Anda di halaman 1dari 7

HILLCON JAYASAKTI

STANDARD OPERATING PROCEDURES

PROSEDURE MENGOPERASIKAN DUMP TRUCK


HJS-SOP-OPT-0024
Tanggal: Mei 15
Page 1/7
Revisi : 00

ISI

1. TUJUAN.

2. CAKUPAN.

3. REFERENSI.

4. DEFINISI.

5. PROSEDURE.

6. DISTRIBUSI & SOSIALISASI.

Dibuat Oleh Disetujui Oleh

APPROVED
Uus Kusaeri Arifin
HSE & Training Dept. Operation manager
1. TUJUAN
Memberikan penjelasan tentang tata cara mengoperasikan Dump Truck dan langkah –
langkah yang dilakukan serta mengurangi tingkat bahaya, resiko kecelakaan pada
manusia,alat dan lingkungan.

2. CAKUPAN
SOP ini berlaku untuk seluruh proyek PT HJS.

3. REFERENSI
Tidak ada.

4. DEFINISI
- Jelas.

5. PROSEDUR

5.1 Perlengkapan Kerja.


Bisa mengakibatkan terbentur, jatuh dan tergores maka harus mengacu Safety Golden
Rule dan Keselamatan Kerja Perusahaan, gunakan APD untuk mengurangi resiko
cedera.
APD (helm, sepatu, sarung tangan dan rompi reflektif,Masker,Sumbat telinga) harus
diperiksa serta dipastikan dalam keadaan baik dan dipakai saat bekerja
Orang yang bekerja harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, sudah ditraining
khusus mengoperasikan alat dan memiliki izin mengoperasikan alat dan memakai kartu
izin mengoperasikan alat yang berlaku.

5.2 Perawatan harian.


- Pastikan unit diparkir secara aman di lingkungan yang aman pula.
- Periksalah unit dengan berjalan berkeliling. Hati-hati saat melihat dibagian bawah,
pakai helm dan sarung tangan.
Perhatikan tempat berjalan dan pijakan kaki waktu berkeliling dan naik / turun,
berdirilah di tempat yang stabil, usahakan berpegangan. Bersihkan lantai dari sisa
grease, ceceran oli atau air sebelum dinaiki.
- Saat membuka / menutup cabin perhatikan jari, tangan dan keseimbangan
- Saat memeriksa mesin, perhatikan posisi jari dan tangan, hati-hati pada bagian yang
sempit dan bagian yang bisa berputar, jangan sampai terjepit.
- Hati-hati pada bagian mesin yang panas (turbo, saluran buang, radiator). Saat
memeriksa radiator, periksa ketinggian air pada reservoirnya. Jika tidak dilengkapi
reservoir, periksa radiator jika mesin sudah dingin, gunakan majun waktu
membuka / menutup tutup radiator, putar sedikit dan tahan, biarkan tekanan dalam
radiator hilang, baru buka tutupnya. Jangan membuka radiator dengan kaki. Jika
terpaksa harus membuka bagian mesin yang panas, gunakan sarung tangan kulit.
- Hati – hati saat memeriksa elektrolit baterai, gunakan senter, jangan memakai api
terbuka (korek api, pemantik rokok dsb)
Untuk menghidupkan mesin, agar tidak terjadi tabrakan diharuskan:-
Sebelum mesin dihidupkan, perhatikan kondisi sekitar, transmisi harus netral,
klakson 1x, tunggu 15 detik, atur bukaan gas rendah, hidupkan mesin.
- Periksa panel-panel indikator, atur putaran mesin dan uji fungsi alat-alat kerja.
Periksa dan pastikan fungsi emergency brake, dan sistem pneumatik bekerja
sempurna.

5.3 Naik Turun Unit.


Bersihkan dulu anak tangga dan pegangan tangga dari lumpur, grease atau kotoran
penyebab licin lainnya.
Tubuh harus menghadap unit saat naik / turun, berpegangan dan gunakan teknik
kontak tiga titik.

