Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

“INVERTER PULSA RESONAN”

DISUSUN OLEH:

Nama / Nim :
Muhammad Iqbal U/ 5183530001
TEKNIK ELEKTRO B 2018
Mata Kuliah : Elektronika Daya

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan Rahmat-
Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Inverter Pulsa Resonan” ini, meskipun
masih banyak kekurangan.

Makalah ini kami buat untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta diskusi
pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. kami mengucapkan terima kasih untuk
semua pihak yang telah membantu kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Tidak lupa
kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah yang telah
memberikan bimbingan dan saran yang berharga dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat
terselesaikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, hal ini dari segi penyusunan
maupun dari segi materi. “Tidak ada gading yang tak retak”, demikian pula dengan makalah ini.
Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan setiap kritik dan saran yang bersifat membangun,
yang dapat memperbaiki dan menyempurnakan makalah ini.

Medan, April 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................

DAFTAR ISI...........................................................................................................................

BAB I PEMBAHASAN .........................................................................................................

BAB II PENUTUP .................................................................................................................

3.1 Kesimpulan ........................................................................................................................


3.2 Saran ..................................................................................................................................
BAB I
PEMBAHASAN

Inverter adalah alat yang banyak digunakan dalam aplikasi elektronis. Alat ini sangat
berguna untuk mengoperasikan alat elektronis AC ketika tidak ada sumber listrik
AC.Sebagaii contoh pada aplikasi otomotif seperti mobil listrik yang sumber listriknya
adalah baterai. Inverter adalah sebuah alat yang dapatmengubah sumber listrik DC menjadi
listrik AC. Bentuk gelombang AC inverter tidak harus gelombang sinusoidal, tetapi dapat
berupa gelombang dengan dua arah. Inverter terbentuk dari beberapa saklar semikonduktor
yang menyala secara bergantian. Dengan memanipulasi memanipulasi saklar semikonduktor
semikonduktor tersebut, tersebut, inverter dapat memberikan tegangan yang sesuai untuk
berbagai aplikasi

Inverter Resonansi Seri

Inverter resonansi seri berdasarkan pada osilasi resonansi arus. Komponen komutasi dan
peralatan switch diletakan secara seri dengan beban untuk membentuk rangkaian
underdamped. Arus yang mengalir melalui switch ajatuh menjadi nol disebabkan oleh sifat
alami dari rangkaian. Jika elemen switching adalah thyristor, inverter dikatakan pemadaman
dengan komutasi sendiri. Inverter jenis ini menghasilkan bentuk menghasilkan bentuk
gelombang yang gelombang yang hampir sinusiodal pada frekuensi tinggi dengan jangkauan
200Hz sampai 100kHz dan pada umumnya menggunakan tegangan output yang tetap Karena
menggunakan frekuensi switching yang tinggi, ukuran komponen komutasi menjadi lebih
kecil

Terdapat beragam konfigurasi dari inverter seri, beragam konfigurasi dari inverter seri,
tergantung tergantung pada hubungan pada peralatan switching dan beban. Inverter seri
diklasifikasikan menjadi dua kategori :

1. Inverter resonansi seri dengan unidirectional switch


2. Inverter resonansi seri dengan bidirectional switch
1). Inverter resonansi seri dengan unidirectional switch

Gambar menggambarkan diagram rangkaian dari inverter seri yang sederhana menggunakan
dua unidirectional thyristor switch. Ketika thyristor T1 dinyalakan, suatu arus pulsa resonan
mengalir melalui beban dan arus jatuh menjadi nol pada t = t1m dan T1 melakukan komutasi
sendiri. Penyalaan thyristor T2 mengakibatkan arus resonan beban berbalik arah melalui
beban dan T2 juga melakukan komutasi sendiri. Operasi rangkaian dapat dibagi menjadi tiga
mode dan rangkaian ekivalen diperlihatkan pada gambar. Sinyal gerbang untuk thyristor dan
bentuk gelombang untuk arus beban dan tegangan kapasitor diperlihatkan pada gambar

Gambar 1.Rangkaian resonasi seri dibentuk oleh rangkian L, C dan beban (asumsi resisti)

2). Inverter resonansi seri dengan bidirectional switch


Bentuk dari inverter seri bisa dikembangkan dengan menghubungkan sebuah antiparalel
diode yang bersebelahan dengan thyristor seperti tampak pada gambar. Saat thyristor t1
menyala, sebuah arus pulsa resonan mengalir dan t 1 berkomutasi pada t = t1. Akan tetapi
osilasi resonan akan mengalir menuju diode d1 sampai arus menuju nol saat putaran terakhir.
Bentuk gelombang untuk arus dan tegangan kapasitor diperlihatkan pada gambar
Gambar 2.Inverter resonansi seri dengan bidirectional switch

