Anda di halaman 1dari 16

Ketahanan Ideologi Pancasila Kembali Diuji Ketika Dunia

Masuk Pada Era Globalisasi dan Banyaknya Ideologi


Alternatif Merasuki Ke Dalam Sendi-Sendi Bangsa Melalui
Media Informasi Yang Dapat Dijangkau Oleh Seluruh Anak
Bangsa

Program Studi Ilmu Hukum


Fakultas Hukum Universitas Merdeka Pasuruan
Achmad Achfas Jangki Dausat
M.Alif Hidayatullah
Tegar Yanuar Ahmadi
E-mail : samachfas@gmail.com || ayipssbgk176@gmail.com ||
tegarusan@gmail.com

Abstrak

Ketahanan Ideologi Pancasila mengalami pasang surut. Hal ini tidak terlepas
dari adanya upaya dan kejadian dalam masyarakat yang membuat ketahanan
ideologi Pancasila menguat atau melemah, baik secara sengaja maupun di luar
kesengajaan. Terkait dengan kondisi Indonesia saat ini yang tengah mengalami
problematik ideologis, penelitian ini sangat diperlukan untuk mengkaji pentingnya
ketahanan ideologi Pancasila dalam mendukung ketahanan nasional; apa saja faktor
yang memperkuat dan memperlemah ketahanan ideologi Pancasila; serta upaya apa
saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ketahanan ideologi Pancasila. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dan pustaka, di
antaranya wawancara, FGD, survei, dan kajian pustaka. Penelitian ini juga
menjelaskan secara ringkas instrumen Indeks Ideologi (IKIP). Aspek utama yang
diukur dalam IKIP ini adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan
keadilan sosial. Pada setiap aspek dikategorisasikan lagi ke dalam indikator-
indikator yaitu politik, kenegaraan-kebangsaan, sosial, kebudayaan, keagamaan,
dan ekonomi.

Kata kunci: Ketahanan, Ideologi, Pancasila, Indeks Ketahanan Ideologi Pancasila.


The resistance of the Pancasila ideology has had its ups and downs. This is
inseparable from the efforts and incidents in society that make the resistance of the
Pancasila ideology strengthen or weaken, either intentionally or deliberately.
Regarding the current condition of Indonesia which is currently experiencing
ideological problems, this research is needed to examine the importance of the
resilience of the Pancasila ideology in supporting national security; what are the
factors that strengthen and weaken the resilience of the Pancasila ideology; and
what efforts can be made to increase the resilience of the Pancasila ideology. The
method used in this research is field and literature research, including interviews,
FGDs, surveys, and literature reviews. This study also briefly describes the
Ideological Index (IKIP) instrument. The main aspects measured in this IKIP are
divinity, humanity, unity, democracy and social justice. In each aspect, it is further
categorized into indicators, namely political, national, social, cultural, religious and
economic indicators.
Keywords: Resilience, Ideology, Pancasila, Pancasila Ideology Resistance Index

