Anda di halaman 1dari 17

I.

Aldehydes and Ketones


Organic Chemistry-Wiley (2013)-T. W. Graham Solomons, Craig B. Fryhle, Scott A. Snyder---

1.1. Nomenclature of Aldehydes and Ketones

1.2. Physical Properties

1.3. Synthesis of Aldehydes


- Reduction of an Acyl Chloride to an Aldehyde
- Reduction of an Ester to an Aldehyde
- Reduction of a Nitrile to an Aldehyde

1.4. Synthesis of Ketones


- Ketones from Alkenes, Arenes, and sec Alcohols
- Ketones from Nitriles

1.5. Nucleophilic Addition to the Carbon–Oxygen Double Bond


- Addition of a Strong Nucleophile to an Aldehyde or Ketone
- Acid-Catalyzed Nucleophilic Addition to an Aldehyde or Ketone
1.5. The Addition of Alcohols: Hemiacetals and Acetals
- Hemiacetal Formation
- Acid-Catalyzed Hemiacetal Formation
- Base-Catalyzed Hemiacetal Formation
- Hydrate Formation
- Acid-Catalyzed Acetal Formation
1.6. The Addition of Primary and Secondary
- Amines
- Imine Formation
- The Wolff–Kishner Reduction
- Enamine Formation
1.7. The Addition of Hydrogen Cyanide: Cyanohydrins
- Cyanohydrin Formation
1.8. The Addition of Ylides: The Wittig Reaction
- The Wittig Reaction
1.9. Oxidation of Aldehydes
1.10. The Baeyer–Villiger Oxidation
- The Baeyer–Villiger Oxidation
Aldehydes and Ketones
Aldehida dan keton merupakan kelompok senyawa yang tercium dan terasa.
Vanillin bertanggung jawab atas bau vanilla, sedangkan rasa almond dihasilkan dari
benzaldehyde, kayu manis dari cinnamaldehyde, dan spearmint dari (R)-carvone. Bau
dan sensasi lain yang kurang menyenangkan juga bisa terjadi yang disebabkan oleh
aldehida dan keton, misalnya bau menyengat dari formaldehida atau aseton, atau
mabuk yang disebabkan oleh asetaldehida yang dihasilkan dari terlalu banyak
minum minuman beralkohol
1.1. Nomenclature of Aldehydes and Ketones

● Aldehida alifatik diberi nama secara substansial dalam sistem IUPAC dengan mengganti akhir -e dari nama
alkana yang sesuai dengan -al.

● Aldehida tempat grup -CHO terikat pada sistem cincin diberi nama secara bergantian dengan menambahkan
sufiks karbaldehida. Berikut beberapa contoh:
● Keton alifatik diberi nama berdasarkan posisi gugus karbonil dengan mengganti -e di akhir nama dari
alkana yang sesuai dengan -one. Rantai tersebut kemudian diberi nomor sedemikian rupa sehingga
atom karbon karbonil pada no C lebih rendah dan nomor ini digunakan untuk menunjukkan posisinya

● Beberapa keton memiliki nama umum yang dipertahankan dalam sistem IUPAC:
1.2. Physical Properties
Gugus karbonil bersifat polar. Oleh karena itu, aldehida dan keton memiliki titik
didih yang lebih tinggi dari hidrokarbon dengan berat molekul yang sama.

Aldehida dan keton tidak memiliki ikatan hidrogen antar molekul yang kuat
dibandingkan dengan alkohol yang sesuai, sehingga keduanya memiliki titik
didih yang lebih rendah dibandingkan alkohol yang sesuai.

Senyawa berikut yang memiliki berat molekul yang setara, menunjukkan


kecenderungan sbb:
Atom oksigen karbonil memungkin-kan molekul aldehida dan keton membentuk ikatan hidrogen
yang kuat dengan molekul air. Akibatnya, aldehida dan keton dengan berat molekul rendah
menunjukkan kelarutan yang cukup besar dalam air. Aseton dan asetaldehida larut dalam air
dalam semua proporsi.
1.3. Synthesis of Aldehydes

- Reduction of an Acyl Chloride to an Aldehyde

● Jika asam karboksilat diolah dengan lithium aluminum hydride (LAH), asam tersebut direduksi
seluruhnya menjadi alkohol primer
● Ini terjadi karena LAH adalah agen pereduksi yang sangat kuat dan aldehida sangat mudah tereduksi.

● Asil klorida (RCOCl), ester (RCOOR), dan nitril (RCN) semuanya mudah dibuat dari asam karboksilat,
dan semuanya lebih mudah direduksi.
● Dua turunan aluminium hidrida yang kurang ● Skema berikut merangkum bagaimana
reaktif daripada LAH, karena lebih terhambat lithium tri-tert-butoxyaluminum hydride
secara sterik, adalah litium tri-tert-butoksi- dan DIBAL-H dapat digunakan untuk
aluminium hidrida dan diisobutilaluminium mensintesis aldehida dari turunan
hidrida (DIBAL-H): asam:
Aldehydes from Acyl Chlorides: RCOCl : RCHO

● Asil klorida dapat direduksi menjadi aldehida dengan mengolahnya LiAlH [OC(CH3)3]3
lithium tri-tert-butoxyaluminum hydride, pada -78 oC.
● Asam karboksilat dapat diubah menjadi asil klorida dengan menggunakan SOCl2
Mekanisme reaksi reduksi asil klorida menjadi aldehid
Secara mekanis, reduksi
disebabkan oleh transfer ion
hidrida dari atom aluminium ke
karbon karbonil dari asil
klorida, selanjutnya hidrolisis
untuk membebaskan aldehida.
Soal latihan:

Tuliskan mekanisme raksi berikut


● Baik ester maupun nitril dapat direduksi menjadi aldehida dengan DIBAL-H.
Jumlah DIBAL-H yang dikontrol dengan cermat harus digunakan untuk menghindari reduksi berlebihan,
dan reduksi ester harus dilakukan pada suhu rendah

Reduksi ester menjadi aldehid


Reduksi nitril menjadi aldehid
Soal latihan:

Tuliskan mekanisme reaksi berikut