Anda di halaman 1dari 13

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

RMK “USEFULNESS OF ACCOUNTING INFORMATION TO


INVESTORS AND CREDITORS (KEGUNAAN INFORMASI
AKUNTANSI BAGI INVESTOR DAN KREDITOR)”

OLEH:
KELOMPOK 8

KOMANG TRI UTARIYANI 1981621005


NI NYOMAN KOSI SYANURI 1981621011

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2020
USEFULNESS OF ACCOUNTING INFORMATION TO INVESTORS AND
CREDITORS (KEGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI BAGI INVESTOR
DAN KREDITOR)

A. DATA DAN MODEL AKUNTANSI PENILAIAN PERUSAHAAN


Model penilaian dividen dari Gordon merupakan langkah awal yang
sangat bermanfaat dalam memahami hubungan antara data-data akuntansi
dengan nilai perusahaan. Model ini mengatakan bahwa nilai suatu perusahaan
bagi pemegang sahamnya adalah nilai sekarang dari dividen-dividen yang
diharapkan akan diterima di masa yang akan datang.
Beaver mempergunakan model penilaian dividen untuk merumuskan
peran laba akuntansi dalam penilaian perusahaan sebagai berikut:
1. Harga surat berharga saat ini didefinisikan sebagai suatu fungsi dari
dividen yang diharapkan akan diterima di masa yang akan datang.
2. Dividen masa depan itu sendiri merupakan fungsi dari laba operasi masa
depan.
3. Laba akuntansi dapat dipergunakan untuk menilai laba operasi dimasa
depan.
Oleh karena itu, informasi laba periode berjalan merupakan data yang
informatif karena kemampuannya untuk memprediksi laba dan dividen masa
depan. Miller dan Modigliani, menyatakan bahwa nilai teoritis perusahaan
dapat diselusuri ke dalam hasil penelitian, mereka mengemukakan bahwa
kebijakan dividen tidak relevan untuk penilaian (valuation) suatu perusahaan.
Dengan mengabaikan dampak pajak, mereka menunjukkan bahwa nilai
perusahaan dapat ditentukan tanpa dipengaruhi oleh dividen, yaitu dengan
nilai sekarang (present value) dari arus kas masa depan.
FASB mengadopsi (secara implisit) model penilaian dengan arus kas.
Dalam SFAC No.1 peranan pelaporan keuangan disebutkan antara lain
membantu investor, kreditur dan pemakai lainnya dalam menilai jumlah,
waktu, dan ketidakpastian prospek arus kas bersih perusahaan. Lebih lanjut,

1
FASB menyatakan bahwa sistem akuntansi akrual dan angka laba akrual
lebih berguna bagi tujuan ini dibandingkan sistem kas basis yang lebih
sederhana. akuntansi akrual pada umumnya memberikan indikasi yang lebih
baik mengenai kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan cash flow
yang menguntungkan baik saat ini maupun di masa yang akan datang,
dibandingkan dengan informasi yang terbatas pada efek finansial dari
penerimaan dan pengeluaran kas (SFAC No.1, Kata Pengantar).
Beaver sependapat dengan pernyataan ini dan berargumentasi bahwa
“akrual dapat dipandang sebagai suatu bentuk peramalan masa yang akan
datang…” Terdapat bukti empiris bahwa arus kas masa yang akan datang
diproyeksikan dengan lebih baik dengan menggunakan data akrual dari pada
data arus kas. Dan dalam penelitian pasar modal, harga-harga surat berharga
lebih tinggi korelasinya dengan laba akrual dari pada arus kas atau aliran
modal kerja.
Implikasi dari literatur teoritis ini adalah bahwa sistem akuntansi
akruallah yang digunakan sebagai atribut dalam menentukan penilaian
perusahaan, yaitu data arus kas bersih. Namun demikian, nilai informasi
dalam pelaporan keuangan bagi investor bukan dilihat dari peranannya
sebagai catatan historis, namun lebih pada kegunaannya dalam merevisi
penilaian investor terhadap arus kas masa depan.
1. Teori Surplus Bersih
Teori baru mengenai penilaian surat-surat berharga yang lebih dekat
dengan konsep dan angka akuntansi adalah CST dari Ohlson, Feltham, dan
Ohlson. Inti pendekatan ini adalah nilai buku ekuitas sama dengan nilai
buku awal ditambah laba dikurangi dividen. Dasar premis yang digunakan
adalah bahwa semua elemen laba dan rugi masuk ke income, yang
membentuk surplus bersih.
Penilaian ekuitas perusahaan akan didasarkan pada nilai buku awal
periode ditambah nilai sekarang dari laba abnormal yang diharapkan
terjadi di masa depan. Laba abnormal adalah laba di atas laba normal yang
diharapkan. Oleh karean itu, laba abnormal adalah jumlah selisih di atas

