Anda di halaman 1dari 18

MATERI BAHAN AJAR

Nama Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan


Nomor Kode : BDN
SKS : 4 SKS (2T, 2P)
Status Mata Kuliah : Wajib
Waktu Perkuliahan : 25 Maret 2021 ( 60 mnt)
Topik : Faktor yang mempengaruhi kehamilan
pengertian kehamilan dan proses kehamilan
Alokasi Waktu : 120 menit
Pertemuan ke : 2, 3 (dua, tiga)
Dosen :

Objek Prilaku Siswa (OPS)

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat Menjelaskan faktor yang


mempengaruhi kehamilan pengertian kehamilan dan proses kehamilan

Sumber Pustaka

1. Manuaba, Ida Bagus Gde. 2018. Patologi Obstetri untuk Mahasiswa


Kebidanan. Jakarta : EGC.
2. Prawiroharjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
3. Saifuddin, Abdul Bari. 2010. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawihardjo.
4. Varney, Helen. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC.
5. Winkjosastro, Hanifa. 2015. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawihardjo.
Uraian Materi

Konsep Dasar Kehamilan


A.    Konsep Kehamilan
1.  Definisi
a.       Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari
pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati. Yang
menandai awal periode antepartum. (Varney, 2006)
b.      Kehamilan adalah suatu keadaan dimana dalam rahim seorang wanita
terdapat hasil konsepsi (pertemuan ovum dan spermatozoa) (Rustam
Mochtar, 1998).
c.  Kehamilan  merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis.  Setiap
wanita yang memiliki organ reproduksi sehat yang telah mengalami
menstruasi dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang
organ reproduksinya sehat sangat besar kemungkinanya akan mengalami
kehamilan (Mandriwati, 2007).
2.   Proses Kehamilan 
Proses kehamilan menurut Rustam Mochtar (1998), adalah :
a.       Ovum (Sel Telur)
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum
terjadi digenital ridge.
Urutan pertumbuhan ovum (oogenesis):
1)      Oogonia
2)      Oosit pertama
3)      Primary ovarian follicle
4)      Liquar folliculi
5)      Pematangan pertama ovum
6)      Pematangan kedua ovum pada waktu sperma membuahi ovum
b.      Spermatozoa (Sel Mani)
Sperma bentuknya seperti kecebong terdiri atas 4 bagian yaitu
kepala yang berisi inti (nukleus), leher, bagian tengah dan ekor yang dapat
bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat, urutan pertumbuhan
sperma : spermatogonium membelah dan spermatosit pertama membelah
dua, spermatosit kedua membelah dua, spermatid tumbuh menjadi
spermatozoon.
c.       Pembuahan (Konsepsi/Fertilisasi)
Pembuahan adalah suatu peristiwa persatuan antara sel mani
dengan sel telur dituba fallopi.
Hanya satu sperma yang telah mengalami proses kapasitasi dapat
melintasi zona pellusida masuk ke villetus ovum. Setelah itu zona pellusida
mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui sperma lain. Persatuan
ini dalam prosesnya diikuti oleh persatuan pronuklei, keduanya yang
disebut zygot yang terdiri dari atas acuan genetik dari wanita dan pria.
Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan
zygot yang berjalan lancar dan dalam 3 hari sampai dalam stadium morula.
Hasil konsepsi ini dengan urutan tetap bergerak ke arah rongga rahim. Hasil
konsepsi sampailah dalam kavum uteri dalam peringkat blastula.
d.      Nidasi (Implantasi)
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi dalam
endometrium. Blastula diselubungi oleh simpai yang disebut trofoblas,
yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula
mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada pada masa sekresi.
Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua, yaitu sel-sel
besar yang banyak mengandung glikogen serta mudah dihancurkan oleh
trofoblas.
Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner-cell-
mass) akan mudah masuk kedalam desidua, menyebabkan luka kecil yang
kemudian sembuh dan menutup lagi. Itulah sebabnya pada saat nidasi
terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (Tanda Hartman). Umumnya
nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim (korpus) dekat
fundus uteri.
Bila nidasi telah terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula.
Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk
entoderm dan yolk sac. Sedang sel-sel yang lebih besar menjadi endoderm
dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah lempeng embrional
(embryonal plate) diantara amnion dan yolk sac.
Sel-sel trofoblas mesodermal yang tumbuh sekitar mudigah
(embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat
korionik (chorionic membrane) yang telah menjadi korion. Sel-sel trofoblas
tumbuh menjadi 2 lapisan yaitu sitotrofoblas yang disebelah dalam dan
sinsitiotrofoblas yang disebelah luar.
Villi korionik yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh
bercabang-cabang dan disebut korion profundus. Sedangkan yang
berhubungan dengan desidua kapsularis kurang mendapat makanan
sehingga akhirnya menghilang disebut chorion leave.
e.       Plasentasi
Pertumbuhan dan perkembangan desidua sejak terjadi konsepsi
karena pengaruh hormon terus tumbuh sehingga makin lama menjadi tebal.
Desidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas :
1)   Desidua basalis
            Terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim, disini plasenta
terbentuk.
2)   Desidua kapsularis
Meliputi hasil konsepsi kearah rongga rahim yang lama kelamaan
bersatu dengan desidua vera kosena obliterasi.
3)   Desidua vera
      Meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan

A.    FAKTOR FISIK


1.    Status Kesehatan/ Penyakit
Ada dua klasifikasi dasar yang berkaitan dengan status kesehatan atau
penyakit yang dialami ibu hamil:
a.    Penyakit atau komplikasi akibat langsung kehamilan. Termasuk dalam
klasifikasi ini adalah Hyeperemesis gravidarum, preeklampsial eklampsia,
kelainan lamanya kehamilan, kehamilan ektopik, kelainan plasenta atau
selaput janin, perdarahan anterpartum, gemelli.
b.    Penyakit atau kelaianan yang tidak langsung berhubungan dengan
kehamilan. Terdapat hubungan timbale balik dimana penyakit ini dapat
memperberat serta mempengaruhi kehamilan atau penyakit ini dapat
diperberat oleh karena kehamilan. Contoh yang termasuk dalam kategori ini
adalah:
1)    Penyakit atau kelainan alat kandungan; varises vulva, kelainan bawaan,
edema vulva, hematoma vulva, perdangan, Gonorea, Trikomononas
vaginalis, kandidiasis, amoebasis, DM, bartholinitis, kista bartholini,
kondilomata akuminata, fistula bagina, kista vagina, kelainan bawaan uterus,
kelainan letak uterus, Prolapsus uteri, Tumor uteri, mioma uteri, Karsinoma
servik, Karsinoma korpus uteri, dan lain-lain.
2)    Penyakit kardiovaskuler misalnya penyakit jantung, hipertensi, stenosis
aorta, mitral isufisiensi, jantung rematik, endokarditis.
3)    Penyakit darah missal anemia dalam kehamilan, leukemia, penyakit
Hodgkin, hemostasis dan kelainan pembekuan darah, purpura
trombositopeni, hipofbrinogenemia, iso-imunisiasieri-troblastosis fetalis.
4)    Penyakit saluran nafas misalnya influenza, bronchitis, pneumonia, asma
bronkiale, TB paru.
5)    Penyakit traktus digestivus misalnya ptialismus, karies, gingivitis,
pirosis, hernia diafragmatikagastritis, ileus, valvulusta, hernia, appendiksitis,
colitis, megakolom, tumor usus, hemorrhoid, dan lain-lain.
6)    Penyakit hepar dan pankreas, misalnya hepatitis, ruptur hepar, sirosis
hepatis, ikterus, atrofi hepar, penyakit pankreas, dan lain-lain.
7)    Penyakit ginjal dan saluran kemih misalnya infeksi saluran kemih,
bakteriuria, sistisis, pielonefritis, glomerulonefritis, sindroma nefrotik, batu
ginjal, gagal ginjal, TBC ginjal, dan lain-lain.
8)    Penyakit endokrin misalnya diabetes dalam kehamilan, kelainan kelenjar
gondok dan anak ginjal, kelainan hipofisis, epilepsia, perdarahan intrakarnial,
tumor otak, poliomileitis, sklerosis multipleks, miastenia gravis, otosklerosis,
dan lain-lain.
9)    Penyakit menular misalnya IMS (penyakit akibat hubungan seksual),
AIDS, Kondilomata akuminata, thypus, kolera, tetanus, erysipelas, difteri,
lepra, TORCH, morbili, campak, parotitis,variola, malaria, dan lain-lain.
Beberapa pengaruh penyakit terhadap kehamilan adalah terjadi abortus, intra
uterin fetal death (IUFD), anemia berat, infeksi transplasental, partus
prematurus, dismaturitas, asfiksia neonatorum, shock, perdarahan.
Pemahaman mengenai konsep penyakit-penyakit tersebut akan menjadi dsar
dalam indentifikasi faktor resiko sehingga mampu melakukan deteksi.

