Anda di halaman 1dari 15

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Komang Novi Tri Cahyanti

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030733166

Tanggal Lahir : 12 November 1998

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4415/Teori Akuntansi

Kode/Nama Program Studi : 83/Akuntansi

Kode/Nama UPBJJ : 77/Denpasar

Hari/Tanggal UAS THE : 13/12/2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di


bawah ini:

Nama Mahasiswa : Komang Novi Tri Cahyanti

NIM : 030733166

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4415/Teori Akuntansi

Fakultas : Ekonomi

Program Studi : Akuntansi

UPBJJ-UT : Denpasar

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Singaraja, 13 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

Komang Novi tri Cahyanti


1. A. Jarang orang memikirkan secara serius asal mula sistem doubleentrybookkeeping (DEB).
Kebanyakan orang menganggap apa adanya, sehingga tidak peduli terhadap siapa sebenarnya
pencetus, penemunya atau dari mana asal usulnya (Tjiptohadi Sawarjuwono:1997). Teknik yang
kelihatannya sederhana itu, yaitu berupa debet dan kredit sebenarnya mengandung teknologi
matematis canggih. Teknologi yang ditemukan lebih dari enam abad yang lalu sampai sekarang
tidak mengalami perubahan yang mendasar. Sejak ditemukannya, akuntansi sudah mengandung
keajaiban. “Itisbeautifulsystem, a science in fact” menurut Childs (1901). Hal ini dikarenakan
akuntansi dirancang benar-benar berdasarkan prinsip-prinsip matematika. Dapat dibayangkan
sebagaimana yang diilustrasikan oleh Childs bahwa semua komponen akuntansi saling berkaitan
sedemikian rupa sehingga bila terjadi ketidakberesan (derangement) pada salah satu akun,
orang dapat menelusuri dampaknya kepada akun-akun yang lain, suatu sistem yang sempurna
dan selalu seimbang yang berupa saling cek (checksandcounterchecks), setiap rincian selalu
disesuaikan enak (nicety) dan tepat yang akhirnya membuahkan hasil yang penuh kebenaran
perhitungan (correctness), sempurna dan lengkap (Mann, 1994). Tentunya, kita dan para
akuntan yang telah lama berkecimpung dengan akuntansi akan sependapat dengan pernyataan
Childs seperti yang diungkapkan diatas. Teknologi akuntansi memang handal. Padahal, akuntansi
ditemukan atau dikenal lebih dari enam abad yang lalu.Ternyata jarang orang yang menaruh
perhatian terhadap pencetus sistem yang demikian sempurna itu. Ada yang berpendapat bahwa
ada kemungkinan lain adanya pencetus akuntansi selain sepertiBenneditoCotrugli (1458) atau
LucaPacioli (1494). Dasar pemikirannya adalah ketika kita mengenang masa kejayaan islam pada
abad pertengahan, dimana para Muslim menyebarkan ilmu pengetahuan ke benua Eropa,
misalnya ilmu kedokteran, aritmatika- matematika, alkimia (kimia-alchermy), astronomi, logika
dan metafisika (Watt, 1972). Berdasarkan sejarah tersebut bahwa kalau sebagian besar ilmu
pengetahuan berasal dari masa kejayaan islam tersebut, apakah tidak mungkin kalau tata buku
berpasangan juga berasal dan dikembangkan pula oleh ahli-ahli muslimin pada masa tersebut?.
Rasa ingin tahu untuk membuktikan bahwa tata buku berpasangan dikembangkan oleh para ahli
muslim dapat dikuatkan oleh studi pendahuluan yang dilakukan oleh StorrarandScorgie. Dalam
artikelnya yang diuraikan pada Kongres Dunia tentang AccountingHistorians di Sydney yang
kelima tahun 1988, mereka berdua mengajukan premis bahwa budaya Hindu dan Islam pada
abad pertengahan mempunyai andil dalam penemuan dan pengembangan sistem
DoubleEntryBookkeeping (DEB) di Eropa. Kemudian pertanyaan tersebut dikaitkan dengan hasil
studi oleh Hamid dan kawan-kawan (1995). Mereka bertiga melakukan studi dan berusaha
meneliti lebih lanjut mengenai peran Islam di dalam memajukan akuntansi di benua Eropa. Hasil
studinya menyatakan adanya temuan baru, yaitu bahwa pemerintah Islam pada abad kesepuluh
sudah menggunakan pembukuan berpasangan. Mempertimbangkan kesesuaian studi antara
Watt (1972) dan Hamid etal (1995), studi ini menengarai bahwa kemungkinan besar sistem DEB
juga berasal dari masa kejayaan Islam. Sistem tata buku berpasangan secara bertahap mulai
muncul selama abad ke-13 dan ke-14 di beberapa pusat perniagaan di Italia bagian utara,
pertama mengenai suatu sistem tata buku berpasangan yang lengkap ditemukan dalam catatan
kota Genoa, Italia pada tahun 1340 (Raymond Roover, 115:1956). Bagian-bagian sebelumnya
ditemukan dalam catat Giovani Farolfi& Company, sebuah perusahaan dagang di Florence pad
tahun 1299-1300, kemudian dalam catatan Rinieri Fini & Brothers va berdagang pada beberapa