2
atau di bawah (biasanya di atas) laba normal yang diharapkan. Laba
normal sama dengan nilai buku awal periode dikalikan dengan biaya
modal ekuitas. Penilaian ekuitas perusahaan kemudian akan sama dengan
nilai buku awal ekuitas ditambah nilai sekarang diskonto dari pendapatan
abnormal dalam persamaan sebagai berikut:

AEat
MVao=Bao+ ∑
l=1 (l+r )t
Keterangan:
MVαo = Nilai pasar dari α ekuitas pada awal periode
BVαo = Nilai buku dari α ekuitas pada awal periode
AEαt = Pendapatan abnormal α untuk periode t
(l+r)t = Nilai sekarang dari tingkat diskonto untuk t periode pada tingkat
r

Beaver membahas penyebab meningkatnya laba abnormal, yaitu:


1. Dalam memilih projek investasi, selisih positif nilai sekarang di atas
biaya projek tidak dicantumkan di neraca.
2. Banyak prosedur penandingan (matching) dan pengakuan (recognition)
dalam konsep biaya historis cenderung bersifat konservatif.

B. NILAI INFORMASI BAGI INVESTOR


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, manfaat informasi akuntansi
bagi investor telah diinvestigasi secara empiris melalui hubungan antara data
akuntansi yang tersedia untuk publik dengan perubahan harga sekuritas
perusahaan. Jika ada hubungan yang signifikan, maka ada bukti bahwa
informasi akuntansi berguna bagi penilaian perusahaan. Terdapat beberapa
studi dalam hal ini antara lain:
1. Efficient-Market Hypotesis (EMH), model ini mengacu kepada kecepatan
respon adanya pengumuman informasi baru tentang sekuritas di pasar
modal. Ada 3 bentuk EMH yaitu:

3
a. Bentuk yang lemah, menyatakan bahwa harga sekuritas mencerminkan
informasi yang terkandung dalam urutan harga-harga masa lalu
(historis);
b. Bentuk yang semi-kuat, menyatakan bahwa harga-harga mencerminkan
semua informasi baik masa lalu maupun masa kini yang tersedia bagi
publik;
c. Bentuk yang kuat, menyatakan bahwa harga-harga mencerminkan
semua informasi (baik yang publik maupun yang privat).
2. Landasan teori penelitian pasar modal atau harga sekuritas, berasal dari
teori portofolio, yaitu teori tentang pilihan investasi yang rasional dan
memaksimumkan utilitas. Secara sederhana dinyatakan bahwa: risiko
dapat dikurangi dengan memegang investasi portofolio. Risiko yang dapat
dihapuskan disebut sebagai risiko yang tidak sistematik (dapat
didiversifikasi), sedangkan risiko portofolio sisanya disebut risiko
sistematik (tidak dapat didiversifikasi). Dalam teori portofolio, risiko
sistematik didefinisikan sebagai selisih atau penyimpangan dari return
investasi yang diharapkan.
Teori portofolio adalah dasar untuk pengembangan terkait dalam
pembiayaan - penetapan harga saham individu dengan konsep portofolio yang
terdiversifikasi. Sebuah model yang disebut model penentuan harga aset
modal telah dikembangkan untuk penetapan harga teoritis masing-masing
saham.
1. Kandungan Informasi dari Pengumuman Laba
Bukti yang paling kuat yang dihasilkan dari riset pasar modal adalah
mengenai kandungan informasi dari angka-angka laba akuntansi tahunan.
Suatu studi yang dipublikasikan pada tahun 1968 menunjukkan bahwa
arah perubahan laba akuntansi yang dilaporkan (dari tahun sebelumnya)
berkorelasi positif dengan perubahan harga sekuritas. Studi itu juga
menemukan bahwa perubahan harga mengantisipasi hasil laba, dan bahwa
tidak ada perubahan harga abnormal sebulan setelah pengumuman laba.
Hal ini konsisten dengan bentuk semi-kuat dari hipotesis pasar yang

