Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Alam semesta merupakan ruang dimana di dalamnya terdapat kehidupan biotik
maupun abiotik serta segala macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun
yang belum dapat diungkapkan oleh manusia yang mencakup tentang mikrokosmos dan
makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil,
misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah
benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan
galaksi.
Fenomena Alam saat ini sangat sulit untuk ditebak , bahkan baru – baru ini kita sering
memperoleh informasi terjadinya suaatu kejadian alam sungguh luar biasa yang terjadi
diluar nalar manusia. Seperti halnya peristiwa jatuhnya meteor , sehingga menimbulkan
bermacam – macam argument dari masyarakat tentang kejadian itu. Ada yang
berpendapat bahwa kejadian itu terjadi karena Sang Pencipta marah, ada yang
berpendapat itu tanda – tanda kiamat dan ada yang berpendapat bahwa itu memang
fenomena alam. Hal itu terjadi karena pengetahuan tiap orang perorangan pastilah
berbeda sesuai dengan tingkat pendidikannya.
Kita sebagai mahasiswa dalam menanggapi kejadian itu harus berfikir logis , karena
kaum mahasiswa adalah kaum cendikia yang harus cepat tanggap dalam menyikapi
fenomena alam ini. Khususnya kita adalah mahasiswa jurusan MIPA jadi dalam
berargumen haruslah dapat dibuktikan kebenarannya.
Dari sinilah kelompok kami termotifasi untuk mengupas tuntas tentang materi yang
kami beri judul “Bumi dan Alam Semesta,” Agar kita tahu lebih jelas apa dan bagaimana
yang terjadi sebelum alam semesta ini terbentuk .

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana susunan tata surya?
2. Terdiri dari apa saja lapisan-lapisan bumi?
3. Apa saja dan bagaimana teori-teori tentang terjadinya bumi?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.
2. Untuk mengetahui susunan tata surya.
3. Untuk mengetahui lapisan-lapisan bumi.
4. Untuk mengetahui macam-macam teori-teori terjadinya bumi.
5. Untuk mengetahui penjelasan mengenai terjadinya bumi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pembentukan Alam Semesta


Pengertian alam semesta itu sendiri mencakup tentang mikrokosmos dan
makrokomos, para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian
tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya. Manusia sebagai
makhluk tuhan yang berakal budi dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh
rasa ingin tahunya, untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang di amati.
Dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit
yang sampai di bumi, timbullah beberapa teori yang mengungkapkan tentang
terbentuknya alam semesta. Teori tersebut di kelompokkan menjadi:

2.1 Sistem Tata Surya


Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus
mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.Menurut
pandangan ini, matahari, bulan dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap
diam sebagai pusatnya.Pandangan Geosentris ini 14 abad lamanya dianut orang.
Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia “Nikolas Kopernikus” mengubah
pandangan diatas. Menurutnya bumi adalah planet dan seperti halnya dengan planet-
planet yang lain, beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliosentris).
Pandangan ini didasari oleh adanya hasil pengamatan yang teliti serta perhitungan yang
sistematis.Kesemuanya ini berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan telah
berkembangnya matematika dan fisika sebagai sarana penunjang pada masa itu.
Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda angkasa lain yang
lebih banyak lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan gas antar planet.Semua benda
angkasa ini beredar mengelilingi matahari sebagai pusat disebut Sistem Tata Surya.

