Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Perpustakaan Vol. 11 No.

2 Tahun 2020: 108 - 117


ISSN 1979 - 9527 (Printed) ISSN 2715-274x (Online)
Journal homepage: journal.uii.ac.id/unilib

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH


TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA (STPMD) YOGYAKARTA
Septevan Nanda Yudisman, Lailatur Rahmi
Prodi D3 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
email: septevannanda@gmail.com, lailaturrahmi@uinib.ac.id

Abstrak Kata Kunci:


Kebijakan Pengembangan koleksi merupakan prosedur yang mengatur dalam menga- Pengembangan
lokasikan sumber daya informasi di perpustakaan, bertujuan untuk menentukan apa yang Koleksi, Seleksi, Evaluasi
harus dikembangkan dan menentukan peningkatan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk Koleksi, Perpustakaan
memberikan masukan kepada perpustakaan terhadap kebijakan pengembagan koleksi di Perpus- Perguruan Tinggi
takaan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa Yogyakarta. Tulisan ini akan mencoba
menghasilkan suatu pedoman Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Perguruan
Tinggi. Kebijakan Pengembangan koleksi yang disusun menjadi usulan penulis sebagai masukan
bagi perpustakaan untuk ditindak lanjuti penerapannya. Sebagai masukan dalam membuat
kebijakan ataupun ketika merevisi kebijakan yang telah ada.

A. PENDAHULUAN atau juga dalam tingkat regional, nasional, dan


internasional (Montviloff, 1990).
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan
Kebijakan biasanya berasal dari sebuah
lembaga informasi yang memainkan peran penting
keputusan awal dan menjadi pernyataan atau
bagi civitas akademikanya, hal ini ditunjukkan
pengertian umum yang menjadi saluran berpikir
dengan tingginya minat pengguna dalam penelu-
dalam pengambilan keputusan di masa depan.
suran informasi melalui berbagai koleksi yang ada
Kebijakan ini biasanya berfungsi untuk memas-
di Perpustakaan. Untuk memenuhi kebutuhan
tikan bahwa keputusan yang diambil masih sesuai
pengguna perpustakaan diharuskan untuk terus
dengan filosofi dan tujuan organisasi. Syihabuddin
meningkatkan layanan yang diberikan terutama dari
menyatakan bahwa Kebijakan pengembangan
segi ketersediaan koleksi. Pemenuhan kebutuhan
koleksi dapat dilaksanakan secara terarah dan
ini salah satunya dilakukan melalui pengembangan
kebijakan pengembangan koleksi harus disusun
koleksi agar selalu up to date dan mengikuti perkem-
secara tertulis (Qalyubi, 2007). Karena tanpa adanya
bangan ilmu pengetahuan. Keberadaan koleksi
kebijakan tertulis, kesalah pahaman bisa saja terjadi
bagi perpustakaan sangatlah penting, mengingat
sehingga pengembangan koleksi ke arah koleksi
sumber informasi yang ada didalamnya menjadi
yang mutakhir dan relevan dengan kebutuhan
kebutuhan yang dicari oleh pengguna.
pengguna tidak akan terpenuhi.
Pustakawan sebagai pengelola tentu perlu
Perpustakaan Sekolah Pembangunan
memperhatikan agar pengembangan koleksi terus
Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta merupakan
berjalan sesuai prosedur, untuk itu perlu dibuatkan
salah satu perpustakaan di bawah naungan
kebijakan agar pengembangan dapat terlaksana
lembaga perguruan tinggi swasta yang ada di
melalui mekanisme yang pas. Kebijakan sebagai
Yogyakarta. Pengguna Perpustakaan STPMD terdiri
seperangkat prinsip dan strategi yang akan menjadi
dari dosen, pegawai dan mahasiswa dengan lima
panduan mengenai tindakan yang akan dilakukan
program studi yaitu SI DAN S2 Ilmu Pemerintahan,
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
SI Ilmu sosiatri, SI Ilmu Komunikasi, dan D3 Ilmu
sebelumnya. Kebijakan ini bisa dikembangkan
Pembangunan Masyarakat desa.
dalam level organisasi atau institusi (micropolicies),
DOI: 10.20885/unilib.Vol11.iss2.art3
108
Copyright@2020 Authors. This is an open-access article ditributed under the terms of the Creative Commons Attribution License
(http://creativecommons.org/license/by-sa/4.0/)
Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta
S. N. Yudisman, L. Rahmi

