Anda di halaman 1dari 12

MATERI BAHAN AJAR

Nama Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan


Nomor Kode : BDN
SKS : 4 SKS (2T, 2P)
Status Mata Kuliah : Wajib
Waktu Perkuliahan : 25 Maret 2021 ( 60 mnt)
Topik : Pengkajian Kehamilan
Waktu : 120 menit
Pertemuan ke : 13, 14 (enam , tujuh)
Dosen :

Objek Prilaku Siswa (OPS)

Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan


melakukan pengkajian, melakukan anamnesa pada ibu hamil, interpretasi data
ibu hamil, mengidentifikasi diagnose, masalah dan kebutuhan ibu hamil,
mengantisipasi diagnose potensial, merencanakan tindakan asuhan, dan
mengimplementasi dan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan

Sumber Pustaka

1. Depkes. 2002. SPK Buku catatan perkembangan kebidanan


2. Depkes RI. 2005. Buku catatan dalam perkembangan prektek kebidanan
3. Enkem. 2002. Aguide for effektif care
4. Indivara. (2009). Panduan senam hamil. Jakarta : Rineka Cipta.
5. Saifudin, A.B et all (2000) Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan,
YBPSP, Jakarta
6. Saifudin, A.B dkk (2002) Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal Neonatal, YBPSP, Jakarta
Uraian Materi

A. Anamnesis Pada Ibu Hamil


Anamnesis/ wawancara adalah pertanyaan terarah yang ditujukan kepada ibu
hamil, untuk mengetahui keadaan ibu dan factor resiko yang dimilikinya.
Pengkajian terhadap ibu hamil merupakan wawancara yang dilakukan oleh bidan
dengan ibu hamil untuk menggali atau mengetahui keadaan kehamilan, riwayat
penyakit dan apa yang dirasakan oleh ibu hamil tersebut. Tujuan dari anamnesis
kebidanan adalah untuk mengetahui status kesehatan, ketidakmampuan
fungsional, keterbatasan dan sebagainya.
Anamnese merupakan langkah keterampilan yang pertama kali dilakukan ketika
anda bertemu dengan ibu hamil yang datang periksa di pelayanan kesehatan.
Anamnese ini bertujuan untuk mengkaji data subyektif tentang :
1. Keluhan utama / alasan berkunjung.
2. Status obstetric dan riwayat obstetric.
3. Riwayat menstruasi.
4. Riwayat kehamilan sekarang.
5. Pola makan dan minum.
6. Riwayat perkawinan.
7. Pola aktivitas dan istirahat
8. Pola eliminasi.
9. Pola seksual.
10. Personal hygiene.
11. Riwayat kontrasepsi.
12. Riwayat kesehatan.
13. Riwayat alergi.
14. Kebiasaan yang kurang baik, misalnya merokok, minum jamu.
15. Keadaan psikososial dan spiritual.
16. Persiapan persalinan.
Tahap ini merupakan langkah awal yang akan menentukan langkah berikutnya,
sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang dihadapi akan menentukan
proses interpretasi yang benar atau tidak dalam tahap selanjutnya, sehingga
dalam pendekatan ini harus yang komprehensif meliputi data subjektif, objektif,
dan hasil pemeriksaan. Sehingga dapat menggambarkan kondisi/ masukan klien
yang sebenarnya dan valid. Kaji ulang data yang sudah dikumpulkan apakah
sudah tepat, lengkap, dan akurat.

B. Interpretasi Data Ibu Hamil


Setelah dilakukan anamnesis, dilakukan identifikasi terhadap diagnosis atau
masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah
dikumpulkan. Data dasar tersebut kemudian diinterpretasikan sehingga dapat
dirumuskan diagnosis dan masalah yang spesifik. Baik rumusan diagnosis
maupun masalah, keduanya harus ditangani. meskipun masalah tidak dapat
diartikan sebagai diagnosis, tetapi tetap membutuhkan penanganan.

C. Mengidentifikasi diagnose, masalah dan kebutuhan ibu hamil


Mengidentifikasi masalah berarti mengenali dan mencatat segala sesuatu yang
dipandang merupakan masalah, sedangkan menganalisis masalah berarti
melakukan verifikasi, yakni menguji apakah yang dianggap sebagai masalah itu
benar-benar merupakan masalah yang sebenarnya dan mendesak untuk
dipecahkan, dan melakukan diagnosis, yakni rnengenali faktor faktor penyebab
timbulnya masalah.
Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan, sehingga dapat
merumuskan diagnosis dan masalah yang spesifik. Rumusan diagnosis dan
masalah, keduanya digunakan karena masalah tidak dapat didefinisikan seperti
diagnosis, tetapi tetap membutuhkan penanganan. Masalah sering berkaitan
dengan hal-hal yang sedang dialami wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai
dengan hasil pengkajian. Masalah juga sering menyertai diagnosis. Diagnosis
kebidanan adalah diagnosis yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktik
kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosis kebidanan

D. Mengantisipasi diagnose potensial


Pada langkah ini mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosis potensial
berdasarkan diagnosis/ masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini
membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Pada
langkah keempat ini, bidan dituntut untuk mampu mengantisipasi masalah
potensial, tidak hanya merumuskan masalah potensial yang akan terjadi tetapi
juga merumuskan tindakan antisipasi agar masalah atau diagnosis potensial
tidak terjadi.