A. Bagian-bagian Tata Surya


Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet,
satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar
mengelilinginya.Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.
1. Matahari
Matahari merupakan tata surya yang paling besar, dimana 89% massa tata
surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di
lingkungan tata surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer,
chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat celcius
dan tekanannya ratusan juta atmosfer.Kulit fotosfer suhunya + 60000oC dan
memancarkan hampir semua cahaya.
Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :
a. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara
dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
b. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya
siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran planet lain.
c. Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti
mempelajari bintang-bintang lain.
2. Planet
Planet merupakan benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri,
berbentuk bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian besar planet
memiliki pengiring atau pengikut planet yang disebut satelit yang beredar
mengelilingi planet.
Dalam sistem tata surya terdapat delapan planet. Berdasarkan urutan nya dari
matahari. Planet-planet tersebut terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus, beredar mengelilingi matahari pada orbit atau garis
edarnya masing-masing dalam suatu sistem tata surya.
 Penggolongan Planet
 Berdasarkan massanya, planet dalam sistem tata surya kita dibagi menjadi dua,
yaitu:
1. Planet Kecil (kerdil), seperti : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Ciri
umumnya garis tengahnya kecil, tetapi padat, rapat masa rata-ratanya terletak
antara 2,4 – 5,5 gram setiap sentimeter kubik, biasanya tidak berlapisan angkasa
tebal. Golongan ini menempati lintasan yang dekat dengan matahari.
2. Planet Raksasa, terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Garis
tengahnya jauh lebih besar dibandingkan pada golongan pertama namun kurang
padat. Rapat masa sangat rendah, misalnya Saturnus antara 0,7 – 1,6 gram setiap
sentimeter kubik. Lintasan golongan ini jauh dari matahari.
 Berdasarkan Jaraknya ke Matahari, planet di bagi menjadi dua, yaitu:
1. Planet Dalam (Interior Planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke
matahari lebih dekat dari jarak rata-rata bumi ke matahari atau lintasannya berada
di antara lintasan bumi dan matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang
termasuk Planet Dalam adalah Merkurius dan Venus.
2. Planet Luar (Eksterior Planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke
matahari lebih jauh dari jarak rata-rata bumi ke matahari atau lintasannya berada
di luar lintasan bumi. Planet-planet yang termasuk ke dalam kelompok planet
luar, yaitu Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
 Kesamaan planet di dalam tata surya :
1. Berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat gravitasi, dalam hal ini matahari) dan
berotasi (bergasing mengelilingi pusat masa planet sendiri). Keduanya bergerak
searah berlawanan dengan jarum jam jika dilihat dari kutub utara. Aturan ini hampir
tidak kecualinya diikuti denga patuh, kecuali oleh beberapa satelit.
2. Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari ataupun satelit mengelilingi planet
hampir menyerupai lingkatan. Yang mengingkari hukum ini ialah Merkurius dan
Pluto yang masing-masing mempunyai keeksentrikan 0,206 dan 0,247.
3. Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut terdapat pada
bidang edar yang satu dengan lainnya hampir berhimpitan.
 Syarat benda angkasa disebut sebagai planet
Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional (International
Astronomical Union/IAU) ke-26 yang berlangsung di Praha, Republik Ceko, pada
tanggal 25 Agustus 2006 telah memutuskan beberapa keputusan yang penting, di
antaranya adalah resolusi 5A yang berisi mengenai definisi sebuah planet. Suatu
benda angkasa dapat disebut sebagai planet apabila memiliki syarat-syarat sebagai
berikut.
 Berada dalam suatu orbit yang mengelilingi matahari.
 Mempunyai berat yang cukup untuk gravitasi dirinya dalam mengatasi tekanan
rigid supaya ia menjadi satu ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat).
 Merupakan objek yang dominan dalam orbitnya sendiri.
Planet Pluto, berdasarkan keputusan sidang IAU, tidak memenuhi syarat
sebagai sebuah planet karena Pluto memiliki orbit yang tumpang tindih dengan
Neptunus. Hal ini menunjukkan Pluto sebagai sebuah objek yang tidak dominan di
orbitnya sendiri.
 Macam-macam Planet
a) Merkurius
Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak
mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini mengandung
albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima
dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari
matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan di
Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi
matahari dalam waktu 88 hari.
b) Venus
Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal dengan
Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari. Mempunyai
albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang diserap. Planet ini diliputi awan
tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida tetapi tidak mengandung
uap air dan oksigen.Planet ini tidak mempunyai satelit. Venus bergaris tengah 12.320
km, Rotasi venus+ 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari.
c) Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Ukuran besarnya
hampir sama dengan venus dan bergaris tengah 12.640 km. jarak antara bumi dengan
matahari adalah 149 juta km. jarak ini sering diubah menjadi satuan jarak astronomis
atau astronomical unit (AU). Jadi 1 AU = 140 juta km. bumi mengadakan rotasi 24
jam, berarti hari bumi =24 jam. Satu hari venus=247 hari bumi atau 247x24 jam
bumi.
a. Gerak rotasi bumi
Pepatan bumi besarnya 1/300 sehingga dapatlah dianggap memiliki bentuk bola.
Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat  bola langit. Sumbunya menembus
permukaan bumi  di kutub utara dan selatan. Orang menganggap bahwa bola langit
tetap tinggal diam, sedang bumi berputar pada sumbunya dari barat ke timur.
Anggapan tersebut telah dikemukakan oleh sarjana-sarjana yunani seperti Pythagoras,
philalous, herakleitos, dan terakjir oleh kopernikus dari polandia. Gerak bumi
berputar pada porosnya disebut rotasi dari bumi. Arah rotasi bumi sama dengan arah
revolusinya, yakni dari barat ketimur. Inilah sebabnya mengapa matahari terbit lebih
dulu di irian jaya daripada dijawa.
b. Akibat rotasi bumi
1. Gerak semu harian dari matahari, yang seakan-akan matahari, bulan, bintan-bintan
dan benda-benda langit lainnya terbit di timur dan terbenam di barat.
2. Pergantian siang dan malam dimana separuh dari bola bumi menerima sinar
matahari (siang), sedangkan separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam).
Batas siang dan malam ini merupakan sebuah lingkaran disekeliling bumi.
3. Diterangkan dengan hukum buys ballot. Arus-arus hawa(angin) tidak bergerak
lurus dari daerah maksimun kedaerah manimun, tetapi membias kekanan bagi belah
bulatan utara dan membias kekiri bagi belah bulatan selatan.
4. Penggelembungan di khatulistiwa serta penempatan di kedua kutub bumi.
5. Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi tersebut serta
pengurangan gaya tarik hingga arah vertical (unting-unting) tidak tepat menuju ketitik
pusat bumi, kecuali di khatulistiwa dan di kutub.
6. Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam.
7. Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
c. Gerak Revolusi dari Bumi
Berkat penyelidikan tiga sarjana, yaitu Galileo galilei, tycho brahe, dan
keplermaka susunan alam secara heliosentris dari kopernikus diakui keunggulannya.
Dalam susuana ini, maka bumi berevolusi mengelilingi matahari. Bumi mengelilingi
matahari dalam satu kali revolusi selama waktu satu tahun.
Selama mengedarai matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah yang
sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya 23 1/20
terhadap bidang ekliptika tersebut. Akibat dari revolusi bumi ialah:
1) Pergantian empat musim, yakni di sebelah utara garis balik utara (23 ½ LU).
2) Perubahan lamanya siang dan malam.
3) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan kebulan.
Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut
hukum keppler pertama, orbit-orbit setiap planet termasuk orbit bumi memiliki bentuk
bangun elips. Matahari berada pada salah satu titik api (focus) dari elips itu. Titik
lintasan yang terdekat dengan titik focus  dimatahari itu berada tersebut titik
perihelium elips itu. Titik terjauh dari titik focus dimana matahari itu berada disebut
titik aphelium.
a. Gaya grafitasi terrestrial dari bumi
Bumi kita ini mempunyai gaya gerak dan gaya berat. Gaya tarik bumi ini
dinamakan gaya grafitasi terrestrial bumi. Benda dibumi ini memiliki bobot karena
pengaruh gaya grafitasi tersebut. Menentukan bobot dari sebuah benda dibumi berarti
mengukur besarnya gaya tarik terhadap benda itu. Gaya grafitasi terrestrial inilah
yang menahan semua meteri yang ada dibumi serta atmosfernya sehingga tidak hilang
melayang ke alam semesta. Bumi merupakan sebuah megnet raksasa. Maka, suatau
medan magnet serta garis-garis gaya magnet bekerja sekitar bumi.
b. Waktu
Kita telah mengenal waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam. Waktu 24
jam ini adalah sehari semalam solar (matahari) berdasarkan gerak semua matahari
dalam membuat satu revolusi lengkap. Sehari semalam sideral atau sideris adalah
waktu bintan berdasarkan merembangnya titik aries antaradua saat berturut-turut.
Sehari semalam solar, empat menit lebih lamadari sehari semalam sideris. Bagi tujuan
sehari-hari, kita menggunakan waktu solar. Bagi keperluan tujuan astronomi atau
perjalan antarplanet, lebih baik memakai waktu sideris.

