Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Eliminasi – 2015

Berikut adalah perhitungan nilai asset bersih PT Andalas dan bagian PT Nusantara dan
kepentingan nonpengendali atas asset bersih tersebut.

TABEL 6.11

Tabel Perhitungan Jurnal Eliminasi

Kepentingan
PT Nusantara Saham
Nonpengendali Saldo Laba
(75%) Biasa
(25%)
Saldo Awal 900.000.000 300.000.000 800.000.000 400.000.000
Laba Bersih a 165.000.000 55.000.000 220.000.000
Dividen (37.500.000) (12.500.000) 800.000.000 (50.000.000)
Saldo Akhir b 1.027.500.000 342.500.000 570.000.000
Keuntungan
Belum c (15.000.000) (5.000.000)
Terealisasi
Saldo Akhir
b-c 1.012.500.000 337.500.000
Disesuaikan
Bagian Laba
atas PT a-c 150.000.000
Andalas
Bagian Laba
Kepentingan
a-c . 50.000.000
Nonpengendali
.

Jurnal Eliminasi (7e) merupakan jurnal eliminasi dasar yang dibuat untuk
mengeliminasi bagian laba dan dividen PT Nusantara dan kepentingan nonpengendali serta
investasi awal PT Nusantara di PT Andalas. Tanah yang diperoleh PT Nusantara dari PT
Andalas belum terjual sampai akhir 2015 sehingga dari sudut pandang konsolidasi, keuntungan
penjualan tanah PT Andalas harus dieliminasi.
Kertas Kerja Konsolidasian – 2015

Berikut adalah kertas kerja yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian 2015:

TABEL 6.12

Kertas Kerja Konsolidasian 2015

Jurnal Eliminasi
Nama Akun PT Nusantara PT andalas Konsolidasian
Debit Kredit
Laporan Laba
Rugi
Penjualan 4.800.000.000 875.000.000 5.675.000.000
Biaya Pokok
(3.000.000.000) (550.000.000) (3.550.000.000)
Penjualan
Beban Operasi (900.000.000) (100.000.000) (1.000.000.000)
Beban Penyusutan (250.000.000) (25.000.000) (275.000.000)
Beban Amortisasi (50.000.000) (50.000.000)
Bagian Laba atas
150.000.000 150.000.000
PT Andalas
Keuntungan
20.000.000 20.000.000
Penjualan tanah
Laba Bersih
750.000.000 220.000.000 170.000.000 - 800.000.000
Konsolidasian
Bagian Laba
Kepentingan 50.000.000 (50.000.000)
Nonpengendali
Bagian Induk atas
750.000.000 220.000.000 220.000.000 - 750.000.000
Laba Bersih

Laporan
Perubahan Saldo
Laba
Saldo Laba Awal 1.500.000.000 400.000.000 400.000.000 1.500.000.000
Laba Bersih (dari
750.000.000 220.000.000 220.000.000 750.000.000
atas)
Dikurang: Dividen
(300.000.000) (50.000.000) 50.000.000 (300.000.000)
diumumkan
Saldo Laba Akhir 1.950.000.000 570.000.000 620.000.000 50.000.000 1.950.000.000

Laporan Posisi
Keuangan
Kas dan Setara Kas 1.017.500.000 670.000.000 1.687.500.000
Piutang Usaha 800.000.000 375.000.000 1.175.000.000
Persediaan 650.000.000 400.000.000 1.050.000.000
Investasi pada PT
1.012.500.000 - 1.012.500.000 -
Andalas
Tanah 1.570.000.000 450.000.000 20.000.000 2.000.000.000
Banguna dan
3.000.000.000 400.000.000 3.400.000.000
Peralatan
Akum. Penyusutan (750.000.000) (125.000.000) (875.000.000)
Merek Dagang 410.000.000 410.000.000
Akum. Amortisasi (60.000.000) (60.000.000)
Total Aset 7.650.000.000 2.170.000.000 - 1.032.500.000 8.787.500.000

Utang Usaha 1.200.000.000 300.000.000 1.500.000.000


Utang Obligasi 1.500.000.000 500.000.000 2.000.000.000
Saham Biasa 3.000.000.000 800.000.000 800.000.000 3.000.000.000
Saldo Laba (dari
1.950.000.000 570.000.000 620.000.000 50.000.000 1.950.000.000
atas)
Kepentingan
337.500.000 337.500.000
Nonpengendali
Tota Liabilitas &
7.650.000.000 2.170.000.000 1.420.000.000 387.500.000 8.787.500.000
Ekuitas
Prosedur Konsolidasi Tahun Kedua – 2016

Untuk periode 2016, PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp.
250.000.000 dan mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp. 100.000.000. Tanah yang
diperoleh PT Nusantara dan PT Andalas pada periode 2015 masih dimiliki PT Nusantara sampai
periode 2016 berakhir.

Pencatatan PT Nusantara – 2016

PT Nusantara mencatat investasinya di PT Andalas dengan menggunakan metode


ekuitas. Maka pencatatan yang dibuat PT Nusantara selama tahun 2016 adalah berikut:

31 Des 2016

Investasi pada PT Andalas Rp. 187.500.000

Bagian Laba atas PT Andalas Rp. 187.500.000

31 Des 2016

Kas Rp. 75.000.000

Investasi pada PT Andalas Rp. 75.000.000

Tanah yang diperoleh dari PT Andalas pada tahun 2015 masih berada di PT Nusantara
sampai akhir 2016. Sehingga keuntungan dari penjualan tanah tersebut belum terealisasi. Oleh
karena itu, tidak terdapat pencatatan yang harus dibuat oleh PT Nusantara.

