Anda di halaman 1dari 2

TUGAS III

1. a. Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi?


b. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi?
2. Para ekonom pada umumnya Setuju bahwa inflasi rendah itu baik jikalau diiringi
dengan inovasi. Untuk menjaga agar inflasi tetap rendah maka harus diketahui faktor
apa yang membuatnya tetap rendah. Faktor apa sajakah yang menjadi sumber dari
inflasi?
3. a. Apakah yang dimaksud dengan devaluasi?
b. Efek atau dampak apa yang mungkin ditimbulkan oleh adanya devaluasi?

Jawaban :

1. a. Pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai : Perkembangan kegiatan


perekonomian yang menyebabkan bertambahnya barang dan jasa yang diproduksi
dalam masyarakat. Seorang Ekonom peraih Nobel ekonomi tahun 1971 mengatakan
bahwa pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas suatu negara dalam rangka
menyediakan berbagai barang ekonomi kepada para penduduknya dalam jangka
panjang. Pertumbuhan ekonomi juga mencerminkan berapa tingkat perubahan output
tahun ini terhadap output tahun lalu dan perubahan tersebut dibandingkan dengan
output tahun lalu.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi :


1. Tanah dan kekayaan alam.
2. Jumlah dan kualitas dari penduduk dan tenaga kerja.
3. Barang-barang modal dan tingkat teknologi.
4. Sistem sosial dan sikap masyarakat.

2. a. Faktor yang menjaga inflasi tetap rendah :


1. Menjaga inflasi volatile food dalam kisaran 4,0±1%.
2. Meningkatkan efektivitas program-program perlindungan sosial dan penyaluran
subsidi tepat sasaran dalam rangka menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.
3. Memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspetasi
masyarakat.
4. Memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi
melalui penyelenggaraan Rakornas.

b. Faktor yang menjadi sumber dari inflasi :


1. Inflasi karena permintaan (Demand Pull Inflation).
2. Inflasi karena bertambahnya uang yang beredar (Quantity Theory Inflation).
3. Inflasi karena kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation).
4. Inflasi campuran (Mixed Inflation).
5. Inflasi karena struktur ekonomi yang kaku ( Structural Theory Inflation).

3. a. Devulasi biasanya dilakukan oleh negara negara yang menjalankan sistem kurs
pertukaran tetap. Devulasi adalah tindakan pemerintah yang menurunkan nilai mata
uangnya terhadap valuta asing.

b. Efek yang mungkin ditimbulkan oleh devulasi adalah :


a. Ekspor akan bertambah karena harga barang yang diekspor keluar negeri
menjadi lebih murah;
b. Impor berkurang karena harga barang produksi luar negeri menjadi lebih
mahal;
c. Peningkatan ekspor dan penurunan impor akan memperbaiki neraca
pembayaran;
d. Pendapatan nasional akan bertambah karena : (1). ekspor naik, (2) pengurangan
impor meningkatkan permintaan produksi domestik, (3) kenaikan yang timbul
oleh (1) dan (2) akan mendorong investasi;
e. Mungkin inflasi berlaku, yaitu apabila kenaikan harga barang-barang impor
akan mendorong terjadinya kenaikan harga-harga barang produksi dalam negeri.
Inflasi juga dapat berlaku apabila devulasi dilakukan ketika perekonomian
mengalami kemakmuran yang tinggi. Hal ini disebabkan karena kenaikan ekspor
dan perkembangan kegiatan ekonomi yang lain yang diakibatkan oleh devulasi
akan menaikkan upah buruh dan harga-harga (yang dikarenakan permintaan yang
berlebihan).
f. Di luar negeri mungkin akan melakukan langkah balasan dengan menggunakan
halangan perdagangan impor (yang dikenakan terhadap ekspor negara yang
mendevulasi valutanya) atau dengan melakukan devulasi.