Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ANASTASIA NONITA HANDINI

NIM : 835487375

JURUSAN : S1 PGSD

SEMESTER : 7 (Tujuh)

Tugas.2

1. Konsep tentang waktu merupakan aspek penting dalam sejarah karena sejarah adalah
ilmu mengenai waktu, artinya bahan sejarah berbicara mengenai kejadian-kejadian
atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Berkaitan dengan waktu dalam
sejarah, terdapat peristiwa-peristiwa penting yaitu perkembangan, kesinambungan,
pengulangan dan perubahan. Uraikan peristiwa-peristiwa penting tersebut dalam
peristiwa sejarah!

Jawab :

a. Perkembangan
Perkembangan masyarakat dapat terjadi ditengahnya apabila kelakuan
masyarakat bergerak dengan mengubah perilaku dari satu bentuk ke bentuk
yang lainnya. Sebuah perubahan dalam masyarakat akan menjadi masyarakat
yang berkembang saat bentuk perilaku manusia dari bentuk yang sederhana
dan bentuk yang komplek.
b. Kesinambungan
Proses kesinambungan terjadi di dalam masyarakat apabila suatu masyarakat
tersebut mengadopsi berbagai lembaga lembaga yang telah ada sebelumnya.
Peristiwa dapat disebut sebagai sebuah proses kesinambungan apabila
masyarakat baru meneruskan kegiatan yang telah ada sebelumnya.
c. Pengulangan
Pengulangan adalah proses dimana suatu kejadian yang telah terjadi pada
masa lampau terjadi kembali dimasa sekarang. Dalam konsep pengulangan
dalam ilmu sejarah mengkaji terhadap kejadian kejadian penting pada masa
lampau dan masa yang akan datang. Pencocokan terhadap suatu kejadian, dan
memiliki kemiripan terhadap satu kejadian dengan kejadian lain menjadikan
hal ini sebagai konsep pengulangan.
d. Perubahan
Konsep perubahan dapat terjadi apabila suatu masyarakat mengalami sebuah
pergeseran yang mengikuti perkembangan. Perkembangan dapat terjadi secara
besar besaran maupun kecil kecilan dengan waktu yang lama maupun singkat.
Sebuah perubahan dapat terjadi karena berbagai faktor entah itu internal
maupun eksternal. Di dalam konsep perubahan sangat berhubungan erat
dengan salah satu unsur sejarah yaitu waktu.

2. Dinamika kebudayaan adalah cara kehidupan masyarakat yang selalu bergerak,


berkembang dan menyesuaikan diri dengan setiap keadaan. Dinamika dan adaptasi
budaya berlangsung karena adanya perubahan-perubahan yang melingkupi kehidupan
manusia melalui proses belajar kebudayaan sendiri (internalisasi, sosialisasi, dan
enkulturasi), proses pengenalan kebudayaan asing (akulturasi dan asimilasi), evolusi
dan difusi kebudayaan, dan proses inovasi atau penemuan kebudayaan baru. Berikan
argumentasi tentang proses adaptasi budaya dimaksud beserta contohnya!

Jawab :

Dinamika masyarakat dan kebudayaan terdiri dari peristiwa kebudayaan. Pengertian


peristiwa kebudayaan itu sendiri yaitu suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu etnis
masyarakat. Hal hal yang berkaitan dengan peristiwa kebudayaan antara lain yang
pertama yaitu Cultural lag adalah suatu kondisi dimana terjadi kesenjangan antara
berbagai bagian dalam suatu kebudayaan. Cultural lag, proses perubahan sosial dapat
berlangsung secara cepat atau lambat. Yang kedua yaitu Culture  shock. Culture shock
adalah kesulitan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap nilai budaya baru yang
berbeda dengan nilai budaya sendiri. Yang ketiga yaitu Cultural survival. Cultural
survival adalah suatu konsep yang lain, dalam arti bahwa konsep ini dipakai untuk
menggambarkan suatu praktek yang telah kehilangan fungsi pentingnya seratus
persen, yang tetap hidup dan berlaku semata-mata hanya di atas landasan adat-istiadat
semata-mata. Dan yang terakir yaitu Cultural conflict. Pada cultural conflict ini
pertentangan kebudayaan muncul sebagai akibat relatifnya kebudayaan.

Sedangkan pengertian dinamika sosial itu sendiri yaitu manusia dan masyarakat selalu
berkembang serta mengalami perubahan,yang dalam prosesnya berlangsung secara
cepat maupun lambat. Dan dimanika masyarakat dan kebudayaan tersebut antar lain
yaitu yang pertama yaitu Internalisasi. Koentjaraningrat menyatakan Internalisasi
adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan,sampai ia hampir meninggal,
di mana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat, nafsu,
serta emosi yang diperlukannya sepanjang hidupnya. 

Contohnya adanya hasrat atau keinginan yang kuat dalam diri setiap individu untuk
menguasai kebudayaan orang lain.

3. Perilaku sosial akan muncul ketika seseorang berinteraksi atau berhadapan dengan
orang lain. Perilaku sosial dapat berupa sikap atau perbuatan dan ucapan yang
merupakan bentuk respons seseorang dalam berinteraksi dengan suatu kelompok,
orang lain ataupun dengan lingkungannya. Perilaku sosial yang terjadi dapat
berbentuk positif dan negatif. Bullying adalah salah satu bentuk perilaku sosial negatif
yang sering terjadi khususnya dalam kelompok remaja. Sebutkan dan tafsirkan faktor-
faktor yang berpengaruh terhadap maraknya perilaku bullying di kalangan remaja!

Jawab :

a. Keluarga.
Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah : orang tua
yang sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau situasi rumah yang
penuh stress, agresi, dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku
bullying ketika mengamati konflik-konflik yang terjadi pada orang tua
mereka, dan kemudian menirunya terhadap teman-temannya.
b. Sekolah
Pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini. Akibatnya,
anakanak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap
perilaku mereka untuk melakukan intimidasi terhadap anak lain. Bullying
berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah sering memberikan
masukan negatif pada siswanya, misalnya berupa hukuman yang tidak
membangun sehingga tidak mengembangkan rasa menghargai dan
menghormati antar sesama anggota sekolah.
c. Faktor Kelompok Sebaya
Anak-anak ketika berinteraksi dalam sekolah dan dengan teman di sekitar
rumah, kadang kala terdorong untuk melakukan bullying. Beberapa anak
melakukan bullying dalam usaha untuk membuktikan bahwa mereka bisa
masuk dalam kelompok tertentu, meskipun mereka sendiri merasa tidak
nyaman dengan perilaku tersebut.
d. Kondisi lingkungan sosial
Kondisi lingkungan sosial dapat pula menjadi penyebab timbulnya perilaku
bullying. Salah satu faktor lingkungan social yang menyebabkan tindakan
bullying adalah kemiskinan. Mereka yang hidup dalam kemiskinan akan
berbuat apa saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak heran
jika di lingkungan sekolah sering terjadi pemalakan antar siswanya.
e. Tayangan televisi dan media cetak
Televisi dan media cetak membentuk pola perilaku bullying dari segi tayangan
yang mereka tampilkan. Survey yang dilakukan kompas (Saripah, 2006)
memperlihatkan bahwa 56,9% anak meniru adegan-adegan film yang
ditontonnya, umumnya mereka meniru geraknya (64%) dan kata-katanya
(43%).

4. Konflik horizontal seringkali terkait dengan tindakan kekerasan. Bahkan dalam


perkembangan sosial masyarakat yang mengarah ke demokratisasi seringkali diwarnai
dengan berbagai peristiwa anarkis yang justru berangkat dari rendahnya kepercayaan
masyarakat terhadap pemerintah. Konsep demokrasi dalam konteks masyarakat
madani seperti menyampaikan pendapat di muka umum, unjuk rasa dan sebagainya,
secara normative adalah penyampaian aspirasi secara damai. Menurut pendapat anda,
apa yang harus dilakukan pemerintah dalam rangka upaya penanggulangan konflik
baik dalam rangka pencegahan konflik, penghentian konflik maupun upaya pemulihan
pasca konflik?

Jawab :

a. Pencegahan konflik dan Penghentian konflik


 Konfiliasi (consiliation)
Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial yang
dilakukan oleh lembaga - lembaga tertentu yang dapat memberikan
keputusan dengan adil. Dalam konsiliasi berbagai kelompok yang
berkonflik duduk bersama mendiskusikan hal - hal yang menjadi
pokok permasalahan. Contoh bentuk pengendalian bentuk seperti ini
adalah melalui lembaga perwakilan rakyat.
 Arbitrasi (arbitration)
Arbitrasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial melalui pihak
ketiga dan kedua belah pihak yang berkonflik menyetujuinya.
Keputusan - keputusan yang diambil pihak ketiga hanya dipatuhi oleh
pihak - pihak yang berkonflik
 Mediasi (mediation)
Mediasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial di mana pihak
- pihak yang berkonflik sepakat menunjuk pihak ketiga sebagai
mediator. Namun berbeda dengan arbitrasi, keputusan - keputusan
pihak ketiga tidak mengikat manapun.
 Adjudication
Adjudication merupakan cara penyelesaian konflik melalui pengadilan
yang tetap dan adil. Pada bentuk ini, telah terjadi konflik yang terjadi
antara dua belah pihak, kemudian pihak tersebut memilih untuk
menyelesaikan konfliknya di pengadilan.
 Segregasi (segregation)
Upaya saling menghindar atau memisahkan diri untuk mengurangi
ketegangan.
 Stalemate
Konflik yang berhenti dengan sendirinya karena kekuatan yang
seimbang.
 Kompromi (compromise)
Kedua belah pihak yang bertentangan berusaha mencari penyelesaian
dengan mengurangi tuntutan. Contohnya perjanjian antarnegara
tentang batas wilayah perairan.
 Coercion
Penyelesaian konflik dengan paksaan. Hal ini terjadi disebabkan salah
satu pihak berada dalam keadaan yang lemah dibandingkan dengan
pihak lawan.
 Konversi
Salah satu pihak mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
 Gencatan Senjata
Penghentian konflik untuk sementara waktu yang biasanya dalam
bentuk peperangan untuk menyembuhkan korban.
b. Upaya pemulihan Pascakonflik
 Rekonsiliasi
Squad, kamu pasti bertanya-tanya apa itu rekonsiliasi karena
disebutkan dalam pasal di atas 'kan? Nah, rekonsiliasi adalah upaya
penanganan konflik dengan cara berunding secara damai dapat
dilakukan dengan menggunakan institusi adat atau pranata sosial dalam
menyelesaikan konflik sosial dengan jalan pemberian ganti rugi atau
dengan pemaafan. Rekonsiliasi ini jalan untuk merukunkan atau
mendamaikan pihak yang berkonflik, Squad. Hal ini diatur lho melalui
UU RI No. 7 Tahun 2012 Pasal 37 ayat 1 dan 2. 
 Rehabilitasi
Rehabilitasi ini diatur dalam pasal 38. Rehabilitasi ini meliputi
perbaikan dan pemulihan semua aspek masyarakat seperti pada kondisi
sebelumnya.
 Rekonstruksi
Seperti yang diketahui, saat konflik pasti banyak gedung-gedung yang
rusak. Nah, untuk membangunnya kembali perlu adanya rekonstruksi
yang artinya membangun kembali semua prasarana dan sarana serta
kelembagaan pada wilayah konflik yang tentunya dilakukan oleh
pemerintah dan pemerintah daerah.

5. Menjelang pemilu, banyak para ahli maupun politikus membicarakan sistem ekonomi
kerakyatan dan juga sering menjadikannya sebagai kendaraan politik dalam meraih
kursi dan jabatan, akan tetapi mereka tidak pernah menjelaskan tentang apa yang
dimaksud sistem ekonomi kerakyatan tersebut. Masyarakat sendiri tidak pemah
paham dengan apa yang dimaksud dengan ekonomi kerakyatan. Penggambaran
ekonomi kerakyatan hanya terlihat dalam iklan di televisi antara lain dengan
mempertontonkan petani yang sedang panen raya, membenturkan pasar tradisional
dengan pasar modem, mempertontonkan industri rumah tangga, dan lain sebagainya.
Bagaimana pendapat anda terkait dengan fenomena tersebut?

Jawab :

Menurut saya, lebih baik para ahli maupun politikus menjelaskan apa itu sistem
ekonomi kerakyatan tersebut. Agar masyarakat lebih paham mengenai hal tersebut.

Anda mungkin juga menyukai