Perpustakaan Sekolah Pembangunan opment and Management”, bagian appendix dia


Masyarakat Desa Yogyakarta (STPMD) memiliki mencoba memberikan beberapa contoh mengenai
tenaga perpustakaan 4 orang. 1 (satu) orang sebagai penerapan kebijakan pengembangan koleksi di
kepala perpustakaan dengan kualifikasi pendidikan beberapa Perpustakaan (Jhonson, 2009). Dalam
S1 Ilmu Perpustakaan, 3 (tiga) orang staf yang tulisan ini saya akan mencoba menyusun suatu
memiliki kualifikasi pendidikan 1 (satu) orang D3 pedoman Kebijakan Pengembangan Koleksi di
Ilmu perpustakaan, 2 (Dua)orang Ilmu komunikasi. Perpustakaan Perguruan Tinggi. Kebijakan Pengem-
Di perpustakaan belum memiliki struktur organ- bangan koleksi yang disusun menjadi usulan
isasi perpustakaan. Adapun dari masyarakat yang penulis sebagai masukan bagi perpustakaan untuk
dilayani perpustakaan memiliki 1. 849 orang. Yang ditindak lanjuti penerapannya. Sebagai masukan
terdiri dari dosen, staff/karyawan, serta mahasiswa. dalam membuat kebijakan ataupun ketika merevisi
Dari segi koleksi memiliki koleksi dengan rincian kebijakan yang telah ada.
buku sebanyak 7.717 Judul, skripsi 8.815 Eksemplar,
tesis 207 eksemplar, majalah 8 judul, Koran 3 redaksi. B. KAJIAN TEORITIS
Perpustakaan Sekolah Pembangunan Masyarakat
1. Pengertian Pengembangan Koleksi Perpus-
Desa Yogyakarta (STPMD) membuka layanan dari
takaan
pukul 08.00 s/d 19.00 WIB. Layanan perpustakaan
Bahan pustaka dapat dikembangkan
dibuka dari hari senin s/d Jum’at. Fasilitas yang
dengan menambah jenis maupun kuantitasnya.
dimiliki yaitu terdiri dari ruang koleksi, ruang baca,
Evans dan saponaro memberikan batasan istilah
OPAC, WiFi. Sebagai sumber informasi di lingkungan
“collection development” sebagai suatu proses untuk
perguruan tinggi dan berperan sebagai salah satu
mengetahui peta kekuatan dan kekurangan atau
penunjang pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu
kelemahan koleksi perpustakaan, sehingga dengan
pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat
demikian akan tercipta sebuah rencana (Planning)
perpustakaan STPMD berusaha memenuhi
untuk memperbaiki peta kelemahan dan memper-
kebutuhan informasi yang sesuai dengan kebutuhan
tahankan kekuatan koleksi (Evan & Saponaro, 2005).
pengguna, dengan harapan dapat berdaya guna
Pengembangan koleksi adalah sejumlah
sebagaimana fungsinya.
kegiatan yang berkaitan dengan penentuan dan
Perpustakaan sebagai sumber informasi
koordinasi kebijakan seleksi, menilai kebutuhan
seharus dapat digunakan dengan baik oleh
pemakai, studi pemakaian koleksi, evaluasi koleksi,
penggunanya, namun dari data kunjungan dan
identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan
peminjaman perpustakaan STPMD 3 tahun terakhir
pustaka, perencanaan kerjasama sumberdaya
cukup rendah jika dilihat dari jumlah pengguna.
koleksi, pemeliharaan koleksi, dan penyiangan
Data ini terlihat dari data kunjungan dan pemin-
koleksi perpustakaan (Kohar, 2003). Menurut adam
jaman yang penulis lampirkan. Salah satu rendahnya
dan novel, pengembangan koleksi merupakan salah
pendayagunaan perpustakaan disebabkan koleksi
satu faktor yang amat penting untuk meningkatkan
perpustakaan banyak yang sudah tidak relevan
kualitas perpustakaan dan merupakan aspek yang
dengan kebutuhan pengguna. koleksi yang ada di
paling mahal dalam pengoperasian perpustakaan
perpustakaan sudah banyak yang tidak up to date.
(Adams & Noel, 2008). Dengan adanya pendapat
Merujuk pada tulisan Peggy Johnson,
tersebut maka pengembangan koleksi dalam
mengenai kebijakan pengembangan koleksi
perpustakaan merupakan serangkaian kegiatan
dalam bukunya “Fundamentals of Collection Devel-
yang digunakan untuk menganalisa koleksi
109
Jurnal Perpustakaan Vol. 11 No.2 Tahun 2020: 108 - 117
ISSN 1979 - 9527 (Printed) ISSN 2715-274x (Online)

