Anda di halaman 1dari 41

Pencegahan dan Pengendalian

Infeksi COVID-19

Agung Nugroho
Tim Pengendalian Wabah
Divisi Penyakit Tropik & Infeksi
Bagian Ilmu Penyakit Dalam
FK-UNSRAT / RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou
Manado
Pendahuluan

• COVID-19 adalah infeksi baru yang timbul dan


berkembang mulai Desember 2019 sampai sekarang
• Disebabkan oleh virus corona baru yaitu : SARS-CoV-
2 suatu virus RNA yang mudah bermutasi
• Virus mampu menekan sistim imunitas
• Virus sangat mudah menular dari manusia ke
manusia
• WHO sudah menyatakan sebagai pandemi
• Jumlah kasus sd tgl 14-03-20 : 142.539 kasus
Virus SARS-CoV-2

• Kelelawar inang perantara manusia manusia


- trenggiling ?
- masyarakat
- rumah sakit
• Virus masuk ke sel epitel saluran napas dan pneumocyte
tipe 2 via reseptor ACE2
• Sebagian besar kasus infeksi ringan ( 80 % )
• Hanya 20 – 40 % dengan pneumonia ringan – berat
• Mortalitas : 3 – 5 %
Virus SARS-CoV-2
• Faktor risiko kematian :
o Usia lanjut
o Pasien penyakit menahun :
o Diabetes melitus
o Hipertensi
o Penyakit paru menahun : asma, PPOK
o Penyakit hati menahun
o Penyakit ginjal menahun
o Pasien imunokompromais
Cara Penularan
• Cara Penularan :
− Droplet : paling penting
− Airborne ? Pada tindakan ETT, suction lendir
− Kontak : melalui tangan, mukosa mata
− Transmisi vertikal dari bumil ke bayi
− Fekal – oral ?- penularan via makanan ?
− Virus SARS-CoV-2 dapat hidup 5 menit – 9 hari
dipermukaan benda, di logam seperti timbal 2 hari
o Virus mati dengan alkohol 70 %, kecuali chlorhexidin
Infeksi Virus SARS-CoV-2
• Penularan di masyarakat : terutama di
tempat berkerumun.
− Apartemen
− Acara / pesta / konggres
− Penjara
− Sarana transport publik : Kapal
pesiar , Kereta api
− Tempat ibadah
• Penularan di rumah sakit
− pada tenaga medis dan pasien yang
sedang rawat RS
− COVID-19 : 3000 tenaga medis
terinfeksi, 6 wafat
Manifestasi klinis
• Gejala klinis curiga COVID-19 :
− Demam akut : 70 sd 80 % , tapi sekitar 50 % pasien
tidak panas waktu masuk RS
− Batuk : 60 – 80 % , umumnya non-produktif / kering,
tapi dapat produktif
− Sesak napas / napas pendek : 20 – 40 %
Manifestasi klinis
• Pemeriksaan fisik :
− Tidak ada gambaran yang khas
− Pasien mungkin tampak lemah
− Napas cepat, lebih dari 28 – 30 /menit
− Ronki bawah dan suara napas bronkovesikuler /
bronkial bila ada pneumonia
• Pemeriksaan laboratorium :
− Periksa darah lengkap : normal / leukopenia pada 30
– 45 %, leukositosis hanya < 5 %
− Limfopenia pada 33 – 85 %
− Trombositopenia ringan pada 35 %, sering normal
Manifestasi klinis

− Pemeriksaan labaoratorium :
− Tes fungsi hati : SGOT / SGPT meningkat pada 4 –
22 %
− CRP meningkat pada 61 – 86 %, LDH meningkat
pada 27 – 75 %
− Procalcitonin > 0,5 pada 5,5 % ( 14 % jika berat, 24 %
pada pasien rawat di ICU
− Curiga pneumonia COVID-19 : pneumonia dengan
leukopenia, limfositopenia, CRP naik tapi
procalcitonin normal ( < 0,5 )
Manifestasi klinis

