Anda di halaman 1dari 22

UPDATE SITUASI GLOBAL DAN NASIONAL COVID-19

&
Manajemen Pelayanan Rumah Sakit dalam Menghadapi
Penyakit Infeksi Emerging (PIE)

Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes


Direktur SDM & Pendidikan
Plt. Direktur Pelayanan Medik
RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Dikutib dari materi :


Workshop Case Managament Covid-19
Jakarta, 5 Maret 2020
COVID-19

2
/ SUSPEKT

(LOKAL TRANSMISI)

3
Dari negara terjangkit

Dari Negara Terjangkit

4
3. Kasus sari yang memerlukan perawatan di rs dan tidak diketahui
etiologinya

5
6
7
8
Rujukan dalam Penanganan PIE
• Rujukan Pasien
Fasyankes non rujukan PIE → apabila mendapatkan
orang dalam pengawasan PIE SESEGERA mungkin
merujuk pasien ke RS Rujukan PIE yang telah
ditetapkan→ sarana, fasilitas dan peralatan khusus
untuk perawatan pasien PIE.

• Rujukan Spesimen
Mengambil dan mengirimkan spesimen klinis sesuai
standar ke Laboratorium Rujukan Nasional (BDTK
Balitbangkes)
Transportasi Rujukan/ Evakuasi
Ambulans Gawat Darurat Untuk Penyakit Infeksi

1. Petugas dan pengemudi ambulans


menerapkan Kewaspadaan
Standard dan Kewaspadaan
Transmisi melalui Kontak dan
Droplet
2. Pasien tetap menggunakan masker
selama transportasi menggunakan
ambulans,
3. Semua petugas mengenakan sarung
tangan, masker bedah atau
respiratoir N95
Ambulans Gawat Darurat : Penyakit Infeksi

Kabin
• Kabin pasien kedap udara dengan satu pintu masuk
dan keluar •
• Pintu dapat dibuka ke atas atau ke samping
• Jendela yang kedap udara dan dilapisi film berwarna
gelap

Sistem sirkulasi udara dan ventilasi khusus (heating,


ventilation and air conditioning – HVAC) dan dilengkapi
dengan peralatan filtrasi udara berupa High-Efficiency
Particulate Air (HEPA) filter 3 layer plus germicidal Ultra
Violet
Interkom : alat komunikasi interkom antara kabin depan
dan belakang
Desinfeksi Ambulans

Prosedur kendaraan setelah


mengantar/merujuk pasien :
▪ Dibersihkan dengan detergen kemudian
dibilas dengan air
mengalir dan dikeringkan
▪ Bersihkan dengan desinfektan tutup
selama 10 menit
▪ Jemur / lap kering.

▪ Pekerjaan ini dilakukan di RS rujukan oleh petugas ambulans dengan


APD lengkap menggunakan apron pelindung, sarung tangan rumah tangga sebatas siku
dan sepatu boot.
▪ Setelah selesai, petugas mandi dan sedapat mungkin berganti pakaian.
TATALAKSANA DI IGD
1. Dokter yang merujuk berkonsultasi → dokter jaga
TALAKSANA DI POLIKLINIK IGD dan tim PIE di RS rujukan mengenai gejala
Anamnesis gejala dan dan hasil pemeriksaan
kemungkinan terdapat dalam 2. Pasien (suspek) segera dikirim ke RS rujukan bila
kelompok yang beresiko tinggi layak transpor.
→ 3. Jika tidak layak transpor → stabilisasi dan isolasi
ruang triase PIE sesuai dengan buku pedoman dan konsultasi
(evaluasi lebih lanjut) dengan Tim PIE RS Rujukan
4. Pasien tanpa rujukan lakukan anamnesis dan
pemeriksaan di tempat terpisah / triase khusus
PIE.
5. Pasien kategori suspek → isolasi PIE
6. Pasien anak yang didampingi orang tuanya maka
orang tuanya harus tetap memakai APD sesuai
protap
NEGARA TERJANGKIT
(human to human transmission)