sehingga dapat menghasilkan sebuah perpus- da-beda. Sesuai faktor-faktor yang mempen-
takaan yang memiliki sumber daya yang dapat garuhinya.
digunakan secara maksimal oleh penggunanya. a. Analisis Komunitas (community analysis)
adapun tahapan-tahapan dalam pengembangan Menurut greer dan Hale analisis komunitas
koleksi adalah analisis pengguna, kebijakan, seleksi, merupakan proses yang sistematis untuk mengum-
akuisisi/pengadaan, weeding dan evaluasi (Evan & pulkan, mengatur, dan menganalisis data tentang
Saponaro, 2005). sebuah komunitas dan perpustakaan yang ada
2. Kebijakan Pengembangan Koleksi Perpus- pada komunitas tersebut (Greer & Hale, 1985).
takaan Analisis komunitas dirancang untuk membantu staf
Menurut Johnson bahwa perpustakaan yang perpustakaan dalam menentukan pola kebutuhan
berjalan tanpa memiliki kebijakan pengembangan informasi dan minat seluruh komunitas atau
koleksi sama seperti menjalankan sebuah organ- masyarakat yang menjadi pengguna perpustakaan.
isasi tanpa adanya rencana kedepan (Jhonson, b. Seleksi
2009). Artinya Jika sebuah organisasi berjalan tanpa Setelah mengetahui kebijakan seleksi tahap
rencana maka setiap kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya adalah proses seleksi. Menurut Magrill
tidak dapat berjalan dengan terarah. Qalyubi Corbin dalam Qalyubi (2007) bahwa secara umum
(2007) menjelaskan agar kebijakan pengembangan seleksi diartikan sebagai tindakan, cara, atau proses
koleksi dapat dilaksanakan secara terarah, kebijakan memilih. Dalam hubungan dengan pengembangan
pengembangan koleksi harus disusun secara koleksi perpustakaan, seleksi merupakan kegiatan
tertulis. Tanpa adanya kebijakan tertulis, kesalah untuk mengidentifikasi rekaman informasi yang
pahaman akan terjadi antara satu staf dengan staf akan ditambahkan pada koleksi yang sudah akan
yang lainnya sehingga pengembangan koleksi ditambahkan pada koleksi yang sudah ada di
kearah koleksi yang mutakhir dan relevan tidak perpustakaan proses yang dilakukan pada tahap
akan terpenuhi. ini adalah keputusan untuk mencantumkan atau
Setiap perpustakaan tentu memiliki kebijakan tidak rekaman informasi yang direncanakan untuk
pengembangan koleksi yang berbeda seperti yang diadakan perpustakaan.
dikatakan oleh Darmono bahwa kebijakan pengem- Personalia atau kelompok yang dipandang
bangan koleksi antara satu perpustakaan dengan memiliki kapabilitas untuk menyeleksi bahan
perpustakaan yang lain isinya akan berbeda-beda pustaka antara lain, adalah pustakawan, spesialis
(Darmono, 2001). Perbedaan ini akan dipengaruhi subjek, toko buku, dan komisi perpustakaan.
oleh beberapa faktor seperti kebijakan pemerintah, Menurut Qalyubi (2007) pada perpustakaan
kondisi ekonomi yang akan berpengaruh terhadap perguruan tinggi otoritas yang melaksanakan
kebijakan pendanaan, suasana dan lingkungan seleksi adalah pimpinan universitas, dekan, ketua
pendidikan, keadaan penerbitan, kebiasaan jurusan/program studi, dan dosen. Pembentukan
pemakai, sikap masyarakat serta faktor-faktor lain komisi penasehat/pengawas perpustakaan secara
yang bersifat lokal. Sehubungan dengan berbagai khusus juga dapat memilih atau menyarankan
faktor tadi, sehingga kesamaan standar untuk agar melanggan terbitan berkala tertentu
pengembangan koleksi perpustakaan akan sulit sebagai tugasnya. Komisi ini biasanya terdiri atas
untuk dirumuskan. pustakawan, dosen, dekan dan elemen-elemen
Masing-masing perpustakaan akan memiliki yang dipandang mampu. Mahasiswa dimungkinkan
kebijakan pengembangan koleksi yang berbe-

110
Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta
S. N. Yudisman, L. Rahmi

