Anda di halaman 1dari 2

Nama : I Kade Alfian Kusuma Wirayuda

NIM : 1613511025

Prodi : Ilmu Kelautan (A)

Siklus Nitrogen dan Fosfor

1. Siklus Nitrogen

Nitrogen (N) merupakan unsur paling berlimpah yang ada di atmosfer , 78% gas di atmosfer
adalah nitrogen. Nitrogen memiliki nilai isotop 14N, dan 14N . Nitrogen hadir di lingkungan dalam
berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik, amonium (NH4 +), nitrit (NO2-), nitrat
(NO3-), dan gas nitrogen (N2).Nitrogen merupakan unsur yang bersifat tidak reaktif (sulit
bereaksi dengan unsur lain) sehingga pemanfaatan nitrogen pada makhluk hidup diperlukan
berbagai proses, salah satunya adalah siklus nitrogen. Siklus nitrogen adalah proses konversi
senyawa yang mengandung unsur Nitrogen menjadi berbagai bentuk senyawa lainnya, adapaun
tahapan-tahapan dalam siklus nitrogen yaitu sebagai berikut:

a. Fiksasi Nitrogen

Fiksasi merupakan proses pengikatan nitrogen dari udara, pada ekosistem perairan fiksasi
umumnya dilakukan oleh sianobakteria (alga prokariot) yang mampu mengikat nitrogen
bebas dari atmosfer masuk ke badan air yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh tmbuhan
air dan alga untuk nutrisi pertumbuhan. Mikroorganisme pengikat nitrogen menggunakan
senyawa tersebut untuk reaksi metabolisme di dalam tubuhnya. Hasil sampingan dari reaksi
fiksasi adalah dihasilkannya senyawa ammonia yang merupakan organik yang dapat
digunakan oleh tumbuhan. 

b. Nitrifikasi

Nitrifikasi merupakan proses perubahan ammonia menjadi nitrat, proses nitrifikasi


dilakukan oleh bakteri nitrit (Nitrosomonas, Nitrosococus) yang menghasilkan senyawa
nitrit (NO2). Selanjutnya nitrit akan digunakan oleh bakteri nitrat (Nitrobacter) yang
menghasilkan senyawa nitrat (NO3).
c. Denitrifikasi

Denitrifikasi adalah kebalikan dari nitrifikasi yaitu perubahan dari nitran menjadi
amonium penguraian nitrat menjadi amoniun (NH4) melalui proses penguraian yang dibantu
oleh dekomposer. suatu reaksi kimia yang merombak senyawa nitrat menjadi senyawa N2
ke atmosfer. Proses pengembalian nitrogen ke atmosfer dilakukan oleh bakteri denitrifikans
yang membantu pengembalian senyawa nitrogen ke atmosfer. 

2. Siklus Fosfor

Fosfor merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi mahkluk hidup, fosfor
memiliki nilai isotope 15P. Fosfor umumnya berbentuk anorganik yang berasosiasi dengan
unsur lain membentuk senyawa fosfat (PO4) yang terdeposit dalam tanah dan aliran
air. Daur fosfor di alam umumnya dipengaruhi oleh faktor geologis, iklim, cuaca, dan
kondisi lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap proses daur fosfor.

Fosfor berasal dari proses pelapukan batuan fosfat yang dipengaruhi oleh iklim, cuaca,
erosi dan sebagainya. Fosfor yang masuk ke perairan akan mengakibatkan peningkatan
kadar mineral dalam air, fosfor yang berada pada daerah aliran sungai akan terbawa sampai
ke laut. Fosfat yang masuk ke dalam ekosistem laut akan berakumulasi sehingga terjadi
penumpukan. Fosfat yang mengalami penumpukan akan mengalami proses sidimentasi
(pemadatan) oleh proses alam dalam waktu yang cukup lama.

Fosfor yang ada di laut dapat dimanfaatkan oleh organisme fotosintetik seperti
fitoplankton, macroalga, lamun dan sebagainya. Kemudian organisme produsen yang
memiliki unsur fosfor tersebut dikonsumsi oleh konsumen tingkat 1, tingkat 2 dan
sebagainya. Ketika organisme-organisme tersebut mati maka fosfor akan terurai dalam
proses dekomposisi menjadi fosfor organik, proses penguraian tersebut umumnya terjadi
dengan bantuan bakteri, fosfor kemudian akan kembali ke alam dan dimanfaatkan kembali
oleh mahkluk hidup. Pengengkatan fosfor dari laut dapat terjadi dari proses sidimentasi yang
berada diket daratan.