Anda di halaman 1dari 11

URGENSI ILMU MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 5

1. JIHAN FAHIRA 1910505006


2. FATIMAH ZAHRAH 1920505016
3. BERLIAN RADIATULLAH 1920505010

DOSEN PENGAMPU:
IRPINSYAH, S.Kom.I M.Hum

PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
jalan, kekuatan, serta petujuk-Nya sehingga makalah tentang “Urgensi Ilmu Menurut
Al-Qur'an dan Hadits” ini dapat diselesaikan.

Terwujudnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan narasumber.
Disadari bahwa dalam  penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, diharapkan adanya saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan
makalah dimasa yang akan datang.

Akhir kata, semoga Allah SWT. Selalu melimpahkan rahmat, karunia, dan
hidayah-Nya kepada kita serta semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................i
KATA PENGANTAR.........................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................................4
B. Rumusan Masalah.............................................................................................4
C. Tujuan dan Manfaat..........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Urgensi Ilmu dan Keutamaan Ilmu dalam Islam ...........................5
B. Urgensi Ilmu Menurut Al-Qur'an.....................................................................6
C. Urgensi Ilmu Menurut Hadits...........................................................................8
BAB III PENUTUP                         
A. Kesimpulan.......................................................................................................10     
B. Saran.................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu menjadi bukti kontribusi bagi peradaban dunia. Sejarah Islam telah
menunjukkan hal tersebut.Tidak ada agama yang begitu serius mengatur persoalan ilmu
dan pendidikan, selain agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Agama yang
diridhai Allah SWT ini, menempatkan ilmu pada posisi yang luar biasa, sehingga umat
Islam diwajibkan untuk menuntutnya bahkan pentingnya Ilmu ini telahdi jelaskan dalam
Al-Qur'an dan Hadits.

Ilmu pengetahuan amat penting bagi setiap individu bahkan dapat


meningkatkanmartabat manusia. Di dalam Islam, menuntut ilmu juga merupakan suatu
ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa matlamat tertentu dalam proses menuntut
ilmu. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah SWT.

B. Rumusan Masalah

1) Apa pengertian urgensi ilmu dan keutamaan ilmu dalam Islam?

2) Bagaimana urgensi ilmu menurut Al-Qur'an?

3) Bagaimana urgensi ilmu menurut Hadits?

C. Tujuan dan Manfaat

1) Untuk memahami arti urgensi ilmu dan keutamaan ilmu dalam Islam.

2) Untuk mengetahui urgensi ilmu menurut Al-Qur'an.

3) Untuk mengetahui urgensi ilmu menurut Hadits.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Urgensi Ilmu dan Keutamaan Ilmu dalam Islam

Urgensi ilmu terdiri dari kataurgensi dan ilmu.Kata “urgensi” sendiri berasal dari
bahasa latin “urgere” bentuk dari kata kerja yang berarti mendorong. Sedangkan kata
urgensi dalam Bahasa Inggris yakni “urgent”, yang berarti kepentingan yang mendesak
atau sesuatu yang bersifat mendesak dan harus segera ditunaikan. Begitupun menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), urgensi adalah keharusan yang mendesak; hal
sangat penting. Istilah urgensi merujuk pada sesuatu yang mendorong kita, yang
memaksa kita untuk mengerjakan, melakukan dan menyelesaikan suatu hal. Dengan
demikian, urgensi yaitu kata dasar dari “urgen” mendapat akhiran “i” yang berarti
sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama atau unsur yang
penting.1 Sedangkan ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari
‘alima-ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui, sementara itu secara istilah ilmud
iartikan sebagai Idroku syai bi haqiqotih (mengetahu isesuatu secara hakiki). Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang
disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk
menerangka ngejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu. Ilmu ialah deskripsi data
pengalaman secara lengkap dan tertanggung jawabkan dalam rumusan-rumusannya yang
sesederhana mungkin.2

Dengan demikian,urgensi ilmu adalah hal yang sangat penting untuk mempunyai
ilmu. Keutamaan mempunyai ilmu pengetahuan bagi setiap individu yaitu dapat
meningkatkan martabat manusia. Di dalam Islam, menuntut ilmu juga merupakan suatu
ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa matlamat tertentu dalam proses menuntut
ilmu. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah SWT.
Matlamat ini adalah untuk menguatkan kepercayaan dan keimanan manusia terhadap
Allah SWT. Dengan adanya ilmu, manusia dapat membaca Al-Qur’an yang mana
1
Abdurrahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam,
(Jakarta : Kencana, 2004), hlm. 89.
2
Poedjawijatna, Tahu dan Pengetahuan, (Jakarta, Rineka Cipta, 2004), hal. 62.

