Anda di halaman 1dari 3

Doc. No.

P-W-05-015
PT. SEISO INDONESIA Issued Date 18 June 2020
Revision
Rev. No Issue Dated
PROSEDUR PENGANGKATAN 0 A
Page 1 of 3

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN

DIBUAT OLEH: DIPERIKSA OLEH: DISETUJUI OLEH:

Firza Prama Novianto H. Ahmad Zainul Abidin


Site Engineer Project & Eng Mgr Direktur

Riwayat revisi
No. Rev Date Description
Doc. No. P-W-05-015
PT. SEISO INDONESIA Issued Date 18 June 2020
Revision
Rev. No Issue Dated
PROSEDUR PENGANGKATAN 0 A
Page 2 of 3

1. TUJUAN
Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memberikan pedoman kepada pekerja saat
melakukan pekerjaan berhubungan dengan pekerjaan lifting & hoisting, serta untuk
pengamanan atau penyelamatan personel PT. SEISO Indonesia yang melakukan
pekerjaan berhubungan dengan non destructive test (radiography test), untuk
mencegah kecelakaan yang terjadi karena bahaya yang mungkin timbul karena
melakukan pekerjaan

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini diterapkan pada peralatan lifting, cara eksekusi pengangkatan, dan
penurunan peralatan lifting.

3. REFRENSI
3.1 International Association of Oil& Gas Procedures tahun 2019 (fabrication site
construction safety recommended practice- hazardous activities)
3.2 Undang-undang no. 01 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
3.3 Peraturan Pemerintah no. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja

4. DEFINISI
4.1 Alat angkat adalah pesawat atau alat yang digunakan untuk mengangkat atau
memindahkan sebuah barang dengan jarak, besar dan berat tertentu yang sulit untuk
dilakukan ataupun tidak mungkin dilakukan oleh manusia

5. TANGGUNG JAWAB
5.1 Site manager bertanggungjawab untuk memastikan kompetensi lifting & hoisting
SME dan engineer kepada klien.
5.2 Lifting & hoisting SME bertanggungjawab untuk memastikan kompetensi PIC dan kru
lifting.
5.3 Terdapat salah satu orang dalam kru lifting yang bertindak sebagai PIC
5.4 PIC memastikan control dan peralatan sudah tersedia dan eksekusi lifting sesuai
dengan lifting plan.
5.5 PIC memastikan semua anggota tim mengerti lifing plan dan cara berkomunikasi
sebelum melakukan pengangkatan.
5.6 Personil yang bertugas untuk memandu jalannya proses pengangkatan harus dapat
diidentifikasi dengan mudah.
5.7 Semua anggota pada kru lifting memahami tugas masing-masing.

6. PROSEDUR
Doc. No. P-W-05-015
PT. SEISO INDONESIA Issued Date 18 June 2020
Revision
Rev. No Issue Dated
PROSEDUR PENGANGKATAN 0 A
Page 3 of 3

6.1 Lifting plan harus ada untuk setiap aktfitas pengangkatan. Detail dari lifting plan
menyesuaikan tingkat resiko dari pekerjaan pengangkatan. Lifting plan dasar dapat
digunakan untuk aktifitas pengangkatan rutin. Untuk aktifitas tidak rutin memerlukan
lifting plan yang lebih spesifik:
- Lifting plan untuk pengangkatan sederhana dapat dibuat oleh PIC, rigger, atau
slinger dari kru lifting.
- Untuk pengangkatan yang lebih rumit/tandem, lifting plan disiapkan oleh
engineer.
- Lifting plan untuk pengangkatan beban berat harus ditinjau dan diulas oleh
engineer.
- Pengangkatan orang membutuhkan lifting plan khusus untuk personel.
6.2 Apabila situasi dan kondisi berubah atau tidak sesuai dengan lifting plan, maka
aktivitas pengangkatan harus dihentikan dan dapat dilanjutkan setelah lifting plan
diperbarui atau menunggu hingga situasi dan kondisi sesuai dengan lifting plan
sebelumnya.
6.3 Penilaian meliputi cara pengangkatan, peralatan lifting, kestabilan tanah, dan
personil yang terlibat dalam operasi pengangkatan.
6.4 Lakukan HITS meeting atau toolbox meeting yang diikuti oleh seluruh pekerja yang
terlibat di area kerja sebelum melakukan aktifitas Lifting& hoisting
6.5 Tidak ada orang yang melintas/berada di dalam area pengangkatan.
6.6 Penghitungan luas area pengangkatan mempertimbangkan potensi benda jatuh dan
benda yang terpental.
6.7 Penghentian beban berayun tidak boleh dilakukan secara manual (menggunakan
tangan langsung). Cara yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan tali
kontrol atau metode hands-free lainnya.
6.8 alat monitor dan keselamatan dipasang pada peralatan lifting.
6.9 Aktifitas inspeksi dan perawatan peralatan dilakukan oleh orang yang
berkompetensi.
6.10 Beban angkat tidak boleh melebihi kapasitas peralatan lifting.
6.11 Manlift/mobile platform adalah metode yang diutamakan untuk pengangkatan
orang.
6.12 Pengangkatan orang menggunakan body harness atau mengikuti prosedur yang
ada.
6.13 Peralatan lifting harus dipastikan dalam keaadaan aman sesuai rekomendasi
pabrikan atau sesuai prosedur sebelum ditinggalkan.