2.    Gizi
Status gizi merupakan hal yang penting diperhatikan pada masa kehamilan,
karena faktor gizi sangat berpengaruh terhadap status kesehatan ibu selama
hamil serta guna pertumbuhan dan perkembangan janin. Hubungan antara
gizi ibu hamil dan kesejahteraan janin merupakan hal yang penting untuk
diperhatikan. Keterbatasan gizi selama hamil sering berhubungan dengan
faktor ekonomi, pendidikan, sosial atau keadaan lain yang meningkatkan
kebutuhan gizi ibu seperti ibu hamil dengan penyakit infeksi tertentu
termasuk pula persiapan fisik untuk persalinan.
Kebutuhan zat gizi pada ibu hamil secara garis besar adalah sebagai
berikut :       
a.    Asam folat.
Menurut konsep evidence bahwa pemakaian asam folat pada pre dan
perikonsepsi menurunkan resiko kerusakan otak, kelainan neural, spina
bifida dan anensepalus, baik pada ibu hamil yang normal maupun beresiko.
Asam folat juga berguna untuk membantu produksi  sel darah merah, sintesis
DNA pada janin dan pertumbuhan plasenta. Pemberian multivitamin saja
tidak terbukti efektif untuk mencegah kelainan neural. Minimal pemberian
suplemen asam folat dimulai dari 2 bulan sebelum konsepsi dan berlanjut
hingga 3 bulan pertama kehamilan. Dosis pemberian asam folat untuk
preventif adalah 5 mikrogram atau 0,5-0,8 mg, sedangkan untuk kelompok
deng faktor resiko adalah 4 mg/hari.
b.    Energi
Diit pada ibu hamil tidak hanya difokuskan pada tinggi protein saja tetapi
pada susunan gizi seimbang energi dan juga protein. Hal ini juga efektif
untuk menurunkan kejadian BBLR dan kematian perinatal. Kebutuhan energi
ibu hamil adalah 285 kalori untuk proses tumbuh kembang janin dan
perubahan pada tubuh ibu.
c.    Protein
Pembentukan jaringan baru dari janin dan untuk tubuh ibu dibutuhkan
protein sebesar 910 gram dalam 6 bulan terakhir kehamilan. Dibutuhkan
tambahan 12 gram protein sehari untuk ibu hamil.
d.    Zat besi (Fe)
Pemberian suplemen tablet tambah darah atau zat besi secara rutin adalah
untuk membangun cadangan besi, sintesa sel darah merah, dan sintesa darah
otot. Setiap tablet besi mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 30 mg),
minimal 90 tablet selama hamil. Dasar pemberian zat besi adalah adanya
perubahan volume darah atau hydraemia (peningkatan sel darah merah 20-
30% sedangkan peningkatan plasma darah 50%). Tablet besi sebaiknya tidak
diminum bersama teh atau kopi karena mengandung tanin atau pitat yang
menghambat penyerapan zat besi.
e.    Kalsium.
Untuk pembentukan tulang dan gigi bayi. Kebutuhan Kalsium ibu hamil
adalah sebesar 500 mg sehari.
f.     Pemberian suplemen vitamin D terutama pada kelompok beresiko
penyakit seksual (IMS) dan di negara dengan musim dingin yang panjang.
g.    Pemberian Yodium pada daerah dengan endemik kretinisme
h.    Tidak ada rekomendasi rutin untuk pemberian Zinc, Magnesium, dan
minyak ikan selama hamil.
Tabel Kecukupan Gizi Wanita Hamil Widya Karya Pangan dan Gizi Tahun 1993
Kebutuhan penambahan
untuk wanita hamil (dari
Zat Gizi Contoh jenis makanan
kebutuhan wanita dewasa)

Energi 285 k kal Nasi, roti, mie, ubi,


jagung, tepung, dll
Protein 12 gram Daging, ikan telur, ayam,
kacang-kacangan, tahu,
tempe
Vitamin A 200 RE/u.i Kuning telur, hati,
sayuran dan buah hijau
dan kuning, kemerahan
Kalsium 500 mg Susu, ikan teri, sayuran
hijau, kacang-kacangan
kering
Vitamin B1 0,2 mg Biji-bijan, padi-padian,
kacang-kacangan, daging
Vitamin B2 0,2 mg hati, telur, sayuran,
kacang
Niasin 1 mg Hati, daging, ikan biji-
bijian, kacang-kacangan
Vitamin C 10 mg Sayur-sayuran, buah-
buahan
 Zat besi 30 mg Daging, hati, sayuran
hijau, bayam, kangkung,
daun papaya, daun katuk