5
terkandung segala persoalan yang wujud di muka bumi ini. Ilmu juga membolehkan
manusia mengkaji alam semesta ciptaan Allah ini. Menuntut ilmu tidak hanya terbatas
pada hal-hal ke akhiratan saja, tetapi juga tentang keduniaan. Jelaslah kunci utama
keberhasilan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat adalah ilmu.

Islam sangat menghargai sekali ilmu. Allah berfirman dalam banyak ayat Al-Qur'an
supaya kaum Muslimin memiliki ilmu pengetahuan. Al-Qur’an dan Hadits menyatakan
supaya mendalami ilmu pengetahuan.

B. Urgensi Ilmu Menurut Al-Qur'an

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menegaskan pentingny amencari,


mempelajari, dan menjadi orang berilmu. Berikut ini ayat-ayat Al-Qur'an yang
menjelaskan betapa pentingnya ilmu, yaitu :

1. Orang berilmu diangkat derajatnya.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang
beriman! Apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-
majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan
apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan
mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang
kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah 58: 11)

Dalam potongan ayat tersebut, Allah menjajarkan iman dengan ilmu. Disinilah
terlihat betapa pentingnya ilmu, karena orang yang beriman tanpa memiliki ilmu
maka segala ibadahnya akan ditolak. Sedangkan sebaliknya, orang berilmu tanpa
beriman, maka ilmunya dapat menyesatkannya menuju jalan yang dilarang dan
dilaknat-Nya.

2. Orang berilmu takut kepada Allah SWT.


Dalam surat Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman: "Dan demikian pula diantara
manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang

6
bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah yang
takut kepada-Nya hanyalah para ulama (orang yang berilmu). Sungguh, Allah Maha
Perkasa, Maha Pengampun."
Ayat ini menjelaskan bahwa dengan ilmu, seseorang akan lebih memahami
bagaimana kehidupan ini diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa
Allah SWT sebagai Sang Maha Pencipta. Orang berilmu akan takut melakukan hal-
hal yang mengandung dosa karena ia memiliki pengetahuan akan kekuasaan dan juga
kebesaran Allah SWT.

3. Orang berilmu akan diberi kebaikan dunia dan akhirat.


Dalam surat Al-Baqarah ayat 269, Allah SWT berfirman: "Allah menganugerahkan
al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar
telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah
yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."
Ayat ini menjelaskan tentang (Allah memberikan hikmah), artinya ilmu yang
berguna yang dapat mendorong manusia untuk bekerja dan berkarya (kepada siapa
yang dikehendaki-Nya dan barang siapa yang telah diberi hikmah itu, maka sungguh
ia telah diberi kebaikan yang banyak) karena hikmah itu akan menuntunnya kepada
kebahagiaan yang abadi. (Dan tiadalah yang dapat mengambil pelajaran). Asalnya ta
diidghamkan pada dzal hingga menjadi yadzdzakkaruu, (kecuali orang-orang
berakal).

4. Hanya orang-orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: Katakanlah: "Adakah sama
orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (Q.S. Az-
Zumar: 9)

5. Hanya orang yang berilmu yang mempu memahami hakikat sesuatu yang
disampaikan Allah melalui perumpamaan-perumpamaan.

7
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan perumpamaan-
perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya
kecuali mereka yang berilmu." (QS. Al-'Ankabut 29: 43)

Ayat-ayat diatas trersebut, menjelaskan untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu,
untuk terus membaca, sehingga posisi yang tinggi dihadapan Allah akan tetap terjaga,
yang berarti juga rasa takut kepada Allah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan
manusia untuk melakukan amal shaleh, dengan demikian nampak bahwa keimanan yang
dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal, sehingga Nurcholis Madjd menyebutkan
bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini
seolah menengahi antara iman dan amal. Oleh kerena itu ilmu menempatkan posisi yang
sangat urgent dalam Islam.

C. Urgensi Ilmu Menurut Hadits

Di samping ayat-ayat al-Qur’an, banyak juga hadist yang menjelaskan betapa


pentingnya ilmu sehingga Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslimin untuk
menuntut ilmu. Berikut ini penjelasan betapa pentingnya ilmu menurut hadist-hadist,
antara lain:

1. Ilmu menyebabkan dimudahkannya jalan ke surga.


Dalam sebuah hadist tentang keutamaan dan pentingnya ilmu pengetahuan dalam
Islam, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Siapa yang menempuh jalan untuk
mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR.
Muslim, no. 2699)

2. Orang berilmu memiliki pahala yang kekal.


Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal.
Disebutkan dalam sebuah hadist tentang keutamaan dan pentingnya ilmu dalam
Islam.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata kepada Rasullullah shallallahu'alaihi
wa sallam, yang artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah

8
amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan,
atau do'a anak yang sholeh." (HR. Muslim no. 1631)

3. Orang berilmu dapat dimintakan ampun oleh segala apa yang ada di langit dan bumi.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Segala apa yang ada di langit dan bumi
memintakan ampun untuk orang yang berilmu”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu
Majah dan Ibnu Hibban)

4. Ilmu adalah warisan para Nabi.


Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh hadits, yang artinya: “Para ulama adalah
pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun
dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia
telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu
Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no.
6297).

