Anda di halaman 1dari 1

Rangkuman Kuliah Filsafat Ilmu dan Fungsi Filsafat Dalam Kehidupan

Kuliah: Joni Haryanto


Nama: Cynthia Damayanti
Nim : 012018056302
Prodi : THT-KL

Rangkuman:
Dalam bahasa Indonesia, filsafat berasal dari bahasa Arab filsafah, yang juga berakar pada istilah
Yunani. Pythagoras adalah orang yang pertama-tama memperkenalkan istilah philosophia, yang
kemudian dikenal dengan istilah filsafat. Pengertian filsafat itu juga dapat dibedakan dari dua segi, yaitu
segi yang statis dan dari segi yang dinamis. Sebenarnya masih banyak defenisi, konsepsi, dan interpretasi
mengenai filsafat dari berbagai ahli yang merumuskan bahwa filsafat berhubungan dengan bentuk kalimat
yang logis dari bahasa keilmuan, dengan penilaian, dengan perbincangan kritis, pra anggapan ilmu, atau
dengan ukuran baku Tindakan.
Seorang murid Plato yang paling terkemuka ialah Aristoteles, Aristoteles menulis tentang apa
yang disebutnya dalam perkataan Yunani prote philosophia (artinya filsafat pertama) sebagai bagian dari
epistemenitu. Filsafat bukannya mempersoalkan gejala-gejala atau fenomena, tetapi yang dicari adalah
hakikat dari suatu fenomena. Hakikat adalah suatu prinsip yang menyatakan sesuatu adalah sesuatu itu.
Diantara masyarakat tersebut ada saja orang-orang yang tidak percaya begitu saja. Karena dengan filsafat
kita sebagai manusia mampu berpikir, bernalar, dan memahami diri serta lingkungannya, dan berefleksi
tentang bagaimana kehidupan yang lebih baik dan optimal.Otak manusia senantiasa bekerja seperti
jantung yang tak berhenti berdenyut, siang dan malam, sejak kecil sampai tua renta. Hasil pemikirannya
selalu ditujukan sebagai dasar untuk menghasilkan pengetahuan yang baru.
Berdasarkan defenisi filsafat tersebut, boleh jadi ada pihak yang merasa asing dengan
permasalahan ini, terutama di Indonesia. Banyak orang disyaratkan menemukan proporsi-proporsi baru
yang tidak lain dari asumsi-asumsi baru, kemudian diperluas menjadi teori baru. Orang yang sedang
mempelajari filsafat, hendaknya tidak berhenti sampai pada asumsi, tetapi melampauinya sampai pada
konsekuensi-konsekuensi yang terakhir. Kemampuan ini akan memberikan bekal yang berharga dalam
upaya memecahkan masalah secara serius, menemukan akar persoalan yang terdalam, dan menemukan
sebab terakhir suatu penampakan.
Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar
yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang,asal
kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi prailmiah yang usang,yang sempit dan yang
dogmatis. Filsafat berhubungan erat dengan sikap orang dan pandangan hidup manusia, karena filsafat
mempersoalkan dan menanyakan sebab - sebab yang terakhir dari semua yang ada. Seperti misal
kepercayaan terhadap adat istiadat dan mitos mitos, alangkah baiknya bila dikembalikan lagi pada unsur
dasarnya missal kepada agama, apakah diperbolehkan oleh agama tersebut, apakah tidak menyalahi
aturan yang ada.