berdampak negatif bagi persatuan dan


kesatuan bangsa. Era modern ditandai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan
PENGANTAR dan teknologi, telah menimbulkan
beberapa perubahan yang ada di
Dalam Pancasila terkandung dalam masyarakat. Salah satu dampak
nilai-nilai luhur dan cita-cita bangsa perubahan tersebut adalah gaya hidup
Indonesia. di masyarakat, dan transformasi
budaya secara berangsur-angsur.
Pancasila diangkat dari nilai-nilai, adat
Dalam kondisi ini sering kali
istiadat, kebudayaan, nilai-nilai
masyarakat sudah tidak memedulikan
moralitas yang terdapat dalam
nilai-nilai yang ada di masyarakat dan
pandangan hidup bangsa Indonesia
yang ada selama ini dipegangnya.
dengan demikian, Pancasila sebagai
Dalam perjalanan sejarah,
ideologi bangsa dan Negara Indonesia
berakar dari pandangan hidup dan
budaya bangsa. Pancasila tidak
mengadopsi dari ideologi yang berasal
dari luar. Justru nilai-nilai Pancasila kedudukan Pancasila sebagai ideologi
lebih unggul dibandingkan dengan dan dasar negara mengalami pasang
nilai-nilai ideologi dari luar. Alasan surut baik dalam pemahaman maupun
Pancasila tetap dibutuhkan Secara pengamalannya. Setelah runtuhnya
kodrati, bangsa Indonesia memiliki Orde Baru Pancasila seolah-olah
tingkat pluralitas yang sangat tinggi. tenggelam dalam pusaran sejarah
Kondisi ini dapat memberikan implikasi yang tak lagi relevan untuk disertakan
positif bagi tumbuh dan dalam dialektika reformasi. Pancasila
berkembangnya Negara dan bangsa. semakin jarang diucapkan, dikutip, dan
Akan tetapi, keadaan ini akan juga dibahas baik dalam konteks kehidupan
ketatanegaraan, kebangsaan maupun kekuasaan di masa lalu yang
kemasyarakatan. Bahkan banyak mengatasnamakan Pancasila di lain
kalangan menyatakan bahwa sebagian pihak. Kedua hal tersebut telah
masyarakat bangsa Indonesia hampir menyebabkan “amnesia nasional”
melupakan jati dirinya yang esensinya tentang pentingnya Pancasila sebagai
adalah Pancasila. norma dasar (grundnorm) yang
menjadi payung kehidupan berbangsa
Pancasila tampak semakin
yang menaungi seluruh warga yang
terpinggirkan dari denyut kehidupan
beragam suku bangsa, adat istiadat,
bangsa Indonesia yang diwarnai
budaya, bahasa, agama dan afiliasi
suasana hiruk-pikuk demokrasi dan
politik.
kebebasan berpolitik. Pancasila
sebagai dasar negara kini nyaris Sesungguhnya Pancasila
kehilangan fungsi praksisnya, seolah bukan milik sebuah era atau ornamen
hanya tinggal kedudukan formalnya. kekuasaan pemerintahan pada masa
Suatu negara dan bangsa dapat tertentu, tetapi Pancasila adalah
membangun diri memulai dari dasar negara yang menjadi
penguatan fondasi berikut pilar- penyangga bangunan arsitektural yang
pilarnya, maka berdirilah negara dan bernama negara Indonesia.
bangsa itu. Fondasi dan pilar-pilar
Sehubungan dengan hal ini, Pancasila
kehidupan berbangsa dan bernegara
sebagai ideologi harus mampu menjadi
esensinya adalah nilai dasar kehidupan
pedoman hidup bagi rakyat Indonesia
yang membentuk sistem nilai
dalam mengarungi semua
kehidupan yang dapat diyakini
perkembangan yang terjadi. Dengan
kebenarannya, menggambarkan
masih dipegangnya nilai-nilai
realitas objektif, memberi karakter,
Pancasila, bangsa Indonesia tidak
dijadikan pedoman, prinsip, postulat,
terombang-ambing tanpa arah dan
evidensi kehidupan berbangsa dan
tujuan. Pancasila sebagai ideologi
bernegara. Menurut BJ Habibie dalam
nasional selain berfungsi sebagai cita-
pidato
cita normatif penyelenggaraan
“Reaktualisasi Pancasila dalam
bernegara, nilai-nilai yang terkandung
kehidupan
dalam Pancasila merupakan nilai yang
berbangsa dan bernegara”, beliau disepakati bersama, karena itu juga
menyatakan dua penyebab berfungsi sebagai sarana pemersatu
tergusurnya masyarakat yang dapat
Pancasila dari kehidupan kita, yaitu mempersatukan berbagai golongan
situasi dan kehidupan bangsa telah masyarakat di Indonesia.
berubah baik di tingkat domestik, Permasalahan ketahanan ideologi
regional maupun global di satu pihak, Pancasila saat ini sedang
dan terjadinya euforia reformasi membelenggu bangsa Indonesia. Hal
sebagai akibat traumatisnya tersebut terlihat dari munculnya
masyarakat terhadap penyalahgunaan berbagai isu gerakan pembentukan
negara berbasis agama sampai program - kebijakan penguatan
dengan praktik liberalisasi di berbagai kapasitas SDM dan kelembagaan.
aspek kehidupan. Permasalahan Keberadaan IKIP ini diharapkan akan
ideologi memiliki dampak yang luar menjadi salah satu solusi pemecahan
biasa besar. Ketika ideologi berbagai masalah kebangsaan di atas.
bermasalah maka seluruh aspek IKIP ini disusun melalui penelitian di
kehidupan suatu bangsa akan sembilan lokasi terpilih di Indonesia
bermasalah. Karena pada dasarnya dengan mempertimbangkan tingkat
ideologi Pancasila adalah penentu heterogenitas suku bangsa (etnik),
arah perjalanan suatu bangsa. Berkaca agama dan kepercayaan, dan
pada hal tersebut maka berbagai kependudukan. IKIP ini ke depan
upaya untuk menyelesaikan diharapkan akan menjadi salah satu
permasalahan ideologi mendesak indikator yang dirujuk dan digunakan
untuk dilakukan. Pada tahap awal, pemerintah, lembaga-lembaga terkait,
upaya penyelesaian masalah tersebut dan masyarakat dalam menentukan
adalah dengan melakukan diagnosa arah pembangunan nasional.
terhadap kondisi ketahanan ideologi
Pancasila di Indonesia.
Diagnosa terhadap ketahanan
ideologi Pancasila dapat dilakukan
dengan memanfaatkan instrumen
Indeks Ketahanan Ideologi Pancasila
(IKIP). Instrumen ini secara khusus
didesain untuk mengukur tingkat PEMBAHASAN
ketahanan ideologi Pancasila di
Indonesia. Selain itu IKIP juga bisa Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa
digunakan untuk mendeteksi sedini dan Negara Indonesia
mungkin berbagai potensi pelemahan Ideologi merupakan gabungan
ideologi Pancasila di suatu daerah. dari bahasa Yunani “idea” dan “logos”
Ketika potensi melemah dan yang berarti tujuan, cita-cita, sudut
pelemahan ideologi Pancasila pandang, pemikiran dan pengetahuan.
terdeteksi secara dini maka berbagai Ideologi merupakan seperangkat ide
hal yang mengarah pada kehancuran atau keyakinan yang menentukan cara
bangsa dan negara Indonesia bisa pandang seseorang untuk mencapai
segera tertangani dengan baik. tujuan dengan berdasar kepada
Instrumen semacam ini sangat pengetahuan. Dapat kita ketahui
dibutuhkan Indonesia di tengah bahwa “ideologi Pancasila merupakan
berkecamuknya Proxy war di dunia. kumpulan nilai dan norma yang
Pada level berikutnya pemangku menjadi landasan keyakinan dan cara
kepentingan bisa menggunakan hasil berpikir untuk mencapai tujuan dengan
pengukuran IKIP untuk menyusun
berdasar kepada lima sila dalam dalam mencapai tujuan bersama yang
Pancasila”. telah disepakati dan bersifat sistematis.
Pengertian ideologi secara umum juga
Sehingga negara yang memiliki
dapat diartikan sebagai sekumpulan
ideologi Pancasila juga memiliki
peraturan baik berupa ide maupun
sebuah dasar negara yang
gagasan dan kepercayaan yang
berdasarkan Pancasila. Dasar negara
digunakan untuk mengatur kehidupan
menjadi sebuah tatanan untuk
di bidang tertentu. Bersifat mengikat
mengatur penyelenggaraan negara
dan tersistematis.
serta menjadi pedoman hidup
bernegara. 2. Pengertian Secara Harfiah
Ideologi mengatur setiap warga negara
di segala aspek kehidupan. Hampir Sedangkan jika pengertian ideologi
semua bidang kehidupan baik seperti diartikan menurut asal katanya. Seperti
agama, politik, budaya dan sosial. kebangsaan penemu pertama ideologi,
Sebagai warga negara mengetahui kata ini berasal dari Yunani. Yang
mengenai ideologi menjadi kewajiban. terdiri dari dua kata dasar yang
Agar tercipta tata kehidupan yang menyusun terciptanya istilah ideologi.
sesuai dengan apa yang di cita- Maka secara bahasa arti kata ideologi
citakan. Dalam kehidupan bernegara adalah segenap pemikiran dan ilmu
yang banyak aturan dan pedoman yang ditujukan untuk dapat mencapai
yang berlaku serta bersifat mengikat. tujuan dan angan-angan masyarakat
Meskipun terkadang hal-hal tersebut dalam aspek hidup tertentu. 3. Definisi
tidak berupa undang-undang yang Menurut Ahli
tertulis. Segala aturan tersebut jelas Bermacam pendapat menurut ahli
disebutkan dalam pengertian ideologi. dikemukakan untuk memberikan
Peraturan yang bersifat tidak tertulis penjelasan mengenai arti dari kata
pun menjadi pemberi aturan yang ideologi. Baik yang dicetuskan oleh
pokok. Pengertian ideologi dibahas cendekiawan dalam dan luar negeri.
dalam beberapa pembagian. Berikut beberapa penjelasan dari
Walaupun pada dasarnya penjelasan ideologi menurut para ahli,
yang ada bersifat sama. Secara garis
besar ideologi berarti suatu keyakinan a. William James
yang dianut secara bersama dan
dilaksanakan dengan penuh tanggung Mengemukakan bahwa pengertian
jawab. ideologi yaitu “ A man’s total view or
thought about live” yang dituli dalam
1. Pengertian Secara Umum buku yang berjudul Varietis Religious
Eksperience. Menyimpulkan bahwa
Dicetuskan pertama kali oleh Antoine ideologi merupakan pemikiran manusia
Destutte de Tracy. Dan telah yang dapat digunakan untuk merujuk
dikenalkan sejak abad ke 18M silam. pada totalitas yang dapat ia lakukan.
Bertujuan untuk menyamakan gagasan
b. Mubyarto ditemukan dalam masyarakat sendiri;
ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa
Dalam buku kumpulan tulisan digali dan ditemukan dalam kehidupan
Pancasila sebagai ideologi tahun 1991. mereka isinya tidak langsung
Mubyarto menyebutkan bahwa operasional. Sehingga, setiap generasi
pengertian ideologi adalah sebagai baru dapat dan perlu menggali kembali
sejumlah doktrin, kepercayaan, dan falasafah tersebut dan mencari
simbol-simbol sekelompok masyarakat implikasinya dalam situasi kekinian
atau satu bangsa yang menjadi mereka. tidak pernah memperk0sa
pegangan dan pedoman kerja (atau kebebasan dan tanggung jawab
perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat, melainkan menginspirasi
masyarakat atau bangsa itu. Terkait masyarakat untuk berusaha hidup
dengan soal penafsiran ideologi, bertanggung jawab sesuai dengan
secara pengelompokan ideologi terbagi falsafah itu. Menghargai pluralitas,
dalam dua macam watak ideologi, sehingga dapat diterima warga
yaitu ideologi tertutup dan ideologi masyarakat yang berasal dari berbagai
terbuka. Dari kedua ideologi tersebut latar belakang budaya dan agama.
dapat dipahami tentang pengertian dan
Ideologi Tertutup
ciri-cirinya, sebagaimana terangkum
seperti berikut:
Pengertian: Ideologi
Ideologi Terbuka tertutup adalah ideologi yang bersifat
mutlak. Dengan kata lain bahwa
Pengertian: Ideologi terbuka adalah Ideologi tertutup merupakan ajaran
ideologi yang tidak dimutlakkan. Dapat atau pandangan dunia atau filsafat
diartikan juga bahwa nilai-nilai dan yang menentukan tujuan-tujuan dan
citacitanya tidak dipaksakan dari luar, norma-norma politik dan sosial, yang
melainkan digali dan diambil dari ditasbihkan sebagai kebenaran yang
kekayaan rohani, moral dan budaya tidak boleh dipersoalkan lagi,
masyarakatnya sendiri. Ideologi melainkan harus diterima sebagai
terbuka merupakan ideologi yang sesuatu yang sudah jadi dan harus
dapat berinteraksi dengan dipatuhi.
perkembangan zaman dan adanya
dinamika secara internal. Ciri-ciri ideologi tertutup adalah:

