Anda di halaman 1dari 2

Selamat malam Bapak Hazriyanto dan izin untuk menanggapi diskusi.

Kualitas adalah suatu tingkatan dimana suatu produk memiliki kesesuaian dengan standar yang
telah ditetapkan. Kualitas dalam era globalisasi dapat pula didefinisikan sebagai segala sesuatu
dimana terjadi kesesuaian antara apa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dengan apa
yagng menjadi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.
Mengutip dari Crosby (1979), kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi
availability, delivery, reliability, maintainability, dan cost effectiveness. Untuk menghasilkan
produk yang berkualitas, mengacu pada paradigma baru manajemen kualitas, bukan berarti
perusahaan mengeluarkan lebih banyak biaya, namun justru dengan menekan pada aspek
pemborosan. Jika suatu perusahaan mampu menghasilkan produk yang berkualitas, maka
perusahaan sejatinya tidak perlu menanggung biaya yang harus dikeluarkan karena produk
cacat atau tidak mampu memenuhi kebutuhan atau harapan pelanggan, dimana biaya yang
dikeluarkan karena menghasilkan produk cacat cenderung besar (gambar hubungan biaya dan
kualitas menurut Bester (1999), Bahan Ajar Manajemen Kualitas halaman 1.29).

Biaya kualitas dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu:


1. Biaya untuk menghasilkan produk yang berkualitas, yaitu biaya pencegahan dan biaya
penilaian atau pengujian
2. Biaya yang dikeluarkan karena menghasilkan produk cacat, yaitu biaya kegagalan
internal dan biaya kegagalan eksternal.
Pengertian pengendalian kualitas dalam arti menyeluruh adalah pengawasan mutu, merupakan
usaha untuk mempertahankan mutu kualitas dari barang yang dihasilkan,agar sesuai dengan
spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan.
Mengutip dari Douglas C. Montgomery (2001), salah satu faktor pengendalian kualitas adalah
kemampuan proses, spesifikasi yang berlaku, tingkat ketidaksesuaian yang dapat diterima dan
biaya kualitas, dimana biaya kualitas sangat mempengaruhi tingkat pengendalian dalam
menghasilkan produk dimana biaya mempunyai hubungan yang positif dengan terciptanya
produk yang berkualitas.
Pada gambar hubungan biaya dan nilai kualitas (Bester, 1999), biaya kualitas dapat terjadi
pada posisi minimal ketika perusahaan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang
optimal.
Menurut pendapat saya tidak ada trade off antara kualitas dan produktivitas, mohon koreksi jika
salah. Produktivitas adalah suatu perbandingan antara input dan output dalam kegiatan
menghasilkan suatu produk ataupun jasa/layanan. Mengutip dari Omachonu dan Beruvides
(1998) bahwa hubungan antara produktivitas dan kualitas digambarkan melalui sebuah rumus
produktivitas yaitu: (Output / Input) x Faktor Kualitas. Faktor Kualitas sendiri adalah indeks
kualitas, yaitu persentase jawaban positif dari responden terhadap kualitas produk yang
dihasilkan. Sementara berdasarkan rumusan Net Value Productivity menurut Bester (1999)
menunjukkan bahwa kurva produktivitas mencapai maksimal pada saat kualitas produk optimal.
Oleh karenanya, apabila saya menjadi pimpinan perusahaan maka prioritas saya adalah
menciptakan produk dengan kualitas yang optimum sehingga dengan input dan output yang
sama, produktivitas dapat diraih pada skala maksimum.

Referensi:
- Dorothea Wahyu Ariani. 2020. Manajemen Kualitas (Edisi 2). Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.
- Bakhtiar, S, Suharto Tahir dan Ria Asysyfa Hasni. 2013. Analisa Pengendalian Kualitas
Dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC). Malikussaleh Industrial
Engineering Journal Vol.2 No.1 (2013) 29-36
https://journal.unimal.ac.id/miej/article/download/26/17