Anda di halaman 1dari 9

Re: Diskusi.

by YULIANA PARATAMA 031300223 - Wednesday, 14 October 2020, 11:00 AM


Menurut pendapat saya tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai
manajer pelayanan publik adalah yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan
kompetensi sosial kultural..Kompetensi teknis diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan,
pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis. Sedangkan kompetensi
manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan
pengalaman kepemimpinan. Sementara kompetensi sosial kultural diukur dari pengalaman kerja
berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki
wawasan kebangsaan.jadi dari ketiga kunci tersebut seorang peminpin yang belum berkompeten
atau belum belajar dalam segi kepemim pinan nya akan berdampak tidak baik terhadap
bawahannya,jadi sebelum kita menjadikan seorang pemimpin kita harus belajar dulu biar
kepemimpinan kita bagus dimata masyarakat
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by SITTIN MASRUROH 031084088 - Wednesday, 14 October 2020, 9:45 AM


Pada Undang Undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 mengamanatkan bahwa tujuan
didirikan negara republik indonesia antara lain adalah untuk memajukan kesejateraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut mengandung makna negara berkewajiban
memenuhi kebutuhan setiap warga negaranya melalui sistem pemerintahan yang mendukung
terciptanya penyelenggaran pelayanan publik yang prima dalam rangka memnuhi kebutuhan
dasar dan hak sipil setiap warga negara atas barang, publik, jasa publik,dan pelayanan
administratif.
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by VENNY ARDILLA 030368847 - Wednesday, 14 October 2020, 8:29 AM


1. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan publik.
Jawab
a. Kompetensi Dasar, Seorang manajer harus memiliki beberapa kompetensi dasar tidak peduli
memimpin organisasi jenis apapun setiap manajer membutuhkan kompetensi dasar tersebut
untuk mengendalikan berjalannya organisasi agar dapat sampai pada tujuan yang diinginkan.
Kompetensi dasar itu adalah kemampuan mengelola kompleksitas, kemampuan kepemimpinan ,
kemampuan kognitif dan kemampuan merencanakan.

b. Kompetensi Khusus Manajer Publik, Seorang pejabat publik harus memiliki sejumlah
keahlian yang mendukung tugasnya ia harus memiliki integritas personal yang baik, memiliki
wawasan kebangsaan yang luas, mampu bernegosiasi dengan baik, mampu mengolah persoalan
menjadi potensi
, mampu menerjemahkan aspirasi rakyat dalam kebijakan riil , serta memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang sangat komprehensif.

2. Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer pelayanan publik yang kompeten?
Jawab
- Masih lemahnya kesadaran dan kemampuan untuk melakukan prinsip good governance dengan
baik.
- Praktik- praktik nepotisme.
- Sebagian besar waktu tidak digunakan secara produktif.
- Belum optimalnya peran dalam menemukan terobosan menjalankan tugas sebagaimana yang
diamanatkan.
- Kemampuan pelayanan yang tidak optimal.
- Belum jelasnya standar kinerja yang dapat diukur untuk menentukan mutu output yang
dihasilkan aparatur.
- Kecenderungan lemahnya kompetensi terkait dengan penggunaan teknologi informasi.
- Hubungan dan komunikasi yang kurang terbuka.
- Rendahnya SDM Aparatur.

3. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat sebagai penerima layanan?


Jawab
Salah satu kebutuhan masyarakat adalah mendapatkan pelayanan publik yang baik dan
berkualitas. Akan tetapi harapan dari masyarakat terkadang berbanding terbalik dengan keadaan
di lapangan. Salah satu dampak bagi masyarakat terhadap pelayanan publik yang tidak kompeten
yaitu dapat membangun ketidakpercayaan publik kepada pemerintah.

Nama : Venny Ardilla


PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3
by Indah Dwinursari 031179408 - Wednesday, 14 October 2020, 6:09 AM
Kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan publik
diantaranya adalah harus memiliki kemampuan untuk melakukan perhitungan yang seimbang
dalam mengambil tindakan, memenuhi kaidah-kaodah rasionalitas manajemen, harus dapat
memperhitungkan dan mengupayakan agar supaya tindakan tersebut memperoleh dukungan
publik. Selain itu, pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan publik juga harus memiliki
kompetensi dasar dan kompetensi khusus bagi manajer publik. Setiap manajer pelayanan publik
membutuhkan kompetensi dasar untuk mengendalikan berjalannya organisasi agar dapat
mencapai tujuan yang diinginkan. Kompetensi dasar tersebut diantaranya adalah kemampuan
mengelola kompleksitas, kemampuan kepemimpinan, kemampuan kognitif, dan kemampuan
merencanakan. Selanjutnya adalah kompetensi khusus dimana manajer pelayanan publik harus
memiliki kemampuan untuk menggerakkan organisasinya berperan dan berkontribusi dalam
pencapaian cita-cita nasional.

Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer yang kompeten?


Karena untuk mewujudkan seorang manajer yang kompeten harus benar-benar memiliki sifat
yang kompeten dan tidak plin plan. Kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang memadai,
kurangnya konsentrasi atau fokus dalam menjalankan tugas dan pekerjannya juga berdampak
pada pelayaanan publik. Selama ini masih banyak manajer yang bekerja untuk sekedar menerima
gaji, tunjangan tetapi belum sepenuhnya bekerja keras untuk mencapai kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat. Kompetensi didasarkan pada 5 karakteristik yang mempengaruhi manusia
dalam berpikir dan berperilaku. Karakter-karakter seperti motif,sifat,sikap, nilai dan citra diri,
serta ilmu pengetahuan yang belum dimiliki oleh kebanyakan manajer pelayanan publik saat ini
yang menyebabkan sulitnya mewujudkan manajer yg kompeten.

Dampak bagi masyarakat sebagai penerima pelayanan layanan yaitu kurangnya fasilitas dan
manfaat yang seharusnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat tetapi justru
kebalikannya. Kurangnya pelayanan dalam organisasi publik manapun menyebabkan banyaknya
pelayanan publik tidak dapat mencapai tujuan organisasi yang diharapkan. Seperti contohnya
dalam organisasi sektor publik dimana mereka yang membayar pajak tidak selalu menerima atau
menikmari produk dan pelayanan yang diberikan pemerintah dari hasil pajak yang dia berikan.
Akibatnya, banyak terjadi demonstrasi yang disebabkan oleh pelayanan publik yang belum dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by MELIYA SARI 030328789 - Tuesday, 13 October 2020, 9:31 PM


Pelayanan publik membutuhkan manajer-manajer yang kompeten untuk melaksanakan kegiatan
pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.

kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan publik, yaitu
: Kompetensi Dasar dan Kompetensi khusus bagi manajer publik.

Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer pelayanan publik yang kompeten, Karena
seorang manajer bukanlah administrator yang semata-mata melaksanakan tugas-tugas secara
rutin, melainkan seorang pemimpin yang harus memiliki konsep yang jelas untuk membawa ke
arah mana organisasi hendak dijalankan, bagaimana menempatkan organisasi dalam lingkungan
yang lebih besar, dan mendefinisikan apa peran, manfaat dan kontribusi (significance, benefit,
and contribution) organisasi bagi masyarakat banyak. Seorang manajer (pejabat) pada institusi
publik, baik dia seorang politisi maupun birokrat, harus memiliki kemampuan untuk
menggerakkan organisasinya berperan dan berkontribusi dalam pencapaian cita-cita nasional.

Dampaknya bagi masyarakat sebagai penerima layanan, fasilitas yang memadai serta sumber
daya yang sering disebut sebagai bahan utama untuk memberikan layanan yang efektif. Di
indonesia keterbatasan kelembagaan menjadi hambatan besar untuk mewujudkan pelayanan
publik yang baik.
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by SITTI SAINAB 024858618 - Tuesday, 13 October 2020, 9:09 PM


1. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan publik
yaitu,harus memiliki kompetensi dasar,yaitu kemampuan
mengelola,kompleksitas,kepemimpinan,kemampuan kognitif,dan kemampuan
merencanakan,selain kompetensi dasar tentu adapula kompetensi khusus yang harus dimiliki
seorang manajer yaitu mempunyai keahlian khusus yang mendukung tugas sebagai seorang
manager,memiliki integritas personal yang baik,wawasan dan pengetahuan yang luas.berprinsip
teguh untuk mencapai tujuan,rela berkorban untuk keberhasilan.
2. Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer pelayanan publik yang kompeten?
Adanya perilaku yang tidak konsisten dan konsekuen,kurangnya kedisiplinan,kurang
profesionalisme baik menyangkut keterampilan,keahlian,dan tingkat pengetahuan,kurangnya
motivasi kerja
3. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat sebagai penerima layanan?
Salah satu dampak bagi masyarakat terhadap pelayanan publik yang tidak kompeten yaitu dapat
membangun ketidakpercayaan publik kepada pemerintah,banyaknya keluhan
masyarakat,pelayanan yang tidak memuaskan masyarakat.
Sumber Referensi :
• Buku Modul Manajemen Pelayanan Umum.
PermalinkShow parentReply
Re: Diskusi.3