Ciri-ciri ideologi terbuka adalah: bukan merupakan cita-cita yang


sudah hidup dalam masyarakat,
merupakan kekayaan rohani, melainkan cita-cita sebuah kelompok
dan budaya masyarakat (falsafah). yang digunakan sebagai dasar untuk
Jadi, bukan keyakinan ideologis mengubah masyarakat; apabila
sekelompok orang, melainkan kelompok tersebut berhasil menguasai
kesepakatan masyarakat tidak Negara, ideologinya itu akan
diciptakan oleh Negara, tetapi dipaksakan pada masyarakat. Nilai-
nilai, norma-norma, dan berbagai segi Pancasila memiliki ciri menyeluruh
kehidupan masyarakat akan diubah yaitu tidak berpihak pada golongan
sesuai dengan ideologi tersebut; tertentu serta ideologi Pancasila yang
bersifat totaliter, artinya mencakup/ dikembangkan dari nilai-nilai yang ada
mengurusi semua bidang kehidupan. pada realitas bangsa Indonesia
Karena itu, ideologi tertutup ini mampu mengakomodasikan berbagai
cenderung cepat-cepat berusaha idealisme yang berkembang dalam
menguasai bidang informasi dan masyarakat yang bersifat majemuk dan
pendidikan; sebab, kedua bidang Ideologi juga dapat diartikan sebagai
tersebut merupakan sarana efektif operasionalisasi dari suatu pandangan
untuk mempengaruhi perilaku atau filsafat hidup dan merupakan
masyarakat pluralisme pandangan dan norma ideal yang melandasi ideologi,
kebudayaan ditiadakan, hak asasi tidak karena norma itu akan dituangkan
dihormati; menuntut masyarakat untuk dalam perilaku, juga dalam
memiliki kesetiaan total dan kesediaan kelembagaan sosial, politik, ekonomi,
untuk berkorban bagi ideologi tersebut. pertahanan keamanan sebagainya.
Isi ideologi tidak hanya nilai-nilai dan Jadi filsafat sebagai sumber dan
citacita, tetapi tuntutan-tuntutan konkret sumber bagi perumusan ideologi yang
dan operasional yang keras, mutlak, juga menyangkut strategi dan doktrin,
dan total. dalam menghadapi masalah yang
timbul di dalam kehidupan bangsa dan
Ideologi partikular dan ideologi
negara, termasuk di dalamnya
komprehensif menentukan sudut pandang dan sikap
Dari segi sosiologis, Karl Mannhein dalam menghadapi aliran atau sistem
membedakan dua macam kategori filsafat yang lain.
ideologi yaitu ideologi yang bersifat Analisis Ideologi Partikular dan ideologi
partikular dan ideologi yang bersifat komprehensif sistematis dan berkaitan
komprehensif. 1.Ideologi Partikular dengan kepentingan satu kelas sosial
Didefinisikan sebagai suatu keyakinan tertentu dalam masyarakat. Ideologi
yang tersusun secara sistematis dan Komprehensif adalah suatu sistem
terkait erat dengan kepentingan satu pemikiran menyeluruh mengenai
kelas sosial tertentu dalam semua aspek kehidupan sosial.
masyarakat. 2. Ideologi Komprehensif Ideologi Aspek Partikular
Komprehensif Karakteristik, nilai- nilai,
Didefinisikan sebagai suatu sistem gagasan, pikiran dan cita-cita sebagai
pemikiran menyeluruh mengenai keyakinan-keyakinan yang tersusun
semua aspek kehidupan sosial. Dalam secara sistematis dan berkaitan
ideologi ini terdapat suatu cita-cita dengan
yang bertujuan untuk melakukan kepentingan kelas sosial tertentu. Nilai-
transformasi sosial secara besar- nilai, gagasan, pikiran dan cita-cita
besaran menuju bentuk tertentu. bersifat menyeluruh sebagai hasil
Ideologi diatas, artinya ideologi
akomodasi tanpa berpihak pada kelas dan logos yang berarti ilmu. Dengan
sosial ataupun golongan tertentu kata lain, ideologi diartikan sebagai
Relasi antara penguasa dan rakyat, ilmu mengenai suatu gagasan. Hal ini
Negara melindungi dan menjalankan sesuai dengan pendapat Al Marsudi &
idealisme tertentu, misalnya negara Subandi (2001, hlm. 57) yang
komunis melindungi kaum proletar, menyatakan “ideologi adalah ajaran
negara liberal membela kebebasan atau ilmu tentang gagasan atau buah
individu Negara mengakomodasi pikiran”. Adapun gagasan yang
berbagai idealisme yang berkembang dimaksud adalah gagasan tentang
dalam masyarakat. masa depan. Gagasan ini juga sebagai
cita-cita atau impian, sekaligus juga
Hubungan antara filsafat dan Ideologi
merupakan gagasan ilmiah, rasional,
Filsafat dan ideologi sering kali yang bertolak dari analisis masa kini.
dianggap hampir serupa, namun Ideologi ini tidak sekedar gagasan,
sebenarnya hal tersebut tidaklah sama. melainkan gagasan yang diikuti dan
Hal tersebut dapat terlihat jika kita dianut sekelompok besar manusia atau
bahas terlebih dahulu pengertian dari bangsa, sehingga ideologi tersebut
keduanya. Secara bahasa filsafat bersifat menggerakkan manusia untuk
berasal dari bahasa Yunani merealisasikan gagasan tersebut.
philosophia. Pada bahasa Yunani kata “Meskipun gagasan seseorang, betapa
tersebut merupakan kata majemuk, ilmiah, rasional atau luhurnya, belum
berasal dari kata Philia yang berarti bisa disebut ideologi, apabila belum
persahabatan atau cinta dan kata dianut oleh banyak orang dan
Sophia yang berarti kebijaksanaan. diperjuangkan serta diwujudkan,
Sehingga dapat diartikan seorang dengan aksi-aksi yang
pencinta kebijaksanaan. Selain itu, berkesinambungan” Filsafat dan
filsafat juga diartikan sebagai berpikir ideologi memiliki suatu keterkaitan.
secara mendalam, sistematis, radikal, Sebelum lahirnya sebuah ideologi
dan universal dalam rangka mencari maka ada filsafat terlebih dahulu.
kebenaran, inti, hikmah, atau hakikat Filsafat berubah menjadi ideologi
mengenai segala sesuatu yang ada. setelah filsafat tersebut digunakan
Intinya filsafat berupaya menjelaskan untuk cita-cita dan dikerjakan atau
inti, hakikat, hikmah, mengenai sesuatu dipatuhi oleh sekelompok besar
yang mendasar, asas, dan inti yang manusia. Filsafat sebagai pandangan