5. Orang yang mempelajari ilmu dan menuntut ilmu, maka kedudukannya sama seperti
seorang yang sedang berjihad di medan perjuangan.
Rasulullah saw bersabda, yang artinya :“Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini,
yang dia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau
diajarkannya, maka kedudukannya sama dengan mujahid di jalan Allah. Dan siapa
yang datang untuk maksud selain itu, maka kedudukannya sama dengan seseorang
yang melihat barang perhiasan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).3

Dari hadist di atas tersebut, semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu, dimana
menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas
wilayah. Oleh kerena itu ilmu menempatkan posisi yang sangat urgent dalam Islam.

BAB III
3
Syaikh Abdul Qadir Abdul Aziz, Keutamaan Ilmu dan Ahli Ilmu,Pen. Abu‘Abida alQudsy
(Solo:Pustaka alAlaq,2005),hal.59,.

9
PENUTUP

A. Kesimpulan

Ilmu sangat penting, perintah mencari ilmu tidak hanya ditemukan dalam Al-
Qur’an, juga dalam Hadits. Kedudukan orang berilmu juga lebih mulia di sisi-Nya.
Dengan ilmu maka segala permasalahan akan dapat diselesaikan. Dengan ilmu orang
akan bisa bersikap lebih baik, orang akan dapat bertoleransi dengan orang lain walaupun
berbeda prinsip. Betapa pentingnya kedudukan ataupun peranan ilmu terutama di dalam
pengaruh Islam, yang mana dengan ilmu tersebut seseorang bisa menjadi mulia dan
mempunyai harkat serta martabat yang tinggi disegani oleh orang banyak. Selain itu
dengan ilmu seseorang bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang salah
atau pun yang benar. Dengan ilmulah seseorang menjadi lebih bijaksana dalam setiap
aktivitas kehidupannya, baik mengambil keputusan apapun. Tentunya ilmu-ilmu tersebut
harus diiringi dengan adab.

Firman Allah dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah yang telah dipaparkan
di atas adalah bukti kongkrit akan keutamaan, kemulian dan pentingnya ilmu bagi
seluruh sendi kehidupan. Ilmu adalah kunci bagi kebahagiaan dan keselamatan di dunia
dan akhirat.

B. Saran

Kita sebagai umat manusiaharus menyadari dan meyakini akan keutamaan dan
pentingnya ilmu, untuk itu seharusnya kita lebih mendalam di dalam mempelajari
keutamaan dan pentingnya ilmu, baik yang bersumber dari al-Qur’an, hadits, kitab-kitab
para ulama islam, maupun para cendekiawan yang lain.Dan seharusnya kita tidak
berhenti begitu saja dalam menuntut ilmu. Sesuai dengan sabda Rasulullah bahwa
menuntut ilmu tetap diharuskan sampai tubuh kita terkubur dalam liang lahat.

DAFTAR PUSTAKA

10
Aziz, Syaikh Abdul Qadir Abdul. 2005. Keutamaan Ilmu dan AhliIlmu, Pen. Abu‘Abida
alQudsy. Solo: Pustaka Alalaq.
Poedjawijatna. 2004. Tahu dan Pengetahuan. Jakarta: Rineka Cipta.
Saleh dan Wahab. 2004. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta:
Kencana.
http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.urgensi-ilmu-menurut-konsep-islam (diakses
pada tanggal 16 Desember 2020, pukul 14:00).

https://rumusrumus.com/urgensi-adalah/ (diakses pada tanggal 19 Desember 2020, pukul


13:30).

https://muslimah.or.id/10472-keutamaan-menuntut-ilmu-agama.html (diakses pada tanggal


19 Desember 2020, pukul 13:45)

https://news.detik.com/berita/d-4899811/keutamaan-ilmu-dalam-islam-dan-dalilnya-dalam-
al-quran (diakses pada tanggal 19 Desember 2020, pukul 14.00)
https://www.google.com/amp/s/jateng.inews.id/amp/berita/hadis-mencari-ilmu (diakses pada
tanggal 19 Desember 2020, pukul 14:20)

11