4
efisien. Hasil ini tidaklah mengherankan. Kita akan mengharapkan laba
akuntansi menjadi bagian dari informasi yang digunakan oleh investor
dalam menilai risiko dan return. Penelitian pasar modal telah
mengkonfirmasi proposisi yang hampir jelas. Temuan ini penting,
meskipun, dalam menghubungkan secara formal informasi akuntansi
dengan keputusan investasi dan karenanya dengan kegunaan untuk
investor.
2. Kebijakan Akuntansi Alternatif dan Harga Sekuritas
Jenis penelitian harga sekuritas yang lebih kompleks telah
melakukan pengujian mengenai efek dari kebijakan akuntansi alternatif
terhadap harga sekuritas. Tujuan awal pengujian ini untuk menginvestigasi
apa yang disebut sebagai hipotesis investor yang naif. Penelitian telah
menunjukkan bahwa harga sekuritas bereaksi terhadap angka-angka laba
akuntansi. Kebijakan akuntansi alternatif, misalnya kebebasan dalam
memilih metode depresiasi dan persediaan, dapat mempengaruhi laba yang
dilaporkan, tidak berdampak pada arus kas perusahaan. Meskipun metode
ini memengaruhi laba yang dilaporkan, tidak ada dampak nyata pada arus
kas perusahaan. Jenis alternatif akuntansi ini hanya mewakili pola
pengenalan biaya atau alokasi biaya yang berbeda.
a. Alternatif yang Tidak Mempengaruhi Arus Kas
Salah satu studi yang paling awal adalah yang membandingkan
perusahaan yang menggunakan metode penyusutan yang dipercepat
(akselerasi) dengan yang menggunakan garis lurus. Perbedaannya,
yaitu:
1) Menyajikan angka laba akuntansi yang berbeda karena mereka
menggunakan metode depresiasi yang berbeda.
2) Perbedaan dalam multiple price-earnings. Perusahaan yang
menggunakan metode akselerasi mempunyai laba yang lebih rendah,
namun multiple price-earningnya lebih tinggi dibandingkan dengan
perusahaan yang menggunakan garis lurus. Walaupun demikian,
ketika laba perusahaan yang menggunakan metode akselerasi

5
disesuaikan ke metode garis lurus, maka price-earningnya antara
kedua kelompok itu tidak berbeda secara signifikan.
b. Alternatif yang Berpengaruh Terhadap Arus Kas: Pendekatan
LIFO
Satu jenis perubahan kebijakan akuntansi yang memang
menimbulkan reaksi terhadap harga sekuritas adalah perubahan
akuntansi persediaan dari FIFO ke LIFO. Perubahan ke LIFO dikaitkan
dengan perubahan positif harga sekuritas. Walaupun demikian, LIFO
telah menurunkan laba akuntansi pada periode dimana harga-harga
persediaan meningkat. Dalam periode ketika harga persediaan
meningkat, beban pajak akan menurun untuk perusahaan yang memakai
LIFO, dalam hal ini arus kas terpengaruh secara riil akibat perubahan
kebijakan akuntansi.
c. Alternatif Dengan Konsekuensi Arus Kas Tidak Langsung-Teori
Keagenan
Penelitian harga sekuritas terbaru telah menyelidiki masalah yang
lebih halus yang disebut sebagai konsekuensi tidak langsung.
Konsekuensi tak langsung terjadi saat perubahan kebijakan akuntansi
mempengaruhi nilai perusahaan lebih melalui efek tak langsung pada
pemilik dibandingkan pengaruhnya secara langsung pada arus kas
perusahaan. Perubahan full costing ke succesful efforts, dianggap hanya
sebagai perubahan dalam pengalokasian biaya eksplorasi pada laporan
laba rugi. Oleh karena itu diharapkan bahwa tak ada reaksi harga
sekuritas yang akan terbukti karena tak ada konsekuensi arus kas
langsung bagi perusahaan.
3. Beberapa Pertanyaan Lebih Lanjut Mengenai Efisiensi Pasar
Ou dan Penman dalam studi yang ekstensif memunculkan ide
tentang analisis saham fundamental. Analisis fundamental berasumsi
bahwa pasar modal adalah tidak efisien dan bahwa saham-saham yang
dihargai kurang dari yang seharusnya dapat ditemukan dengan melakukan
analisis laporan keuangan. Pandangan ini secara langsung berlawanan