by INDRIANI DWI ASTUTI 031091804 - Tuesday, 13 October 2020, 3:37 PM


Pelayanan public seringkali menjadi ukuran paling mudah dipahami sejauh mana kinerja
pemerintah dalam melaksanakan fungsi-fungsinya. Pelayanan public adalah salah satun fungsi
penting pemerintah selain regulasi, proteksi dan distribusi. Pelayanan public merupakan proses
sekaligur output yang menunjukkan bagaimana fungsi pemerintah dijalankan. Ketidakpuasan
terhadap kinerja pelayanan public dapat dilihat dari keenggana masyarakat berhubungan dengan
birokrasi pemerintah atau dengan kata lain adanya kesan keinginan sejauh mungkin untuk
menghindari dan bersentuhan dengan birokrasi pemerintah apabila menghadapi urusan.Dalam
konteks pelayanan ini, upaya memberikan pelayanan yang lebih baik oleh pemerintah salah
satnya dengan melakukan desentralisasi sebagaimana diamatkan dalam UU No, 32 dan No. 33
Tahun 2004. Dengan demikian, desentralisasi merupakan salah satu jawaban untuk mendekatkan
dan mengefektifkan pelayanan kepada pelanggan. Asumsinya pemerintah daerah yang kemudian
memiliki kewenangan, memiliki pelanggan sendiri-sendiri dengan karakteristik yang berbeda-
beda. Desentralisasi yang memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah
merupakan peluang yang mengguntungkan dilihat dari perspektif upaya mengoptimalkan dan
upaya membuat pelanggan lebih tepat sasaran dan berdaya guna. Prinsip dasar yang terkandung
dari kedua UU tersebut adalah keinginan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih tepat, dan
lebih responsive kepada masyarakat. Asumsinya adalah pemerintah daerah yang paling
mengetahui masalah dan kebutuhan masyarakatnya.
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by TRISUSAN UTOMO 030571892 - Tuesday, 13 October 2020, 10:25 AM


Pada intinya, seorang manajer (pejabat) pada institusi publik, baik dia seorang politisi maupun
birokrat, harus memiliki kemampuan untuk menggerakkan organisasinya berperan dan
berkontribusi dalam pencapaian cita2 nasional. Kompetensi seorang pejabat publik adalah segala
cara kemampuan yang dapat digunakan untuk menggerakan unit yang dipimpinnya guna
mencapai kesejahteraan dan ketertiban sosial secara maksimal. Maka seorang pejabat harus
mengerti benar apa cita2 luhur bangsanya, apa mandat (tugas) yang dimiliki dalam pencapaian
cita2 itu, apa yang harus dia kerjakan, dan bagaimana dia dapat memaksimalkan proses
pencapaian cita2 bangsanya secara efektif dan inovatif. Pejabat tidak boelh bersikap pasif,
sekedar menerima gaji dan tunjangan, melakukan seremoni atau memberikan sambutan rapat,
melainkan harus berfikir dan berkerja keras untuk mencari jalan bagi tercapainya kemakmuran
dan kesejahteraan rakyat dengan cara yang secepat dan semudah mungkin. Cepat dan mudah
bukan berarti harus terburu-buru dan menyederhanakan proses, melainkan bergerak secara taktis
dan tidak berbelit-belit dalam bertindak dan mengambil keputusan. Dia harus memiliki integritas
personal yang baik, memiliki wawasan kebangsaan yang luas, mampu bernegoisasi dengan baik,
mampu mengolah persoalan menjadi potensi, mampu menerjemahkan aspirasi rakyat dalam
kebijakan rill, dan sebagainya.
Ketidakoptimalan dan disorientasi tersebut disebabkan banyak faktor, baik dalam intern institusi
birokrasi sendiri maupun faktor yang ada di lingkungan dimana birokrasi beradda. sulitnya
mewujudkan pelanyanan publik karna, 1) tiadanya iklim kompetensi dalam model bekerjanya
birokrasi, 2) sumber pendapatan yang tidak dari usaha organisasi sendiri, 3) Tiadanya ukuran
kinerja, 4) tiadanya insentif, 5) tiiadanya tantangan administratif kepada pejabat birokrasi secara
personal, dan 6) tiadanya kepemimpinan yang aktif.
dampak bagi masyarakat yg menerima layanan menjadi tidak efektif, kekecewaan yang melayani
dengan tidak sopan dan santun dengan sebagaimana mestinya seorang pelayanan publik
diberikan untuk masyarakat, kerugian waktu, korupsi mengambil hak milik masyarakat yg
dimakan oleh anggota2 diatasnya
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by IKHSAN WINDARTAMA 031188485 - Monday, 12 October 2020, 10:47 PM