memberikan usulan, tetapi dengan mempertim- tetap diperlukan secara periodic untuk melihat
bangkan keselarasan kebutuhan perkuliahan. apakah nantinya bahan pustaka masih bernilai bagi
Alat bantu seleksi berguna untuk membantu pemakai koleksi yang bersangkutan.
pustakawan dala memutuskan apakah bahan Tujuan weeding/ penyiangan menurut Evans
pustaka perlu diseleksi atau tidak. Beberapa bentuk dan Saponaro, ada empat tujuan yang akan dicapai
alat bantu seleksi antara lain: mengapa penyiangan dilakukan, antara lain (Evan &
1. Majalah tinjauan buku (Reviewing Journals) Saponaro, 2005):
2. Daftar judul untuk perpustakaan tertentu 3). Memperoleh tambahan tempat (shelf
(core list) space) untuk koleksi yang baru
Selain itu juga beberapa bentuk alat identi- 4). Membuat koleksi lebih dapat diman-
fikasi dan verifikasi seperti katalog penerbit, faatkan sebagai sumber informasi yang
berbagai bibliografi (bibliografi nasional, book in akurat, relevan, up to date, serta menarik
print, publisher’s trade list annual), dan indeks (book 5). Memberikan kemudahan pada pemakai
review digest, book review index, Technical Book dalam menggunakan koleksi
Review Index ) 6). Memungkinkan staf perpustakaan
c. Pengadaan mengelola koleksi secara lebih efektif dan
Secara sederhana, pengadaan bahan pustaka efisien.
dapat dilakukan lewat pembelian, tukar menukar, Penyiangan/deseleksi secara sederhana
hadiah, atau dengan menerbitkan sendiri. dipahami sebagai usaha untuk mengeluarkan atau
d. Penyiangan menarik bahan pustaka dari koleksi. Sebelum bahan
Penyiangan (Weeding) bahan pustaka/koleksi pustaka dimasukkan dalam jajaran koleksi perpus-
merupakan salah satu cara dalam melakukan takaan, bahan tersebut harus dievaluasi. Demikian
pengembangan koleksi. Koleksi perpustakaan yang juga koleksi yang telah ada, re evaluasi tetap diper-
hidup dan berkembang akan selalu bertambah, lukan secara periodic untuk melihat apakah nanti
pada akhirnya banyak buku yang tidak bermanfaat bahan pustaka masih bernilai bagi pemakai koleksi
lagi, misalnya karena isinya sudah usang atau yang bersangkutan.
sudah ada cetakan (edisi) yang lebih baru. Selain e. Evaluasi
itu penyebabnya adalah tidak selalu diikuti oleh Agar kebutuhan informasi pengguna dapat
perkembangan ruang atau gedung. Kemampuan terpenuhi, koleksi yang ada di perpustakaan
ruangan atau gedung untuk menampung koleksi harus sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk
selalu terbatas, sehingga pustakawan harus mencari menjaga agar koleksi yang ada selalu up to date dan
jalan keluar agar pertambahan koleksi selalu dapat sesuai dengan kebutuhan pengguna maka harus
ditampung. Salah satu cara yang dapat dilakukan dilakukan evaluasi koleksi perpustakaan secara
adalah dengan cara mengadakan penyiangan berkala. Evaluasi koleksi diperlukan untuk menge-
bahan pustaka/koleksi. tahui seberapa baik kualitas koleksi perpustakaan
Penyiangan secara sederhana dipahami berkaitan dengan relevansinya dengan kebutuhan
sebagai usaha untuk mengeluarkan atau menarik pengguna. Tujuan secara umum dari evaluasi
bahan pustaka dari koleksi (Qalyubi, 2007). Sebelum koleksi adalah untuk menentukan kualitas koleksi
bahan pustaka dimasukkan ke dalam jajaran koleksi dan juga mengetahui apakah tujuan perpustakaan
perpustakaan, bahan tersebut harus evaluasi. telah ditentukan telah tercapai (Yulia, 2009).
Demikian juga koleksi yang telah ada, re evaluasi

111
Jurnal Perpustakaan Vol. 11 No.2 Tahun 2020: 108 - 117
ISSN 1979 - 9527 (Printed) ISSN 2715-274x (Online)

Evaluasi koleksi berarti menilai atau 11). Pedoman untuk melaksanakan


mengukur kualitas kegunaan atau manfaat koleksi penyiangan dan pengawasan koleksi, dan
perpustakaan terhadap pengguna, misalnya di menyusun prioritas selanjutnya.
perpustakaan sekolah, kegunaan koleksi untuk Menurut Wotman ada beberapa metode yang
membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah. dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi, di
Olausson mengungkapkan dengan melakukan antaranya adalah dengan membandingkan koleksi
evaluasi berarti kita menilai suatu kegiatan perpustakaan dengan daftar judul standar yang
yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cara harus dimiliki, kajian sirkulasi, survey pendapat
mengumpulkan data, mendeskripsikan, analisis, pengguna, dan sebagainya. Melalui kegiatan
dan menginterpretasikan. evaluasi ini, dapat diketahui koleksi apa yang banyak
Gorman dan Howes (1991) mengungkapkan dimanfaatkan dan koleksi apa yang sudah tidak
tujuan dilaksanakannya evaluasi koleksi di perpus- digunakan lagi oleh pengguna. Kemudian, hasil
takaan, yaitu: evaluasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh perpus-
1). Mengetahui secara akurat pemahaman takaan dalam melakukan pengembangan koleksi
atas cakupan, kedalaman an kegunaan di kemudian hari. Apabila kegiatan evaluasi koleksi
dari koleksi di perpustakaan sekolah sudah dapat berjalan
2). Untuk mempersiapkan sebuah pedoman secara berkala dan berkesinambungan, maka dapat
dasar bagi pengembangan koleksi dipastikan koleksi yang ada di perpustakaan dapat
3). Untuk membantu dalam menyusun memenuhi kebutuhan informasi penggunanya.
kebijakan pengembangan koleksi semakin tinggi kebutuhan pengguna akan semakin
4). Untuk mengukur efektifitas atau keber- meningkat. Sehingga tujuan dari keberadaan
hasilan kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan sekolah menjadi terwujud.
5). Untuk menentukan kecukupan dan
kualitas koleksi C. METODE PENELITIAN
6). Untuk meralat kekurangan dalam daftar
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan
koleksi yang akan diadakan perpustakaan,
( field research ) yaitu : “Suatu penelitian yang
dan memberikan jalan untuk mengata-
dilakukan secara sistematis dengan mengangkat
sinya
data yang ada di lapangan (Suharsimi, 1995).
7). Untuk memfokuskan sumber daya
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
keuangan dan sumber daya manusia
menggunakan metode penelitian kualitatif. Dimana
pada bidang yang paling membutuhkan
menurut Bodgan dan Taylor, metodologi kualitatif
perhatian
adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
8). Untuk memberikan argumentasi dalam
data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan
tujuannya untuk meningkatkan anggaran
dari orang-orang dan perilaku dapat diamati.
koleksi
Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu
9). Untuk memberitahukan kepada
tersebut secara utuh (Lexi, 2008).
administer mengenai sesuatu yang
telah dilakukan sehubungan dengan D. HASIL DAN PEMBAHASAN
permintaan peningkatan anggaran
10). Membangun kekuatan khusus (special Secara umum pernyataan kebijakan pengem-
core) dalam koleksi yang ada bangan koleksi perpustakaan mencakup tentang:

112
Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta
S. N. Yudisman, L. Rahmi

1. MISSION STATEMENT ditetapkan bersama. Pentingnya kebijakan makin


Perpustakaan Sekolah Pembangunan perlu dirasakan ketika melihat begitu cepatnya
Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta merupakan penambahan koleksi dalam berbagai bentuk,
salah satu perpustakaan di bawah naungan pemenuhan kebutuhan informasi pengguna dan
lembaga perguruan tinggi swasta yang ada di bagaimana pustakawan agar terus dapat mengem-
Yogyakarta. Pengguna Perpustakaan STPMD terdiri bangkan koleksi agar sesuai dengan perkembangan
dari dosen, pegawai dan mahasiswa dengan lima ilmu pengetahuan.
program studi yaitu SI DAN S2 Ilmu Pemerintahan, 2. VISI DAN MISI PERPUSTAKAAN
SI Ilmu sosiatri, SI Ilmu Komunikasi, dan D3 Ilmu Perpustakaan Sekolah Pembangunan
Pembangunan Masyarakat desa. Dengan total Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta merupakan
pengguna 1849 pengguna. Perpustakaan Sekolah salah satu perpustakaan di bawah naungan
Tinggi Pembangunan Masyarakat memiliki visi lembaga perguruan tinggi swasta yang ada di
(Menjadi perpustakaan yang unggul dalam menye- Yogyakarta. Pengguna Perpustakaan STPMD terdiri
diakan sumber-sumber informasi dengan layanan dari dosen, pegawai dan mahasiswa dengan lima
teknologi terkini) guna mewujudkan visi tersebut. program studi yaitu SI DAN S2 Ilmu Pemerintahan,
Perpustakaan Sekolah Pembangunan SI Ilmu sosiatri, SI Ilmu Komunikasi, dan D3 Ilmu
Masyarakat Desa Yogyakarta (STPMD) memiliki Pembangunan Masyarakat desa. Dengan total
tenaga perpustakaan 4 orang. 1 (satu) orang sebagai pengguna 1849 pengguna. Perpustakaan Sekolah
kepala perpustakaan dengan kualifikasi pendidikan Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa memiliki visi
S1 Ilmu Perpustakaan, 3 (tiga) orang staf yang Menjadi perpustakaan yang unggul dalam menye-
memiliki kualifikasi pendidikan 1 (satu) orang D3 diakan sumber-sumber informasi dengan layanan
Ilmu perpustakaan, 2 (Dua)orang Ilmu komunikasi. teknologi terkini guna mewujudkan visi tersebut.
Di perpustakaan belum memiliki struktur organ- Maka telah ditetapkan juga misi sebagai
isasi perpustakaan. Adapun dari masyarakat yang berikut:
dilayani perpustakaan memiliki 1. 849 orang. Yang a. Mengembangkan perpustakaan yang berori-
terdiri dari dosen, staff/karyawan, serta mahasiswa. entasi tentang pedesaan
Dari segi koleksi memiliki koleksi dengan rincian b. Mengembangkan koleksi perpustakaan
buku sebanyak 7.717 Judul, skripsi 8.815 Eksemplar, dalam mendukung proses belajar mengajar,
tesis 207 eksemplar, majalah 8 judul, Koran 3 redaksi. penelitian, dan sosial kemasyarakatan
Perpustakaan Sekolah Pembangunan Masyarakat c. Mengembangkan sarana dan prasarana
Desa Yogyakarta (STPMD) membuka layanan dari perpustakaan untuk memberikan layanan
pukul 08.00 s/d 19.00 WIB. Layanan perpustakaan prima berbasis teknologi informasi dan
dibuka dari hari senin s/d Jum’at. Fasilitas yang komunikasi
dimiliki yaitu terdiri dari ruang koleksi, ruang baca, 3. TUJUAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
OPAC, WiFi. KOLEKSI
Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan Kebijakan pengembangan koleksi diharapkan
Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta terus dapat terlaksana secara terarah, dengan tujuan
memperhatikan pengembangan koleksi, melalui untuk:
suatu kebijakan maka akuisisi dan pengembangan a. Menggambarkan ruang lingkup koleksi, sifat
yang dilakukan dapat terlaksana melalui suatu dan prioritas koleksi.
pedoman tertulis agar terlaksana sesuai tujuan yang b. Menyediakan kerangka kerja bagi pengelola

