Anda di halaman 1dari 7

NAMA : JEFRIMAN ZALUKHU

NIM : 020215091
M.K. : AGAMA ISLAM
TUGAS : 1(SATU)

1. Konstruksi pengertian iman dalam Al-quran berkaitan dengan assyaddu hubban (QS. Al-
Baqarah (2) : 165), qalbu, mata, dan telinga (QS. Al-A‟raaf (7):179).
a. Tuliskan ayat dan terjemah QS. Al- Baqarah (2) : 165 dengan teliti dan benar!
(i) Jelaskan pengertian hubban dalam ayat tersebut?
(ii) Jelaskan pengertian iman kepada Allah SWT menurut ayat tersebut?
b. Tuliskan ayat dan terjemah QS. Al-A‟raaf (7):179 dengan teliti dan benar!
c. Jelaskan pengertian iman kepada Allah SWT menurut ayat QS. Al-A‟raaf (7):179 tersebut?
d. Jelaskan secara ringkas pengertian iman kepada Allah SWT dari kedua ayat tersebut?

Jawab :
a. Tuliskan ayat dan terjemah QS. Al- Baqarah (2) : 165 dengan teliti dan benar!
1) Dalam surat Al Baqarah ayat 165 dikatakan bahwa hubban adalah mencintai (sangat)
2) Dijelaskan pula dalam surat Al Baqarah ayat 165 bahwa orang yang beriman adalah
orang yang amat sangat cinta kepada Allah SWT (asyyaddu hubban lillah). Beriman
kepada Allah berarti amat sangat rindu terhadap ajaran Allah, yaitu Al Qur'an dan
Sunnah Rasul. Apa yang dikehendaki Allah, menjadi kehendak orang yang beriman
sehingga ia menjadi bertedak untuk mengorbankan segalanya dan jika perlu
mempertaruhkan nyawa.

Arti surat Al Baqarah ayat 165 :

Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang
mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang - orang yang beriman sangat besar cintanya
kepada Allah. Sekiranya orang orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab
(pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat
azab-Nya (niscaya mereka menyesal).

Orang zalim adalah orang yang menyembah selain Allah.


b. Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia.
Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda
kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lengah.

c. Pengertian iman menurut Al-Quran Surah Al-A'raf ayat 179 bahwa iman adalah meyakini
dengan hati dan dibuktikan dalam amal perbuatan dengan menggunakan seluruh indera
yang ada. Manusia dan jin dianugerahkan Allah dengan hati, namun sayangnya hati
tersebut tidak digunakan untuk meyakini ayat-ayat Allah serta tidak mengimani Allah.
Manusia dan jin lebih mendahulukan hawa nafsunya sehingga tidak menggunakan segala
pemberiannya untuk semakin menguatkan keimanan dan ketakwaannya. Seharusnya
dengan hati, akal, dan seluruh anggota tubuh yang dianugerahkan oleh Allah, manusia
dan jin dapat semakin yakin akan beradaan Allah, kebesaran, dan kekuasaan Allah.
Manusia dan jin akan semakin taat dan mau beribadah hanya kepada Allah.

Artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari
jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

d. Quran Surat Al-Baqarah Ayat 165


cinta orang-orang mukmin kepada Allah lebih besar daripada cinta orang-orang tersebut
kepada tuhan-tuhan sesembahan mereka. Karena orang-orang mukmin itu tidak
menyekutukan Allah dengan siapapun, dan mereka mencintai Allah di kala senang
maupun susah. Sedangkan orang-orang (musyrik) itu hanya mencintai tuhan-tuhan
mereka di kala senang saja. Namun di kala susah mereka hanya memohon kepada Allah.

Quran Surat Al-A’raf Ayat 179


Dan sungguh Kami telah menciptakan banyak manusia dan jin untuk mengisi Neraka
Jahanam.Mereka itu seperti binatang ternak yang tidak mempunyai akal, bahkan mereka
lebih sesat dari binatang ternak. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mau beriman
kepada Allah dan hari Akhir.
2. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya dari segi fisik, non fisik dan tujuan penciptaannya.
Namun, kesempurnaan manusia lebih ditekankan kepada aspek non fisik dan pencapaian tujuan
penciptaan tersebut daripada aspek fisik. Hal ini diantaranya diisyaratkan dalam kandungan ayat-
ayat Q.S. Ali-Imran (3) : 190-191 dan Q.S. Qaaf (50) : 16.
a. Tuliskan terjemah Q.S. Ali-Imran (3) : 190-191 dan jelaskan secara ringkas hakikat manusia
menurut kedua ayat tersebut!
b. Tuliskan terjemah Q.S. Qaaf (50) : 16 dan jelaskan secara ringkas hakikat manusia menurut
ayat tersebut!
c. Jelaskan hakikat kesempurnaan manusia menurut ketiga ayat tersebut!

Jawab :

a. Arti atau terjemahan surah Ali imran ayat 190 adalah Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)
bagi orang yang berakal, Arti atau terjemahan surah Ali imran ayat 191 adalah "(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring,
dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan
kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah
kami dari azab neraka.".