Pada wanita hamil dengan gizi buruk perlu mendapat gizi yang adekuat baik
jumlah maupun susunan menu atau kualitasnya serta mendapat akses
pendidikan kesehatan tentang gizi. Akibat malnutrisi pada kehamilan yaitu
berat otak dan bagian-bagian otak serta jumlah sel otak kurang dari normal.
Setelah lahir akan menjadi Inteligensia (IQ) dibawah rata-rata. Karena
adanya malnutrisi pada ibu hamil, volume darah menjadi berkurang, aliran
darah ke uterus dan plasenta berkurang, ukuran plasenta berkurang dan
transfer nutrient melalui plasenta berkurang sehingga janin tumbuh lambat
atau terganggu (IUGR). Ibu hamil dengan kekurangan gizi cenderung
melahirkan prematur atau BBLR. Rata-rata kenaikan berat badan selama
hamil adalah 10-20 ke atau 20% dari berta badan idela sebelum hamil.
Proporsi kenaikan berat badan hamil adalah sebagai berikut :
a.    Kenaikan berat badan trimester I lebih kurang 1 kg. Kenaikan berat badan ini
hampir seluruhnya merupakan kenaikan berat badan ibu.
b.    Kenaikan berat badan trimester 11 adalah 3 kg atau 0,3 kg/ Sebesar 60&
kenaikan berat badan ini dikarenakan perturn jaringan pada ibu.
c.     Kenaikan berat badan trimester III adalah 6 kg atau 0,3-0,5 minggu. Sekitar
60 % kenaikan berat badan ini karena pertumbuhan jaringan janin. Timbunan
lemak pada ibu lebih kurang 3 kg.
Gizi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang otak otak yang pesat terjadi 2 fase.
Fase pertama pada usia kehamilan 15-20 minggu dan fase kedua, adalah 30
minggu sampai 18 bulan setelah lahir (perinatal). Pada umur 0-1 tahun terjadi
pertumbuhan otak 25% dari saat hamil. Pada usia 2 tahun pertumbuhan otak
kurang dari 10%. Berat otak pada saat lahir 25% otak dewasa, pada umur 6 bulan
50%, pada saat umur 2 tahun 75% otak dewasa, pada saat 5 tahun 90% otak
dewasa dan pada umur 10 tahun 95% otak dewasa. Pengaturan komposisi
makanan terdiri dari protein 10-15%, lemak 20% dan karbohidrat 60-70%.
Dasar pengaturan gizi ibu hamil adalah adanya penyesuaian faali selama
kehamilan, yaitu sebagai berikut :
a.    Metabolisme umum, terjadi peningkatan basal metabolisme dan kebutuhan
kalori meningkat. Metabolisme basal pada masa 4 bulan pertama mengalarni
peningkatan dan kemudian menurun 20-25% pada 20 minggu terakhir. Karena
adanya peningkatan growth hormon sehingga penggunaan protein meningkat.
Terjadi peningkatan Parathyroid hormon sehingga metabolisme Kalsium
meningkat.
b.    Fungsi alat pencernaan, terjadi perubahan hormonal, peningkatan HCG,
hormon estrogen dan progesteron menimbulkan berbagai perubahan. Misalnya
perubahan pola makan diakibatkan keluhan mual muntah, adanya morning
sickness, keluhan anoreksia. Juga muncul perubahan motilitas lambung sehingga
penyerapan makanan lebih lama, terjadi peningkatan absorpsi nutrien, glukosa dan
zat besi, dan terjadi perubahan motilitas uses hingga kadang timbal obstipasi.
c.    Fungsi ginjal, terjadi peningkatan Glomurelo Filtration rate (GFR) 50%,
sehingga banyak cairan yang diekskresi pada pertengahan kehamilan dan sedikit
cairan diekskresi pada bulan-bulan terakhir kehamilan.
d.    Volume darah atau plasma darah rata-rata meningkat hingga 50%, dan jumlah
erytrosit meningkat 20-30% sehingga terjadi hemodilusi dan konsentrasi
Hemoglobin menurun.
Penilaian status gizi ibu hamil adalah dari :
a.    Berat badan dilihat dari Quatelet atau body mass index (Indek Masa
Tubuh = IMT). Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering
dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir rendah.
Sedangkan berat badan overweight meningkatkan resiko atau komplikasi
dalam kehamilan seperti hipertensi, janin besar sehingga terjadi kesulitan
dalam persalinan.
b.    Ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA)
Standar minimal untuk ukuran Lingkar Lengan Atas pada wanita dewasa
atau usia reproduksi adalah 23,5 cm. Jika ukuran LiLA kurang dari 23,5 cm
maka interpretasinya adalah Kurang Energl. Kronis (KEK).
c.    Kadar Hemoglobin (HB)