pekan raya terkenal pada masa itu di Champagne Perancis (Geoffrey Alan Lee, 79-96: ). Orang
pertama yang mengkodifikasi akuntansi adalah seorang Rahib Fransisca bernama Bruder
LucaPacioli yang menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai guru dan pelajar di beberapa
universitas di Perugia, Florence, Pisa, dan Bologna. Ia mengakhiri karirnya yang terkenal itu
dengan mengajar Matematika di Universitas Roma, suatu kedudukan yang bergengsi sampai ia
dipanggil Paus Leo X. Di antara teman-temannya adalah beberapa Paus, ahli matematika dan
arsitek Leon BattistaAlberti, dan yang terdekat adalah Leonardo daVinci. Saat itu adalah masa
Renaisans dan Pacioli adalah salah satu produknya yang sejati. Buku yang ditulis Pacioli berjudul
Summa deArithmetica, Geometrica, ProportionetProportionalita. Buku ini muncul tahun 1494 di
Venesia hanya dua tahun setelah Columbus mendarat di Amerika dan hanya beberapa tahun
setelah percetakan pertama didirikan di Venesia sehingga menunjukkan pentingnya karya ini.
Buku Summa ini terutama merupakan risalah mengenai matematika, tetapi juga mencakup
suatu bagian mengenai tata buku berpasangan yang disebut ParticularisdeComputisetScripturis.
Bagian merupakan tulisan yang pertama kali diterbitkan yang menggambarkan sistem tata buku
berpasangan dan yang memberi kita wawasan ke dalam dasar pemikiran yang ada di balik
catatan-catatan akuntansi. Komentar Pacioli mengenai akuntansi masih relevan dan sesegar
seperti ketika komentar itu ditulis hampir 500 tahun yang lalu.
B. Pada masa Renaisans melahirkan istilah-istilah akuntansi, yaitu debt, debtor, debenture, dan
debit semuanya diturunkan dari kata dasar debere. Yaitu berutang yang disingkat menjadi dr
yang dipakai dalam jurnal. Kredit datang dari akar kata yang sama dengan kata creed yang
berarti sesuatu yang dipercaya, seperti kepercayaan agama Kristen yang dikenal sebagai
ApostlesCreed. Kata itu dapat juga berarti orang yang dipercaya seseorang, seperti kreditur
dengan memberi mereka pinjaman kita memberikan kepercayaan pada mereka. Kata asalnya
dalam bahasa Latin adalah credere. yang disingkat menjadi cr yang digunakan dalam ayat jurnal.
Apabila kita akan menelusuri asal mula sejarah sains (akuntansi) yang penting ini, secara alamiah
kita akan menganggap bahwa penemuan pertama akuntansi adalah oleh para pedagang dan
tidak ada orang yang memiliki klaim yang lebih utama daripada Bangsa Arabia. Bangsa Mesir
yang selama beberapa abad menguasai perdagangan dunia, menurunkan gagasan pertama
tentang perdagangan dari hubungan mereka dengan orang-orang yang jujur ini dan
konsekuensinya mereka harus menerima bentuk pertama dari perakuntanan yang dalam cara
perdagangan yang alamiah dikomunikasikan kepada semua kota Mediterania. Ketika kekaisaran
barat diserang oleh bangsa Barbar dan semua negara yang telah disusunnya, mengambil
kesempatan untuk menyatakan kemerdekaan, perniagaan segera hilang setelah kemerdekaan,
dan segera Italia yang pernah menjadi pusat dunia menjadi pusat perdagangan yang merupakan
puing-puing kekaisaran timur oleh Turki yang tidak pernah dimasuki oleh orang-orang yang
berbakat atau aturan-aturan seni perniagaan bukan merupakan penyumbang kecil. Bisnis
pertukaran yang oleh Lombard dikaitkan dengan semua kota-kota perdagangan Eropa,
memperkenalkan metode pencatatan akun dengan cara berpasangan yang saat sekarang
memperoleh nama pembukuan Italia. Pencapaian besar padagang-pedagang Italia kira-kira
antara 1250 dan A00, adalah menggabungkan elemen-elemen yang beragam menjadi suatu
Sistem klasifikasi yang terintegrasi di mana lacinya disebut akun dan semua transaksi
dimasukkan dengan prinsip berpasangan. Namun, tidak dapat diasumsikan bahwa keseimbangan
pembukuan merupakan tujuan utama akuntansi abad pertengahan. Sebaliknya, paling tidak
Italia, di pedagang-pedagang telah mulai menggunakan akuntansi sebagai alat pengendalian
manajemen sejak Tahun 1400. Mereka belumlah semaju kita sekarang ini, bahkan masih jauh
dari mewujudkan potensi-potensi pembukuan berpasangan. Namun, mereka telah memulai
mengembangkan dasar-dasar akuntansi biaya (cost) dengan memperkenalkan pembalikan dan
penyesuaian-penyesuaian yang lain, seperti akrual (accrual) dan tangguhan (deferred), dan
dengan memberi perhatian pada audit neraca. dengan Hanya dalam analisis laporan keuangan
saja pedagang-pedagang pada masa itu membuat kemajuan kecil, Adalah wajar juga untuk
menyebut bahwa bentuk-bentuk dasar akuntansi berpasangan yang belum sempurna telah ada
dalam peradaban Inca kuno dalam Tahun 1577.