1. Jelaskan kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan
publik !
Jawaban :
a. Kompetensi Dasar
- Seorang manajer harus memiliki beberapa kompetensi dasar tidak peduli memimpin organisasi
jenis apapun setiap manajer membutuhkan kompetensi dasar tersebut untuk mengendalikan
berjalannya organisasi agar dapat sampai pada tujuan yang diinginkan. Kompetensi dasar itu
adalah kemampuan mengelola kompleksitas, kemampuan kepemimpinan , kemampuan kognitif
dan kemampuan merencanakan.

b. Kompetensi Khusus Manajer Publik


- Seorang pejabat publik harus memiliki sejumlah keahlian yang mendukung tugasnya ia harus
memiliki integritas personal yang baik, memiliki wawasan kebangsaan yang luas, mampu
bernegosiasi dengan baik, mampu mengolah persoalan menjadi potensi
, mampu menerjemahkan aspirasi rakyat dalam kebijakan riil , serta memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang sangat komprehensif.

2. Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer pelayanan publik yang kompeten?
Jawaban :
✓ Masih lemahnya kesadaran dan kemampuan untuk melakukan prinsip good governance
dengan baik.
✓ Praktik- praktik nepotisme.
✓ Sebagian besar waktu tidak digunakan secara produktif.
✓ Belum optimalnya peran dalam menemukan terobosan menjalankan tugas sebagaimana yang
diamanatkan.
✓ Kemampuan pelayanan yang tidak optimal.
✓ Belum jelasnya standar kinerja yang dapat diukur untuk menentukan mutu output yang
dihasilkan aparatur.
✓ Kecenderungan lemahnya kompetensi terkait dengan penggunaan teknologi informasi.
✓ Hubungan dan komunikasi yang kurang terbuka.
✓ Rendahnya SDM Aparatur.

3. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat sebagai penerima layanan?


Jawaban :
- Salah satu kebutuhan masyarakat adalah mendapatkan pelayanan publik yang baik dan
berkualitas. Akan tetapi harapan dari masyarakat terkadang berbanding terbalik dengan keadaan
di lapangan. Salah satu dampak bagi masyarakat terhadap pelayanan publik yang tidak kompeten
yaitu dapat membangun ketidakpercayaan publik kepada pemerintah. Contohnya pada saat
pembuatan KTP yang dipersulit , adapun cara memperbaiki kualitas pelayanan publik agar
masyarakat menjadi mudah dalam segala proses administrasi diperlukan.

Sumber Referensi :
• Buku Modul Manajemen Pelayanan Umum.
• Perpus.menpan.go.id
• www.pustaka.ut.ac.id
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by TENGKU HERLIZAWATI 020306793 - Monday, 12 October 2020, 3:07 PM


Jelaskan kompetensi yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan
publik?
Kompentensi berarti cakap, mampu. Kompetensi manajer berarti kemampuan pimpinan dalam
mengelola, mengatur dari merencanakan, mengkoordinasi, meaktualisasikan dan mengawasi
organisasi publik. Minimal ada empat strategi yang harus dilakukan yaitu
1. seorang pimpinan publik harus berfikir dan bertindak generalis,
2. terus belajar, mengedepankan cara berfikir yang integralistik,
3. strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah
4. dan pimpinan publik harus sepenuhnya konsentratratif.

Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer pelayanan publik yang kompeten?
1. Kurangnya SDM
2. Tidak fokus dalam pekerjaan
3. Kurangnya cara untuk menghargai orang lain atau masyarakat
4. Kurangnya moral dan etika terhadap pelayanan kepada masyarakat
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by SAHARUDDIN 016489436 - Monday, 12 October 2020, 2:50 PM


Pimpinan yang harus di miliki birokrasi sebagai manajer pelayanan publik adalah :
Integritas,mentalitas,profesionaltias,mentalitas,religious,solidaritas Pemimpin sudah seharusnya
berdiri di depan untuk menjadi teladan dan memberikan pelayanan kepada mereka yang
dipimpin dan kepada masyarakat. Pemimpin harus berdiri di tengah untuk memotivasi dan
inovasi dalam peningkatan kualitas layanan umum Dan seorang pemimpin juga harus bisa berdiri
di belakang untuk mendorong bawahannya dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang
secara prima . Semoga ke depannya akan banyak hadir figur pemimpin pelayan yang akan
memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas di
sektor pelayanan yang di Kantor-Kantor

Salah satu contoh penerapan Pelayanan kepada Masyarakat yang tidak membeda-bedakan atau
pilih kasih artinya siapa saja yang cepat datang itulah yang lebih dahulu dilayani tanpa harus
melihat status social ekonomi mereka contoh lain dirasakan oleh masyarakat atau anggota dalam
organisasi itu sendiri uyaitu terdapatnya sistim kekeluargaan ,sahabat,uang pelican dan
sebagainya yang lebih ampuh untuk mempermulus berabgai kepantingan misalnya penerimaan
pegwai,promosi jabatan dan penemptan pegawai kasus sperti ini lah yag bertentangan dengan
prinsip-prinsip birokrasi.

sumber Modul 6 IPEM4429


Nama Saharuddin.
PermalinkShow parentReply

Re: Diskusi.3

by ROBI YANTO 030900896 - Monday, 12 October 2020, 10:18 AM


Yang harus dimiliki oleh pimpinan birokrasi sebagai manajer pelayanan publik yaitu :

Teladan, integritas, komitmen, etos kerja, profesionalitas dan tanggung jawab yang ditunjukkan
oleh pemimpin pelayan sudah wajib diterapkan dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik.
Pemimpin sudah seharusnya berdiri di depan untuk menjadi teladan dan memberikan pelayanan
kepada mereka yang dipimpin dan kepada masyarakat. Pemimpin harus berdiri di tengah untuk
memantik dan menggugah motivasi dan inovasi dalam peningkatan kualitas layanan. Dan
seorang pemimpin juga harus bisa berdiri di belakang untuk mendorong bawahannya dalam
menyelenggarakan pelayanan publik yang prima. Semoga ke depannya akan banyak hadir figur
pemimpin pelayan yang akan memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan
publik yang berkualitas di Indonesia

Mengapa sulit untuk mewujudkan seorang manajer pelayanan publik yang kompeten karena,
Informasi mengenai kinerja birokrasi publik terjadi karena kinerja belum dianggap sebagai suatu
hal yang penting oleh pemerintah. Tidak tersedianya informasi mengenai indikator kinerja
birokrasi publik menjadi bukti dan ketidakseriusan pemerintah untuk menjadikan kinerja
pelayanan publik sebagai agenda kebijakan yang penting. Kinerja pejabat birokrasi tidak pernah
menjadi pertimbangan yang penting dalam mempromosikan pejabat birokrasi. Daftar penilaian
pelaksanaan pekerjaan (DP3) yang selama ini dipergunakan untuk menilai kinerja pejabat
birokrasi sangat jauh relevansinya dengan indikator-indikator kinerja yang sebenarnya.

Akibatnya, para pejabat birokrasi tidak memiliki insentif untuk menunjukkan kinerja sehingga
kinerja birokrasi cenderung menjadi amat rendah.Pemerintah terhadap birokrasi seringkali tidak
ada hubungannya dengan kinerja birokasinya. misalnya, dalam menentukan anggaran
birokrasinya, pemerintah sama sekali idak mengaitkan anggaran dengan kinerja birokrasi.
Anggaran birokrasi publik selama ini lebih didasarkan atas input, bukan cutput. Anggaran yang
ditcrima oleh sebuah birokrasi publik lebih ditentukan oleh kebutuhan, bukan oleh hasil
yangakan diberikan oleh birokrasi itu pada masyarakatnya.

Setelah berbagai masalah birokrasi yang masih muncul seperti korupsi, pungutan liar, suap untuk
penempatan dalam jabatan, hingga kasus OTT aparat birokrasi menunjukkan revolusi mental
cenderung belum teraktualisasi dan dipahami.
 
 
Nama : Robi Yanto 

Anda mungkin juga menyukai