3.   Gaya Hidup


a.    Kebiasaan minum jamu. Minum jamu merupakan salah satu kebiasaan
yang beresiko bagi wanita hamil, karena efek minum jamu dapat
membahayakan tumbuh kembang janin seperti menimbulkan kecacatan,
abortus, BBLR partus prematurus, kelainan ginjal dan jantung janin,
asfiksia neonatorum , kematian janin dalam kandungan dan malformasi organ
janin. Hal ini terjadi terutama apabila minum jamu pada trimester I. Selain
efek pada janin juga terdapat kemungkinan efek pada ibu hamil, misalnya
keracunan, kerusakan jantung dan ginjal, shock, dan perdarahan. Efek
tersebut dapat terjadi dikarenakan kandungan zat-zat tertentu pada
jamu baik berupa bahan herbal maupun bahan lain yang mungkin tidak aman
bagi ibu. Karena kenyataan yang ada di masyarakat menunjukkan bahwa
tidak semua jamu yang beredar di pasaran Indonesia mencantumkan bahan
atau komposisi jamu, termasuk tidak mencantumkan hasil riser evidence
mengenai zat-zat yang digunakan untuk membuat jamu, bahkan kadang ada
yang mencampur jamu, dengan jenis obat tertentu yang membahayakan
kehamilan. Menurut standar konsep pengobatan tradisional sebenarnya
diperbolehkan dan dibenarkan dengan persyaratan bahwa zat-zat atau bahan
yang dipergunakan dalam pengobatan tradisional tersebut sudah terbukti
efektif dan bermanfaat dan tidak membahayakan kehamilan.
b.    Mitos, takhayul atau kepercayaan tertentu. Perlu dikaji ada beberapa
mitos tertentu yang membahayakan kehamilan dan ada mendukung terhadap
pemeliharaan kesehatan selama hamil. Mengenai mitos, takhayul atau
kepercayaan tertentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial budaya dan
adat istiadat tertentu. Contoh ada mitoni, tidak boleh makan-makanan yang
berbau amis, tidak boleh mempersiapkan keperluan untuk persalinan  dan
bayi, minum air kelapa muda, tidak boleh memotong rambut, tidak boleh
berkata kotor dsb. Mitos yang mendukung asuhan tentunya diperbolehkan
sedangkan yang membahayakan dalam asuhan kehamilan semestinya kita
cegah dengan memberikan konseling dan pendidikan kesehatan yang tepat
pada ibu hamil.
c.    Aktivitas Seksual
Nasehat atau pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas seksual
ibu selama hamil sangat jarang diberikan selama antenatal care.
Seringkali pemberian pendidikan kesehatan mengenai seksual selama hamil
sangat minim diberikan, bahkan kadang informasi diberikan secara tidak
jelas, implisit, dengan bahasa kias serta menimbulkan salah pengertian.
Berdasarkan konsep evidence bahwa ibu hamil tidak harus menghentikan
aktivitas seksual ataupun secara khusus mengurangi aktivitas seksual.
Mengenai aktivitas seksual jarang sekali diklarifikasi ataupun didiskusikan
dengan ibu hamil. Bahkan ada sebagian kalangan yang menganggap bahwa
hal ini tabu untuk dibicarakan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan
bahwa, efek dari aktivitas seksual selama hamil. Larangan dalam aktivitas
seksual pada ibu hamil merupakan hal yang tidak tepat atau tidak evidence.
Terdapat perubahan yang cukup jelas mengenai kenyamanan seksual selama
hamil, mungkin terjadi peningkatan atau penurunan libido. Beberapa
pendapat mengenai hubungan seksual selama hamil didnsari pada beberapa
konsep bahwa dalam cairan sperma terkandung prostaglandin sehingga
merangsang munculnya kontraksi, dimungkinkan merangsang mulainya
persalinan, maka muncul pendapat bahwa coitus mendekati usia kehamilan
aterm menyebabkan kemungkinan insiden kehamilan postterm atau
serotimus. Namun menurut konsep evidence based menyatakan bahwa
pengaruh aktiviitas seksual selama masa kehamilan tidak terbukti signifikan
berhubungan dengan peristiwa mulainya persalinan (Enkin, 2000).
d.    Pekerjaan atau aktivitas sehari-hari
Menurut analisis profesional bahwa maksud pekerjaan atau aktivitas ibu
hamil bukan hanya pekerjaan ke luar rumah atau institusi tertentu, tetapi
juga pekerjaan atau aktivitas sebagai ibu rumah tangga di dalam rumah,
termasuk pekerjaan sehari- hari di rumah dan mengasuh anak. Sering ada
rekomendasi untuk mengurangi aktivitas pada ibu hamil dengan riwayat
melahirkan BBLR, namun hal ini tidak terbukti efektif. Tidak ada
rekomendasi dalam asuhan kehamilan dimana ibu hamil sama sekali tidak
boleh melakukan aktivitas pekerjaan rumah ataupun bekerja diluar rumah.
yang penting diperhatikan adalah keseimbangan dan toleran dalam
pekerjaan. Karena pada kenyataannya pekerjaan selain berhubungan
dengan pemeliharaan kesehatan juga berhubungan dengan penghasilan
keluarga dan kesejahteraan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
pekerjaan atau aktivitas bagi ibu hamil adalah apakah aktivitasnya berisiko
bagi kehamilan. Contoh aktivitas yang berisiko bagi ibu hamil adalah
aktivitas yang meningkatkan stress, berdiri lama sepanjang hari,
mengangkat sesuatu yang berat, paparan terhadap suhu atau kelembaban
yang ekstrim tinggi atau rendah, pekerjaaan dengan paparan radiasi.
Nasehat yang penting disampaikan adalah bahwa ibu hamil tetap boleh
melakukan aktivitas atau pekerjaan tetapi cermati apakah pekerjaan atau
aktivitas yang dilakukan berisiko atau tidak untuk kehamilan dan ada
perubahan dalam aktivitas atau pekerjaan karena berhubungan dengan
kapasitas fisik ibu dan perubahan sistem tubuh, nasehatkan pula dari sisi
keuntungan dan resiko bagi ibu hamil.
e.    Exercise atau senam hamil
Senam hamil atau latihan memberi keuntungan untuk mempertahankan dan
meningkatkan kesehatan fisik ibu hamil, memperlancar peredaran darah,
mengurangi keluhan kram atau pegal-pegal, dan mempersiapkan
pernafasan, aktivitas otot dan panggul untuk menghadapi proses
persalinan.  Komponen gerakan senam ada beberapa modifikasi yang
berbeda-beda tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu adanya
pemanasan, latihan pernafasan, latihan otot, dan latihan panggul. Perhatikan
mengenai kontraindikasi untuk melakukan senam hamil, misalnya
kehamilan dengan abortus berulang, dengan penyakit hipertensi atau
kehamilan dengan penyakit tertentu sehingga menimbulkan resiko bagi
kehamilan nya.

