Anda di halaman 1dari 4

1.

Apa yang saudara ketahui tentang produk bersama dan produk sampingan dan
berikan contoh diambil dari lingkungan saudara yang berkaitan dengan produk
bersama dan produk sampingan?
Produk bersama (joint product) adalah dua produk atau lebih yang dihasilkan dari
serangkaian proses produksi yang sama. Nilai jual produk bersama relatif sama sehingga
tidak ada di antara produk-produk yang dihasilkan tersebut dianggap sebagai produk
utama ataupun produk sampingan. Dengan demikian, produk bersama (joint) berbeda
dengan produk bergabung (common). Produk bergabung dihasilkan dari proses produksi
yang berbeda, terutama kos utamanya (bahan baku dan tenaga kerja), tetapi menggunakan
overhead secara bersama-sama, atau dengan kata lain menggunakan peralatan produksi
yang sama. Baik dari produk bergabung maupun produk bersama dapat dihasilkan produk
sampingan (by product). Contoh sederhananya adalah ketika proses penyulingan minyak
bumi. Produk yang dihasilkan dari proses bersama tersebut ada tiga yaitu minyak mentah,
minyak tanah, solar, hingga bensin. Bila Anda perhatikan produk-produk tersebut
memiliki harga jual yang relatif sama.
Produk sampingan (by product) adalah satu produk atau lebih yang merupakan hasil
sampingan dari produk utama. Pada umumnya perbedaan antara produk utama dengan
produk sampingan didasarkan pada nilai jual relatifnya. Jika nilai jual produk-produk
yang dihasilkan relatif sama atau setidak-tidaknya cukup material dibandingkan dengan
seluruh pendapatan (revenues) perusahaan maka produk-produk tersebut merupakan
produk utama. Sebaliknya jika nilai jual salah satu produk relatif kecil bila dibandingkan
dengan total pendapatan perusahaan maka produk tersebut dikategorikan sebagai produk
sampingan. Contohnya adalah pada proses penggergajian kayu. Perusahaan ingin
membuat kayu lapis dan papan kayu sebagai produk utama mereka. Namun, serbuk-
serbuk yang dihasilkan selama proses penggergajian tersebut bisa diolah lalu dijual atau
dimanfaatkan sebagai lem pembentuk papan atau pulp yang diolah kertas.

2. Apa yang saudara ketahui tentang metode yang digunakan untuk memperlakukan
produk sampingan ?
Metode akuntansi yang digunakan untuk memperlakukan produk sampingan dapat dibagi
menjadi dua (2) golongan:
a. Pertama, metode-metode yang tidak mencoba menghitung kos produk sampingan
atau persediaannya, tetapi memperlakukan pendapatan penjualan produk
sampingan sebagai pendapatan atau pengurang kos produksi. Metode ini biasa
disebut metode-metode tanpa harga pokok (non-cost methods).
b. Kedua, metode-metode yang mencoba mengalokasikan sebagian kos bersama
kepada produk sampingan dan menentukan harga pokok persediaan produk atas
dasar kos yang dialokasikan tersebut. Metode-metode ini dikenal dengan nama
metode-metode harga pokok (cost method).

Metode-metode Tanpa Kos


Metode tanpa kos sebenarnya terbagi lagi menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi pertama
adalah Pendapatan Kotor (Gross Revenue) dan Pendapatan Bersih (Net Revenue).
Kedua klasifikasi tersebut hampir sama dan dapat ditampilkan dengan perbedaan
kedua klasifikasi tersebut. Berikut ini diuraikan beberapa metode perlakuan terhadap
Pendapatan Pejualan Produk Sampingan, yaitu:
a. diperlakukan sebagai penghasilan di luar usaha,
b. diperlakukan sebagai tambahan pendapatan penjualan produk utama,
c. diperlakukan sebagai pengurang harga pokok penjualan, dan
d. diperlakukan sebagai pengutang total kos produksi.

Metode Kos
Pada pendekatan ini, produk sampingan dibebani kos produksi. Ada dua metode
pembebanan (alokasi) kos bersama ke produk sampingan, yaitu:
a. Metode nilai pasar atau reversal cost method
Metode perlakuan produk sampingan ini, nilai pasar, pada dasarnya sama
dengan metode terakhir yang telah dibicarakan di atas, sebagai pengurang kos
produksi. Ada perbedaan sedikit di antara keduanya, yaitu pada metode
terakhir yang dikurangkan dari total kos produksi adalah pendapatan penjualan
sesungguhnya produk sampingan, sedangkan pada metode nilai pasar ini yang
dikurangkan adalah taksiran nilai pasar produk sampingan. Metode ini
mencoba menaksir kos produk sampingan dengan titik tolak dari nilai
pasarnya. Dengan kata lain, metode ini menghitung secara mundur (reversal),
yaitu dari harga jual dikurangi taksiran laba, biaya operasional, dan kos
produksi.

b. Metode kos pengganti (replacement cost method)


Metode kos pengganti biasanya digunakan dalam perusahaan yang produk
sampingannya dipakai sendiri dalam pabrik sebagai bahan baku atau bahan
penolong. Kos yang diperhitungkan dalam produk sampingan adalah sebesar
harga beli atau kos pengganti (replacement cost) yang berlaku di pasar, apabila
produk sejenis dibeli di pasar. Jumlah ini kemudian dikreditkan pada rekening
barang dalam proses untuk komponen kos bahan baku sehingga mengurangi
kos produksi produk utama. Akibat dari pengkreditan ini adalah terjadinya
pengurangan kos per satuan persediaan produk utama sehingga menjadi lebih
rendah.

3. PT.XYZ memproduksi produk X, Y dan Z dari satu proses produk gabungan. Informasi
yang berkaitan dengan alokasi kos produksi gabungan adalah sebagai berikut:

Produk Volume Harga Jual /Kg


Produksi
X 5.000 Kg 5.500
Y 20.000 Kg 1.600
Z 15.000 Kg 1.500
Total 40.000 Kg  

PT.XYZ memproduksi tiga jenis produk yang memiliki kos bersama sebesar Rp.70.000.000.

Diminta: Hitunglah kos produksi produk bersama per Kg

Nilai Kos produksi


Volume Harga Alokasi kos
Produk Nilai Jual (Rp) Jual produk
Produksi Jual /Kg bersama(Rp)
Relative bersama/kg
X 5.000 Kg 5.500 27.500.000 34% 23.475.610 4.695
Y 20.000 Kg 1.600 32.000.000 39% 27.317.073 1.366
Z 15.000 Kg 1.500 22.500.000 27% 19.207.317 1.280
Total 40.000 Kg 82.000.000 100% 70.000.000
Sumber :
BMP EKMA 4315/MODUL 7 Halaman 7.2-7.3
BMP EKMA 4315/MODUL 7 Halaman 7.20-7.25

Anda mungkin juga menyukai