• Pemeriksaan mikrobiologi :
− Periksa Tes cepat influenza
− Lakukan kultur darah dan sputum untuk bakteri
▪ Curiga COVID-19 : bila tes cepat influenza dan
kultur bakteri negatif
− Kadang ditemukan sekunder infeksi bakteri, terutama
pada kasus berat.
▪ Ditemukan infeksi bakteri pada pasien sakit berat,
tidak menyingkirkan COVID-19
Manifestasi klinis
• Pemeriksaan foto torak : abnormal pada 67 % - 77 %
pada kasus berat
• CT scan torak abnormal pada 86 % - 95 % pada kasus
berat :
− Pada kasus awal dan ringan : infiltrat unilateral pada
14 – 25 % kasus, selanjutnya bilateral
− Sering ditemukan : ground-glass apparance ( GGA ) ,
konsolidasi patchy ( > 50 % ), distribusi di perifer ( >
50 % )
− Nodul, kistik, efusi pada < 10 %
− Curiga kuat : konsolidasi bilateral, GGA, distribusi
perifer
Diagnosis
• Diagnosis pasti :
− Pemeriksaan PCR untuk COVID-19
− Diambil dari apusan nasopharyng, oropharyng, sputum
− Standar Pemeriksaan PCR 2 kali :
− Hari ke1 dan 2 ( kasus PDP ) atau
− Hari ke 1 dan ke 14 ( kontak erat risiko tinggi )
• Pasien secara klinis curiga COVID-19 :
− Pasien dengan ISPA
− Riwayat berkunjung ke negara / daerah terinfeksi
− Riwayat kontak dengan orang sakit di daerah infeksi
− Leukopenia, limfopenia, procalcitonin normal
− Konsolidasi di foto torak / CT-scan torak , terlebih GGA
bilateral, distribusi perifer
Definisi operasional di RSUP Kandou, Manado

• Pasien Dalam pengawasan ( PDP )


o Pasien dengan gejala ISPA demam / riwayat demam
+ pneumonia ringan hingga berat
o Dalam 14 hari sebelum timbul gejala :
• Riwayat perjalanan / tinggal di luar negeri yang
melaporkan kasus.
• Riwayat perjalanan / tinggal di area terdampak di
Indonesia
• Riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau
probable
o Pasien dengan ISPA berat / pneumonia berat dengan
tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klnis
yang menyakinkan
Definisi operasional

• Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) :


o Seseorang dengan demam +/- gejala ISPA Dan
o Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinik
yang menyakinkan DAN
o Dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala :
• Riwayat perjalanan / tinggal di luar negeri yang
melaporkan trabsmisi lokal
• Riwayat perjalanan / tinggal di area terdampak /
transmisi lokal di Indonesia
Definisi operasional
• Kasus Probable :
o Suspek yang diperiksa COVID-19 tetapi hasil
inkonklusif ( tidak dapat disimpulkan )
• Pasien konfirmasi :
o Pasien dengan hasil laboratorium pasiitif
• Kontak Erat :
o Orang yang kontak / berada dalam ruangan /
bercakap-cakap dengan jarak 1 meter dengan pasien
PDP ( kontak erat risiko rendah ) , probable atau
konfirmasi ( risiko tinggi )
o Kontak dengan pasien ODP tidak termasuk
Definisi operasional
• Kontak erat :
o Petugas kesehatan yang merawat, memeriksa,
membersihkan ruangan , mengantar, di tempat
perawatan khusus
o Orang yang merawat / menunggu pasien di ruangan
o Orang yang tinggal serumah dengan pasien
o Tamu yang berada satu ruangan dengan pasien
o Orang yang bepergian dan bekerja bersama dengan
pasien
• Virus SARS-CoV-2
Alur Pelayanan Pasien COVID-19

Pasien / orang datang di RS

Poliklinik rawat jalan IGD RS/ sarkes


lain
skrining COVID-19

PDP ODP Kontak erat Pengawasan bukan COVID

Masuk RS isolasi karantina rumah / diagnosis lain


rumah pembatasan
Penempatan Pasien

ODP konfirmasi PDP


probable

Risiko tinggi rendah Ruang isolasi atau droplet


airborne

isolasi rawat
droplet rumah
Pedoman perawatan di rumah
• Pemantauan tiap hari orang petugas puskesmas / Dinkes
selama 14 hari
• Dipantau :
o Adakah demam, gejala ISPA pada pasien
o Apakah ada anggota keluarga lain yang sakit
• Edukasi tentang pencegahan penularan
• Pencegahan penularan :
o Bersihkan kamar dan permukaan perabotan
o Gunakan masker atau etika batuk bila batuk / bersin
o Batasi / hindari bepergian / kontak dengan orang lain jarak
kurang dari 1 meter
• Kontak erat risiko tinggi : karantina rumah
• Kontk erat risiko rendah : pembatasan bepergian
Pencegahan Penularan di Rumah Sakit