113
Jurnal Perpustakaan Vol. 11 No.2 Tahun 2020: 108 - 117
ISSN 1979 - 9527 (Printed) ISSN 2715-274x (Online)

dan pengembangan koleksi perpustakaan, a. Jenis dan jumlah koleksi - Koleksi perpus-
menunjukkan prioritas, dan menetapkan takaan berbentuk karya tulis, karya cetak, dan/
kriteria seleksi atau karya rekam terdiri atas fiksi dan nonfiksi.
c. menciptakan dasar yang konsisten dan - Koleksi nonfiksi terdiri atas buku wajib mata
koheren dalam pengembangan koleksi di kuliah, bacaan umum, referensi, terbitan
masa depan. berkala, muatan lokal, laporan penelitian, dan
d. Memberikan panduan untuk para staf dalam literatur kelabu.
seleksi, ketentuan menjadi pertimbangan a). Jumlah buku wajib dihitung menggu-
dalam pengembangan koleksi dan seleksi nakan rumus 1 program studi X (144 sks dibagi
bukan lagi dipertimbangkan oleh individu dari 2 sks per mata kuliah) X 2 judul permata kuliah
pengalamannya akan tetapi dapat ditetapkan = 144 judul buku wajib per program studi.
oleh kebijakan secara jelas. b). Judul buku pengembangan = 2 X jumlah
e. Memfasilitasi kolaborasi antara pustakawan buku wajib.
di lembaga dan dapat membantu pengem- c). Koleksi AV (judul) = 2% dari total jumlah
bangan secara koheren. judul koleksi non AV.
Adapun tujuan kebijakan pengembangan d). Jurnal ilmiah minimal 1 judul (berlang-
koleksi yang utama pada Perpustakaan Perguruan ganan atau menerima secara rutin) per
Tinggi adalah untuk mendukung instruksi fakultas, program studi. - Majalah ilmiah populer
mahasiswa, dosen, dan peneliti. Salah satu upaya minimal 1 judul (berlangganan atau menerima
yang dilakukan dalam mempertahankan eksistensi secara rutin) per program studi. - Muatan
perpustakaan melalui pengembangan koleksi lokal (local content) yang terdiri dari hasil
dalam berbagai format. karya ilmiah civitas akademika (skripsi, tesis,
4. RUANG LINGKUP DAN AKSES KOLEKSI disertasi, makalah seminar, simposium,
Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan konferensi, laporan penelitian, laporan
Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta turut berperan pengabdian masyarakat, laporan lain-lain,
dalam mendukung proses belajar mengajar, dengan pidato pengukuhan, artikel yang dipublikasi
menyediakan berbagai macam jenis koleksi dalam di media massa, publikasi internal kampus,
berbagai format dan akses koleksi yang memberikan majalah atau buletin kampus).
kenyaman bagi pengguna. Koleksi perpustakaan a. Penambahan koleksi 1% dari total koleksi
tersedia untuk digunakan pada tempat yang telah (judul) yang sudah ada, atau minimal 1
disediakan dan koleksi dapat digunakan bagi siapa judul untuk 1 mata kuliah, dipilih yang
saja yang terdaftar sebagai anggota secara bebas lebih besar.
di perpustakaan. Melalui kebijakan perpustakaan b. Koleksi khusus Perpustakaan menyediakan
mendukung dalam memfasilitasi keterampilan koleksi khusus perpustakaan perguruan
mereka, melengkapi kebutuhan pendidikan dan tinggi, yaitu bahan perpustakaan berupa
merangsang minat mereka. hasil penelitian, skripsi, tesis dan disertasi
5. STANDAR KOLEKSI PERPUSTAKAAN minimal 1.000 judul.
Merujuk pada standar yang dikeluarkan oleh c. Bahan perpustakaan referensi, Perpus-
Perpustakaan Nasional terhadap standar koleksi di takaan menyediakan bahan perpustakaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNP: 010/2011). referensi. Koleksi bahan perpustakaan
Berikut standar yang ditetapkan: referensi minimal meliputi kamus umum