4.    Substance Abuse


Pengertian dari substance abuse adalah perilaku yang membahayakan bagi
ibu hamil termasuk penyalahgunaan atau penggunaa obat atau zat-zat
tertentu yang membahayakan ibu hamil.
a.    Penggunaan obat-obat selama hamil
Pengaruh obat terhadap janin selama hamil tidak hanya tergantung dari
macam obat, akan tetapi juga tergantung dari saat obat diberikan. Obat-obat
yang diberikan kepada ibu hamil dapat menimbulkan efek pada janin seperti:
1)    Kelainan bentuk anatomik atau kecacatan pada janin, penggunaan obat
pada trimester pertama.
2)    Kelainan faal alat tubuh
3)    Gangguan pertukaran zat dalam tubuh.
Kadang-kadang pengaruh obat yang diberikan pada waktu hamil baru akan
terlihat pada bayi yang dilahirkan ketika sudah menginjak usia remaja atau
dewasa. Sebagai contoh pemberian estrogen pada ibu hamil dapat
menyebabkan tumor alat kandungan bila bayi telah berusia remaja atau
dewasa. Hampir semua obat yang diberikan pada wanita hamil melalui
plasenta dan mencapai janin dan beberapa diantaranya dapat mengganggu
perkembangan janin. Maka sebaiknya berhati-hati memberikan obat
sewaktu hamil.
Tabel Daftar Obat yang berpotensi membahayakan atau
menimbulkan kelainan pada Janin
Nama Obat Kemungkinan Kelainan Pada Bayi
Kloramfenikol Gangguan pernafasan, grey sindrom
(sindrom abu-abu)
Tetrasiklin Gangguan pertumbuhan tulang,
perubahan warna gigi, gigi rapu
Dihidrosetreptomisin Tuli
Strepromisin Gangguan keseimbangan
Amitriptin Iritabilitas neonates
Amfetamin Iritabilitas, tidak mau menyusus,
takhikardi. Malformasi kardiovaskuler
dan muskulus keletal
Nitrofurantoin Gangguan dalam darah
Fenasetin Gangguan dalam darah
Anti diabetik per oral Kematian janian dalam kandungan
Anti kanker Trombositopenia, cacat bawaan
Anti malaria Kelainan congenital
Aspirin IUGR
Ibuprofen Kontiksi duktus arteriosus
Parasetamol Diskolasi sendi pahda dan clubfoot
Vitamin dengan dosis Kerusakan ginjal, defek susunan saraf
tinggi pusat dan kranifasila, skorbut,
ketidakmampuan belajar, kerusakan hati
dan tulang

b.    Merokok
Berdasarkan konsep evidence menunjukkan bahwa merokok menimbulkan efek
yang sangat membahayakan bagi janin. Ibu hamil perokok akan beresiko
menurunkan berat bayi lahir. Efek merokok terhadap kejadian pre eklampsia,
kelainan perinatal tidak cukup terbukti. Hasil riset menunjukkan satu atau
lima diantara wanita hamil dilaporkan merokok. Hingga seperempat wanita
hamil yang merokok, berhenti pada pemeriksaan kunjungan antenatal yang
pertama. Kebiasaan merokok sering terjadi pada kelompok sosial ekonomi
rendah, paritas tinggi, status un marital, penghasilan rendah, atau ibu dengan
problem psikologis seperti depresi, stress, pekerja berat, dan lain-lain.
Merokok merupakan salah satu isu penting yang sangat bagus dicermati saat
kehamilan karena efek yang muncul diakibatkan merokok adalah kelahiran
BBLR, persalinan preterm, kematian perinatal. Merokok juga sering
dihubungkan dengan kejadian keberhasilan masa menyusui atau laktasi dan
memperpendek masa menyusui, meskipun dalam hubungan ini penyebabnya
belum diketahui dengna pasti. Faktor lingkungan yang baik dan strategis
merupakan salah satu upaya penting untuk menghentikan kebiasaan merokok
bagi ibu daripada pemberian konseling tentang bahaya merokok. Pengaruh
nikotin terhadap janin menimbulkan efek kenaikan tekanan pada otak janin
peningkatan denyut jantung janin. Merokok selain mempunyai efek
membahayakan janin juga membahayakan ibu berkaitan dengan penyakit-
penyakit yang muncul sebagal akibat merokok, misalnya penyakit paru, 
jantung, hipertensi, arteriosklerosis, kanker paru dsb. Para bidan, dokter
spesialis kebidanan harus mendukung upaya untuk menghentikan merokok
melalui kegiatan antenatal care, kelas antenatal bagi perokok mengurangi
periklanan tentang rokok, area bebas merokok, dan mengembangkan serta
mendukung kebijaksanaan tentang upaya mengurangi merokok di institusi
atau tempat kerja masing-masing.