c. Tahun penanggalan (kalender)


Bangsa mesir kuno, sumeria, dan bangsa hindu sejak zaman dahulu memiliki 
perhitungan waktu. Waktu ini berdasarkan revolusi bumi dan tahunnya disebut tahun
matahari. Semenjak Julius Caesar (46 BC) telah ditetapkan bahwa setiap tahun terdiri
dari 365 hari. Tahun yang keempat di tambah dengan satu hari disebut tahun kabisat
(leap year ). Aturan ini dinamakan “ kalender Julian” atau aturan lama dimana setiap
tahun dihitung 365,25 hari. Ada dua tahun, yaitu tahun sideris ialah selang waktu
antara dua kedudukan yang sama berturut-turut dari matahari terhadap suatu bintan
tetap.
Bulan merupakan satelit atau benda angkasa yang mengelilingi bumi. Jaraknya
dengan bumi = 384.000km. bulan berdiameter 3456 km. bulan selalu menunjukkan
permukaan yang sama dilihat dari bumi. Ini berarti bulan mengadakan rotasi maupun
revolusi mengelilingi bumi dengan kecepatan yang tetap sama, pada permukaan
bulan, terdapat gunung-gunung dan dataran rendah seperti di bumi.
d) Mars
Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga tanahnya mengandung banyak
besi oksigen. Sehingga kalau oksigen masih ada, jumlahnya sangat sedikit. Pada
permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang
selalu berubah sepanjang masa tahun. Jarak planet mars dengan matahari ialah 226,48
juta km. garis tengah adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun (687 hari), rotasinya
24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars
tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan
mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.Mars
mempunyai 2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus, temperaturnya lebih rendah
dibandingkan dengan temperatur di Bumi.
e) Yupiter
Yupiter adalah planet terbesar yang ada di dalam Tata Surya. Jika kita bayangkan
Yupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran
Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya, berat Yupiter hanya dua setengah kali
Bumi. Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen cair
yang terbungkus awan yang bergerak. Keunikan lain yang dimiliki Yupiter, yaitu
rotasi yang paling cepat, hanya membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya
membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 tahun. Bergaris tengah 138.560 km
dan mempunyai kurang lebih 14 satelit.
Berdasarkan analisis spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak
banyak, serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir 300
kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.
f) Saturnus
Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400 km, berotasi
10 jam 14 menit, revolusinya sekitar 29,5 tahun dan merupakan planet yang
mempunyai cincin sabuk raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm2, sehingga
terapung diair. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan
suhu rata-rata 103oC. Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar
disebut Titan (besarnya 2 kali besar bulan bumi), yang lain disebut phoebe yang
bergerak berlawanan arah dengan 9 satelit lainnya yang menunjukkan bahwa phoebe
bukan “anak  kandungnya”. Planet ini memiliki tiga cincin tipis yang arahnya selalu
sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar, Cincin Tengah, dan Cincin Dalam.
Diameter Cincin Luar Planet Saturnus adalah sekitar 273.600 km, Cincin Tengah
sekitar 152.000 km, dan Cincin Dalam memiliki diameter sekitar 160.000 km. Antara
Cincin Dalam dan permukaan Saturnus dipisahkan ruang kosong berjarak sekitar
11.265 km. Planet Saturnus memiliki atmosfer yang sangat rapat terdiri atas hidrogen,
helium, metana, dan amoniak.
g) Uranus
Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84 tahun,
rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang lainnya yaitu dari
timur ke barat. Uranus bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat
Voyager pada Januari 1986 Uranus memiliki 14 satelit.Planet ini ditemukan oleh
hershcel dan keluarganya dengan tidak sengaja pada tahun 1781 ketika mereka
mengamati saturnus. Besar uranus kurang dari stengah saturnus.
Atmosfer Uranus dipenuhi oleh hidrogen, helium, dan metana. Di luar batas
atmosfer Planet Uranus terdapat lima satelit yang mengelilinginya, yaitu Miranda,
Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata Planet Uranus ke matahari sekitar
2.870 juta km. Seperti halnya dengan Yupiter dan Saturnus, planet ini pun merupakan
planet raksasa yang sebagian besar massanya berupa gas. Planet Uranus merupakan
planet bercincin, ketebalan cincinnya sekitar satu meter terdiri atas partikel-partikel
gas yang sangat tipis dan redup.
h) Neptunus
Jaraknya dengan matahari 4470 juta km. Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya
disebut Triton yang bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Planet
diketemukan pada tahun 1846 ketika para astronom sedang mengamati planet uranus
yang agak menyimpang orbitnya. Berdasarkan hipotesis para astronom,