2. Menurut pendapat saya, lingkungan budaya sangat berpengaruh dakam adopsi IFRS. Karena
dalam mengadopsi IFRS, tersapat beberapa hambatan-hambatan seperti hanbatanlingkungan
bisnis yang berbeda antar satu negara dengan negara lain, sistem hukum yang berlaku di
Indonesia tidak sama dengan sistem hukum yang berlaku di negara-negara ekonomi liberal
seperti Amerika dan Australia. Lingkungan budaya dan politik juga sangat berbeda dan
berpengaruh dalam adopsi IRFS
Salah satu hambatan yang akan kita bahas adalah masalah perbedaan budaya. Budaya menurut
Gray (1988) diartikan sebagai suatu sistem sosial atau sekumpulan nilai-nilai, dimana nilai sendiri
diartikan sebagai suatu tendensi untuk lebih menyukai suatu hal diatas hal lainnya. Sedangkan
Perera (1989) mendefinisikan budaya sebagai ekspresi norma, nilai dan kebiasaan yang
merefleksikan karakteristik perilaku tertentu. Banyak peneliti akuntansi berpendapat bahwa
kebijakan akuntansi dan praktek akuntansi yang diadopsi suatu negara merupakan refleksi
lansung dari budaya dan nilai-nilai individual yang berlaku di negara tersebut. Oleh karenanya,
nilai-nilai dalam budaya akuntansi merupakan pengaruh langsung dari nilai-nilai yang berlaku
umum di masyarakat. Lebih jauh Perera berpendapat bahwa budaya adalah faktor lingkungan
yang sangat kuat berpengaruh pada sistem akuntansi di suatu negara. Dengan kata lain, kita
tidak dapat mengabaikan unsur budaya dalam konteks ilmu akuntansi. Sebagaimana yang
dinyatakan oleh Grey bahwa: sistem nilai dari akuntan bisa berhubungan dengan nilai sosial dan
bisa diambil dari nilai sosial khususnya pada nilai-nilai yang berhubungan dengan pekerjaan.
Selanjutnya nilai akuntansi ini akan berdampak pada sistem akuntansi. Sebagai contoh jika suatu
negara cenderung konservatif, maka argumentasinya adalah kebijakan akuntansi di negara
tersebut akan cenderung konservatif. Menurut Perera, Kebijakan akuntansi yang konservatif
akan sangat tergantung pada praktik-praktik pengukuran tradisional seperti perhitungan biaya
historis (historicalcost) dan akan lebih bariyak digunakan di negara-negara dimana
masyarakatnya umumnya lebih menyukai untuk meminimumkanketidakpastian. Lebih jauh Grey
herpendapat bahwa tingkat konservatif ini akan berbeda antara negara yang satu dengan negara
lainnya, contohnya dari negara yang sangat konservatif seperti Perancis dan Jerman hingga
negara yang tidak begitu konservatif seperti Amerika Serikat dan Inggris. Masing-masing negara
juga memiliki atribut budaya yang memiliki kecenderungan berbeda dalam hal kerahasiaan
hingga transparansi dalam pelaporan keuangan mereka – dan pengungkapan informasi
keuangan ini merefleksikan adanya bias budaya. Tingkat konservatifisme menentukan tingkat
kerahasiaan yang berbeda dalam pengungkapan laporan keuangan. Negara dengan tingkat
pengungkapan rendah cenderung memiliki tingkat kerahasiaan yang tinggi, misalnya dalam hal
informasi mengenai dana cadangan di negara kontinen eropa seperti Perancis dan Jerman
dibandingkan dengan di negara yang tingkat pengungkapannya tinggi seperti Amerika Scrikat
dan Inggris. Dalam penelitiannya, Eddie (1996) menguji hubungan antara nilai budaya nasional
yang diidentifikasikan oleh Hoftstede (1991) dengan konsolidasi pengungkapan yang dibuat oleh
entitas di beberapa negara. Kunsolidasi dalam konteks ini dapat didefinisikan sebagai
mengkombinasikan akun-akun dari beberapa entitas kedalam satu set pelaporan keuangan.
Eddie menemukan bahwa nilai-nilai atau atribut budaya vertentu yang telah diidentifikasi dan
diukur dalam penelitiannya terdahulu vecars signifikan berhubungan dengan tingkat
pengungkapan konsolidasi dan praktik derajat variasi dari kedalaman suatu pengungkapan
konsolidasi.Perera mempertimbangkan keberhasilan potensial mentransfer keahlian akuntansi
dari negara-negara anglo amerikakedalam negara berkembang. Menurutnya keahlian dan
ketrampilan dari negara anglo amerika ini kemungkinan tidak akan berhasil karena secara
budaya tidak relevan dalam menerima konteks sebuah negara. Isu mengenai budaya dan
perbedaan budaya antar negara in kemungkinan akan mengalami hambatan apakah harmonisasi
atau adops standar akuntansi secara internasional merupakan tujuan yang realistis. Gray
menyatakan bahwa perbedaan pola akuntansi secara internasional terjau sebagai akibat
perbedaan lingkungan dan perbedaan klasifikasi internasional yang membawa implikasi penting
bagi penyeragaman standar akuntansi secara internasional. Yang sangat dipengaruhi oleh model