E. Merencanakan tindakan asuhan


Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh
langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan
penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnosa yang telah teridentifikasi atau
diantisipasi. Pada langkah ini, informasi data yang tidak lengkap dapat
dilengkapi. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-apa
yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari masalah yang berkaitan,
tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut, seperti
apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan
konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah yang berkaitan
dengan sosial ekonomi- kultural atau masalah psikologi.
Setiap rencana asuhan haruslah disetujui oleh kedua belah pihak, yaitu oleh
bidan dan klien agar dapat dilaksanakan dengan efektif, karena klien juga akan
melaksanakan rencana tersebut. Semua keputusan yang dikembangkan dalam
asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar- benar valid berdasarkan
pengetahuan dan teori yang up to date, serta sesuai dengan asumsi tentang apa
yang akan dilakukan klien.

F. Mengimplementasi dan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan.


Pada langkah keenam ini, rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah
diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara aman dan efisien.
Perencanaan ini dibuat dan dilaksanakan seluruhnya oleh bidan atau sebagian
lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walaupun bidan tidak
melakukannya sendiri, bidan tetap bertanggung jawab untuk mengarahkan
pelaksanaannya. Dalam kondisi dimana bidan berkolaborasi dengan dokter
untuk menangani klien yang mengalami komplikasi, maka keterlibatan bidan
dalam penatalaksanaan asuhan bagi klien adalah tetap bertanggung jawab
terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama yang menyeluruh tersebut.
Pelaksanaan yang efisien akan menyangkut waktu dan biaya serta meningkatkan
mutu dan asuhan klien.
Setelah dilakukan implementasi, selanjutnya lakukan evaluasi keefektifan dari
asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan,
apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan, sebagaimana telah
diidentifikasi dalam diagnosis dan masalah. Rencana tersebut dapat dianggap
efektif jika memang benar-benar efektif dalam pelaksanaannya. Langkah-
langkah proses penatalaksanaan umumnya merupakan pengkajian yang
memperjelas proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan, serta berorientasi
pada proses klinis, karena proses penatalaksanaan tersebut berlangsung di dalam
situasi klinik dan dua langkah terakhir tergantung pada klien dan situasi klinik.
FORMAT PENGKAJIAN KEBIDANAN

MASUK RS TANGGAL, JAM : ………………………………………………


DIRAWAT DI RUANG : ………………………………………………

Identitas Ibu Suami


Nama : …………………………..……. ………………
Umur : …………………………..……. ………………
Suku/bangsa : …………………………..……. ………………
Pendidikan : …………………………..……. ………………
Pekerjaan : …………………………..……. ………………
Alamat : …………………………..……. ………………
No. Telepon/HP : …………………………..……. ………………

DATA SUBJEKTIF
1. Kunjungan saat ini Kunjungan Pertama Kunjungan Ulang
Keluhan Utama
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
2. Riwayat Perkawinan
Kawin….kali.
Kawin pertama umur……tahun.
Dengan suami sekarang…tahun
3. Riwayat Menstruasi
Menarche umur…...tahun.
Siklus…..hari.
Teratur/tidak.
Lama……hari.
Sifat darah : encer/beku. Bau….
Flour albus ya/tidak.
HPHT ……….. HPL………
4. Riwayat kehamilan ini
a. Riwayat ANC
ANC sejak umur kehamilan………minggu. ANC di………….
Frekuensi : Trimester I …………kali
Trimester II …………kali
Trimester III …………kali
b. Pergerakan janin yang pertama pada umur kehamilan………minggu,
pergerakan janin dalam 24 jam terakhir…….kali
c. Keluhan yang dirasakan
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
d. Pola keseharian
(1) Pola nutrisi Makan Minum
Frekuensi :……………………… ……………………
Macam :……………………… ……………………
Jumlah : ……………………… ……………………
Keluhan : ……………………… ……………………
(2) Pola eliminasi BAB BAK
Frekuwensi : ……………………… ……………………
Warna : ……………………… ……………………
Bau : ……………………… ……………………
Konsistensi : ……………………… ……………………
Jumlah : ……………………… ……………………
(3) Pola aktivitas : ……………………… ……………………
Kegiatan sehari-hari: …………………………….…………
(4) Istirahat/tidur : …………………………….…………………
(5) Seksualitas :
Frekuensi……………………………………………
Keluhan.…………………………………………
e. Personal Hygiene
Kebiasaan mandi……kali/hari
Kebiasaan membersihkan alat kelamin…………….
Kebiasaan menganti pakaian dalam………………..
Jenis pakaian dalam yang digunakan……………….
f. Imunisasi
TT 1 tanggal ……………… TT 2 tanggal ………………
TT 3 tanggal ……………… TT 4 tanggal ………………
TT 5 tanggal …………………..
5. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
G…….. P…….. A ………..
Hamil Persalinan Nifas
Tgl Umur Jenis Penolong Komplikasi Jenis BB Laktasi Komplikasi
Ke
Ibu Bayi
Lahir Kelahiran Persalinan Kelamin Lahir