penyimpangan tersebut pasti ada yang mempengaruhi dan itu ternyata benar.
Kondisi di Neptunus tidak berbeda jauh dari Uranus, terdiri atas gas. Ukuran
Neptunus juga besar, meskipun tidak sebesar Yupiter. Jika diumpamakan wadah
kosong, Neptunus mampu menampung 60 planet seukuran Bumi. Satu tahun di
Neptunus sama dengan 165 tahun di Bumi sedangkan satu hari di sana sekitar 16 jam
di Bumi. Sejak tahun 1984, para ahli telah menduga bahwa Neptunus mempunyai
cincin. Dugaan ini terbukti setelah pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati
Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak tiga lapis cincin.
3. Asteroid/Planetoida
Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit yang
berdiameter ±900 km beredar mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan
Yupiter yang berjumlah ±2.000 buah. Benda-benda langit itu disebut Planetoida.
Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi menemukan asteroid Ceres yang bergaris
tengah 750 kilometer.
Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil dengan jumlah yang sangat
banyak. Dalam Tata Surya terdapat beribu-ribu asteroid yang juga mengelilingi
Matahari. Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai berada di antara orbit planet
Mars dan Yupiter. Daerah ini dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain
asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan
orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A
Asteroids-Amor, Apollo, Aten).
Beberapa asteroid yang telah diidentifikasi antara lain Ceres merupakan
asteroid terbesar yang juga masuk kategori planet kerdil/planet katai dengan diameter
780 km, Pallas 560 km, Vesta 490 km, Hygeva 388 km, Juno 360 km, dan Davida
272 km.Asteroid yang orbitnya melewati orbit bumi dinamakan asteroid Apollo.
Selain itu, banyak di antara asteroid yang sudah diberi nama sesuai dengan nama
penemunya.
4. Komet (bintang berekor)
Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh kabut
asap yang berdiameter ±100.00 km (termasuk selubung gas) dan diamter intinya
yang berupa bungkah-bungkah batu berkisah 10-20 km. Cahaya matahari yang
mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan
terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi
resonansi atau fluorescensi dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.
Komet merupakan anggota tata surya, yang beredar mengelilingi matahari dan
menerima energinya dari matahari. Dibandingkan planet , komet mempunyai lintasan
yang lebih lonjong dan tidak selalu terletak pada bidang ekliptika. Komet sebenarnya
beredar secara periodic. Komet kohoutek, misalnya, yang mendekati bumi pada akhir
tahun 1973, diperkirakan akan muncul kembali pada 4000 tahun mendatang.
Salah satu komet yang terkenal adalah komet Halley. Komet ini ditemukan
oleh Edmond Halley. Rata-rata periode munculnya orbit komet Halley terjadi setiap
76–79 tahun sekali. Komet Halleyterakhir terlihat pada tahun 1986 dan diperkirakan
akan tampak kembali pada tahun 2061. Inti atau pusat dari komet Halley sangatlah
gelap dengan diameter kurang lebih 1.024 km. Selain komet Halley terdapat
beberapa nama komet lainnya, seperti komet Hyakutake dan Hale-Bopp.
Komet merupakan benda angkasa yang terlihat bercahaya dikarenakan adanya
gesekan atom-atom di udara. Ukurannya dapat melebihi 10 mil dan mempunyai ekor
yang panjangnya jutaan mil. Oleh karena itu, komet sering disebut juga bintang
berekor. Ciri khas komet adalah ekornya yang sangat panjang. Panjangnya bisa
mencapai 100 juta km. Inti komet disebut nukleus yang terdiri atas bongkahan es
serta gas yang telah membeku. Diameter nukleus bisa mencapai 10 km. Ekor
merupakan bagian dari komet, berasal dari coma yang menyelimuti inti komet.
Diameter coma bisa mencapai 100.000 km.
5. Meteor (bintang beralih)
Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 – 0,5 mm dan
massanya tidak lebih dari 1 gram. Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak
dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik. Meteor adalah benda angkasa berupa
pecahan batuan angkasa yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Ketika
meteor masuk ke dalam atmosfer bumi maka akan terjadi gesekan dengan udara
sehingga benda tersebut akan menjadi panas dan terbakar. Meteor yang tidak habis
terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.
Tumbukan meteorit berukuran besar pada permukaan bumi seringkali menimbulkan
lubang besar di permukaan bumi yang disebut kawah meteorit, contohnya Kawah
Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m. Kawah ini
terbentuk oleh meteor yang jatuh kira-kira 40.000 tahun yang lalu.
Meteor yang sampai ke permukaan bmi disebut meteroid yang massanya
±10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah meteor di
Arizona dan Siberia. Meteorid tersebut mengandung besi dan nikel. Meteor bukan
tergolong bintang karena merupakan anggota tata surya.

