Anda di halaman 1dari 5

SUMMING AMPLIFIER

Sumber

Dickson Kho,(2021) Pengertian Resistor dan Jenis-jenisnya.

Available : https://teknikelektronika.com/pengertian-resistor-jenis-jenis-resistor/

Wikipedia, (2020) Lampu LED.

Available :https://id.wikipedia.org/wiki/Lampu_LED

Dickson Kho, (2020) Pengertian Op-Amp (Operational Amplifier).

Available : https://teknikelektronika.com/pengertian-op-amp-operational- amplifier/


Wikipedia,(2021) Pencatu daya.

Available : https://id.wikipedia.org/wiki/Pencatu_daya

Dickson Kho, (2021) Pengertian Osiloskop dan Spesifikasi penentu kinerjanya.

Available : https://teknikelektronika.com/pengertian-osiloskop-spesifikasi-penentu-
kinerjanya/

https://abdulelektro.blogspot.com/2019/07/penguat-penjumlah-summing-amplifier.html
RADEN (2011) Pengertian Summing Amplifier
http://catatan-elektro.blogspot.com/2011/11/pengertian-summing-amplifier.html
Resistor
Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam
rangkaian elektronika. Hampir setiap peralatan elektronika menggunakannya. Pada
dasarnya resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau
hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam
suatu rangkaian elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut
dengan hambatan atau tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan
hambatan atau resistansi resistor adalah ohm (Ω). Sebutan “ohm” ini diambil dari nama
penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga merupakan seorang fisikawan Jerman.
LED (Light Emitting Diode)
Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen
elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan
maju. LED merupakan keluarga dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-
warna cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor
yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak
tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada remote control TV ataupun
remote control perangkat elektronik lainnya. Bentuk LED mirip dengan sebuah bohlam
(bola lampu) yang kecil dan dapat dipasangkan dengan mudah ke dalam berbagai
perangkat elektronika. Berbeda dengan Lampu pijar, LED tidak memerlukan
pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan panas dalam menghasilkan cahaya.
Oleh karena itu, saat ini LED (Light Emitting Diode) yang bentuknya kecil telah banyak
digunakan sebagai lampu penerang dalam LCD TV yang mengganti lampu tube.

Op-Amp (Operasional Amplifier)

Operasional amplifier (Op-Amp) adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang


terintegrasi dalam sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting
dengan sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan
untuk mengendalikan karakteristik tanggapan keseluruhan pada operasional amplifier
(Op-Amp). Pada dasarnya operasional amplifier (Op-Amp) merupakan suatu penguat
diferensial yang memiliki 2 input dan 1 output. Op-amp ini digunakan untuk membentuk
fungsi-fungsi linier yang bermacam-macam atau dapat juga digunakan untuk operasi-
operasi tak linier, dan seringkali disebut sebagai rangkaian terpadu linier dasar. Sebuah
Op-Amp juga memiliki dua koneksi catu daya yaitu satu untuk catu daya positif dan satu
lagi untuk catu daya negatif.

Catu Daya

Catu daya merupakan elemen penting dalam sebuah rangkaian elektronika.


Dengan adanya supply tegangan listrik dari catu daya atau power supply ini, sebuah
perangkat elektronika dapat bekerja. Fungsi catu daya, jadi fungsi pencatu daya selain
mensupply energi listrik yaitu menyerahkan tegangan listrik yang dialirkan dari AC ke
DC dengan besar tegangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perangkat
elektronika tersebut.

Osiloskop

Osiloskop adalah alat ukur elektronik yang dapat memetakan atau memproyeksikan
sinyal listrik dan frekuensi menjadi gambar grafik agar dapat dibaca dan mudah
dipelajari. Dengan menggunakan osiloskop, kita dapat mengamati dan menganalisa
bentuk gelombang dari sinyal listrik atau frekuensi dalam suatu rangkaian elektronika.
Pada umumnya osiloskop dapat menampilkan grafik dua dimensi (2D) dengan waktu
pada sumbu X dan tegangan pada sumbu Y. Osiloskop banyak digunakan pada
industri-industri seperti penelitian, sains, engineering, medical, dan telekomunikasi.
Saat ini, terdapat 2 jenis osiloskop yaitu osiloskop analog yang menggunakan teknologi
CRT (Cathode Ray Tube) untuk menampilkan sinyal listriknya dan osiloskop digital
yang menggunakan LCD untuk menampilkan sinyal listrik atau gelombang.

Generator Sinyal

Function generator atau generator fungsi adalah alat uji elektronik yang dapat
membangkitkan berbagai bentuk gelombang. Bentuk gelombang yang dapat dihasilkan
oleh function generator diantaranya seperti bentuk gelombang sinus (sine wave),
gelombang kotak (square wave), gelombang gigi gergaji (saw tooth wave), gelombang
segitiga (triangular wave) dan gelombang pulsa (pulse). Fungsi ini sedikit berbeda
dengan RF sinyal generator ataupun audio sinyal generator yang pada umumnya hanya
fokus pada pembangkitan bentuk gelombang sinus.
Summing Amplifier

Summing Amplifier adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk menjumlahkan dua buah
atau lebih tegangan listrik. Rangkaian ini dibuat dengan menggunakan IC Operational Amplifier
yang memiliki banyak kegunaan dan aplikatif. Contoh lain rangkaian elektronika yang
mengandalkan ic op-amp adalah seperti rangkaian DAC (Digital Analog Converter) dan ADC
(Analog Digital Converter) serta banyak lagi contoh rangkaian lain. Rangkaian summing ini juga
sebenarnya sama dengan operational amplifier lainnya, hanya saja bedanya pada pengaturan
tahanan input. Rangkaian summing menghasilkan keluaran yang terbalik (inverting), hal ini
dikarenakan rangkaian tersebut diatas menggunakan rangkaian inverting sebagai rangkaian
dasar. Secara definisi keluaran dari rangkaian summing inverting diatas mungkin dapat anda
simpulkan bahwa Vout = Vin1 + Vin2 + Vin3 + Vdst. Tetapi sebenarnya kondisi rumus tersebut
sengaja dirancang dengan memanfaatkan sifat tahanan parallel pada bagian input rangkaian.

Prinsip dasar dari rangkaian summing inverting ini adalah mempunyai tahanan input yang sama
pada masing-masing jalur input yang ada. Tahanan input tersebut juga mempunyai nilai yang
sama dengan tahanan penguatan. Jadi jika seandainya hanya menggunakan satu buah jalur input
maka tegangan output akan sama dengan tegangan input. Hal itu dikarenakan nilai gain atau
penguatan adalah 1. Sedangkan jika semakin banyak jalur input maka nilai penguatan juga akan
semakin besar dikarenakan tahanan pengganti input akan semakin kecil akibat hubungan tahanan
yang parallel.

Rangkaian Summing Amplifier


Menggunakan rumus yang ditemukan sebelumnya untuk gain dari rangkaian

Kita sekarang dapat mengganti nilai-nilai resistor di rangkaian sebagai berikut,

Kita tahu bahwa tegangan output adalah jumlah dari dua sinyal input yang diperkuat
dan dihitung sebagai:

Vout = (A1 x V1) + (A2 x V2)


Vout = (-10(2mV)) + (-5(5mV)) = -45mV