Anda di halaman 1dari 3

TELAAH KRITIS DIAGNOSTIK

Diagnosic value of neutrophil to lymphocyte ratio in


patients with leprosy reactions
Luciano Teixeira Gomes, Yvelise Terezinha Morato-Conceiçao, Ana Vitoria Mota Gambati,
Carolina Mira Maciel-Pereira, Cor Jesus Fernandes Fontes

1. Apakah terdapat Pada penelitian ini diagnosis klinis ditegakkan


ketersamaran antara uji oleh dokter yang berpengalaman dalam
diagnosa yang sedang diagnosis dan pengobatan kusta dan
diteliti dengan baku emas? dikonfirmasi oleh dokter spesialis kedua. Sampai
saat ini, belum ada biomarker laboratorium yang
- Tidak
tersedia untuk memprediksi timbulnya reaksi
kusta di antara pasien yang baru didiagnosis
terinfeksi. Diagnosis dini dari reaksi-reaksi ini
tidak selalu mudah dan hanya didasarkan pada
gejala klinis pasien. Batas nilai NLR untuk
mendiagnosis berbagai reaksi lepra dan untuk
reaksi tipe 2 berturut-turut adalah 2,75
(sensitivitas 61,0%, spesifisitas 92,0%, ketepatan
77,0%) dan 2,95 (sensitivitas 81,0%, spesifisitas
74,0%, ketepatan 78,0%).

2. Apakah sampel subyek Penelitian hanya mengambil sampel pasien


yang sedang diteliti sudah menyelesaikan pengobatan untuk kusta,
meliputi spektrum penyakit pasien yang masih dirawat atau sedang
yang ringan sampai berat, menjalani pengobatan pasca rawatan. Sedangkan
penyakit yang terobati atau pasien yang tidak terobati tidak disebutkan
penyakit yang tidak dalam penelitian ini.
terobati?

- Tidak
3. Apakah lokasi penelitian Data penelitian ini yang menggunakan studi
disebutkan? deskriptif cross-sectional diperoleh dari rekam
medis pasien sejak Juni 2012 sampai Agustus
- Ya
2015 di Pusat Referensi untuk Penyakit Tropis
Rumah Sakit Universitas Júlio Müller, Cuiaba,
Brasil
4. Apakah presisi dan variasi Dalam penelitian ini, data diperoleh dari rekam
pengamat disebutkan? medis pasien sejak Juni 2012 sampai Agustus
2015 di Pusat Referensi untuk Penyakit Tropis
- Ya
Rumah Sakit Universitas Júlio Müller, Cuiaba,
Brasil. Pasien yang memenuhi syarat berusia
antara 18 dan 69 tahun dan telah dikonfimasi
diagnosis kusta berdasarkan pemeriksaan
dermatoneurologis atau laboratorium. diagnosis
klinis ditegakkan oleh dokter yang
berpengalaman dalam diagnosis dan pengobatan
kusta dan dikonfirmasi oleh dokter spesialis
kedua. Dari total 123 pasien lepra yang diambil,
98 pasien dengan reaksi lepra yang terbagi
menjadi 56 pasien (45,5%) mengalami reaksi
tipe 1 dan 42 pasien (34,1%) mengalami reaksi
tipe 2.
5. Apakah istilah “normal” Istilah normal dijelaskan dengan istilah
dijelaskan ? diagnostik. Definisi diagnostik menentukan
rentang nilai normal NLR pada pasien dengan
- Ya
reaksi kusta tipe 1 dan tipe 2.
6. Apakah uji diagnosa yang Pada penelitian ini, setiap rata-rata hasil NLR
diteliti merupakan bagian yang didapat pada reaksi kusta tipe 1 maupun
dari suatu kelompok uji tipe 2, dijelaskan pula hasil NLR yang didapat
diagnosa, apakah pada pasien yang tidak mengalami reaksi.
konstribusinya pada
kelompok uji diagnosa
tersebut dijelaskan?

- Ya
7. Apakah cara dan tekhnik Pada penelitian ini dijelaskan analisis
melakukan uji diagnosa deskriptif awal pada semua variabel, kemudian
yang sedang diteliti menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk
dijelaskan sehingga dapat memverifikasi normalitas distribusi hasil
direplikasi? biokimia dan hematologi. Jika menunjukkan
distribusi tidak normal, uji Mann-Whitney non-
- Ya
parametrik digunakan untuk membandingkan
hubungan variabel antar kelompok. Proporsi
dibandingkan menggunakan uji chi-square
Pearson. Kurva Receiver Operator
Characteristic (ROC) dibuat untuk
mengevaluasi sensitivitas dan spesifisitas NLR
untuk diagnosis reaksi kusta, serta jenis reaksi
kusta. Nilai p<0,05 dianggap mewakili
perbedaan yang signifikan secara statistik.
Analisis statistik dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak Stata (Stata
Corporation, College Station, TX, USA).

8. Apakah kegunaan uji Pada penelitian ini disebutkan bahwa NLR


diagnosa yang sedang berguna sebagai biomarker diagnostik reaksi
diteliti disebutkan? kusta dan membandingkan kapasitasnya
untuk membedakan antara reaksi kusta tipe 1
- Ya
vs tipe 2 menggunakan kurva ROC

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil telaah kritis jurnal didapatkan dari 8 pertanyaan yang memiliki jawaban
“Ya” adalah sebanyak 6 pertanyaan, dan “Tidak” sebanyak 2 pertanyaan, sehingga dapat
disimpulkan bahwa jurnal dengan judul “Diagnosic value of neutrophil to lymphocyte
ratio in patients with leprosy reactions” ini layak dibaca, dan layak untuk diadaptasikan
sebagai sebuah penelitian lanjutan di RSUDZA.