Ketika kita melihat sejenak ke langit yang cerah pada malam hari, tampak
seberkas cahaya bergerak cepat lalu hilang. Itulah meteor. Meteor atau disebut juga
bintang jatuh merupakan bagian dari asteroid yang terpisah. Meteor yang jatuh
mengarah ke Bumi akan tampak seperti bola api.
Meteor yang jatuh terkadang sangat banyak dan disebut sebagai hujan meteor.
Ketika terjadi hujan meteor, jutaan meteor masuk ke dalam atmosfer Bumi, tetapi
sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Kadang-kadang
meteor yang besar tidak terbakar habis dan akhirnya sampai ke permukaan Bumi dan
disebut sebagai meteorit.
2.2 Bumi dan Lapisan-lapisan Bumi
 Susunan Lapisan Bumi
Menurut Hipotesisi Kant-Laplace : Bahwa bumi kemudian mendingin disebelah
luar sedangkan di dalam masih panas. Didekat permukaan menjadi beku dan disebut
kerak bumi.
Suess dan Wiechert (1919) membagi lapisan bumi sebagai berikut :
- Kerak bumi, tebalnya 30-70 km, terdiri batuan basal dan acid. Massa jenisnya kira-kira
2,7 mengandung banyak Silikat dan Aluminium.
- Selubung bumi atau sisik silikat (Si), tebalnya 2.200 km, massa jenisnya 3,6-4.
Selubung bumi bersama kerak bumi disebut Lithosfera.
- Lapisan Chalkosfea, tebalnya 1.700 km, massa jenisnya 6,4 terdiri dari oksida besi dan
sulfida besi.
- Inti bumi, atau Barisfera, merupakan bola dengan jari-jari 3.500 km, massa jenisnya 9,6
terdiri dari besi dan nikel.
Kuhn dan Pittman (1940) mengemukakan bahwa sesungguhnya bumi berasal dari
matahari, maka inti bumi seharusnya juga seperti material matahari. Yaitu terdiri
sebagaian besar Hidrogen.Holmes (1936) mengemukakan bahwa kerak bumi sebagai
berikut :
- Bagian atas setebal 15 km, massa jenisnya 2,7 dan disebut magma-granit.
- Lebih kedalam tebalnya 25 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-basal.
- Bagian terbawah kerak bumi, setebal 20 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-
peridotit dan eklogit.
Wiechert (1910), mengemukakan bahwa pada pokoknya bagian Lithosfera terdiri
dari Silikat dan Aluminium.Disebelah bawah terutama di lautan terdapat lapisan berat
yang terdiri dari Silikat dan magnesium.
Wegner (1930) mengajukan hipotesis Continental drift (perkisar benua) :
permukaan bumi terdiri dari beberapa lempeng besar berukuran benua, masing-masing
terdiri dari bagian oceanis dan kontinental yang bergerak relatif yang satu terhadap yang
lainnya. Tebal tiap lempeng kerak bumi kira-kira 80 km. Kecepatan relatif lempeng-
lempeng ini berkisar 1 – 13 cm setahun. Lempeng-lempeng kerak bumi ini dipisahkan
yang satu dengan yang lain oleh batas lempeng yang geraknya dapat bersifat divergensi,
konvergensi atau shear (gesekan). Batas lempeng ini adalah sangat labil dan ditandai oleh
gunung api yang aktif serta kegempaan yang tinggi.
 Struktur bumi
Seperti halnya kebanyakan benda langit, bumi berbentuk bola, meskipun agak
pepat pada kedua kutubnya. Kepepatan itu akibat gerak rotasi mengelilingi sumbunya.
Oleh karena itu, jarak pusat bumi terhadap khatulistiwa lebih panjang dari pada
kutubnya. Panjang diameter pada khatulistiwa=12.762 km, sedangkan panjang diameter
pada kutub=12.306km.
Bumi diselimuti oleh gas yang disebut atmosfer. Pada permukan bumi terdapat
lapisan air yang di sebut hidrosfer. Bagian bumi yang padat terdiri atas kulit (kerak) atau
lithosfer, dan bagian inti yang disebut centrosfer.
a. Lithosfer dan Centrosfer
Lithosfer tebalnya hanya kurang lebih 32 km (=32.000m) dan merupakan bagian
yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa benua-benua dan pulau sebagai
tempat tinggal. Ketebalan lithosfer tidak sama. Bagian tebal berupa benua setebal 8 km,
bagian tipis berupa dasar laut yang dalam setebal 3,5 km dan terdiri atas 2 lapisan, yaitu
lapisan sebelah atas, terdiri dari silicon dan aluminium dengan berat massa (BM) rata-
rata 2,65 dan lapisan sebelah dalam, terdiri dari silicon dan magnesium dengan BM 2,9.
b. Hidrosfer
Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan bumi, tetapi hanya 75%
yang meliputi lautan, danau-danau, dan es yang terdapat dalam kedua kutub. Kedalaman
laut rata-rata 4000 m dan yang terdalam adalah di dekat pulau guam dengan kedalaman
11000 m. hidrosfer mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer karena air yang
menguap akan membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan hujan, kembali ke laut
lagi.
c. Atmosfer
Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelubungi bumi, yang dalam
kehidupan sehari-hari disebut udara. Tebal atmosfer sebesar 4800 km, terhitung dari
permukaan air laut. BJ bagian bawah 0,013, dan semakin ke atas sem akin kecil sampai
mendekati 0. Berikut ini uraian lebih terinci:
d. Troposfer
Lapisan setebal 16 km ini, pada daerah khatulistiwa menipis hingga hanya 8 km
pada kutub-kutub bumi. Hampir seluruh uap air yang terkandung dalam atmosfer
terdapat didalam lapisan ini. Sehubungan dengan kandungan uap air itulah terjadi hujan,
salju, angin dan badai.
e. Stratosfer
Lapisan ini mulai dari 16 km sampai 80 km di atas bumi. Suhu rat-rata, sekitar
-35% C. pesawat terbang sebenarnya masih dapat mengarungi pada lapisan terbawah dari
strtosfer, asal semua pintu kabin dapat ditutup rapat dan udara di dalam pesawat diatur,
terutama kadar oksigennya hingga seperti kondisi dalam troposfer.
f. Lonosfer
Lapisan ini terdapat di atas 80 km dengan tekanan udara sangat rendah sehingga
semua partikel terurai menjadi ion-ion. Lapisan ionosfer sangat penting sehubungan
dengan komunikasi rdio jarak jauh karena lapisan ini merupakan pemantul gelombang
radio.