yang berkembang di negara anglo amerika oleh karenanya Perera berpendapat bahwa standar
akuntansi internasional itu sendiri sangat menggambarkan kondisi dan pola pemikiran negara-
negara tertentu. Sehingga standar akuntansi internasional akan mengalami masalah relevansi
akuntansi internasional cenderung standar dan di beberapa negara dengan lingkungan budaya
yag berbeda dengan budaya di negara anglo amerika. Namun barangkali saja dengan
meningkatnya bisnis global di seluruh dunia, maka perbedaan budaya antar negara akan
semakin berkurang.
3. Tuntutan akan informasi keuangan dapat dikelompokkan kedalans tujuan pelayanan atau tujuan
pengambilan keputusan. Atkinson dan Feltham berpendapat bahwa teori agensi lebih
mempertimbangkan pelayanan atas tuntutan akan sebuah informasi. Teori ini berfokus pada
hubungan dimana kesejahteraan pemilik diperayakan kepada agen dalam hal ini manajer.
Atkinson dan Feltham menjelaskan bahwa tuntutan akan pelayanan informasi terkait untuk
memotivasi agen dan mendistribusikan resiko secara efisien. Tuntutan akan informasi untuk
tujuan pengambilan keputusan terkait dengan peranan informasi itu sendiri di dalam teori
keputusan statistik. Informasi menjadi bernilai jika dapat meningkatkan alokasi sumber daya dan
resiko ekonomi, hal ini dapat terjadi jika ketidakpastian dikurangi. Ketidakpastian dalam teori
agensi dapat dikelompokkan sebagai exante dan expost. Exante atau sebelum kejadian
berlangsung, ketidakpastian muncul pada saat suatu keputusan dibuat, seperti ketidakpastian
tentang kejadian yang tidak dapat dikontrol atau ketidakpastian mengenai ketrampilan manajer.
Sedangkan expost atau setelah kejadian, ketidakpastian muncul setelah suatu keputusan dibuat
dan hasilnya direalisasikan. Ketidakpastian dalam 2 kategori ini sama kecuali ketidakpastian
setelah kejadian dapat dikurangi dengan laporan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Teorn
agensi berfokus pada dampak laporan setelah kejadian pada ketidakpastian setelah kejadian.
Atkinson dan Feltham melihat peranan penetapan standen sebagai salah satu identifikasi situasi
dimana peningkatan kesejahteraan aka diperoleh dari kebijakan mengenai pelaporan keuangan
yang sudan ditentukan sebelumnya. Peningkatan kesejahteraan dapat diibaratkan perbandingan
seperti ini: Kebijakan A lebih disukai dibandingkan Kebijakan B jika kebijakan A lebih baik dan
menghasilkan alokasi sumber daya dan resiko yang lebih efisien. Berdasarkan pandangan ini
suatu konsekuensi ekonomi yang dirasakan dari standar akuntansi memainkan peranan
penting.Teori agensi menggambarkan kerangka untuk mempelajari kontrak antara pemilik
modal dan agen dan untuk memprediksi konsekuensi ekonomi dari suatu standar. Sebagai
contoh, sudah dianggap logis jika kompensasi manajer tergantung dari banyaknya laba yang
mereka laporakan. Dalam kondisi seperti ini salah satu jenis hubungan kontraktual adalah
hubungan antara pengguna laporan keuangan dan perusahaan. Data keuangan bisa sebagai
alternatif pelaporan publik. Jika akuntansi diatur maka mekanisme pasar dapat menghasilkan
informasi yang cukup dan mencapai titik ekuilibrium dimana biaya untuk memperoleh informasi
setara dengan manfaatnya. Para pendukung pandangan ini pengungkapan wajib
(mandatorydisclosures) tidak diperlukan karena kekuatan pasar dapat menghasilkan informasi
yang diinginkan. Lebih jauh perusahaan terdorong untuk mengungkapkan informasi secara
sukarela (voluntarydisclosures) sesuai dengan level tuntutan sebagai perusahaan publik. Regulasi
yang berlebihan juga mengakibatkan dampak ‘free-rider’ dimana pihak-pihak yang tertarik pada
informasi namun tidak mengeluarkan biaya untuk memperoleh informasi terebut memiliki
motivasi yang lebih besar untuk meningkatkan level permintaan, itulah yang disebut dengan
istilah free-rider’ atau penumpang bebas. Lebih jauh kecenderungan pelaporan yang diwajibkan
akan berakibat pada informasi yang berlebihan. Bagi pengguna informasi, karena mereka tidak
mengeluarkan biaya untuk menghasilkan suatu informasi maka mereka akan menuntut lebih
banyak iformasi, Bagi badan regulasi seperti IASB ketentuan untuk melaporkan banyak
pengungkapan lebih dari informasi yang dibutuhkan akan berpendapat bahwa berakibat
berlebihnya standar.
4. A. Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini
merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainya.
Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.