bersifat lahiriah. Ideologi merupakan hidup pada hakikatnya merupakan
sebuah istilah yang lahir pada akhir sistem nilai kebenaran yang telah
abad ke-18 atau tepatnya tahun 1796 diyakini sehingga dijadikan dasar atau
yang dikemukakan filsuf Perancis pedoman bagi manusia dalam
bernama Destutt de Tracy dan memandang realitas alam semesta,
kemudian dipakai Napoleon Bonaparte. manusia, masyarakat, bangsa, dan
Istilah itu berasal dari dua kata bahasa negara, tentang makna hidup serta
Perancis ideos yang berarti gagasan sebagai dasar dan pedoman bagi
manusia dalam menyelesaikan mengandung nilai-nilai yang berakar
masalah-masalah yang dihadapi dalam pada pandangan hidup bangsa.
kehidupan. “Hal itu berarti filsafat telah Kesimpulannya, ideologi bersumber
beralih dan menjelma menjadi pada suatu sistem filsafat dan
ideologi”. merupakan pelaksanaan sistem
filsafat. Atas dasar asas teoritis, maka
Filsafat merupakan suatu
tidak mungkin suatu bangsa menganut
pemikiran kritis untuk melogikakan
dan melaksanakan sistem ideologi
sesuatu, sehingga filsafat menjadi akar
yang tidak bersumber pada filsafat
dari setiap ilmu pengetahuan,
hidup atau filsafat negara mereka
sedangkan ideologi adalah suatu ilmu
sendiri.
yang mempelajari tentang cita-cita.
Sudah tentu tanpa adanya filsafat, Mengenal Ketahanan Ideologi
ideologi tidak akan ada. Setiap ideologi Pancasila
bersumber dari filsafat. Filsafat lahir
dari perenungan dan pencarian jati diri Pembahasan ketahanan
sehingga lahirlah citacita dan tujuan ideologi Pancasila tidak bisa terlepas
yang menjadi landasan hidup dari Ketahanan Nasional. Ketahanan
seseorang atau suatu kelompok nasional sering diterjemahkan dalam
sehingga hal tersebut menjadi identitas bahasa Inggris sebagai nasional
bagi pemilik ideologi tersebut. Ideologi resilience karena dianggap memiliki
merupakan hasil filsafat. Artinya, pengertian yang dinamik, aktif, dan
ideologi adalah output dari struktur proaktif. Ketahanan nasional
pemikiran yang sudah matang, komplit, merupakan kondisi dinamik suatu
dan sistesis berupa tawaran-tawaran bangsa yang berisi keuletan dan
terhadap aspek-aspek kehidupan yang ketangguhan. Ketahanan nasional juga
lebih kompleks. Untuk lebih memahami mengandung kemampuan untuk
hal ini, kita coba bahas mengenai mengembangkan kekuatan nasional
ideologi negara Indonesia, yakni dalam menghadapi dan mengatasi
Pancasila. Pancasila sebagai filsafat segala tantangan, ancaman,
mengandung pandangan, nilai, dan hambatan, dan gangguan, baik itu
pemikiran yang dapat menjadi yang berasal dari dalam negeri
substansi dan isi pembentuk ideologi maupun dari luar negeri, baik yang
Pancasila. secara langsung maupun yang tidak
langsung membahayakan integritas,
Pancasila dikatakan
identitas, kelangsungan hidup bangsa
sebagai filsafat karena Pancasila
dan negara, serta perjuangan
merupakan hasil perenungan jiwa
mengejar tujuan dan cita-cita
secara mendalam yang dituangkan
nasionalnya. Hal tersebut dapat
dalam suatu sistem. Sila-sila Pancasila
dimengerti sebab salah satu peran
yang merupakan sistem filsafat pada
konsepsi ketahanan nasional adalah
hakikatnya merupakan suatu kesatuan,
sebagai metode dan pendekatan
sehingga Pancasila sebagai ideologi
komprehensif integral dalam
penyelenggaraan kehidupan dan menggunakan metode inovatif yang
pembangunan nasional. sesuai dengan perkembangan zaman.
Upaya tersebut dilakukan mengingat
Salah satu elemen penting
pentingnya prospek ketahanan
dalam menggapai ketahanan nasional
nasional terhadap generasi muda pada
adalah ketahanan ideologi. Untuk
masa mendatang. Hal itu sesuai
kasus di Indonesia, ideologi yang
dengan analisis yang menunjukkan
dimaksudkan adalah ideologi
bahwa ketahanan nasional tidak dapat
Pancasila. Hal tersebut ditegaskan
terlepas dari faktor-faktor
dalam kajiannya yang menyebutkan
perkembangan berbagai segi
bahwa ketahanan nasional
kehidupan dalam ranah global,
mengandung prinsip dasar
regional, dan nasional. Suryosumarto,
pengejawantahan Pancasila dalam
dalam kajiannya “Prospek Ketahanan
segenap aspek kehidupan nasional.
Nasional dalam Era Reformasi dan
Berbicara tentang ideologi Pancasila,
Otonomi Daerah”, juga menyebutkan
suka tidak suka, kita juga harus
berbagai contoh studi kasus yang
merujuk pada pidato Ir. Soekarno
memperlihatkan perlunya penguatan
dalam Sidang BPUPKI tanggal 1 Juni
ketahanan nasional dan ideologi.
1945. Dalam pidato tersebut ia
menegaskan bahwa Pancasila adalah Penguatan ketahanan ideologi
satu-satunya ideologi yang mampu perlu dilakukan mengingat dalam
menyatukan bangsa Indonesia. Selain perkembangan global terlihat
itu, peran Pancasila dalam perdamaian adanya dominasi kepentingan
dunia juga memegang peran yang ekonomi dan perdagangan setelah
sangat vital karena mampu menjadi berakhirnya perang dingin antara
ideologi penyeimbang antara Blok Barat dan Blok Timur yang
sosialisme dan kapitalisme. Hal berpengaruh terhadap negara maju,
tersebut sesuai dengan semangat dan negara berkembang, dan negara
cita-cita luhur para pendiri bangsa miskin. Dalam perkembangan regional,
Indonesia yang menginginkan ketahanan nasional berhadapan
terwujudnya perdamaian dunia. juga dengan kesepakatan tentang
memegang peran yang sangat vital perdagangan bebas. Sementara dalam
karena mampu menjadi ideologi perkembangan nasional, ketahanan
penyeimbang antara sosialisme dan nasional dihadapkan pada pengaruh
kapitalisme. Hal tersebut sesuai kehidupan nasional dalam bidang
dengan semangat dan citacita luhur politik, ekonomi, sosial dan budaya,
para pendiri bangsa Indonesia yang serta pertahanan dan keamanan