China USA
Singapura Jerman
Jepang Perancis
Korea Selatan UK
Malaysia Spanyol
Vietnam Thailan
EVAKUASI KE RUANG ISOLASI
Pasien dipindahkan dengan brankar atau kursi
roda dan memakai masker bedah. Petugas
kesehatan memakai APD (lihat Bab VII.
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi)

TATALAKSANA DI RUANG ISOLASI &/ICU


1. Penilaian Klinis
2. Pemeriksaan penunjang
3. Terapi definitif (antiviral)
4. Terapi suportif dan simptomatik
5. Terapi lainnya
Penunjang Lainnya
Tatalaksana Limbah Medis / Sampah
Linen
 Petugas kebersihan memakai APD lengkap,
• Petugas laundry menggunakan
 Semua limbah dari ruang isolasi dianggap
APD lengkap dan kontak minimal
untuk mencegah penularan dan infeksius.
penyebaran mikroorganisme.  Tempat sampah → kantong plastik warna

• Semua bahan kain yang telah kuning


dipakai dianggap sebagai  Sediakan wadah tahan tembus dan tahan air
infeksius, untuk pembuangan benda tajam
• Bawa dalam kontainer tertutup  Menggunakan plastik atau wadah besi dengan
atau kantong plastik & batasi tutup rapat.
linen kotor itu dalam area  Gunakan wadah sekali pakai. wadah daur
tertentu saja ulang→ cuci secara teratur,
dengan disinfektan (klorin 0,5%) dan bilas
dengan air mengalir
Pemulasaraan Jenazah
Tatalaksana terhadap jenazah pasien PIE 1. Seluruh petugas pemulasaraan jenazah menggunakan APD
dilakukan secara khusus sesuai dengan lengkap, Gunakan sepatu boot
Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1984 2. Sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan petugas
mencuci tangan dengan sabun cair dan air mengalir
tentang Wabah Penyakit Menular : 3. Perlakuan terhadap jenazah : luruskan tubuh, tutup mata,
telinga dan mulut dengan
• Memperhatikan norma agama atau kapas / plester kedap air, lepaskan alat kesehatan yang
kepercayaan dan perundangan yang terpasang, setiap luka harus
berlaku. diplester dengan rapat.
• Pemeriksaan terhadap jenazah 4. Jika diperlukan untuk memandikan jenazah (air pencuci
dilakukan oleh petugas kesehatan. dibubuhi bahan desinfektan)
• Perlakuan terhadap jenazah dan
penghapus-hamaan bahan dan alat
yang digunakan dalam tatalaksana
jenazah dilakukan oleh petugas
kesehatan.
Pemulasaraan Jenazah
Tempat Pemakaman Umum :
Pada perlakuan khusus terhadap jenazah : 1. Setelah semua prosedur jenazah
1. Hanya dapat dilakukan oleh petugas khusus dengan dilaksanakan dengan baik, maka
Kewaspadaan Standar pihak keluarga dapat turut dalam
2. Jenazah tidak boleh dibalsem, atau disuntik pengawet. penguburan jenazah tersebut.
3. Diperlakukan sesuai keyakinan masing masing, 2. Penguburan dapat dilaksanakan di
kemudian dimasukkan dalam kantong jenazah (plastik tempat pemakaman umum.
yang tidak tembus air)
4. Dimasukkan dalam peti jenazah dan diberi lakban/lem
kayu sekelilingnya
5. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi
6. Jenazah sebaiknya hanya diantar / diangkut dengan
mobil jenazah.
7. Jenazah tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di dalam
pemulasaraan jenazah.
Pemantauan Kesehatan Petugas
• Pemantauan petugas terhadap gejala panas
dilakukan selama 1 minggu setelah kontak
dengan pasien PIE
• Petugas dengan gejala demam harus segera
berobat dan harus tinggal dirumah sampai
24jam setelah panas hilang.
• Apabila disertai batuk dan pilek, yang
bersangkutan harus menerapkan kebersihan.
pernapasan dan etiket batuk
• Perlunya vaksinasi bagi petugas RS
Form Ceklist
Skrining COVID-19
Rawat jalan

20
Form Pengkajian
Triase IGD

21
TERIMA KASIH

22