6
dengan pandangan pasar efesien yang menganggap bahwa harga sekuritas
mencerminkan semua informasi yang tersedia bagi publik (bentuk semi-
kuat dari hipotesis itu). Pengukuran yang digunakan adalah akuntansi
tradisional, seperti return on asset, rasio marjin kotor, dan persentase
perubahan aktiva lancar dalam suatu model multivariate untuk
memprediksi apakah laba tahun-tahun yang mengikuti akan meningkat
atau menurun. Jadi penelitian Ou dan Penman ini mengindikasikan bahwa
pasar tidaklah seefisien seperti yang dikatakan dan dipercaya oleh para
pendukungnya, dan bahwa analisis fundamental masih penting dilakukan
untuk tujuan investasi. Studi ini juga mengimplikasikan bahwa standar
akuntansi yang lebih “baik” bisa meningkatkan kemampuan prediktif dari
informasi akuntansi.
Lev memusatkan studinya pada isu yang melengkapi faktor-faktor
yang dipelajari oleh Ou dan Penman. Khususnya, adalah poin yang
meliputi antar periode dan dalam satu tahun periode (studi lintas seksi),
korelasi antara angka laba dengan return saham adalah terlalu rendah.
Dengan kata lain, laba hanya memiliki sedikit kemampuan untuk
menjelaskan (seperti yang diukur dengan R2, koefisien korelasi)
perubahan dalam harga saham. Lev percaya bahwa salah satu alasan untuk
situasi ini adalah rendahnya kualitas angka laba yang dilaporkan.
Dengan demikian, paper Lev, Ou dan Penman adalah saling
melengkapi karena yang satu menemukan penjelasan yang lemah
mengenai hubungan antara laba dan return saham, sementara yang lain
melihat adanya peranan prediktif data akuntansi di pasar yang bisa saja
kurang efisien dari pada yang dikira sebelumnya.
a. Aliran Pasca Pengumuman Laba
Abarbanell dan Bushee menyimpulkan bahwa para analis kurang
merespon tanda-tanda yang sangat fundamental pada sekuritas, yang
pada gilirannya dapat membawa pada peramalan yang salah yang dapat
mengakibatkan penyesuaian harga sekuritas yang tidak lengkap. Sloan
menemukan bukti bahwa pemegang saham tidak dapat membedakan