2.3 Teori Terjadinya Bumi


 Hipotesis Kejadian Bumi
1. Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace
Immanuel Kant (1755) dari Jerman, mengemukakan pikiran tentang kejadian
bumi bahwa asal segalanya dari gas yang bermacam-macam, yang tarik menarik
membentuk kabut besar. Terjadinya benturan masing-masing gas menimbulkan panas.
Matahari berputar kencang dan di katulistiwanya memiliki kecepatan linear paling
besar sehingga terlepaslah fragmen-fragmen. Fragmen-fragmen inilah yang tadinya
pijar melepaskan banyak panas dan mengembun, kemudian cair dan bagian luar
makin padat. Demikianlah terjadi planet-planet, termasuk bumi.
Pierrre de Laplace (1796) dari Perancis mengemukakan adanya kabut yang
berputar dan pijar. Dikatulistiwa terjadi penumpukan awan. Jika masa ini mendingin
maka terlepaslah sedikit material dari induknya. Fragmen tadi jadi dingin dan
mengembun, berputar mengelilingi induknya. Kemudian menyusul terlepasnya
fragmen yang kedua dan seterusnya. Sembilan buah planet yang kini beredar
dianggap terjadi dengan cara yang sama. Induknya adalah matahari.
2. Hipotesis Planetesimal
Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton, kira-kira seratus tahun setelah
Kant dan Laplace, beranggapan matahari asal yang didekati oleh suatu bintang besar
yang sedang beredar, maka terjadi tarik menarik sesuai dengan hukum Newton.
Peledakan dimatahari melepaskan sebagaian materialnya dan tertarik oleh adanya
bintang yang mendekat tadi. Material matahari itu akan sedikit menjauh dan
kemudian mendingin sementara bintang besar itu terus berlalu. Selanjutnya terjadi
pengembunan dan terbentuk sembilan planet dan planetoida.
3. Hipotesis Pasang Surut Gas
Dikemukakan oleh Jeans dan Jeffrries (1930) yang mendukung hipotesis
planetesimal, mengemukakan adanya bintang besar yang mendekat, kira-kira seperti
bulan dan bumi, yaitu bulan menyebabkan adanya pasang dan surut lautan. Bulan tak
cukup kuat menarik air menjulur jauh. Akan tetapi matahari yang mendekati bintang
besar itu menjauh, lidah api dari matahari asal itu putus dari induknya, pecah
berkeping-keping seraya mengembun dan membeku menjadi planet-planet serta
planetoida.