5.4 Operasi Kosongan.


- Agar tangan / kaki tidak terjepit waktu menutup pintu, usahakan gunakan satu
tangan untuk menarik handle pintu dan tangan yang lain berpegangan pada kursi,
pastikan kedua kaki sudah berpijak di lantai kabin, jangan membanting pintu kabin,
tutuplah dengan perlahan namun pasti.
- Selama berada dalam kabin, sabuk pengaman harus selalu dipakai, demikian juga
helm jika perlu. Atur posisi kursi agar nyaman.
Kelalaian pada waktu operasi bisa mengakibatkan tabrakan, unit terguling atau senggolan,
maka hal-hal berikut ini harus dipatuhi:-
- Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan operator mengetahui lokasi dan pekerjaan
yang harus dilakukan. Diskusikan dengan pengawas.
- Jika daerah operasi merupakan daerah baru buat operator, maka jika perlu
dilakukan pemeriksaan terlebih dulu, diskusikan dengan pengawas.
- Pada dump truck dengan kemudi sebelah kiri dan berjalan di jalur kiri, operator
harus lebih hati-hati terutama waktu berpapasan, kurangi kecepatan.
- Kecepatan maksimum truk dalam kondisi kosongan atau muatan adalah 40 km/jam
dalam keadaan normal.
- Sebelum memasuki turunan / tanjakan, periksa kerja sistem rem. Jika jarum
indikator tekanan angin turun terlalu cepat, hentikan operasi.
Agar tidak menabrak pada saat mengoperasikan unit, maka diharuskan mematuhi
aturan isyarat bunyi klakson yang telah ditentukan berikut :
- Satu kali panjang sebelum menghidupkan mesin.
- Dua kali pendek sebelum bergerak maju.
- Tiga kali pendek sebelum mundur, atau gunakan alarm mundur
- Perhatikan kaca-kaca spion sebelum mundur, jika kondisi terlalu gelap hentikan
manuver.
Untuk menghindari kerusakan pada unit, maka perhatikan:-
- Pilih tempat berjalan yang stabil, hindari roda-roda berputar slip dengan mengatur
transmisi dan kecepatan.
- Jangan mengemudi dengan mengubah kecepatan atau arah yang mendadak.
- Ikuti petunjuk pengoperasian alat dengan benar.
- Jika pandangan terhalang atau cuaca buruk, hentikan unit, parkirlah di tempat yang
aman, ikuti instruksi pengawas.
Jika mengoperasikan unit malam hari, harus memperhatikan:
- Semua lampu operasi harus dalam keadaan baik dan dinyalakan.
Hati-hati karena tinggi relatif obyek di atas tanah malam hari bisa berbeda
dibandingkan dengan siang hari.

5.5 Mengisi Muatan.


Saat memasuki daerah pengisian muatan, perhatikan:-
- Berikan klakson atau sinyal lampu pada alat loading atau alat berat lain yang ada,
pastikan operatornya mengetahui keberadaan unit (gunakan radio kontak untuk
berkomunikasi dengan operator alat loading).
- Amati pula keberadaan orang atau kendaraan ringan lainnya.
- Operator harus bisa mengamati seluruh kegiatan pemuatan dari depan.
- Jangan parkir untuk mengantri hingga tidak bisa melihat alat loading.
- Perhatikan titik pemuatan, jika kurang rata atau membahayakan, mintalah alat
loading atau dozer untuk mempersiapkannya dahulu.
- Jika ada unit lain yang sedang diisi, antrilah pada jarak dan lokasi yang aman.
- Ikuti pola antrian dan manuver pengisian.
Jika truk di depan sudah selesai diisi, mulailah manuver, mundurlah ke titik
pemuatan, jika bucket alat loading sudah siap menggantung dan operator alat
loading memberikan sinyal klakson, mundurlah ke titik pemuatan, dan berhenti jika
operator alat loading memberikan sinyal klakson (perhatikan pula melalui kaca
spion), atau dump body diisi muatan oleh alat loading.
- Sebelum bergerak mundur, amati keadaan di belakang dengan melihat kaca spion,
atau ikuti aba-aba pemandu jika ada. Mundurlah dengan perlahan dan hati-hati.
- Usahakan truk dihentikan dalam keadaan rata dan stabil.
- Agar operator tidak terjatuh dan cedera maka pada saat unit sedang diisi, operator
truk dilarang keluar kabin operator.

56. Bongkar Muatan.


Semua aturan pada operasi diberlakukan pula pada saat mengoperasikan unit dengan
membawa muatan.
- Unit dengan keadaan bermuatan akan mengakibatkan titik berat unit naik ke atas,
sehingga berkurang kestabilannya. Karena itu pilih tempat berjalan yang relatif rata
(tidak miring kiri / kanan).
- Kecepatan truk harus disesuaikan dengan kondisi jalan. Kecepatan unit maksimum
adalah 40 km/jam dalam keadaan normal.
- Jangan membuntuti unit lain, jarak antrian minimum adalah 4 x panjang unit dalam
keadaan normal.
- Jangan sekali-kali menuruni turunan dengan transmisi netral.
- Gunakan klakson atau isyarat lampu jika memasuki tikungan, persimpangan atau
alat berat lain. Kurangi kecepatan
- Sebelum memasuki turunan / tanjakan, periksa kerja sistem rem. Jika jarum
indikator tekanan angin turun terlalu cepat, hentikan operasi.
Jika mengoperasikan unit malam hari, harus perhatikan:-
- Semua lampu operasi harus dalam keadaan baik dan dinyalakan.
Hati-hati karena tinggi relatif obyek di atas tanah malam hari bisa berbeda
dibandingkan dengan siang hari.