B. Hubungannya sangat erat karena Akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu
akuntansi yang semakin berkembang dalam kurun waktu 25 tahun belakangan ini. Pada awal
perkembangannya akuntansi keperilakuan menekankan pada aspek akuntansi manajemen
khususnya pada pembuatan anggaran namun domain ini terus berkembang. Ilmu pengetahuan
keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi mengenai keperilakuan
manusia dan akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dan
akuntansi. Manusia bekerja dengan dibatasi oleh organisasi dan perilakunya dipengaruhi oleh
banyak faktor. Tujuan ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan
memprediksi perilaku manusia sampai pada generalisasi perilaku manusia, yang didukung oleh
bukti-bukti empiris yang dikumpulkan melalui prosedur yang terbuka. Teori akuntansi
keperilakuan dikembangkan dari riset empiris terhadap perilaku manusia dalam organisasi.
akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi.
Pertanyaan yang penting untuk diteliti adalah bagaimana pengaruh yang ditimbulkan dari suatu
proses akuntansi ketika perilaku manusia disatukan dan bagaimana keperilakuan dapat
mempengaruhi perubahan atas cara dan prosedur akuntansi yang digunakan lebih efektif untuk
membantu stakeholders mencapai tujuannya. Akuntansi keperilakuan diterapkan dengan praktis
menggunakan riset ilmu keperilakuan untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia.