Anda di halaman 1dari 2

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : PKP (Pelatihan Kepemimpinan Pengawas)


Angkatan : I
Nama Mata Pelatihan : Perencaaan Kegiatan Pelayanan Publik
Nama Peserta : SUNARTO, S.KOM, MM
Nomor Daftar Hadir : 3
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : BPSDM Prov. Jawa Barat

A. POKOK PIKIRAN

Pengertian
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 pasal satu (1) Tentang Pelayanan
Publik memberikan defenisi pelayanan publik sebagai berikut : “Pelayanan Publik
adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administrasi yang disediakan
olehpenyelenggara pelayanan publik”.

Pelayanan publik adalah “Sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang
dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan/atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat. Sementara Kemeterian Dalam Negeri menyebutkan bahwa : Pelayanan
publik adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang
memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan
keberhasilan. Setiap pelayanan menghasilkan produk, baik berupa barangdan jasa

Ruang Lingkup Pelayanan Publik


Ruang lingkup pelayanan publik meliputi :
- Pelayanan barang publik
- Pelayanan jasa publik
- Pelayanan administratif

Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik


1. Partisipatif
2. Transparan
3. Responsif
4. Tidak diskriminatif
5. Mudah dan murah
6. Efektif dan Efisien
7. Aksesibel
8. Akuntabel
9. Berkeadilan

Tahapan Perencanaan Kegiatan Pelayanan Publik


• Identifikasi kelompok masyarakat yang menjadi target pelayanan
• Analisis faktor-faktor internal dan eksternal organisasi/unit serta asumsi-
asumsi
• Penentuan kegiatan pelayanan (sesuai visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan
dan program)
• Penjadwalan kegiatan
• Sumber daya yang dibutuhkan

Macam-macam Stakeholder
• Promoters memiliki kepentingan besar terhadap Upaya dan juga kekuatan
untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya)
• Defenders memiliki kepentingan pribadi dan dapat menyuarakan
dukungannya dalam komunitas, tetapi kekuatannya kecil untuk
mempengaruhi Upaya Teknik menulis di media massa baik offline maupun
online
• Latents tidak memiliki kepentingan khusus maupun terlibat dalam Upaya,
tetapi memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi Upaya jika mereka
menjadi tertarik
• Apathetics kurang memiliki kepentingan maupun kekuatan, bahkan mungkin
tidak mengetahui adanya Upaya

B. PENERAPAN
Studi kasus yang dipaparkan adalah Pelayanan Perizinan.

Pemetaan Sumberdaya dan strategi pemenuhannya :


 Pegawai yang memenuhi standar kompetensi jabatan dalam perizinan, jumlah
8 orang  Pengadaan Pendidikan dan Pelatihan
 Sistem Aplikasi Pelayanan Perizinan, jumlah 1 Aplikasi  MoU dengan vendor
dan Pemkab. Indramayu dengan melaksanakan pengadaan jasa konsultasi
untuk pengintegrasian aplikasi perizinan
 Sarana dan Prasarana, yang terdiri dari:
 Ruangan tersendiri dan berAC
 PC dengan spesifikasi tinggi
 Meja dan Kursi Kantor yang memadai
 Ruang Tunggu Pemohon
 Jaringan Internet
 Ruang Laktasi
 Mushola
 Ruang Server

Pemetaan Stakeholder
1. Internal Stakeholder
Kepala DPMPTSP
Kabid Perizinan
Kasi Pendaftaran
Kasi Verifikasi
Kasi PSIPM
Staf Front Office
Staf Back Office
Staf Penyerahan

2. Eksternal Stakeholder
Kepala Bappeda
Kadis LH
Kadis PUPR
Kadis Kesehatan
Kadis Pertanian

Anda mungkin juga menyukai