Anda di halaman 1dari 5

UPAYA PERLINDUNGAN HAK ATAS KESEHATAN

PADA MASA PANDEMI COVID-19

Oleh : Heru Sandri (20.2C.0029)


Mahasiswa Magister Hukum Kesehatan
Universitas Katholik Soegijapranata Semarang

A. Pendahuluan
Hak Asasi Manusia atau biasa disebut dengan HAM merupakan
hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh
perlindungan dari negara. Indonesia merupakan negara hukum yang
menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menjamin segala hak warga
tanpa terkecuali di mata hukum. Jauh sebelum adanya pengakuan hak asasi
manusia dari PBB dengan Declaration of Human Right, Indonesia telah
mengakui keberadaan hak asasi bagi seluruh manusia yang disebutkan
pada UUD 1945 bahwa “kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa”
kemudian diatur pula mengenai berbagai hak asasi manusia dalam pasal 27
hingga pasal 34 UUD 19451.
Semakin berkembangnya zaman, hak asasi manusia semakin
berkembang dan semakin luas. Namun, pandemi Covid-19 telah
menyebabkan krisis HAM masyarakat Indonesia terutama hak masyarakat
atas kesehatan. Sejak awal adanya wabah Covid-19 di Wuhan, China dan
menjangkit ke negara lain, pemerintah Indonesia seakan terlalu percaya
diri dan tidak pernah menyangka bahwa penyebaran virus ini akan sampai
penularannya kepada penduduk Indonesia. Sehingga, pemerintah nampak
tidak sedikitpun melakukan antisipasi pencegahan dan penanganan wabah
yang telah diketahui sejak awal Desember 2019 di China. Hal tersebut
tentu menggangu hak masyarakat atas kesehatannya. Sedangkan seluruh
masyarakat dunia sepakat bahwa hak atas kesehatan merupakan hak dasar
(Fundemental Right) yang dimiliki oleh setiap individu, Setiap orang
berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan
kesejahteraan dirinya2.

1
Undang-Undang Dasar 1945, Hak atas..
2
Pasal 25 Universal Declaration of Human Right, Setiap orang berhak atas tingkat hidup
yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya
Meningkatnya korban jiwa dan menurunnya status kesehatan
masyarakat di masa pandemi Covid-19 sangat berdampak berbagai aspek
kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus
bekerjasama untuk mengupayakan hak masyarakat atas kesehatan di masa
pandemi Covid-19.
B. Permasalahan
Ditengah pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh wilayah di
Indonesia menyebabkan keresahan warga terkait tidak terpenuhinya hak
atas kesehatan. Dengan kata lain, Covid-19 merupakan ancaman bagi
masyarakat terkait hak atas kesehatan mereka karena dapat mempengaruhi
produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dari aspek ekonomi hingga
mental.
Dengan adanya kekhawatiran masyarakat akan tidak terpenuhinya
hak atas kesehatan, maka apa upaya yang dilakukan pemerintah untuk
mengembalikan hak atas kesehatan kepada masyarakat dengan keadaan
Indonesia yang terbilang masih kurang persiapan dan fasilitas seperti
ketersediaan rumah sakit dan lain-lain.
C. Pembahasan
1. Hak Atas Kesehatan
Menurut UU nomor 23 tahun 1992, kesehatan adalah keadaan
tubuh yang sejahtera bail dari aspek fisik, mental, sosial dan ekonomi,
tanpa adanya keluhan yang berarti serta dapat mempengaruhi
produktifitas seseorang. Oleh karena itu, kesehatan merupakan dasar
dari diakuinya derajat kemanusiaan karena tanpa adanya kesehatan,
seseorang tidak mampu atau sulit untuk mendapatkan hak-hak
lainnya. Tanpa adanya kesehatan, seseorang menjadi tidak sederajat
dengan individu lain secara kondisional. Dengan kata lain, kesehatan
merupakan suatu kebutuhan dasar manusia3.
Hak individu dalam memiliki keadaan sehat atau hak kesehatan
individu telah diakui dan diatur dalam berbagai instrumen nasional :
a. Amandemen II Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945. Dikatakan bahwa
setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan1.
1
Undang-Undang Dasar 1945, Hak atas..
3
Afandi, Dedi. Hak Atas Kesehatan dalam Prespektif HAM.
b. Pasal 9 UU nomor 39 tahun1999 tentang Hak Asasi Manusia
c. Pasal 4 UU nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Dikatakan
bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh
derajat kesehatan yang optimal4.
d. UU nomor 11 tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvenan Hak
Ekonomi, Sosial dan Budaya.
Adanya instrumen diatas, tidak mengartikan bahwa hak atas
kesehatan adalah hak agar setiap orang untuk harus menjadi sehat,
atau oemerintah harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang
diluar kemampuan pemerintah. Namun, maksud dari hak tersebut
adalah lebih mengarah pada kewajiban pemerintah dan pejabat publik
agar dapat mengupayakan berbagai kebijakan dan rencana kerja yang
mengarah kepada tersedia dan terjangkaunya sarana pelayanan
kesehatan untuk publik dalam kemungkinan waktu yang secepatnya.
Dengan demikian, hak atas kesehatan memiliki dua aspek yaitu
aspek kesehatan sebagai hak individu yang melahirkan kewajiban
pemerintah untuk memenuhinya dan aspek kesehatan masyarakat.5
2. Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19
Menurut Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah
Penyakit Menular menjelaskan bahwa wabah penyakit menular
merupakan kejadian terjangkitnya suatu penyakit menular dalam suatu
kelompok atau masyarakat yang jumlahnya meningkat secara nyata
melebihi daripada keadaan normal pada waktu dan daerah tertentu
serta dapat menimbulkan malapetaka.6 selain itu, ditegaskan bahwa
dalam penanggunangan wabah penyakit menular dapat dlakukan
berbagai upaya yaitu :
a. Penyelidikan epidemiologis
b. Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan
c. Isolasi penderita dan karantina
d. Pencegahan dan pengebalan
e. Pemusnahan penyebab penyakit

4
Pasal 4 UU nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, “setiap orang memiliki hak yang
sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal”
5
Perwira, Indra. Memeahami Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia.
6
Pasal 1 huruf a Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit
Menular
f. Penanganan jenazah akibat wabah
g. Penyuluhan kepada masyarakat dan upaya lainnya
Selain itu, apa bila merujuk pada hukum perundang-undangan,
diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang
Kesehatan yag mengatur mengenai apa yang harus pemerintah
lakukan dalam keadaan wabah penyakit, diantaranya adalah :
a. Pemerintah wajib mengungkapkan secara terbuka terkait jenis
penyakit dan persebaran penyakit yang berpotensi menular
dengan cepat serta menyebutkan daerah yang menjadi sumber
penularan
b. Menyusun strategi untuk penanganan pandemi dan upaya
menghindari lonjakan infeksi
c. Pemerintah harus menetapkan bahwa Indonesia saat ini sedang
berada dalam status Darurat Kesehatan Masyarakat
d. Menetapkan karantina kesehatan untuk melindungi masyarakat
dari persebaran penyakit
D. Kesimpulan
Dalam masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah telah berupaya
dengan degala kebijakan yang dipilih tentunya bertujuan untuk
kepetingan bersama, mensejahterakan masyarakat terutama di bidang
kesehatan karena dalam masa pandemi ini, kesehatan sangat terancam
sehingga pemerintah harus berhati-hati dalam mengambilk keputusan.
Adapun upaya yang pemerintah lakukan, tidak akan berlangsung
secara maksimal apabila tidak adanya dukungan penuh dan kerjasama
antar seluruh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, masyarakat juga
harus berperan mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah
seperti mematuhi protokol kesehatan sehingga terjadi hubungan gotong
royong antara masyarakat, petugas medis dan pemerintah dalam
menanggulangi Pandemi Covid-19 ini.
DAFTAR PUSTAKA

1. Pasal 27 hingga 34. Undang-Undang Dasar 1945 (1945)


2. Persatuan Bangsa-Bangsa. (1948). Pasal 25 Universal Declaration of
Human Right : Hak Atas Kesehatan
3. Afandi, Dedi. (2017). Hak Atas Kesehatan dalam Prespektif HAM.
4. Pasal 4 UU nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
5. Perwira, Indra. (2014). Memeahami Kesehatan sebagai Hak Asasi
Manusia.
6. Pasal 1 huruf a Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah
Penyakit Menular