menginginkan terwujudnya perdamaian pasca-1998. Pembudayaan nilai-nilai
dunia. penguatan ideologi Pancasila Pancasila minimal harus dilakukan
bisa dilakukan dengan cara dalam tiga tataran, yaitu sistem, pelaku
membudayakan nilai-nilai Pancasila atau aktor, dan model/metode. Nilai-
secara masif dan sistematis nilai Pancasila yang meliputi nilai
ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, Sifat dinamis inilah yang sangat
kerakyatan, hingga keadilan, harus dibutuhkan dalam tetap menjaga
diterjemahkan ke dalam variabel dan ketahanan nasional di tengah arus
indikator yang mudah diaplikasikan perubahan modern. Di samping itu
dalam masyarakat. Sisi aplikatif Pancasila juga memiliki sifat sebagai
Pancasila seperti disebutkan di atas, ideologi yang komprehensif. Sifat inilah
akan mudah diwujudkan apabila yang sangat penting dalam mendasari
Pancasila itu sendiri bersifat terbuka ketahanan nasional. Ideologi
dan dinamis. komprehensif adalah suatu sistem
pemikiran menyeluruh mengenai
Hubungan antara ketahanan
semua aspek kehidupan sosial dan
nasional dengan ideologi Pancasila
menyeluruh. Ideologi Pancasila tidak
Hubungan antara ketahanan berpihak pada golongan tertentu
nasional dengan ideologi Pancasila karena dikembangkan dari nilai-nilai
merupakan sesuatu yang tidak bisa yang ada pada realitas bangsa
dipisahkan. Ideologi Pancasila Indonesia itu mampu
merupakan alat pemersatu dan mengakomodasikan berbagai
penguat ketahanan nasional. Pada idealisme yang berkembang dalam
awal pembentukan negara Indonesia. masyarakat yang sifatnya beragam.
Ideologi Pancasila disepakati secara Ciri komprehensif lainnya adalah
politik yang mendasari dibentuknya terletak pada esensinya, yaitu nilai-nilai
negara Indonesia. Ideologi ini akan Pancasila merupakan prinsip dasar
digunakan sebagai arah dan cita-cita dalam hidup bersama dalam suatu
membangun bangsa dan negara. kehidupan kemasyarakatan,
Ideologi Pancasila dibangun sebagai kebangsaan, dan kenegaraan dari
gagasan atas keberagaman yang suatu bangsa yang beraneka ragam
dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kaelan budaya dan agama. Kondisi
(2002) menyatakan bahwa jati diri keanekaragaman tersebut bersepakat
bangsa Indonesia adalah nilai-nilai mendirikan suatu negara bangsa demi
yang lahir dari hasil buah pikiran dan terwujudnya cita-cita bersama yaitu
gagasan dasar bangsa Indonesia suatu kualitas kehidupan dalam suatu
tentang kehidupan yang dianggap baik negara.
dan mulia yang menjadi watak, corak,
Urgensi Ketahanan Ideologi
dan ciri masyarakat
Indonesia. Pertempuran antar berbagai
ideologi di dunia memungkinkan
Pancasila juga memiliki ciri
semakin kerasnya usaha untuk saling
sebagai ideologi terbuka, yang berarti
menjatuhkan, termasuk terhadap
nilai-nilai Pancasila dapat
Pancasila. Menegaskan tentang
dikembangkan sesuai dengan
adanya berbagai tantangan,
perubahan jaman dalam menjalani
hambatan, dan gangguan
kehidupan berbangsa dan bernegara.
terhadap
Pancasila dalam kehidupan saat ini ideologi Pancasila di Indonesia, dan
yang berasal dari luar maupun dalam menyusun rekomendasi kebijakan
negeri. Ancaman dari luar negeri dalam memperkuat ketahanan
tampak pada adanya pihak-pihak yang nasional. Di samping itu, IKIP dapat
ingin mengampanyekan pandangan menentukan level ketahanan ideologi
hidupnya untuk diberlakukan bagi Pancasila pada suatu wilayah di
seluruh umat manusia misalnya Indonesia.
dengan munculnya liberalisme,
Faktor Pelemahan dan
komunisme, dan lain sebagainya.
Kekuatan Ketahanan Ideologi
Termasuk bangsa Indonesia.
Pancasila
Sementara dari dalam negeri, masih
ditemui adanya pihak-pihak yang tidak Ideologi Pancasila menghadapi
setuju dengan dijadikannya Pancasila gejala sosial dan tantangan sebagai
sebagai ideologi negara. Selama ini dinamika ideologi pada umumnya. Era
Pancasila telah teruji menjadi modernitas menunjukkan adanya
pandangan hidup yang dibutuhkan peningkatan kebebasan dan berisiko
bangsa dengan nilai-nilai ketuhanan, pada sikap hidup masyarakat bangsa.
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, Ada faktor yang bisa mengancam
hingga keadilannya. Dengan penjiwaan ketahanan ideologi dan ada faktor yang
terhadap nilai-nilai Pancasila, menjadi kekuatan ketahanan ideologi.
Indonesia sebagai negara berkembang Beberapa faktor pelemahan ketahanan
senantiasa terjaga karena Pancasila ideologi Pancasila berawal dari realitas
dapat menjadi tameng penguat keberagaman, baik secara kultural,
ketahanan nasional. Sepengetahuan etnis dan sub etnis, bahasa, dan
Tim Peneliti, belum ada instrumen agama/kepercayaan. Muncul sikap-
yang mampu mengukur dan sikap intoleransi, primordialisme,
mendeteksi secara dini tingkat stereotip, egoistis dan rapuhnya empati
ketahanan ideologi Pancasila di terhadap sesama. Pelemahan
Indonesia. Kajian tentang ketahanan ketahanan ideologi juga dipicu oleh
ideologi Pancasila memiliki banyak media yang kerap melemahkan suatu
manfaat. Secara akademis riset ini etnis dan memicu konflik yang akan
mampu menjembatani tataran konsep terjadi akibat dari kelemahan
dan praktis konsep-konsep ke- menginterpretasi suatu persoalan.
Pancasila-an. Secara praktis, hasil Media sering kali hanya
riset ini mampu digunakan untuk: mengedepankan bisnis dan untung,
mengukur tingkat ketahanan ideologi dan kerap secara tidak fair untuk
Pancasila pada generasi muda menampilkan suatu realitas sosial,
Indonesia, mengukur tingkat yaitu kemungkinan menyembunyikan
keberhasilan pembudayaan nilai-nilai fakta atau realitas. Faktor pelemahan
Pancasila pada masyarakat, ketahanan ideologi Pancasila juga