5.7 Tumpahkan Muatan.


- Pada saat memasuki area penumpahan, operator harus terlebih dulu mengamati
daerah penumpahan, terutama kabel yang menggantung.
Jika ada, perhatikan bulldozer atau alat loading lain, berikan isyarat klakson atau lampu
hingga
- operator dozer / alat loaading mengetahui keberadaan unit.
- Ikuti pola penumpahan di area atau instruksi yang diberikan pengawas atau
pemandu jika ada.
- Tata cara penumpahan harus disesuaikan dengan jenis material yang dibawa.
- Manuver mundur harus dilakukan perlahan dan hati-hati, operator harus mengamati
kaca spion.
Jangan mundur tepat ke bibir tebing, atau melewati bundwall, dan hanya berfungsi
sebagai acuan bagi
- operator. Bukan ganjal untuk berhenti. Hentikan unit pada jarak minimal 2 meter
dari bundwall.
- Jika material yang dibawa berupa lumpur, material tersebut harus di spreading, dan
tidak ditumpahkan di satu tempat.
Untuk menghindari rusaknya unit, maka tatacara pengoperasian dump body berikut ini
harus diikuti:-
- Naikkan dump body untuk menumpahkan muatan secukupnya.
- Jika semua muatan sudah ditumpahkan, turunkan dump body dalam keadaan
unit berhenti.
- Hati-hati terhadap kabel yang menggantung.
- Jika muatan terhalang oleh tumpukan, majukan unit perlahan lurus ke depan, jika
muatan sudah ditumpahkan semua, berhenti dan turunkan dump body. Jangan
menurunkan dump body saat unit berjalan karena akan merusak mekanisme dump
body Area penumpahan biasanya amat berdebu, maka manuver truk harus
dilakukan dengan perlahan dan hati-hati. Komunikasi yang baik dengan dozer dan
truk lain bisa dilakukan dengan isyarat klakson atau lampu.
Penumpahan di crusher bisa mengakibatkan tabrakan, terhadap fasilitas crusher, untuk
menghindarinya maka perhatikan:-
- Perhatikan area penumpahan di crusher, terutama dari kemungkinan adanya orang
atau kendaraan ringan lain.
- Ikuti prosedur penumpahan di crusher yang berlaku, patuhi aturan lalu lintas unit,
amati lampu penuntun di crusher.
- Pada waktu mundur, periksa kedua kaca spion dengan seksama, jangan teruskan
manuver jika terdapat kendaraan ringan atau unit lain berada di lajur manuver unit.
Crusher biasanya dilengkapi dengan stopping block, atur posisi unit hingga tepat
tegak lurus stopping block.
- Naikkan dump body cukup untuk menumpahkan seluruh muatan, setelah seluruh
muatan ditumpahkan, turunkan dump body sebelum meninggalkan crusher.
Jika lokasi penumpahan kotor dan perlu dibersihkan, beritahu operator crusher atau
pengawas

5.8 Parkir dan Manuver


- Carilah tempat yang datar dan aman.
- Saat manuver perhatikan bagian belakang, terutama daerah blind spot unit atau alat
lain yang parkir atau bangunan di kiri kanan unit.
- Setelah berhenti sempurna dan lurus, aktifkan rem parkir, biarkan mesin idle ±`5
menit dan matikan mesin, cabut kunci kontak.
- Jika parkir dilakukan tidak di lokasi yang ditentukan (darurat) maka tempatkan
rambu darurat 25 meter di depan dan belakang unit.
Lampu kecil harus dihidupkan.

5.9 Tangani Keadaan Darurat.


- Jika unit terguling, konsentrasikan pada kemudi, jangan panik, jangan mencoba
melepas seat belt atau melompat keluar dari kabin.
Jika mesin mati saat di tanjakan, aktifkan parking dan emergency brake jika unit
tetap bergerak, arahkan ke bundwall, tabrakkan ban dengan kemiringan kecil (30
derajat) terhadap bundwall.
- Jika unit amblas pada HD, maju sedikit, ayunkan mundur, maksimum tiga kali, jika
tidak berhasil minta bantuan alat penarik lain.
- Jika timbul api / asap, arahkan unit ke tempat aman, jika mungkin, aktifkan rem
parkir dan rem
darurat. Identifikasi sumber api, jika nyala api kecil dan tidak terlalu besar gunakan APAR
untuk memadamkan api dari luar
- Aktifkan segera sistem pemadam otomatis jika tersedia.
Ikuti tata cara penanganan keadaan darurat.

6. DISTRIBUSI
Prosedur ini harus didistribusikan kepada:
- Project Manager
- Safety manager
- Mine Superintendent
- Plant Superintendent
- Engineering Superintendent
- Safety Officer
- Mine Supervisor
- Mine Foreman
- All Employye

Anda mungkin juga menyukai