c.    Alkohol dan kafein


Alkohol yang dikonsurnsi ibu hamil dapat membahayakan jantung hamil dan
merusak janin, termasuk menimbulkan kecacatan dan kelainan pada janin dan
menyebabkan kelahiran prematur. Tidak hanya pada peminum atau pemakai
alkohol rutin, tetapi juga pada pemakai alkohol yang tidak rutin atau
insidental. Efek pemakaian alkohol dalam kehamilan adalah pertumbuhan
janin terhambat, retardasi mental, kecacatan, kelainan jantung dan kelainan
neonatal. Munculnya efek ketidaknormalan pada ibu hamil dengan konsumsi
alkohol minimal 28.5 ml perhari dan terutama konsumsi alkohol pada
trimester pertama. Konsumsi kafein yang berlebihan mengakibatkan bayi
lahir mati, abortus dan persalinan prematur. 

d.    Hamil dengan ketergantungan obat/ pengguna NAPZA


Pemakaian obat-obatan pada wanita hamil sangat mempengaruhi ibu 
maupun janinnya, terutama pada masa konsepsi dan trimester I kehamilan
karena tahap ini merupakan tahap organogenesisi atau pembentukan organ.
Contoh obat-obatan tersebut adalah ganja, morfin, heroin, pethidin, jenis
barbiturate, alkohol, dan lain-lain akan menimbulkan gangguan pada ibu dan
janinnya. Janin akan mengalami cacat fisik, kelahiran premaatur dan BBLR,
serta cacat mental dan sosial. Ibu hamil dengan ketergantungan obat umumnya
takut melahirkan bayi cacat, merasa gehsah, bingung dan takut terhadap akibat
yang akan dialami oleh bayinya dengan minum obat-obatan tersebut.

e.    Sinar rontgen atau radiasi


Pengaruh sinar rontgen atau radiasi terhadap kehamilan terutama adalah pada
trimester I (umur 4 sampai 9 minggu dari hari pertama menstruasi terakhir).
Pada kehamilan trimester I merupakan tahap dasar pembentukan organ
termasuk organ vital otak, sumsum tulang belakang, jantung, ginjal dan
pernafasan, sehingga paparan sinar X-ray pada umur kehamilan ini akan
menimbulkan resiko kecacatan janin, malformasi janin, retardasi mental pada
janin, abortus dan persalinan prematurus. Efek radiasi terhadap janin
tergantung dari umur kehamilan berapa saat paparan radiasi berlangsung dan
seberapa besar jumlah radiasi yang diterima.

5.    Kehamilan diluar nikah dna kehamilan tidak diinginkan


Kehamilan tidak diinginkan biasanya dialami oleh para remaja yang
dikarenakan seks pra nikah atau seks bebas. Meskipun tidak menutup
kemungkinan bahwa kehamilan tidak diinginkan juga dapat terjadi pada
ibu dengan status marital atau pasangan sumi isteri yang sudah menikah Yang
sedang tidak merencanakan kehamilan, hal ini biasanya dikarenakan karena
kegagalan alat kontrasepsi. Kedua hal tersebut sama-sama memberi dampak
psikologis pada ibu hamil.
Reaksi wanita yang mengalami hamil diluar nikah:
a.    Melarikan diri dari tanggung jawab, melakukan abortus, membuang
anaknya, menitipkan anak ke orang lain atau panti asuhan
b.    Berusaha melakukan aborsi dan bunuh diri
c.    Melakukan pekerjaan sebagai seorang ibu walau dengan keterpaksaan
Pada kehamilan diluar nikah dan kehamilan tidak diinginkan bila kehamilan
dipertahankan kemungkinan orang tuanya akan menjadi single parents, bila
pasangan tidak mau menikahinya. Kalau terjadi pernikahan bisa terjadi
perkawinan bermasalah dengan beban perasaan tidak nyaman, stress,
dihantui rasa malu, rendah diri, merasa bersalah atau berdosa, depresi atau
tertekan, pesimis dan lain-lain.

6.    Kehamilan dengan kematian janin dalam kandungan (IUFD)


Ibu hamil dengan janin man dalam kandungan akan mengalami proses
kehilangan karena sudah ada proses dekat dengan bayinya. Pada proses
kehilangan ibu akan menunjukkan reaksi emosional tertentu seperti:
a.    Shock dan menyangkal serta tidak percaya
b.    Marsh dan bargaining atau tawar menawar
c.    Disorientasi dan depresi
d.    Reorganisasi dan penerimaan diri, mulai menerima kenyataan bahwa
janinnya meniggal.