mendeteksi gejala-gejala yang mengancam warga negara dalam usia
berpotensi memperlemah ketahanan produktif, terutama pada
pelajar/mahasiswa. Usia produktif disebut sebagai negara plural yang
dekat sekali dengan upaya mereka terlengkap di dunia di samping negara
untuk mencari jati diri, membentuk Amerika. Negara wajib memberi solusi
identitas sesuai dengan yang atas persoalan warga negaranya,
diinginkannya. Oleh karena itu faktor sesuai dengan hak warga negara yang
eksternal dan internal menjadi suatu tertuang dalam UUD 1945. Jika hal ini
fokus untuk bisa dibenahi dengan baik. dibiarkan begitu saja, maka semakin
Pada mereka yang menjadi tinggi konflik terjadi, dan semakin besar
pelajar/mahasiswa, unsur dan cara masyarakat mempertanyakan
atau metode yang seharusnya kedudukan dan eksistensi Pancasila
diterapkan kepada mereka melalui sendiri.
pendidikan kewarganegaraan
Ketahanan ideologi Pancasila
sanggatlah penting, dan ini didukung
dengan tidak melepaskan faktor
oleh sistem pembelajaran yang baik.
pelemahan dan kekuatan, Indonesia
Faktor kekuatan ketahanan tetap harus membangun dan
ideologi Pancasila yaitu didasari oleh mempertahankan diri dengan
objektivitas pengalaman Pancasila mengedepankan otonomi atau
sesuai dengan kearifan lokal dan tidak kemandirian. Bukan untuk melepaskan
mengancam eksistensi masyarakat relasi dengan negara yang lain, karena
yang lain. Secara historis masyarakat itu juga sangat penting, tetapi
seharusnya sadar bahwa bangsa kemandirian itu dibangun dengan
Indonesia telah mengalami kehidupan melihat potensi Indonesia. Apa yang
dan perjuangan untuk mencapai satu bisa dibangun dan diperkuat, dan apa
tujuan bersama, dan oleh karena itu yang harus ditinggalkan. Kearifan lokal
harus dipertahankan bersama juga menjadi penting untuk membangun
tanpa mengesampingkan yang lain. bangsa secara arif dan bijaksana.
Pancasila harus terbuka dan aktual, Bukan hal yang mudah mengingat
Pancasila menjadi jalan untuk bangsa Indonesia sangat majemuk.
menyelesaikan problematik kehidupan Dengan demikian, secara langsung
di Indonesia untuk mengatasi problem maupun tidak langsung terorisme
individualitassosialitas, sistem elektif in selalu berdampak negatif terhadap
korporatif menjadi dasar dan filter masyarakat dan bangsa. Titik rawan
terhadap perubahan. Keberagaman bagi bangsa Indonesia adalah
harus dihayati sebagai suatu kekayaan mayoritas penduduk Indonesia yang
yang dijaga dan dihormati, maka beragama Islam, dan pengaruh
semboyan bangsa atas Bhinneka radikalisme akan menggoyang
Tunggal Ika adalah bentuk keyakinan ketahanan bangsa. Dengan demikian,
atas perbedaan tanpa merusak bangsa Indonesia memberi gambaran
kebersamaan. Pendidikan moralitas dunia, bahwa keberagaman telah
sangat penting bagi masyarakat disetarakan dalam prinsip Sumpah
Indonesia, sebab Indonesia dapat Pemuda. Persatuan dan kesatuan
bangsa dapat didasarkan pada yang berfungsi untuk memotret kondisi
persamaan tanah air, bahasa, dan ketahanan ideologi Pancasila pada
berbangsa Indonesia. Kembali pada suatu daerah. IKIP hanya mampu
persoalan menghadapi era globalisasi, memotret data permukaan bukan
penting menengok kearifan lokal. kedalaman data. Seperti halnya
Kearifan lokal akan lestari jika selalu kamera, keakuratan hasil potretan
diimplementasikan dalam kehidupan tergantung seberapa besar pixel yang
konkret sehari-hari sehingga mampu digunakan. Pixel dalam IKIP ini seperti
menjawab arus tantangan zaman yang halnya responden, keakuratan data
selalu berubah. Kearifan lokal juga sangat bergantung pada jumlah
harus diimplementasikan dalam responden yang diteliti.
kebijakan negara.
Ketiga, aspek yang diukur dalam
IKIP ini diambil dari nilai-nilai utama
sila-sila Pancasila yakni
KESIMPULAN Ketuhanan,
Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan,
Berdasar penjelasan tersebut di dan Keadilan Sosial. Kemudian dari
atas dapat ditarik simpulan sebagai setiap aspek tersebut
berikut. Pertama, IKIP merupakan dikategorisasikan lagi ke dalam enam
salah satu jawaban atas berbagai indikator yaitu Politik, Kenegaraan-
pertanyaan dari berbagai pihak yang kebangsaan, Sosial, Kebudayaan,
mengungkapkan bahwa Pancasila Keagamaan, dan Ekonomi. Dari setiap
selama ini berada pada level awang- indikator tersebut diturunkan lagi ke
awang dan belum mampu menyentuh dalam item-item. Item-item tersebut
level praktis. Meskipun terjadi banyak disusun dengan mempertimbangkan
reduksi nilai-nilai Pancasila pada upaya aspek pengetahuan, sikap, dan
ini, namun diharapkan dengan perilaku individu dalam kehidupan
instrumen ini berbagai pihak bisa berbangsa dan bernegara di Indonesia.
memanfaatkannya untuk memperkuat Pertimbangannya, semakin baik tingkat
ketahanan ideologi Pancasila. Karena pemahaman, sikap, dan perilaku
dengan ketahanan ideologi Pancasila masyarakat dalam hidup berbangsa
yang kuat maka kedaulatan bangsa dan bernegara maka akan semakin
dan negara menjadi semakin kuat. baik tingkat ketahanan ideologi
Kedua, IKIP disusun Pancasila.
melalui proses dan perdebatan yang Keempat, pada ranah praktis,
panjang mulai dari level ideologi IKIP juga sudah berhasil digunakan
sampai dengan menjadi indikator yang untuk mengukur tingkat ketahanan
terukur. IKIP ini sifatnya kuantitatif, ideologi Pancasila pada sembilan
sehingga data yang berhasil diberikan provinsi di Indonesia.
barulah berupa angka-angka statistik.
Instrumen ini ibarat sebuah kamera
Kelima, instrumen IKIP yang terbukti sudah bisa digunakan untuk
dihasilkan dalam riset ini sudah mengukur tingkat ketahanan
tersusun dengan cukup baik dan ideologi Pancasila di suatu daerah