Jurnal Eliminasi – 2016

Berikut adalah perhitungan nilai asset bersih PT Andalas dan bagian PT Nusantara dan
kepentingan nonpengendali atas asset bersih berikut.
TABEL 6.13

Tabel Perhitungan Jurnal Eliminasi

Kepentingan
PT Nusantara
Nonpengendali Saham Biasa Saldo Laba
(75%)
(25%)
Saldo Laba 1.027.500.000 342.500.000 800.000.000 570.000.000
Laba Bersih 187.500.000 62.500.000 250.000.000
Dividen (75.000.000) (25.000.000) (100.000.000)
Saldo Akhir a 1.140.000.000 380.000.000 800.000.000 720.000.000
Keuntungan
Belum b (15.000.000) (5.000.000)
Terealisasi
Saldo Akhir
a-b 1.125.000.000 375.000.000
Disesuaikan

Jurnal dieliminasi (9e) merupakan jurnal eliminasi dasar yang dibuat untuk mengeliminasi
bagian laba dan dividen PT Nusantara dan kepentingan nonpengendali serta investasi awal PT
Nusantara dan PT Andalas.

Saham Biasa Rp. 800.000.000

Saldo Laba Rp. 570.000.000

Bagian Laba atas PT Andalas Rp. 187.500.000

Bagian Laba Kepentingan Nonpengendali Rp. 62.500.000

Dividen Diumumkan Rp. 100.000.000

Investasi pada PT Andalas Rp. 1.140.000.000

Kepentingan Nonpengendali Rp. 380.000.000

Jurnal eliminasi diperlukan untuk mengeliminasi keuntungan atas penjualan tanah yang
belum terealisasi sampai dengan akhir periode 2016. Jurnal eliminasi yang dibuat adalah:

Investasi pada PT Andalas Rp. 15.000.000

Kepentingan Nonpengendali Rp. 5.000.000

Tanah Rp. 20.000.000


Tanah dijual pada 2016

Jika tanah yang diperoleh PT Nusantara dijual pada tahun 2016, maka keuntungan penjualan
tanah sebesar Rp. 20.000.000 telah terealisasi. Oleh karena itu, PT Nusantara harus melakukan
pencatatan atas keuangan penjualan tanah yang telah terealisasi sebagai berikut:

Investasi pada PT Andalas Rp. 15.000.000

Bagian Laba atas PT Andalas Rp. 15.000.000

TABEL 6.15

Tabel Perhitungan Jurnal Eliminasi

Kepentingan
PT Nusantara
Nonpengendali Saham Biasa Saldo Laba
(75%)
(25%)
Saldo Awal 1.027.500.000 342.500.000 800.000.000 570.000.000
Laba Bersih 187.500.000 62.500.000 250.000.000
Dividen (75.000.000) (25.000.000) (100.000.000)
Saldo Akhir 1.140.000.000 380.000.000 800.000.000 720.000.000

Tanah yang diperoleh PT Nusantara dari entitas anak telah terjual pada tahun 2016,
sehingga tidak ada jurnal yang dibuat untuk mengeliminasi keuntungan penjualan tanah yang
pernah dibukukan oleh PT Andalas.
Transaksi Penjualan Aset Tetap Disusutkan
Untuk transaksi penjualan asset tetap yang disusutkan antara induk dan entitas anak,
keuntungan atau kerugian penjualan asset tetap akan terealisasi seiring penggunaan asset
tersebut. Sebelum masuk ke pembahasan transaksi hulu dan hilir, akan dibahas gambaran awal
mengenai transaksi jual beli asset tetap yang akan disusutkan antara induk dan entitas anak dan
bagaimanakah jurnal eliminasi yang perlu dibuat dalam menyusun laporan keuangan
konsolidasian.

Dampak Transaksi Penjualan Asset Tetap Disusutkan terhadap


Pencatatan Entitas Induk dan Jurnal Eliminasi.
Contoh berikut memberikan gambaran komprehensif dampak transaksi penjualan asset
tetap disusutkan, missal kendaran oleh induk ke entitas anak, baik terhadap pencatatan induk
maupun jurnal eliminasi yang harus dibuat pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasian.

Contoh 6.4 Dampak Penjualan Kendaraan terhadap Pencatatan Entitas Induk dan Jurnal
Eliminasi.

Pada 31 desember 2015, PT Palapa (PT P) menjual kendaraan kepada entitas anaknya, PT
Samudera (PT S), pada harga Rp. 210.000.000. PT P memperoleh kendaraan tersebut pada 1
januari 2014 pada harga Rp. 300.000.000. PT P menyusutkan kendaraan tersebut selama 5 tahun
dengan metode garis lurus dan tanpa nilai sisa. Nilai tercatat kendaraan pada 31 desember 2015
adalah Rp. 180.000.000, sehingga PT P membukukan keuntungan penjualan kendaraan sebesar
Rp. 30.000.000.

PT S bermaksud untuk menggunakan kendaraan tersebut untuk operasional dan


menyusutkan kendaraan selama sisa manfaat, yaitu 3 tahun dengan menggunakan metode garis
lurus dan tanpa nilai sisa. Ilustrasi diatas dapat digambarkan dalam bagian berikut:

1 Jan 2014 31 Des 2015

PT P PT S
300.000.000 210.000.000

Keuntungan = 30.000.000
Pencatatan yang dibuat oleh PT P terkait dengan kepemilikan kendaraan tersebut adalah:

1 januari 2014

Kendaraan Rp. 300.000.000

Kas Rp. 300.000.000

31 Desember 2014 dan 2015

Beban Penyusutan Rp. 60.000.000

Akumulasi Penyusutan Rp. 60.000.000

Anda mungkin juga menyukai