Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

“TRANSFORMATOR IDEAL”

TRANSFORMATOR

Dosen Pengampu :

Ir. MUSTAMAM, M.T. DAN AZMI RIZKI LUBIS, S.T., M.T.

Disusun Oleh :

Nama/NIM : M Iqbal Ulango (5183530001)

Kelas : Teknik Elektro B 2018

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

PRODI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Saya mengucapkan puji syukur Ke hadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Makalah Persentase
ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah yang telah
memberikan tugas ini kepada saya, sehingga saya dapat belajar lebih dalam mengenai materi
persentase yang diberikan pada mata kuliah Transformator.
Adapun isi dari Makalah Persentase ini yaitu Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan,
dan Manfaat), Pembahasan (Isi Materi), Penutup (Kesimpulan dan Saran).
Dalam penulisan Makalah Persentase ini, saya menyadari bahwa masih terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan disini, dikarenakan keterbatasan saya. Akhir kata saya
ucapkan terimakasih.

Medan, 1 Oktober 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................................

1.2 Tujuan.........................................................................................................

1.3 Manfaat.......................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Transformator.............................................................................................

2.2 Prinsip Kerja Transformator.......................................................................

2.3 Transformator Ideal....................................................................................

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan...............................................................................................

3.2. Saran..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seiring meningkatnya tuntutan manusia akan kemudahan dalam proses penyaluran


energi listrik, maka berbagai usaha akan di tempuh dengan penerapan ilmu dan teknologi,
usaha tersebut semakin mudah dilakukan ketika manusia mampu mengembangkan ilmu dan
teknologi. Berbagai masalah yang dapat dijadikan implementasi adalah dari ilmu dan
teknologi, salah satunya dalam hal mengubah daya listrik AC dari satu level ke level yang
lain dalam suatu instalasi kelistrikan.
Proses kerja transformator telah menjadi tinjauan yang penting dalam suatu instalasi
listrik, pemakaian transformator dalam suatu instalasi listrik menjadi hal pokok yang sangat
berpengaruh pada kelangsungan dan kemajuan proses penyaluran energi listrik, beberapa hal
yang nampak mencolok dari hasil penggunaan transformator adalah beragam jenis perangkat
elektronik yang dapat digunakan pada instalasi listrik dengan tegangan yang cukup tinggi.

1.2. Tujuan

1. Memenuhi tugas dari matakuliah Transformator.


2. Mempelajari lebih dalam materi tentang jenis-jenis inti transformator.

1.3. Manfaat
1. Melatih kemampuan menganalisis tentang jenis-jenis transformator.
2. Menambah pengetahuan tentang tentang jenis-jenis transformator.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Transformator

Transformator atau lebih dikenal dengan nama “transformer” atau “trafo” sejatinya


adalah suatu peralatan listrik yang  mengubah daya listrik AC pada satu level tegangan yang
satu ke level tegangan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik tanpa merubah
frekuensinya. Tranformator biasa digunakan untuk mentransformasikan tegangan (menaikkan
atau menurunkan tegangan AC). Selain itu, transformator juga dapat digunakan untuk
sampling tegangan, sampling arus, dan juga mentransformasi impedansi. Transformator
terdiri dari dua atau lebih kumparan yang membungkus inti besi feromagnetik. Kumparan-
kumparan tersebut biasanya satu sama lain tidak dihubungkan secara langsung.  Kumparan
yang satu dihubungkan dengan sumber listrik AC (kumparan primer) dan kumparan yang lain
mensuplai listrik ke beban (kumparan sekunder). Bila terdapat lebih dari dua kumparan maka
kumparan tersebut akan disebut sebagai kumparan tersier, kuarter, dst.
Transformator bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik. Ketika Kumparan primer
dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan
primer menimbulkan perubahan medan magnet. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh
adanya inti besi. Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan oleh
arus listrik yang melalui kumparan, sehingga fluks magnet yang timbulkan akan mengalir ke
kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi.
Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). Bila pada rangkaian
sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan sekunder.  Jika
efisiensi sempurna (100%), semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan
sekunder.
Bagian utama transformator adalah dua buah kumparan yang keduanya dililitkan pada
sebuah inti besi lunak. Kedua kumparan tersebut memiliki jumlah lilitan yang berbeda.
Kumparan yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC disebut kumparan primer,
sedangkan kumparan yang lain disebut kumparan sekunder.
Jika kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan AC (dialiri arus listrik
AC), besi lunak akan menjadi elektromagnet. Karena arus yang mengalir tersebut adalah arus
AC, garis-garis gaya elektromagnet selalu berubah-ubah. Oleh karena itu, garis-garis gaya
yang dilingkupi oleh kumparan sekunder juga berubah-ubah. Perubahan garis gaya itu
menimbulkan GGL induksi pada kumparan sekunder. Hal itu menyebabkan pada kumparan
sekunder mengalir arus AC (arus induksi).

2.2. Prinsip Kerja Transformator


Sebuah Transformator yang sederhana pada dasarnya terdiri dari 2 lilitan atau
kumparan kawat yang terisolasi yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Pada
kebanyakan Transformator, kumparan kawat terisolasi ini dililitkan pada sebuah besi yang
dinamakan dengan Inti Besi (Core).  Ketika kumparan primer dialiri arus AC (bolak-balik)
maka akan menimbulkan medan magnet atau fluks magnetik disekitarnya. Kekuatan Medan
magnet (densitas Fluks Magnet) tersebut dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang
dialirinya. Semakin besar arus listriknya semakin besar pula medan magnetnya. Fluktuasi
medan magnet yang terjadi di sekitar kumparan pertama (primer) akan menginduksi GGL
(Gaya Gerak Listrik) dalam kumparan kedua (sekunder) dan akan terjadi pelimpahan daya
dari kumparan primer ke kumparan sekunder. Dengan demikian, terjadilah pengubahan taraf
tegangan listrik baik dari tegangan rendah menjadi tegangan yang lebih tinggi maupun dari
tegangan tinggi menjadi tegangan yang rendah.
Sedangkan Inti besi pada Transformator atau Trafo pada umumnya adalah kumpulan
lempengan-lempengan besi tipis yang terisolasi dan ditempel berlapis-lapis dengan
kegunaanya untuk mempermudah jalannya Fluks Magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik
kumparan serta untuk mengurangi suhu panas yang ditimbulkan.
Beberapa bentuk lempengan besi yang membentuk Inti Transformator tersebut
diantaranya seperti :
 E – I Lamination
 E – E Lamination
 L – L Lamination
 U – I Lamination
Dibawah ini adalah Fluks pada Transformator:
:
Rasio lilitan pada kumparan sekunder terhadap kumparan primer menentukan rasio
tegangan pada kedua kumparan tersebut. Sebagai contoh, 1 lilitan pada kumparan primer dan
10 lilitan pada kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan 10 kali lipat dari tegangan
input pada kumparan primer. Jenis Transformator ini biasanya disebut dengan Transformator
Step Up. Sebaliknya, jika terdapat 10 lilitan pada kumparan primer dan 1 lilitan pada
kumparan sekunder, maka tegangan yang dihasilkan oleh Kumparan Sekunder adalah 1/10
dari tegangan input pada Kumparan Primer. Transformator jenis ini disebut dengan
Transformator Step Down.

2.3. Transformator Ideal


Trafo yang ideal adalah trafo linier teoritis yang lossless dan digabungkan dengan
sempurna. Kopling sempurna menyiratkan permeabilitas magnetik inti tak terhingga tinggi
dan induktansi berliku dan gaya magnetomotive nol bersih (i.e. ipnp - isns = 0).
Gambar. Trafo ideal terhubung dengan sumber VP pada impedansi primer dan beban ZL di
sekunder, di mana 0 < ZL < ∞.

Arus yang bervariasi dalam belitan primer transformator berupaya membuat fluks
magnet yang bervariasi dalam inti transformator, yang juga dikelilingi oleh belitan sekunder.
Fluks yang bervariasi ini pada belitan sekunder menginduksi gaya gerak listrik yang
bervariasi (EMF, tegangan) pada belitan sekunder karena induksi elektromagnetik dan arus
sekunder yang dihasilkan menghasilkan fluks yang sama dan berlawanan dengan yang
dihasilkan oleh belitan primer, sesuai dengan hukum Lenz.
Gulungan dililit di sekitar inti permeabilitas magnetik yang sangat tinggi sehingga
semua fluks magnet melewati baik gulungan primer dan sekunder. Dengan sumber
tegangan yang terhubung ke belitan primer dan beban yang terhubung ke belitan sekunder,
arus transformator mengalir ke arah yang ditunjukkan dan gaya magnetomotive inti
dibatalkan ke nol.
Menurut hukum Faraday, karena fluks magnet yang sama melewati belitan primer dan
sekunder pada transformator ideal, tegangan diinduksi pada setiap belitan sebanding dengan
jumlah belitannya. Rasio tegangan belitan transformator berbanding lurus dengan rasio
belitan belitan.
Identitas transformator ideal ditunjukkan dalam persamaan. Gambar 5 adalah
perkiraan yang masuk akal untuk transformator komersial tipikal, dengan rasio tegangan dan
rasio belitan berliku keduanya berbanding terbalik dengan rasio arus yang sesuai.
Impedansi beban yang dirujuk ke sirkuit primer sama dengan rasio belokan yang
dikuadratkan dengan impedans beban sirkit sekunder
Gambar. Transformator ideal dan hukum induksi.

Pada transformator ideal, tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di
dalam transformator sehingga daya listrik pada kumparan skunder sama dengan daya listrik
pada kumparan primer. Atau dapat dikatakan efisiensi pada transformator ideal adalah 100
persen. untuk transformator ideal berlaku persamaan sebagai berikut:

Contoh cara menghitung arus listrik sekunder dan arus listrik primer:

Sebuah transformator step down mempunyai jumlah lilitan primer 1000 dan lilitan
sekunder 200, digunakan untuk menyalakan lampu 12 V, 48 W. 

Tentukan: 

  a.arus listrik sekunder, 

  b.arus listrik primer !

Penyelesaian:

Diketahui:   Np = 1000 lilitan 

                  Ns = 200 Lilitan 

                  Vp = 12 V 

                  Ps = 48 W 
Ditanyakan:

a. Is = ........... ? 

b. Ip = ........... ?

Jawab: 

Jadi, kuat arus sekunder adalah 4 A 

Jadi, kuat arus sekunder adalah 0,8 A


BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Transformator atau yang lebih dikenal dengan trafo adalah alat listrik yang dapat
memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian
listrik yang lain melalui gandengan magnit dan menggunakan prinsip induksi
elektromagnetik,dimana perbandingan tegangan antara sisi primer dan sisi sekunder
berbanding lurus dengan perbandingan jumlah lilitan dan berbanding terbalik dengan
perbandingan arusnya.
Beberapa alasan digunakannya transformator, antara lain:
1.    Kebutuhan pemakai / beban memerlukan tegangan yang bervariasi
2.    Biasanya sumber jauh dari pemakai sehingga perlu tegangan tinggi (Pada
jaringan transmisi)
3.    Tegangan yang dihasilkan sumber tidak sesuai dengan tegangan pemakai.

Trafo yang ideal adalah trafo linier teoritis yang lossless dan digabungkan dengan
sempurna. Kopling sempurna menyiratkan permeabilitas magnetik inti tak terhingga tinggi
dan induktansi berliku dan gaya magnetomotive nol bersih (i.e. ipnp - isns = 0).

3.2. Saran

Semestinya penulis akan selalu menerima segala kritik dan saran yang membangun
untuk menjadikan makalah ini menjadi lebih sempurna.