.
DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, Masykuri, 2013, “Hubungan


Agama dan Negara”, dalam Jurnal Ahkam, Vol. XIII No. 2, Juli 2013.
Jacob, T. 1999. “Disintegrasi Moral Masyarakat dalam Perspektif Ketahanan
Nasional” dalam Jurnal Ketahanan
Nasional IV

Jusuf, S., 2008, “Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pengembangan Kualitas


Materi Pancasila dan Kewarganegaraan”, dalam Jurnal Sosioteknologi Edisi 13
Tahun 7, April 2008.
Kaelan, 2002, Filsafat Pancasila, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia,
Yogyakarta:Paradigma.
Suryosumarto, Budisantoso, 1996,
“Prospek Masa Depan Lembaga Ketahanan Nasional” dalam Jurnal Ketahanan
Nasional I (1).“Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dalam
Kehidupan Nasional dan Perencanaan Pembangunan”
Mugasejati, Nanang Pamuji, 1999,
“Agresivitas Amerika: Agenda Baru Ketahanan Nasional dalam Era
Globalisasi” dalam Jurnal Ketahanan Nasional IV (1),. Diakses 16 Desember 2020,
pukul 19:06.
Sastrapratedja, M., 1991, Dalam Pancasila Sebagai Ideologi. Pancasila Sebagai
Landasan Ideologi Dalam Kehidupan
Budaya, Jakarta: BP-7 Pusat

Soedarsono, S., 1997, Ketahanan Pribadi dan Ketahanan Keluarga sebagai


Tumpuan Ketahanan Nasional, Jakarta, Internusa.
Soekarno, 2008, Pancasila Dasar Negara: Kursus Presiden Soekarno tentang
Pancasila. Yogyakarta: PSP UGM.
Soemargono, Soedjono,tt, Ideologi Pancasila Sebagai Penjelmaan Filsafat Dan
Pelaksanaannya Dalam Masyarakat Kita Dewasa Ini, Makalah Diskusi Dosen
Fakultas Filsafat UGM.