7
dengan baik mana porsi laba yang mengakibatkan arus kas dan mana
yang akrual.
4. Informasi Akuntansi dan Penentuan Risiko
Penelitian pasar modal telah menginvestigasi kegunaan angka
akuntansi untuk menentukan risiko sekuritas dan portofolio. Studi-studi ini
telah menemukan korelasi tinggi antara variasi laba akuntansi dengan beta,
yaitu ukuran risiko pasar. Korelasi yang tinggi ini mengimplikasikan
bahwa data akuntansi dapat berguna untuk menentukan risiko. Beberapa
riset lainnya telah berupaya untuk menentukan apakah kebijakan akuntansi
alternatif mempunyai dampak terhadap risiko. Tujuan jenis penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kebijakan atau pengungkapan
akuntansi alternatif bisa mempengaruhi kegunaan angka akuntansi untuk
menentukan risiko.
Studi lainnya menguji hubungan antara rasio-rasio finansial dengan
beta. Beberapa rasio dan perhitungan yang diuji, termasuk rasio
pembayaran dividen, leverage, tingkat pertumbuhan, ukuran aktiva,
likuiditas, bunga sebelum pajak, serta laba dan variabilitas laba. Secara
umum, pengujian-pengujian ini mengindikasikan adanya hubungan yang
kuat antara rasio berbasis akuntansi dengan pengukuran pasar atas risiko,
yaitu beta.
5. Ringkasan Penelitian Pasar Modal
Bukti-bukti empiris dari riset pasar modal telah mendukung
pernyataan-pernyataan berikut ini:
a. Laba akuntansi nampaknya memiliki kandungan informasi dan
mempengaruhi harga sekuritas.
b. Kebijakan akuntansi alternatif yang tidak membawa akibat langsung
maupun tak langsung pada arus kas perusahaan nampaknya tidak
mempengaruhi harga sekuritas, namun isu ini tidak sepenuhnya pasti
demikian.

8
c. Kebijakan akuntansi alternatif yang berakibat langsung atau tak
langsung pada arus kas perusahaan atau pemiliknya memang
berpengaruh terhadap harga-harga sekuritas.
d. Ada insentif untuk memilih kebijakan akuntansi tertentu, jika
memungkinkan, yang berpengaruh terhadap kas secara tak langsung.
e. Pengukuran risiko berbasis akuntansi berkorelasi dengan pengukuran
risiko pasar, menandakan bahwa angka akuntansi berguna sebagai
penentu risiko.
Pada awal tahun 1970-an ada beberapa pendapat yang menyatakan
bahwa riset pasar modal dapat digunakan sebagai dasar untuk:
a. Memilih kebijakan akuntansi yang terbaik
b. Mengevaluasi konsekuensi ekonomi dari kebijakan akuntansi alternatif
terhadap harga sekuritas.
Kebijakan akuntansi yang paling mempengaruhi harga sekuritas
dianggap sebagai yang paling bermanfaat. Dengan kata lain, kebijakan
semacam itulah yang paling mempunyai kandungan informasi.
Argumentasi ini mempunyai segi intuitif karena riset yang didasarkan
secara deduktif telah terbukti tidak mampu untuk memecahkan debat teori
akuntansi normatif mengenai bentuk akuntansi yang paling diinginkan.
6. Survei Terhadap Para Investor
Cara lain untuk menentukan kegunaan informasi akuntansi adalah
dengan langsung bertanya kepada investor bagaimana (jika sama sekali)
mereka menggunakan laporan tahunan. Survei terhadap investor telah
dilaksanakan di beberapa negara dan menunjukkan tingkat kemampuan
membaca informasi akuntansi yang rendah. Setengah dari investor yang
disurvei mengindikasikan bahwa mereka membaca laporan keuangan.
Jenis lain dari penelitian survei telah meminta investor untuk menimbang
pentingnya berbagai jenis informasi investasi, termasuk informasi
akuntansi.

9
C. INFORMASI AKUNTANSI DAN MODEL PENILAIAN LINTAS SEKSI
Pendekatan lain adalah untuk menguji hubungan antara data akuntansi
yang dilaporkan dalam laporan keuangan tahunan dan tingkat harga saham
(yaitu, penilaian perusahaan, diukur sebagai kapitalisasi pasar). Model
penilaian lintas seksi berupaya untuk mengestimasi model teoritis dari
penilaian ekuitas. Model ini digunakan untuk menyelidiki bagaimana
komponen laporan keuangan berhubungan dengan penilaian pasar terhadap
perusahaan. Bila sebuah komponen disebut dengan aset atau pendapatan,
maka komponen tersebut memiliki hubungan yang positif dengan nilai pasar,
demikian pula sebaliknya apabila sebuah komponen disebut dengan
kewajiban atau beban, maka memiliki hubungan yang negatif dengan nilai
pasar.