 Teori Pengukuran Usia Bumi

a. Teori sedimen
Pengukuran usia bumi didasarkan atas perhitungan tebal lapisan sedimen yang
membentuk batuan. Dengan mengetahui ketebalan lapisan sedimen rata-rata yang
terbentuk setiap tahunnya dengan memperbandingkan tebal batuan sedimen yang terdapat
di bumi sekarang ini, maka dapat di hitung umur lapisan tertua kerak bumi. Berdasarkan
perhitunag mecam ini diperkirakan bumi terbentukl 500 juta tahun yang lalu.
b. Teori kadar garam
Pengukuran usia bumi berdasarkan perhitungan kadar garam di laut. Di duga bahwa
mula-mula laut itu berair tawar. Dengan adanya sirkulasi air dalam lam ini, maka air yang
mangalir dari darat melalui sungai kelaut membawa garam-garam. Keadaaan semacam itu
berlangsung terus menerus sepanjang abad. Dengan mengetahui kenaikan kadar garam
setiap tahun, yang dibandingkan dengan kadar garam pada saat ini, yaitu kurang lebih
320, maka dihasilkan perhitungan bahwa bumi telah terbentuk 1000 juta tahun yang lalu.
c. Teori ternal
Pengukuran usia bumi berdasarkan perhitungan suhu bumi. Diduga bahwa bumi
mula-mula merupakan batuan yang sangat panas yang lama kelamaan mendingin. Dengan
mengetahi massa dan suhu bumi saat ini, maka ahli fisika bangsa inggris yang bernama
elfin memperkirakan bahwa perubahan bumi menjadi batuan yang dingin seperti saat ini
dari batuan yang sangat panas pada permulaannya memerlukan waktu 20.000 jutaan
tahun.
d. Teori radioaktivitas
Pengukuran usia bumi ynag dianggap paling benar ialah berdasarkan waktu peluruhan
unsur-unsur radioaktif. Dalam perhitungan ini, diperlukan pengetahuan tentang waktu
paroh unsure-unsur radioakktif. Waktu paroh adalah waktu yang dibutuhkan unsur
raioaktif untuk luruh atau mengerungi sehngga massanya tinggal separoh.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat kita tarik beberapa kesimpulan, yaitu:


1. Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet,
satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar
mengelilinginya. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.
2. Suess dan Wiechert (1919) membagi lapisan bumi sebagai berikut :
- Kerak bumi, tebalnya 30-70 km, terdiri batuan basal dan acid. Massa jenisnya kira-
kira 2,7 mengandung banyak Silikat dan Aluminium.
- Selubung bumi atau sisik silikat (Si), tebalnya 2.200 km, massa jenisnya 3,6-4.
Selubung bumi bersama kerak bumi disebut Lithosfera.
- Lapisan Chalkosfea, tebalnya 1.700 km, massa jenisnya 6,4 terdiri dari oksida besi
dan sulfida besi.
- Inti bumi, atau Barisfera, merupakan bola dengan jari-jari 3.500 km, massa
jenisnya 9,6 terdiri dari besi dan nikel.
3. Terdapat beberapa teori tentang terjadinya bumi, yaitu:
- Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace
- Hipotesis Planetesimal
- Hipotesis Pasang Surut Gas

3.2 Saran

Semoga dengan selesainya makalah ini di harapkan agar para pembaca khususnya
mahasiswa STIE Sebelas April Sumedang dapat lebih mengetahui dan memahami
mengenai Bumi dan Alam Semesta. Dan untuk menyempurnakan lagi isi makalah ini,
kami harapkan adanya kritik dan saran dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.com
http://www.wikipedia.com

Anda mungkin juga menyukai