B.    FAKTOR PSIKOLOGIS/ KELAINAN JIWA DALAM KEHAMILAN


Status emosional dan psikologis ibu turut menentukan keadaan yang timbul
sebagai akibat atau diperburuk oleh kehamilan, sehingga dapat terjadi
pergeseran dimana kehamilan sebagai proses fisiologis menjadi kehamilan
patologis.
Peristiwa kehamilan adalah peristiwa fisiologis, namun proses alami tersebut
dapat mengalami penyimpangan sampai berubah menjadi patologis.
Ada dua macam stressor, yaitu:
1.    Stessor internal, meliputi kecemasan, ketegangan, ketakutan, penyakit,
cacat, tidak percaya diri, perubahan penampilan, perubahan peran sebagai
orang tua, sikap ibu terhadap kehamilan, takut terhadap kehamilan
persalinan, kehilangan pekerjaan.
2.    Stressor eksternal: status marital, maladaptasi, relationship, kasih
sayang, support mental, broken home.
Pada peristiwa kehamilan merupakan suatu rentang waktu, dimana tidak
hanya terjadi perubahan fisiologi, tetapi juga terjadi perubahan psikologis
yang memerlukan penyesuaian emosi, pola berfikir dan perilaku yang
berlanjut hingga bayi lahir. Latar belakang munculnya gangguan psikologik
atau kejiwaan adalah berbagai ketidakmatangan dalam perkembangan
emosional dan psikoseksual dalam rangka kesanggupan seseorang untuk
menyesuaikan diri dengan situasi tertentu termasuk kehamilan. Kadang-
kadang muncul penyakit jiwa (psikosis) dalam kehamilan. Kelainan jiwa
dapat menjadi berat dalam kehamilan. Ada beberapa keadaan spesifik dalam
kehamilan yang mungkin juga menimbulkan kelainan jiwa atau gangguan
psikologis misalnya hyperemesis gravidarum, abortus, pre
eklampsia/eklampsia. Pada kasus psikologis atau kelainan jiwa yang berat
perlu support atau dorongan dan dukungan dari signficant others (orang
terdekat) dalam keluarga.
Ø Support keluarga
Ibu merupakan salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh,
sehingga perubahan apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi
keluarga. Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga dan diikuti
oleh stress dan kecemasan. Kehamilan dapat dikatakan sebagai maturasi dan
suatu kejadian yang biasa dalam tumbuh kembang keluarga.
Kehamilan melibatkan seluruh anggota keluarga. Karena konsepsi
merupakan awal, bukan saja bagi janin yang sedang berkembang, tetapi juga
bagi keluarga, yakni dengan hadirnya seorang anggota keluarga baru dan
terjadinya perubahan hubungan dalam keluarga, maka setiap anggota
keluarga harus beradaptasi terhadap kehamilan dan menginterpretasikannya
berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Hubungan antara wanita dan ibunya terbukti signifikan dalam adaptasi
terhadap kehamilan dan menjadi ibu. Keberadaan ibu disamping anak
perempuannya selama masa kanak-kanak seringkali berarti ibu juga akan
hadir dan mendukung selama anaknya hamil. Reaksi ibu terhadap kehamilan
anaknya menandakan penerimaannya terhadap cucu dan anak perempuannya
dan ini sangat membantu ibu dalam menghadapi kehamilannya dengan lebih
tenang.
Selama krisis keluarga dan individu dalam keadaan tidak seimbang dan tidak
dapat dipecahkan akan mengakibatkan tingkah laku maladaptif dalam
anggota keluarga dan kemungkinan terjadi perpecahan antara anggota
keluarga. Anggota keluarga yang mampu memecahkan krisis, maturasi
dengan sukses akan kembali kepada tugas/ fungsi yang maksimal dan ini
merupakan kekuatan bagi keluarga untuk menciptakan hubungan baik.
Pemecahan masalah dipengaruhi oleh individu dan keluarga yaitu;
1)    Bagaimana organisasi keluarga itu
2)    Pengalaman yang lalu menghadapi krisis
3)    Cara-cara mempergunakan pola pemecahan masalah
4)    Kemampuan dan adanya sumber-sumber
Tugas keluarga yang saling melengkapi dan dapat menghindari konflik
adalah dengan cara pasangan merencanakan untuk kedatangan anaknya,
mencari informasi bagaimana menjadi ibu dan ayah, suami mempersiapkan
peran sebagai ibu rumah tangga.
Agar kehamilan dapat berjalan lancar dan ibu dapat mengadakan hubungan
yang sehat dengan bayinya, maka reaksi ibu terhadap kehamilan seharusnya:
1)    Menerima kehamilan
2)    Menghilangkan rasa takut terhadap persalinan
3)    Menerima peran ibu
4)   Menciptakan ikatan antara ibu dan bayinya.
Penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosi dan pasangan merupakan faktor
penting dalam mencapai keberhasilan tugas perkembangan ini.