1. Riwayat kontrasepsi yang digunakan


No Jenis Mulai Memakai Berhenti / Ganti Cara
Kontrasepsi
Tanggal Oleh Tempat Keluhan Tanggal Oleh Tempat Keluhan

7. Riwayat kesehatan
a. Penyakit sistemik yang pernah/sedang di derita
………………………………………………………………………………
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga
………………………………………………………………………………
c. Riwayat keturunan kembar
………………………………………………………………………………
d. Kebiasan-kebiasaan
Merokok……………………………………………………………………
Minum jamu-jamuan………………………………………………………
Minum-minuman keras……………………………………………………
Makanan/minuman pantang………………………………………………
Perubahan Pola Makan (termasuk nyidam, nafsu makan turun, dll)
……………………………………………………………………………
8. Keadaan Psiko Sosial Spiritual
a. Kelahiran ini : Diinginkan Tidak diinginkan
b. Pengetahuan ibu tentang kehamilan dan keadaan sekarang
………………………………………………………………………………
c. Penerimaan ibu terhadap kehamilan saat ini
………………………………………………………………………………
d. Tanggapan keluarga terhadap kehamilan
………………………………………………………………………………
e. Ketaatan ibu dalam beribadah
………………………………………………………………………………
DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum ……………………kesadaran………………..
b. Tanda vital
Tekanan darah : …………… mmHg
Nadi : …………… kali per menit
Pernafasan : …………… kali per menit
Suhu : …………… ºC
c. TB : …………… cm
BB : sebelum hamil……kg, BB sekarang …….kg
IMT : ……………
LLA : …………… cm
d. Kepala dan leher
Edema wajah : ……………………………………………….
Cloasma gravidarum + / -
Mata : ……………………………………………….
Mulut : ……………………………………………….
Leher : ……………………………………………….
Payudara
Bentuk : ……………………………………………….
Areola mammae : ……………………………………………….
Putting susu : ……………………………………………….
Colostrums : ……………………………………………….
e. Abdomen
Bentuk : ……………………………………………….
Bekas luka : ……………………………………………….
Strie gravidarum : ……………………………………………….
Palpasi Leopold : ……………………………………………….
Leopold I : ……………………………………………….
Leopold II : ……………………………………………….
Leopold III : ……………………………………………….
Leopold IV : ……………………………………………….
Osborn test : ……………………………………………….
TBJ :
Auskultasi DJJ : Puctum maksimum…………………………..
Frekuensi :……..kali per menit (..…/..…/..…)
f. Ekstremitas
Edema : ……………………………………………….
Varices : ……………………………………………….
Reflek patella : ……………………………………………….
Kuku : ……………………………………………….
g. Genetalia luar
Tanda chadwich : ……………………………………………….
Varices : ……………………………………………….
Bekas luka : ……………………………………………….
Kelenjar bartholini: ……………………………………………….
Pengeluaran : ……………………………………………….
h. Anus
Hemoroid : ……………………………………………….
2. Pemeriksaan panggul luar (bila perlu)
Distansia spinarum : …………….. cm
Distansia kristarum : …………….. cm
Boudelogue : …………….. cm
Lingkar panggul : …………….. cm
3. Pemeriksaan Penunjang
………………………………………………………………………..

INTERPRETASI DATA DASAR


1. Diagnosis Ibu
………………………………………………………………………..
2. Diagnosis Janin
………………………………………………………………………..
IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL DAN KEBUTUHAN IBU
1. Diagnosis Potensial
………………………………………………………………………..
2. Masalah potensial
…………………………………………………………………………...
3. Kebutuhan
a. Mandiri
…………………………………………………………………….
b. Kolaborasi
…………………………………………………………………….
c. Merujuk
…………………………………………………………………….
RENCANA ASUHAN KEBIDANAN
1. Diagnosa
…………………………………………………………………………..
2. Tujuan
…………………………………………………………………………..
3. Kriteria Hasil
…………………………………………………………………………..
4. Intervensi
…………………………………………………………………………..
IMPLEMENTASI
Tanggal……………………jam……………………
………………………………………………………………………….
EVALUASI
Tanggal……………………jam……………………
………………………………………………………………………….
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal……………………jam……………………
DATA SUBJEKTIF
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
DATA OBJEKTIF
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
ANALISA
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
PENATALAKSANAAN
Tanggal……………………jam……………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………