku. Kali ini kita akan membahasa Skizofrenia
pada pasien Tn.M, berusia 45 tahun. Tn.M sudah menderita penyakit Skizofrenia sejak 5 tahun
yang lalu, keluarga Tn.M mempunyai riwayat Skizofrenia yaitu nenek Tn.M. Tn.M mendaftar
sebagai calon legislatif, Tn.M tinggal dengan istri dan kedua anaknya, tetapi memiliki dukungan
keluarga yang kurang. Setelah pengumuman hasil calon legislatif dinyatakan gagal untuk
mendapatkan hasil yang tidak diinginkan. Saat ini Tn.M sudah diberikan obat haloperidol dan
dan diberikan terapi relaksasi.
Hambatan pada kasus ini yaitu Tn.M masih meangamuk-ngamuk walaupun pasein sudah
mendapatkan obat dan relaksasi relaksasi. Sehingga kami meminta saran dari teman-teman
bagaimana cara menangani kasus dari Tn.M . Cukup dari saya, jika ada yang kurang jelas bisa
ditanyakan. Kemudian saya kembalikan ke fasilitator. Wassalamu’alaikum wr.wb
Fasilitator : Baik, terimakasih perawat bella. Selanjutnya saya buka sesi pertanyaan, silakan
kepada teman teman jika ada yang kurang jelas silakan ditanyakan, atau ada
yang ingin diklarifikasi
Peserta 1 (eko) :Baik perawat bella ada yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara
mengatasi agar pasien tidak mengamuk?
Penyaji (bella) : Baik mas eko bisa dengan cara menghardik dan terapi keluarga, karena
pasien belum pernah di kunjungi keluarga.
Peserta 2 (triana) : Bagai mana jika pasien dikeluarkan dari ruang isolasi?
Penyaji (bella) : Baik masukannya bisa diterima, kita lihat dulu kondisi
pasiennya.
Peserta 3 (dewy) : Saran saya pasien tetap di ruang isolasi, karena masih beresiko untuk di
keluarkan.
Peserta 4 (casmita) : Saya setuju jika pasien masih di isolasi, tetapi sesekali diajak keluar
wisma untuk refreshing.
Peserta 5 (lilis) : Iya saya sependapat dengan mas casmita.
Fasilitator : Baik, terimakasih kepada teman teman untuk informasi dan
masukannya. Selanjutnya saya meminta saudara bella untuk
menyampaikan apa saja yang dapat dipelajari dari kasus tersebut.
Penyaji : Baik teman teman terimakasih atas informasi dan masukannya ,
hal yang
dapat dipelajari dari kasus ini, pasien tidak di keluarkan dari ruang
isolasi, namun pasien sesekali tetap diajak keluar dari wisma.
Fasilitator : (meminta ttd semua peserta)
Fasilitator : Selanjutnya saya meminta kepekatan untuk pertemuan berikutnya.
Peserta : 3 hari kemudian saja.
Fasilitator : Baik terimakasih teman teman diskusi kita hari ini telah selesai, saya
mohon maaf apabila dalam membawakan diskusi banyak kesalahan.
Wasaalamualaikum Wr.Wb
Fasilitator : (Berjabat tanggan).