• Isolasi pasien
• Terapkan kewaspadaan standard untuk semua pasien
• Terapkan triage untuk deteksi dini
• Terapkan kewaspadaan tambahan empirik untuk kasus
suspek infeksi COVID-19
• Terapkan kontrol / kendali administrasi
• Gunakan pengendalian mekanis dan lingkungan
Isolasi Pasien

• Pasien dalam pengawasan, konfirmasi, probable :


− Diisolasi di ruang isolasi airborne :
▪ Ruangan dengan tekanan negatif & hepafilter
▪ Pintu harus selalu tertutup
• Orang dalam pemantauan :
− Pasien dengan gejala ringan dirawat di rumah
− Pertimbangkan rawat RS pada pasien dengan gejala
ringan tapi berisiko tinggi
• Dirawat di RS di ruang rawat sendiri / kohort :
▪ Ruang rawat dengan ventilasi yang baik
▪ Jarak tempat tidur pasien minimal 1 meter
• Bila pasien sangat banyak :
• Ruang isolasi airborne : untuk pasien konfirm ,
probable atau pasien sakit berat ( berfungsi seperti
ICU / IMC )
• Pasien PDP dan ODP dirawah di ruang isolasi
droplet, dalam ruangan / kamar yang berbeda

Kewaspadaan Standard

• Kebersihan tangan / cuci tangan


• Etika Batuk
• Penggunaan APD
• Penyuntikan yang aman dan penanganan limbah benda
tajam
• Menjaga keamanan, pencucian dan disinfeksi peralatan
medis pasien
• Pembersihan lingkungan
• Pengelolaan linen kotor
• Pengelolaan limbah infeksius
• Palingkan muka bila
batuk / bersin
• Tutup hidung / mulut
dengan tisue, buang
tisue, cuci tangan
• Batuk di lengan atas
medial
Penggunaan APD
• Cuci tangan :
− Cara : 6 langkah ; indikasi : 5
momen
• Penggunaan Alat Pelindung Diri
( APD ) :
− Sarung tangan pemeriksaan
non-steril : 2 lapis
− Masker bedah / N-95 pada
pemasangan ETT,
bronkoskopi, suction lendir
− Topi pelindung
− Kaca mata google atau
perisai wajah
− Gaun pelindung dan apron
− Sepatu pelindung / boot /
sepatu yang dibungkus
• Pada penggunaan APD : penting waktu melepas
• Sterilisasi linen di laundry
• Sterilisasi alat medis di Instalasi sterilisasi sentral
• Pelayanan ambulans :
• Ambulans khusus infeksi
• Sterilisasi ambulans
• Pelayanan jenazah
• Pe,mbersihan ruangan oleh perawat :
• Ruangan dibersihan dengan klorin tiap 2-3 x / hari

Pengendalian
Lingkungan

− Virus corona dapat hidup 5 menit – 9 hari di permukaan benda


− Pembersihan permukaan lingkungan tiap hari setiap 8 jam
− Setiap pasien pulang / keluar fasyankes harus dibersihkan
− Bersihkan perabotan / ruangan ( nakas samping tempat tidur,
bed rail, tiang infus, tombol telpon, gagang pintu, permukaan
meja,dll ) dengan lap basah klorin 0,5 %
− Pembersihan lantai disapu dengan mop dari mikrofiber
− Ventilasi alamiah / mekanik ( exhaust fan ) di ruangan
− Bersihkan udara ruangan dengan dry mist H2O2
Triage di Unit Gawat Darurat
atau Poliklinik
• Sediakan ruangan Triage
• Tujuan : identifikasi dini pasien dengan ISPA untuk mencegah
penularan pada petugas dan pasien lain
• Lakukan pelayanan di triage yang cepat untuk menghindari
penumpukan pasien
• Tempatkan pasien ISPA di area dengan ventilasi yang baik
• Disamping kewaspadaann standard, lakukan kewaspadaan
transmisi droplet dan kontak
• Mohon pasien ISPA untuk melakukan etika batuk, cuci tangan
dan gunakan masker
• Di Ruang triage Jaga jarak antar pasien 1 meter
Triase COVID-19
• Area triase :
o Triase di IGD
o Triase di Tempat masuk poliklinik Rawat jalan
o Triase di poliklinik Paru
o Triase di poliklinik Pediatri
o Triase di poliklinik Penyakit Dalam
• Pengawasan dengan pemeriksaan suhu di area tempat
masuk pasien selama 24 jam
Triage di UGD / Poliklinik

• Peralatan yang dibutuhkan di ruangan triase :


− Kuestioner untuk skreening / penapisan
− Alur / Algoritma triage
− Dokumen Status pasien
− APD
− Poster dan sarana kebersihan tangan
− Termometer inframerah
− Kotak sampah dan sarana untuk pembersihan alat
− Sarana petunjuk seperti poster, banner
Pencegahan Penularan di Masyarakat

• Dianjurkan masyarakat tetap tinggal dirumah,


batasi bepergian
• Hindari tempat berkumpul : tempat ibadah,
bioskop, acara rapat, konferensi. Dll
• Bila berkumpul dengan banyak orang dalam
1 ruangan gunakan masker wajah
• Sosialisasi dan Terapkan etika batuk
• Jangan meludah di sembarang tempat
• Bila wabah menyebar luas lakukan karantina
rumah sakit, bahkan karantina kota
Pencegahan Penularan di Masyarakat

• Hindari kontak dekat dengan orang sakit ISPA


• Sering cuci tangan terutama sesudah kontak
langsung dengan orang sakit atau lingkungannya
• Orang sakit ISPA harus melakukan etika batuk,
menggunakan masker dan memeriksa ke dokter
• Pada pelancong :
• Tidak ada rekomendasi khusus untuk menjaga
kesehatan pada pelancong
• Bila pelancong sakit, baik sewaktu atau sesudah
bepergian, segera ke dokter dan jelaskan riwayat
bepergiannya
Pemantauan Kesehatan Petugas

• Petugas kesehatan termasuk kategori


kontak erat ( risiko tinggi bila merawat
pasien probable / konfirmasi )
• Periksa suhu tubuh 3 kali sehari
• Pantau kesehatan selama 14 hari sesudah
kontak dengan pasien
• Apabila ada batuk kering, demam, lemah,
segera berobat / lapor ke Tim pengendali
wabah
• Petugas kontak erat atau sudah sakit ( ODP
/ PDP ) tidak boleh merawat pasien
Penatalaksanaan

• Belum ada obat untuk COVID-19


• Belum ada vaksin atau obat antivirus yang sudah
disetujui WHO
• Pengobatan dengan terapi simptomatik dan suportif
• Pasien pneumonia berat : ventilator mekanik
• Pada kasus berat dapat diberikan antibotik spektrum
luas
• Tidak dianjurkan memberikan corticosteroid
• Sebagian besar pasien dapat sembuh sendiri
Penatalaksanaan
• Manfaat belum jelas :
o Imunomodulator herbal
o Vit. C dosis tinggi
o Jahe / bawang putih
o Minum air panas / jangan minum es
o Air garam
• Pengobatan antiviral :
o Chloroquin / hydroxychloroquin
o Oseltamivir
o Lopinavir / ritonavir atau darunavir
o Remdesivir
Rangkuman
• COVID-19 menular di masyarakat maupun di RS
• Pencegahan penularan di RS meliputi :
o Isolasi pasien baik di RS maupun di rumah
o Penerapan kewaspadaan standard +
Kewaspadaan berbasis transmisi droplet dan
kontak
• Kewaspadaan standard terutama kebersihan
tangan, etika batuk, penggunaan APD masker
• Pencegahan di masyarakat terutama hindari
kerumunan massa, karantina, gunakan masker
TERIMA KASIH

PRAY FOR THE BEST


but
PLAN FOR THE WORST