INVERTER Thyristor Dengan Komutasi Paksa


Walaupun transistor atau gto bisa bekerja sebagai switching device bagi inverter, mereka
kebanyakan digunakan pada penerapan berdaya rendah. Untuk penerapan tegangan tinggi
dan arus kuat, penting untuk menghubungkan mereka dalam kombinasi seri dan atau parallel.
Dua tipe rangkaian komutasi biasanya digunakan pada penerapan inverter yakni:

1) Inverter Komutasi Tambahan (Auxiliary)


Sebuah inverter thyristor Full-bridge phasa tunggal menggunakan komutasi tambahan seperti
pada gambar. Rangkaian komutasi dibagi menjadi dua thyristor. Kika asumsikan bahwa
thyristor t1 terhubung dan menyuplai arus beban langsung, im ; dan kapasitor cm diberikan
tegangan Vo dengan polaritas yang diberikan. Bentuk gelombang untuk tegangan kapasitor
dan arus seperti pada gambar. Proses komutasi dari sebuah thyristor bisa dibagi menjadi
empat mode.
2) Inverter Komutasi Komplemen (complementary)
Jika dua inductor dikople, didalam satu hubungan thyristor mematikan thyristor lain dalam
sisi yang sama. Tipe ini dikenal sebagai komutasi komplemen. Prinsip ini bisa diberikan
untuk inverter komutasi bersama dan gambar menunjukan satu sisi dari sebuah inverter Full-
bridge phasa tunggal. Rangkaian ini juga dikenal dengan sebuah inverter mc murray-bedford
.
INVERTER Arus Sumber
Pada bagian sebelumnya inverter merupakan pemasok sumber tegangan dan arus beban
dipaksa berfluktuasi dari positip ke negatip dan sebaliknya. Untuk mengatasi beban induktif
sembutuhkan saklar tenaga dengan diode Freewheeling. Sementara Inverter sumber arus
masukan berlaku sebagai sumber arus. Arus keluaran konstan tidak tergantung pada beban
inverter dan tegangan output dipaksa berubah. Gambar rangkaian dari inverter transistor satu
phasa diperlihatkan pada gambar 8-35a. Karena harus ada arus kontinyu dari sumber dua
saklar harus selalu konduksi salah satunya saklar bagian atas dan yang lainnya saklar bagian
bawah. Urutan konduksi 12, 23, 34 dan 41.Bentuk gelombang Arus output ditunjukkan pada
gambar. Diode seri dengan transistor diperlukan untuk memblok tegangan reverse pada
transistor.

Dengan inverter arus sumber, rangkaian komutasi bagi thyristor yang diperlukan hanya
kapasitor dan lebih sederhana, seperti ditunjukkan pada gambar 8-35c. Misalkan bahwa T1
dan T2 konduksi dan kapasitor C1 dan C2 dimuati dengan polaritas seperti ditunjukkan pada
gambar. Penyalaan tyristor T1dan T2 mereverse bias Thyristor T1 dan T2. T1 dan T2 akan
padam. Arus sekarang mengalir melalui T3C1D1, beban dan D2 C2 T4. Kapasitor c1 dan C2
didiscahrge dan di echarge dengan tingkat arus yang konsan sebesar arus beban Im > IL .
Bilamana arus melalui C1 dan C2 jatuh menjadi nol, arus beban akan ditransfer melalui
diode D1 ke D3 dan D2 ke D4. D1 dan D2 akan dimatikan bila arus beban telah berbalik
arah. Kapasitor telah siap untuk memadamkan thyristor T3 dan T4 jika T1dan T2 telah
dipicupada setengah siklus berikutnya. Waktu komutasi akan tergantung pada arus beban dan
tegangan beban. Diode pada gambar mengisolasi kapasitor dari tegangan beban
Gambar 3.Inverter Sumber Arus Satu
BAB II
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Inverter resonansi seri berdasarkan pada osilasi resonansi arus.Komponen komutasi dan
peralatan switch diletakan secara seri dengan beban untuk membentuk rangkaian underdamped.
Arus yang mengalir melalui switch ajatuh menjadi nol disebabkan oleh sifat alami dari
rangkaian.Terdapat beragam konfigurasi dari inverter seri, tergantung pada hubungan pada
peralatan switching dan beban.inverter seri diklasifikasikan menjadi dua kategori inverter
resonansi seri dengan unidirectional switch dan Inverter resonansi seri dengan bidirectional
switch.

jika dua inductor dikople, didalam satu hubungan thyristor mematikan thyristor lain
dalam sisi yang sama.Tipe ini dikenal sebagai komutasi komplemen.Prinsip ini bisa diberikan
untuk inverter komutasi bersama dan gambar menunjukan satu sisi dari sebuah inverter full-
bridge phasa tunggal.rangkaian ini juga dikenal dengan sebuah inverter mc murray-bedford

3.2 Saran
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan
dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman
pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.