114
Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta
S. N. Yudisman, L. Rahmi

bahasa Indonesia dan kamus bahasa sementara karena akan hasil draf ini akan dirapatkan
Inggris— Indonesia, kamus bahasa kembali kepada penjaminan mutu lembaga induk
Indonesia-lnggris, kamus bahasa daerah, dan Ka. Prodi yang ada di Sekolah Tinggi Perpus-
kamus bahasa Jerman-Indonesia, kamus takaan Masyarakat Desa Yogyakarta.
bahasa Indonesia-Jerman, kamus bahasa
Perancis-lndonesia, kamus bahasa
6. ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN
Indonesia-Perancis, kamus bahasa
KOLEKSI
Jepang-lndonesia, kamus bahasa Indone-
a. Analisis Masyarakat
sia-Jepang, kamus bahasa Mandarin-Indo-
Analisis masyarakat merupakan usaha untuk
nesia, kamus bahasa Indonesia-Mandarin,
mengetahui bahan pustaka apa yang benar-benar
kamus bahasa Indonesia-Arab, kamus
dibutuhkan oleh masyarakat pengguna perpus-
bahasa Arab-Indonesia, kamus subjek,
takaan, dan mengetahui populasi yang dilayani.
ensiklopedi, sumber biografi, atlas, peta,
Kegiatan ini dilakukan dengan cara:
bola dunia, direktori (terutama buku
1). Analisis kurikulum untuk mendapatkan
telepon).
data populasi pengguna perpustakaan, dan
Kebijakan seleksi merupakan bagian dari
kebutuhan-kebutuhan informasi yang relevan
kebijakan pengembangan koleksi. Pada umumnya
dengan kurikulum yang ada.
kebijakan seleksi berisi tentang kriteria seleksi,
2). Wawancara kepada pengguna dan kepala
fungsi seleksi, dan apa yang menjadi tolok ukur
perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan
dalam kegiatan seleksi. Kebijakan ini diperlukan
Masyarakat Desa Yogyakarta
untuk membantu selector dalam memilih materi
b. Analisis kebijakan seleksi
yang akan dijadikan koleksi perpustakaan dan
Kebijakan seleksi merupakan menetapkan
mana yang tidak.
rincian-rincian sebagai pedoman staf perpustakaan
Kegiatan yang dilakukan adalah merumuskan
dalam pengembangan koleksi. Kebijakan adalah
persentase koleksi yang harus di seleksi untuk setiap
sarana yang membimbing staf dalam pengambilan
kelas subjek yang ada. Di Perpustakaan STPMD ada
keputusan. kegiatan-kegiatan yang dilakukan yaitu:
lima program studi.
1). Wawancara dengan kepala perpustakaan
–– Persentase Komposisi pengadaan buku
untuk mengetahui kebijakan dalam menen-
berdasarkan program studi
tukan rincian-rincian dalam pengembangan
a. Pemberdayaan Masyarakat Desa (20%)
koleksi.
b. Ilmu Sosiatri (20%)
2). Wawancara dengan kepala perpustakaan
c. Ilmu Pemerintahan (30%)
mengetahui siapa saja yang terlibat dalam
d. Ilmu Komunikasi (20%)
kebijakan seleksi.
e. Lain-lain (10%)
c. Analisis seleksi
–– Bahasa: Indonesia 90 %, asing 10%
Seleksi merupakan sebuah tindakan, cara, atau
–– Jurnal nasional 80%
proses memilih. Atau dengan kata lain mengiden-
–– Internasional : 20%
tifikasi rekaman informasi yang akan ditambahkan
Penetapan persentase ini di dapatkan melalui
dalam hal ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan
analisis silabus, serta pertimbangan kapasitas
yaitu:
pengguna setiap prodi dan wawancara dengan
1). Mengetahui pandangan yang digunakan
kepala perpustakaan. Persentase ini baru bersifat
dalam membangun suatu koleksi
115
Jurnal Perpustakaan Vol. 11 No.2 Tahun 2020: 108 - 117
ISSN 1979 - 9527 (Printed) ISSN 2715-274x (Online)