D. PERANAN AUDITING DALAM PROSES PELAPORAN KEUANGAN


Asumsi yang mendasari riset pasar modal yaitu informasi keuangan
yang handal dan telah sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Peran auditor independen adalah membuktikan bahwa asumsi dasar tersebut
telah dilakukan. Penelitian menemukan jika pengumuman laba perusahaan
yang diikuti dengan penerbitan laporan audit yang qualified secara rata-rata
menyebabkan respon harga saham yang lebih rendah jika dibandingkan
dengan penerbitan laporan audit yang unqualified. Dengan kata lain,
penerbitan laporan audit yang qualified menyebabkan investor menjadi lebih
skeptis terhadap laba perusahaan yang diumumkan.

E. DATA AKUNTANSI DAN KREDITUR


Teori-teori yang mendasari kegunaan informasi akuntansi untuk
kreditor tidak berkembang dengan baik seperti halnya peran angka akuntansi
visa-vis harga saham. Secara umum disepakati bahwa harga utang berbunga
didasarkan pada risiko gagal bayar, yang didefinisikan sebagai premi lebih
dari suku bunga bebas risiko pada utang yang identik. Dengan demikian,
informasi spesifik perusahaan, termasuk data akuntansi, membantu kreditor

10
dalam menilai risiko gagal bayar. Beberapa riset yang berbeda telah
mengemukakan:
1. Kegunaan dari data akuntansi dalam memprediksi kebangkrutan
perusahaan (meliputi kredit macet)
2. Hubungan antara data akuntansi dan peringkat obligasi yang dianggap
sebagai proxy resiko kegagalan pembayaran
3. Hubungan antara data akuntansi dengan estimasi premi resiko suku bunga
utang
4. Riset eksperimental dalam peran data akuntansi dalam keputusan
pemberian kredit.

F. KEGUNAAN DARI ALOKASI AKUNTANSI


Alokasi akuntansi yaitu pengakuan dari jenis biaya yang diakui lebih
dari satu periode akuntansi seperti biaya penyusutan aset tetap, amortisasi
godwill, dan sebagainya. Terdapat banyak metode dalam alokasi akuntansi,
tetapi tidak ada cara yang pasti benar untuk mengalokasikan biaya-biaya
tersebut, karena tidak ada satu metode alokasi.
Cara lain untuk menggambarkan dilema ini yaitu dengan menyatakan
bahwa tidak ada alokasi yang sepenuhnya mampu mempertahankan diri
melawan metode lainnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semua
alokasi akuntansi pada dasarnya bersifat arbitrar. Secara konsep hal ini
merupakan ide yang sangat mengganggu dan memukul inti logika dari konsep
akuntansi historical cost. Oleh karena itu laporan keuangan yang bebas
alokasi telah disarankan sebagai cara yang lebih baik untuk menyajikan
informasi yang bermanfaat.
Walaupun demikian, kenyataan bahwa akuntansi alokasi adalah arbitrar
tidak membuktikan bahwa informasi tersebut tidak berguna. Riset pasar
modal di area kebijakan akuntansi alternatif mendukung kearbitraran dari
alokasi akuntansi kebijakan alternatif yang tidak ada pengaruhnya terhadap
arus kas tidak berdampak terhadap harga sekuritas. Hal ini mendukung

11
argumentasi bahwa alokasi adalah arbitrar dan tak mengandung informasi
bagi pemakai.
Karena alokasi memiliki nilai, maka FASB harus mengurangi
fleksibilitas alokasi akuntansi. Dengan adanya bukti dari riset pasar modal,
maka tidak ada alasan untuk membiarkan fleksibilitas arbitrary. Alokasi akan
berguna khususnya jika ia berusaha untuk menyajikan informasi mengenai
fenomena yang riil. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai efficient
contracting.

DAFTAR PUSTAKA

Harry I. Wolk, Michael G. Tearney, James L. Dodd. (2001). Accounting Theory:


A Conceptual and Institutional Approach. Edisi 5. USA; South Western
Collage Publishing.

12