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh
hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

b. Terjemah Arti: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa
yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Dan di antara bukti kekuasaan Allah bahwasanya Allah menciptakan manusia dan
menjadikannya ada dari ketiadaan, dan bahwasanya Allah mengetahui hal yang
membahayakan, serta apa yang disembunyikan dalam hati. Sungguh Allah Maha Dekat
daripada urat leher, yaitu urat yang mengalirkan darah yang terhubung kepada jantung,
maka tiada yang tersembunyi bagi Allah sesuatu pun selamanya.
c. Terjemah Arti: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, — Quran Surat Ali
„Imran Ayat 190 Tafsir Quran Surat Ali Imran Ayat 190-191 Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi yang tanpa ada contoh sebelumnya dan dalam pergantian
malam dan siang dan perbedaan waktu keduanya dengan memanjang dan memendek
benar-benar merupakan petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti yang agung atas keesaan
Allah bagi orang-orang yang mempunyai akal-akal yang selamat. (Tafsir al-Muyassar)
Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dari tidak ada menjadi ada serta
tanpa ada contoh sebelumnya, dan di dalam pergantian malam dan siang serta perbedaan
panjang dan pendeknya waktu, benar-benar terdapat bukti-bukti nyata bagi orang-orang
yang berakal sehat yang menunjukkan mereka kepada Sang Maha Pencipta alam semesta,
hanya Dia Yang berhak disembah. (Tafsir al-Mukhtashar) Sesungguhnya dalam
penciptaan dan pembuatan langit dan bumi, pergantian malam dan siang hari dengan
sangat rinci, pergantian keduanya dalam waktu yang lama maupun singkat, panas dan
dingin, serta peristiwa lainnya itu mengandung dalil yang jelas atas keberadaan, kuasa
dan keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal sehat. Ayat ini diturunkan ketika suku
uraisy meminta Nabi SAW dengan berkata: “Bedoalah kepada Tuhanmu untuk
menjadikan bukit Shafa menjadi emas” Lalu beliau berdoa kepada Tuhan. Kemudian
turunlah ayat ini {Inna fii khalqissamaawaati}, Maka sebaiknya kalian memikirkan hal
tersebut. (Tafsir al-Wajiz) Karena hanya dengan memikirkan apa yang Allah sebutkan
pada ayat ini cukup bagi orang yang berakal untuk menyampaikkannya pada keimanan
yang tidak dapat digoncangakan oleh syubhat dan tidak terhalang oleh keraguan.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa neraka. — Quran Surat Ali „Imran Ayat 191 Yaitu
orang-orang yang mengingat Allah dalam semua kondisi mereka, baik berdiri,duduk dan
dalam keadaan mereka berbaring. Mereka mentadaburi dalam penciptaan langit dan bumi
seraya berkata, ”wahai tuhan kami, Engkau tidaklah menciptakan makhluk ciptaan ini
dengan sia-sia. Dan Engkah Maha suci dari hal itu. Maka jauhkanlah dari kami siksaan
neraka.

3, Manusia dari sisi perwujudannya sebagai makhluk sosial, bertempat tinggal dan berinteraksi
dengan sesamanya dalam waktu yang lama dalam suatu masyarakat.
a. Jelaskan pengertian terminologis tentang masyarakat ?
b. Jelaskan asal-usul masyarakat menurut fitrah manusia dalam QS. Al-Hujuraat: 13 dan QS.
Az-Zukhruf: 32
c. Jelaskan kriteria masyarakat beradab dan sejahtera dari sudut pandang masyarakat madani!
d. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip umum masyarakat beradab dan sejahtera!

Jawab :

a. Terminologis dalam masyarakat artinya suatu konsep,gabungan yang digunakan


masyarakat untuk mencakup pembentukan suatu budaya.
Pengertian terminologis sendiri adalah suatu penjelasan atas istilah, kata, konsep,
maupun hal-hal tertentu yang dapat memberikan pemahaman bagi manusia.
b. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan
antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah
meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar
sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu
lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Az Zukhruf 32).

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara
kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujrat 13).

c. Masyarakat di anggap sudah beradap dan sejahtera apa bila sudah menerapkan studi
agama, menumbuhkan kesadaran pluralism (ada interaksi beberapa kelompok-
kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama
lain)dalam kehidupan sehari hari , menjaga perdamaian tidak memicu konflik, selalu
bermusyawarah dalam mengambil keputusan, dan bersikap adil.

Semua orang mendambakan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera sebagaimana
yang di cita-citakan masyarakat Indonesia, yaitu adil dan makmur bagi seluruh
lapisan masyarakat. Untuk mencapainya berbagai sistem kenegaraan muncul, seperti
demokrasi. Cita-cita suatu masyarakat tidak mungkin dicapai tanpa mengoptimalkan
kualitas sumber daya manusia.

Hal ini terlaksana apabila semua bidang pembangunan bergerak secara terpadu yang
menjadikan manusia sebagai subjek. Pengembangan masyarakat sebagai sebuah
kajian keilmuan dapat menyentuh keberadaan manusia yang berperadaban.

d. Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab dalam membangun,menjalani


dan memaknai kehidupannya.

Prinsip-Prinsip
1.Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses
penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara
merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta
mempublikasikan informasikan kepada publik.

2.Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga


muwujudkan masyarakat yang demokratis.

3.Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik


dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan
menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.

4.Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang


majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan
merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

5.Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang


proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap
lingkungannya.

6.Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari


rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat
memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.
7.Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan.
Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan
dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.

Referensi :
Ali Nurdin, 2014, Pendidikan Agama Islam, Tangerang Selatan : Penerbit
Universitas Terbuka

Anda mungkin juga menyukai