Anda di halaman 1dari 5

Nama : Wini Kartika Dewi Etiologi : jamur bakteri virus protozoa dll

NIM : P07220219041
Prodi : Alih Jenjang DIV Keperawatan + NERS Terhirup/teraspirasi

POLTEKKES KEMENKES KALTIM


Masuk ke paru-paru > alveoli

Proses peradangan

infeksi Peningkatan suhu tubuh Eksudat dan serous masuk kedalam peningkatan konsentrasi protein
alveoli cairan alveoli

Kerja sel goblet me Hipertermia Keringat SDM dan leukosit PMN


(D.0130) mengisi alveoli Tekanan hidrostatik ,
Produksi sputum tekanan osmosis meningkat
Risiko (D.0034)
Hipovolemia Konsolidasi di alveoli
Difusi
Akumulasi sputum Tertelan ke
dijalan napas lambung Complience paru menurun
Akumulasi cairan di alveoli
Lambung
Akumulasi sputum Suplai O2 menurun
mengadakan
(sputum bersifat Cairan menekan saraf
usaha untuk
basa) di lambung
menyeimbangkan
Bersihan jalan nafas asam basa Intoleransi aktivitas Gangguan
tidak efektif (D.0001) Nyeri Akut
(D.0056) pertukaran gas
(D.0077) (D.0003)
Peningkatan asam Defisit Nutrisi
Mual, muntah (D.0019)
lambung
Definisi : Pneumonia adalah infeksi pada parenkim paru akut yang ditandai dengan adanya infiltrat pada pemeriksaan radiografik paru. Gejala
dan tanda yang dapat ditemui pada pneumonia yaitu gelaja mayor yang berupa demam >37,8 ˚C, batuk, produksi sputum, dan gejala minor
yang berupa dispnea, nyeri pleuritik, konsolidasi paru, serta jumlah leukosit >12x10/L atau <4,5x10/L. Biasanya disebabkan Streptococcus
Pneumoniae, Haemophilus Influenza tipe b (Hib) dan respiratory synctital virus.

Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif (D.0001)


Kategori: Fisiologis
Gangguan pertukaran gas (D.0003)
Subkategori: Respirasi
Kategori: Fisiologis
SIKI: Fisioterapi dada
Subkategori: Respirasi
1. Identifikasi indikasi dilakukan fisioterapi
SIKI: Dukungan Ventilasi
dada (mis: hiperserkresi sputum, sputum
1. Identifikasi efek perubahan posisi
kental, dan tertahan, tirah baring lama).
terhadap status pernafasan.
2. Monitor status pernafasan.
2. Monitor status respirasi dan oksigenasi.
3. Monitor jumlah dan karakter sputum.
3. Pertahankan kepatenan jalan nafas.
4. Posisikan pasien sesuai dengan area paru
4. Berikan posisi semi fowler atau fowler.
yang mengalami penumpukan sputum.
5. Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan.
5. Lakukan perkusi.
6. Ajarkan relaksasi nafas dalam.
6. Lakukan fisioterapi dada.
7. Ajarkan teknik batuk efektif.
7. Lakukan penghisapan lendir untuk
8. Kolaborasi pemberian bronkodilator, jika
mengeluarkan sekret, jika perlu.
perlu.
8. Anjurkan batuk seegera setelah prosedur
selesai.
Defisit Nutrisi (D.0019)
Kategori: Fisiologis
Risiko Hipovolemia (D.0034)
Subkategori: Nutrisi dan Cairan
Kategori: Fisiologis
SIKI: Manajemen Hiperglikemia
Subkategori: Nutrisi dan Cairan
1. Identifkasi kemungkinan penyebab
SIKI: Manajemen Cairan
hiperglikemia
1. Monitor status hidrasi
2. Monitor kadar glukosa darah, jika perlu
2. Monitor BB harian
3. Monitor tanda dan gejala hiperglikemia
3. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
(mis. poliuri, polidipsia, polivagia,
(hematokrit, Na, K, Cl, berat jenis urine,
kelemahan, malaise, pandangan kabur,
BUN)
sakit kepala)
4. Catat intake output, hitung Balance Cairan
4. Monitor intake dan output cairan
5. Berikan cairan intravena, jika perlu
5. Berikan asupan cairan oral
6. Kolaborasi pemberian diuretik, jika perlu
6. Kolaborasi pemberian insulin, jika perlu
7. Kolaborasi pemberian cairan IV, jika perlu
Intoleransi Aktivitas (D.0056)
Hipertermia (D.0130)
Kategori: Fisiologis
Kategori: Lingkungan
Subkategori: Aktivitas dan Istirahat
Subkategori: Keamanan dan Proteksi
SIKI: Manajemen Energi
SIKI: Edukasi Termoregulasi
1. Monitor kelelahan fisik dan emosional
1. Identifikasi suhu tubuh
2. Monitor dan ketidaknyamanan selama
2. Ajarkan kompres hangat jika demam
melakukan aktivitas
3. Anjurkan penggunaan pakaian yang dapat
3. Sediakan lingkungan nyaman dan
menyerap keringat (longgar)
rendah stimulus (mis: cahaya, suara,
4. Anjurkan tetap memandikan pasien, jika
kunjungan)
perlu
4. Anjurkan tirah baring
5. Anjurkan pemberian antipiretik
5. Anjurkan melakukan aktivitas secara
6. Anjurkan banyak minum
bertahap
7. Anjurkan minum analgesik jika pusing,
6. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
sesuai indikasi
cara meningkatkan asupan makanan
DAFTAR PUSTAKA
Nyeri Akut (D.0077)
- Amin, Hardhi. 2016. Asuhan Keperawatan
Kategori: Psikologis
Praktis Berdasarkan Penerapan Diagnosa
Subkategori: Nyeri dan Kenyamanan
Nanda, NIC, NOC dalam Berbagai Kasus.
SIKI: Manajemen Nyeri
Jilid 2. Edisi Revisi. Yogyakarta: Publishing
1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
Mediaction
frekuensi, kualitas, intensitas nyeri
- Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2016. Standar
2. Identifikasi skala nyeri
Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi
3. Identifikasi respon nyeri non verbal
dan indikator diagnostik edisi 1. Jakarta
4. Identifikasi faktor yang memperberat dan
Selatan. DPP PPNI
memperingan nyeri
- Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2018. Standar
5. Berikan teknik nonfarmakologis untuk
Intervensi Keperawatan Indonesia, Definisi
mengurangi rasa nyeri
dan Tindakan edisi 1 cetakan 2. Jakarta
6. Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
Selatan. DPP PPNI