Anda di halaman 1dari 5

TUGAS RESUME

UJI TORNIQUET (RUMPLE LEEDE) & PPD TEST

Oleh :
Anggy Dyayu Nur Wardhini
1120020106

FASILITATOR :
Andikawati.,S.Kep.,Ns.,M.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2021
UJI TOURNIQUET (RUMPLE LEEDE)

A. Pendahuluan
Manifestasi perdarahan yang paling sering ditemukan pada DBD ialah
perdarahan kulit, uji Tourniquet positif, memar dan perdarahan pada tempat
pengambilan darah vena. Uji Tourniquet merupakan tes yang sederhana untuk
melihat gangguan pada vaskuler maupun trombosit. Tes ini akan positif bila
ada gangguan pada vaskuler maupun trombosit.
Petekie merupakan manifestasi perdarahan yang paling sering dijumpai,
yaitu pada 51% penderita. Di daerah endemis DBD, uji Tourniquet merupakan
pemeriksaan penunjang presumtif bagi diagnosis DBD apabila dilakukan pada
anak yang menderita demam lebih dari 2 hari tanpa sebab yang jelas.
Sebagian orang mungkin menunjukkan hasil positif tergantung pada tekstur,
ketipisan, dan suhu kulit, sehingga uji Tourniquet ini bukan merupakan satu-
satunya pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis DBD.
Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium darah.
B. Prinsip
Prinsip yang digunakan dalam uji Torniquet adalah dimana terhadap kapiler
diciptakan suasana anoksia dengan jalan membendung aliran darah vena.
Anoksia merupakan ketiadaan penyediaan oksigen ke jaringan meskipun
perfusi darah ke jaringan adekuat. Suasana anoksia dan penambahan tekanan
internal akan memperlihatkan kemampuan ketahanan kapiler. Jika ketahan
kapiler turun akan timbul petekie di kulit.
C. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam uji Tourniquet atau Rumple Leede
antara lain:
1. Tensimeter
2. Stetoskop
3. Timer
D. Langkah Kerja
Langkah-langkah dalam melakukan uji Tourniquet adalah sebagai berikut:
1. Pasang manset pada lengan atas (ukuran manset sesuaikan dengan umur
anak, yaitu lebar manset = 2/3 lengan atas)
2. Pompa tensimeter untuk mendapatkan tekanan sistolik (pada saat
kontraksi) dan tekanan diastolik (pada saat relaksasi).
3. Ambil rata-rata antara tekanan sistolik dan tekanan diastolik.
4. Aliran darah pada lengan atas dibendung pada tekanan antara sistolik dan
diastolik (rata-rata kedua tekanan tersebut) selama ± 5 menit.
5. Baca hasilnya pada volar lengan bawah kira-kira 4cm dibawah lipat siku
dengan penampang 5cm, apakah timbul petekie sebagai tanda perdarahan.
E. Hasil
Nilai rujukan yang digunakan untuk menentukan hasil uji Tourniquet sebagai
berikut:
Hasil Jumlah Petekie
Abnormal (+) >20 petekie
Normal (-) < 10 petekie
Dubia (Ragu-ragu) 10 – 20 petekie
MANTOUX TEST

A. Definisi
Tes tuberculin (Mantoux Test) merupakan salah satu Tes diagnostic TB
untuk mendeteksi adanya infeksi M. tuberculosis, TST hingga saat ini masih
memiliki nilai tes diagnostik yang sangat tinggi.
Tes ini dilakukan berdasarkan adanya hipersensitivitas tubuh akibat adanya
infeksi oleh M.Tuberkulosis sebelumnya. Hal ini yang dimediasi oleh sel2
limfosit T (CMI) yang telah tersensitisasi akibat terinfekasi oleh
M.Tuberkulosis secara alamiah. Tes ini dilakukan dengan menginjeksikan
tuberculin tes (PPD RT-23 2TU atau PPD S 5TU), dosis 0,1 cc, secara
intrakutan di bagian volar lengan bawah. Reaksi tuberculin mulai 5-6 jam
setelah penyuntikan dan indurasi maksimal terjadi setelah 48 – 72 jam dan
selanjutnya berkurang selama beberapa hari. Pembacaan dilakukan 48-72 jam
setelah penyuntikan. Pengukuran dilakukan terhadap indurasi yang timbul,
bukan pada bagian yang hiperemis atau eritemanya. dilakukan pada ruangan
dengan pencahayaan yang baik dan lengan bawah sedikit difleksikan pada siku.
Hasil pembacaan diukur dan ditulis dalam ukuran millimeter.
B. Tujuan PPD Test/Mantoux Test
Setelah mengikuti pelatihan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Melakukan skrining pasien yang sesuai untuk pelaksanaan Tes Tuberkulin
2. Melakukan konseling dan informed consent pada pasien sebelum dan
sesudah pelaksanaan dan interpretasi tes tuberculin
3. Melakukan prosedur pemeriksaan tes tuberculin dengan benar
4. Melakukan interpretasi hasil tes tuberculin dengan benar
C. Alat dan bahan pembelajaran
1. Sarung tangan steril
2. Spoit 1 cc, dan 3 cc
3. PPD RT-23 2TU atau PPD S 5TU
4. Kapas Alkohol
5. Adrenalin Ampul
6. Penggaris/mistar
D. Indikasi Pemeriksaan TST
1. Anak dengan gejala dan tanda sakit TB
2. Kontak erat dengan penderita TB dewasa aktip (BTA +)
3. Anak dengan faktor resiko tinggi terpapar TB (tuna wisma, alkoholik,
pengguna Narkoba suntik).
4. Pasien imunokompromais (infeksi HIV, sindroma nefrotik, keganasan)
dan pasien yang akan mendapat imunosupresan jangka panjang.
5. Bayi yang akan mendapat BCG di atas usia 3 bulan.