2). Mengetahui kriteria-kriteria yang diten- Yogyakarta menggunakan alat bantu seleksi katalog
tukan dalam seleksi. penerbit.
d. Analisis pengadaan Sebuah perpustakaan terbangun dari
Pengadaan merupakan implementasi kumpulan berbagai elemen yang menopang
dari keputusan dalam melakukan seleksi yang sebuah perpustakaan. elemen tersebut terdiri dari
mencakup semua kegiatan untuk mendapatkan gedung, koleksi, dana operasional dan sumber
bahan pustaka. Kegiatan yang dilakukan dalam hal daya manusia. Salah satu elemen tersebut yaitu
ini yaitu: koleksi menjadi salah satu elemen penting yang
1). Mengetahui sumber-sumber pengadaan menentukan eksistensi perpustakaan di tengah
bahan pustaka masyarakat. eksistensi sebuah perpustakaan dapat
2). Mengetahui pertimbangan-pertim- dilihat dari banyaknya pengguna yang mengakses
bangan dalam penerimaan dengan cara perpustakaan. kemampuan yang dapat memotivasi
hadiah. masyarakat untuk mengakses perpustakaan adalah
e. Analisis penyiangan koleksi yang berkualitas, kerelevanan dengan
Penyiangan secara sederhana dipahami kebutuhan pengguna serta jaminan kemudahan
sebagai usaha untuk mengeluarkan untuk menarik akses terhadap koleksi tersebut. Kualitas koleksi
bahan koleksi. Kegiatan yang dilakukan dalam dipengaruhi dan disesuaikan dengan kebutuhan
analisis penyiangan yaitu: pengguna serta dipengaruhi oleh proses pengadaan
1). Mengetahui pertimbangan-pertim- koleksi. Sedangkan kemudahan mengakses koleksi
bangan dalam menyiangi bahan pustaka perpustakaan sangat dipengaruhi oleh proses
2). Mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pengolahan serta pelayanan bahan pustaka. Untuk
proses penyiangan memenuhi kebutuhan pengguna dari sisi yang
3). Mengetahui jangka waktu dilakukan memiliki kuantitas dan kualitas tentu dibutuhkan
penyiangan koleksi konsep pengembangan koleksi.
f. Evaluasi E. PENUTUP
Evaluasi koleksi berarti menilai atau mengukur
kualitas kegunaan atau manfaat koleksi perpus- Kebijakan Pengembangan koleksi merupakan
takaan terhadap pengguna. Dalam hal ini kegiatan prosedur yang mengatur dalam mengalokasikan
yang dilakukan adalah mengidentifikasi metode sumber daya informasi di perpustakaan, bertujuan
evaluasi bahan pustaka untuk menentukan apa yang harus dikembangkan
Di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pemban- dan menentukan peningkatan layanan. Perpus-
gunan Masyarakat Desa Yogyakarta dalam seleksi takaan perlu melakukan komunikasi dengan
menggunakan pandangan ketiga yaitu memper- civitas akademika sebagai pengguna potensi
timbangkan kualitas dan popularitas. Karena koleksi perpustakaan perguruan tinggi untuk melihat
yang berorientasi pada ilmu sosial sangat membu- hal yang mesti diprioritaskan dalam menentukan
tuhkan pemutakhiran. Sehingga untuk menjaga pembuatan kebijakan pengembangan koleksi yang
kerelevanan dengan kebutuhan pengguna maka dilakukan secara berkelanjutan. Eksistensi perpus-
digunakan padangan ketiga yaitu Pluralistik yang takaan sebagai garda ilmu pengetahuan tidak bisa
menyeimbangkan antara pandangan liberal dan mengembangan koleksi tanpa adanya kebijakan,
tradisional. Penyeleksian koleksi pada perpustakaan prosedural dan manajemen sumber daya informasi
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa yang baik.

116
Kebijakan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta
S. N. Yudisman, L. Rahmi

Perpustakaan harus memiliki kebijakan DAFTAR PUSTAKA


pengembangan koleksi sebagai peta arah kegiatan
pengembangan koleksi di perpustakaan, untuk
meningkatkan daya guna perpustakaan dan kerel- Adams, B., & Noel, B. (2008). Circulation Statistics In
evanan dengan kebutuhan masyarakat pengguna The Evaluation Of Collection Development.
dimana perpustakaan tersebut berada. Namun pada Collection Building, 27(2).
kenyataannya masih banyak perpustakaan yang Darmono. (2001). Manajemen Dan Tata Kerja Perpus-
belum memiliki kebijakan pengembangan koleksi, takaan Sekolah. Jakarta: Grasindo.
sehingga koleksi yang ada kurang dimanfaatkan Evan, G., & Saponaro, M. Z. (2005). Developing
karena sering tidak relevan dengan kebutuhan And Information Center Collection. London:
yang ada. Selain itu, sulitnya menjalankan proses Libarries.
pengadaan yang terarah sesuai dengan visi dan Greer, R., & Hale, M. L. (1985). Models Related To
misi perpustakaan dan lembaga induk. Community Analysis. Offset.
Untuk setiap perpustakaan diharapkan dapat Jhonson, P. (2009). Fundamentals Of Collection
menyediakan kebijakan pengembangan koleksi Depelopment And Management. Chicago:
dan Standar Operasional Perpustakaan sebagai American Library Association.
petunjuk arah kegiatan yang ada di perpustakaan. Lexi, M. J. (2008). Metodelogi penelitian kuanlitatif.
Bandung: Rosda.
Montviloff, V. (1990). National Information Policies: A
handbook on the formulation, approval, imple-
mentation and operation of a national policy on
information. Paris: UNESCO.
Qalyubi, S. (2007). Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan
dan Informasi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Yulia, Y. (2009). Pengembangan Koleksi. Jakarta:
Universitas Terbuka.

117