Anda di halaman 1dari 7

TUGAS RESUME

PERAWATAN LUKA KOTOR DAN LUKA BERSIH

OLEH :
Anggy Dyayu Nur Wardhini
1120020106

FASILITATOR :
Yurike Septianingrum,S.Kep.,Ns.,M.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2021
SOP PERAWATAN LUKA KOTOR
Penatalaksanaan
1. Antisepsis sekitar luka
a. Cuci dengan betadine
b. Pada fraktur terbuka : cuci dengan NaCl 0,9%
2. Antisepsis luka
a. Untuk luka kotor : cuci dengan H2O2 (perhidrol) kemudian NaCl
0,9%
b. Untuk fraktur terbuka : cuci dengan NaCI 0,9%
c. Untuk luka bersih : cuci
d. Selanjutnya beri betadine -> untuk semua jenis luka
3. Hecthing (Jahit) kalau memang diperlukan
Perhatikan :
Luka dengan fraktur/ruptur tendon jangan dijahit, tetapi dicuci dengan NaCl 0,9%
-> tutup dengan kasa steril, bila ada perdarahan -> ditampon / verban -> rujuk ke
RSUD.
Pengobatan
1. Bila luka kotor/lebar/dalam beri ATS 1.500 IU (tes dulu) atau TT 0,5 ml
2. Inj. PP (tes dulu) atau inj Ampisilin 4×500mg-1gr per hari
3. Amoksisilin 3-4×500 mg
4. Analgesik -> jika perlu
Catatan Penting
1. Luka lecet cukup diolesi betadine tanpa ditutup, tanpa ATS, tanpa AB
2. Luka kecil yang hanya membutuhkan 1 jahitan boleh tanpa anestesi
3. Anestesi lokal diberikan sebelum luka dibersihkan, untuk mengurangi rasa
sakit
4. Luka pada kepala, cukur dulu sekitar luka sebelum dijahit. Jahitan pada
kepala dapat diangkat pada hari kelima atau kurang
5. Luka yang cukup dalam harus dijahit berlapis, bagian dalam memakai cut
gat dan bagian luar memakai silk
6. Luka yang cukup panjang, jahitan sebaiknya mulai dari tengah
7. Luka berbentuk V, sudut dasar V dijahit terdahulu
8. Luka yang banyak mengeluarkan darah, terlebih dahulu klem dan jahit
yang rapat pada sumber darah. Jika darah berhenti -> jahitan dilanjutkan.
9. Setelah selesai dijahit ternyata masih merembes -> bongkar -> Jahit ulang
-> bekas jahitan didep agak kuat. Jika masih merembes -> rujuk ke RSUD
10. Pada kondisi terputusnya pembuluh darah besar -> klem/dep/ tampon yang
kuat dengan kasa steril -> rujuk ke RSUD dengan infus terpasang
11. Selesai menjahit, dengan pinset sirurgi tepi kulit dibuat ektropion
(membuka keluar)
12. Kontrol sebaiknya pada hari 3-4 setelah dijahit -> angkat jahitan pada hari
ke 6-7
13. Pada luka yang terlalu panjang atau terjadi infeksi -> jahitan diangkat
selang-seling (tidak sekaligus)
14. Pada waktu mengangkat jahitan, benang yang dipotong yaitu pada ujung
yang berlawanan dengan simpul (untuk menghindari benang bagian luar
ikut menyusup ke dalam)
15. Kalau pada jahitan terdapat PUS -> buka -> bersihkan, kompres dengan
Revanol 2 kali sehari

Pengertian
Melakukan tindakan perawatan : mengganti balutan, membersihkan luka pada luka
kotor.

Tujuan
1. Mencegah infeksi
2. Membantu penyembuhan luka

Bak instrumen yang berisi


1. Pinset anatomi
2. Pinset chirurgis
3. Gunting debridemand
4. Kasa steril
5. Kom: 3 buah

Peralatan lain terdiri dari


1. Sarung tangan
2. Gunting plester
3. Plester/perekat
4. Alkohol 70% / wash bensin
5. Desinfektant
6. NaCL 0,9 %
7. Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektan
8. Verband
9. Obat luka sesuai kebutuhan

Prosedur Pelaksanaan
1. Tahap Pra Interaksi
a. Melakukan verifikasi program terapi
b. Mencuci tangan
c. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2. Tahap Orientasi
a. Membersihkan salam dan menyapa nama pasien
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
c. Menanyakann kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3. Tahap Kerja
a. Menjaga privacy
b. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
c. Membuka peralatan
d. Memakai sarung tangan
e. Membasahi plester dengan alcohol/wash bensin dan buka menggunakan
pinset
f. Membuka balutan lapis luar
g. Membersihkan sekitar luka dan bekas plester
h. Membuka balutan lapis dalam
i. Menekan tepi luka (sepanjang luka) untuk mengeluarkan pus
j. Membersihkan luka dengan cairan NaCl
k. Melakukan kompres desinfektan dan tutup dengan kasa
l. Memasang plester atau verband
m. Merapikan pasien
4. Tahap Terminasi
a. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
b. Berpamitan dengan klien
c. Membereskan alat-alat
d. Mencuci tangan
e. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

SOP PERAWATAN LUKA BAKAR

Pengertian
Melakukan tindakan perawatan terhadap luka bakar

Tujuan
1. Mencegah infeksi pada luka
2. Mempercepat penyembuhan pada luka

Bak instrumen yang berisi:


1. Pinset anatomis
2. Pinset chirurgis
3. Gunting debridemand
4. Kassa steril
5. Kom 3 buah

Peralatan lain terdiri dari


1. Spuit 5 cc atau 10 cc
2. Sarung tangan
3. Gunting plester
4. Plester atau perekat
5. Desinfektant
6. NaCl 0,9%
7. Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektant
8. Verband
9. Obat luka sesuai kebutuhan

Prosedur Pelaksaan
1. Tahap Pra Interaksi
a. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
b. Mencuci tangan
c. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2. Tahap Orientasi
a. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeuutic
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
c. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3. Tahap Kerja
a. Menjaga privacy
b. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
c. Membuka peralatan
d. Memakai sarung tangan
e. Membuka balutan dengan hati-hati, bila sulit basahi dengan NaCl 0,9%
f. Membersihkan luka dengan menggunakan NaCl 0,9%
g. Melakukan debridemand bila terdapat jaringan nekrotik. (bila ada bula
jangan dipecah, tapi dihisap dengan spuit steril setelah hari ke-3)
h. Membersihkan luka dengan NaCl 0,9%
i. Mengeringkan luka dengan menggunakan kassa steril
j. Memberikan obat topical sesuai order pada luka
k. Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang verband dan
diplester
l. Memasang verband dan plester
m. Merapikan pasien
4. Tahap Terminasi
a. Mengevaluasi hasil tindakan
b. Berpamitan dengan pasien
c. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
d. Mencuci tangan
e. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan