Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN SNH (STROKE NON


HEMORRAGIC)

Tanggal 19-24 April 2021

Oleh:
Miftakhul Jannah, S.Kep
NIM. 202093120017

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2021
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Miftakhul Jannah, S.Kep

NIM : 202093120017
JUDUL LP : Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan SNH
(Stroke Non Hemorragic)

Banjarbaru, 19-24 April 2021


Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Noor Diani, Ns.,M.Kep, Sp.Kep.MB Noor Diani, Ns.,M.Kep, Sp.Kep.MB


NIP.19780317 200812 2 001 NIP.19780317 200812 2 001
LAPORAN PENDAHULUAN SNH (STROKE NON HEMORRAGIC)

Etiologi Klasifikasi
1. Aterosklerosis 1. Stroke emboli
2. Trombus
3. Embolus Definisi 2. Stroke trombotik
4. Obat-obatan (antidepresan, anti Parkonson,
dekongestan) Gangguan pada fungsi sistem saraf yang diakibatkan
5. Gaya hidup seperti merokok oleh obstruksi aliran darah ke otak yang terjadi akibat
pembentukan trombus, emboli, aterosklerosis yang Penatalaksanaan
6. Psikologis (stress) Keperawatan
7. Hipotermia menyebabkan suplai nutrisi dan oksigen ke otak
menurun sehingga dapat terjadi kematian jaringan 1. Bedrest total (head up 15°-30°)
8. Endocarditis 2. Terapi oksigen 2-3 lpm
9. Penyakit jantung (stenosis mitral, miokarditis) pada otak.
3. Pasang infus IV
10. Komplikasi pembedahan jantung 4. Monitor kelainan-kelainan neurologis yang timbul
5. Berikan posisi miring kanan dan kiri setiap 2 jam

Medis
Manifestasi Klinis 1. Alteplase (0,6-0,9 mg/kgBB) dengan onset <6 jam, sebagai
trombolisis intravena
Stroke Trombotik 2. Trombektomi dengan onset <8 jam, sebagai terapi
1. Kelemahan satu sisi anggota gerak endovascular
2. Afasia 3. Obat-obatan nicardipin, ACE-inhibitor, Beta blocker,
3. Bicarapelo diuretic, calcium antagonist, sebagai manajemen hipertensi
4. Mulut mencong 4. Obat-obatan anti diabetic oral ataupun insulin sebagai
5. Kesulitan menelan manajemen guladarah
6. Penurunan kesadaran 5. Obat-obatan aspirin, cilostazol, clopidogrel sebagai
7. Kelumpuhan sebagian /seluruh nervus cranial antiplatelet
6. Obat-obatan dabigatran, warfarin, dll sebagai antikoagulan
Stroke Emboli 7. Obat-obatan citicolin, piracetam, pentoxyfiline
1. Gejala mendadak dari jenis stroke lainnya sebagaineuroprotektor
2. Sering terja disaat aktivitas
3. Kesadaran bagus / bisa menurun
4. Sakit kepala (jarang)
5. Muntah (jarang)
6. Hemiparesis, hemiplegia
Komplikasi

Pemeriksaan Penunjang
Disfagia, afasia, hemiplegia, dekubitus, DVT, pneumonia,
1. Cek darah lengkap edema serebri, emboli paru, infarkmiokard, epilepsi,
2. CT-scan ISK, kematian
3. Angiography cerebral
4. EEG
Pathway SNH (Stroke Non Hemorragic) Kelainan jantung

Faktor risiko: Usia, JK, Riwayat Keluarga,


Aritmia, detak jantung Endokarditis, katup jantung Fibrilasi atrial. Atrium
Riwayat Stroke, riwayat PJK, Hipertensi, cenderung tidak teratur tidak bekerja maksimal berdenyut tidak teratur
DM, Gaya hidup, Penyalahgunaan obat-
obatan dan psikologis
Etiologi: Aterosklerosis, thrombus, embolus

Sirkulasi otak terganggu Darah terhambat dan menggumpal


Penyumbatan pembuluh darah
menuju otak dari jantung

STROKE NON
HEMORRAGIC / ISKEMIK

Risiko Kerusakan Perfusi Penurunan suplai darah dan O2


Jaringan Serebri ke otak

Kehilangan fungsi Hipoksia sel otak Kematian jaringan otak Kerusakan pusat
tonus otot fasial gerakan motorik di
lobus frontalis

Penurunan Kesadaran Refleks batuk menurun


Gangguan bicara (Pelo) Kelemahan, Hemiparesis,
Hemiplagia
Kesulitan menelan Penumpukkan secret di
jalan napas
Hambatan
Komunikasi Verbal
Hambatan Mobilitas
Fisik
Gangguan Ketidakefektifan
Menelan Bersihan Jalan Napas
ASUHAN KEPERAWATAN
STROKE NON HEMORRAGIC /
ISKEMIK Diagnosis Keperawatan

Pengkajian
1. Identitas 1. Risikio ketidakefektifan perfusi
2. Keluhan Utama jaringan otak
3. Riwayat Penyakit 2. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
4. Pemeriksaan laboratorium 3. Gangguan menelan
5. Pemeriksaan Fisik 4. Hambatan komunikasi verbal
6. Pemeriksaan Radiologi
5. Hambatan mobilitas fisik

Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Gangguan Menelan
NOC: NOC: NOC:
Perfusi jaringan : Serebral Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …x
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 jam, diharapkan klien menunjukkan keefektifan ..diharapkan masalah gangguan menelan klien dapat teratasi
x 24 jam diharapkan masalah risiko ketidakefektifan bersihan jalan napas dengan criteria hasil: dengan criteria hasil:
perfusi jaringan otak klien teratasi dengan criteria hasil : Status pernafasan: kepatenan jalan nafas Status Menelan
1. Tidak terjadi tanda-tanda peningkatan TIK 1. Menunjukkan jalan nafas paten 1. Menunjukkan kemampuan menelan
2. Tidak terjadi kejang 2. Tidak ada suara tambahan paru 2. Menunjukkan kemampuan mengosongkan rongga
Status pernafasan : Ventilasi mulut
NIC 1. Frekuensi pernafasan 16-24x/menit 3. Menunjukkan kenyamanan menelan
Monitor neurologi 2. Saturasi oksigen dalam batas normal
1. Monitor ukuran, bentuk, kesimetrisan dan reaktivitas NIC:
pupil NIC: Terapi Menelan
2. Monitor tingkat kesadaran dan GCS Manajemen jalan napas 1. Pantau hidrasi tubuh (turgor kulit dan membrane
3. Monitor ttv tiap 60 menit 1. Kaji status pernafasan (kecepatan, kedalaman, serta mukosa)
4. Monitor tanda-tanda peningkatan TIK pergerakan dada) 2. Pantau tanda dan gejala aspirasi
5. Monitor reflex kornea dan reflex batuk 2. Auskultasi suara nafas, catat adanya suara napas 3. Berikan perawatan mulut jika diperlukan
6. Monitor tonus otot, pergerakan motorik, tremor dan tambahan 4. Bantu klien untuk melekatkan makanan di bagian yang
kesimetrisan wajah 3. Kolaborasi pemberian expectorant dan tidak sakit
7. Catat adanya keluhan sakit kepala bronkodilator untuk mengencerkan sekret 5. Berikan makanan sedikit tapi sering
4. Lakukan suction jika terdapat suara nafast 6. Hindari penggunaan sedotan untuk minum
ambahan
Peningkatan Perfusi Serebri 7. Kolaborasi dengan ahli gizi mengenai jenis makanan
1. Minimalkan pergerakan kepala Terapi oksigen yang dapat diberikan pada klien
2. Posisikan kepala klien dengan head up 15--30 derajat 1. Monitor frekuensinafas
3. Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (mannitol, 2. Monitor TTV klien
antihipertensi, calcium channel blocker dan 3. Monitor aliranoksigen
antifibrinolitik) 4. Monitor saturasioksigen
4. Monitor efek samping pemberian terapi 5. Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan klien

Hambatan Komunikasi Verbal Hambatan Mobilitas Fisik


NOC: NOC:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …x ..diharapkan hambatan komunikasi verbal klien Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …x ..diharapkan
dapat teratasi dengan criteria hasil: hambatan mobilitas fisik klien dapat teratasi dengan criteria hasil:
Fungsi sensori: pendengaran & penglihatan Mobilisasi
1. Klien meningkat dalam komunikasi baik dalam interpretasi, penerimaan, dan lisan, ekspresi pesan, 1. Diharapkan aktivitas fisik klien dapat meningkat
non verbal dan tulisan 2. Diharapkan klien memahami tentang tujuan dari peningkatan
2. Klien tidak mengalami kesulitan berbicara mobilitas
3. Klien tidak mengalami kesulitan mendengar, klien dapat menginterpretasi pesan verbal dan / atau Perawatan diri : aktivitas sehari-hari
non verbal dengan baik dan penerimaan komunikasi yang baik 1. Klien meningkat dalam pemenuhan ADL
4. Gerakan terkoordinasi: mampu mengkoordinasi gerakan dalam menggunakan isyarat 2. Klien dapat melakukan aktivitas dengan bantuan
5. Klien mampu dalam mengatur, memperoleh dan menggunakan informasi dengan baik
6. Klien dapat mengontrol respon ketakutan dan kecemasan terhadap ketidakmampuan berbicara NIC
7. Klien dapat memanajemen kemampuan fisik yang dimiliki Terapi latihan: mobilitas sendi
8. Klien dapat mengkomunikasikan kebutuhan dengan lingkungan social 1. Kaji terkait fungsi motorik klien dengan cara meminta klien
untuk melakukan suatu gerakan
NIC 2. Dampingi dan bantu klien saat mobilisasi
Peningkatan komunikasi: kurang bicara 3. Ajarkan pada keluarga pasien mengenai teknik ROM pasif dan
1. Berikan kepada klien satu kalimat sederhana setiap pertemuan aktif
2. Konsultasikan dengan dokter tentang terapi bicara klien 4. Bantu dalam melakukan latihan ROM pada semua ekstremitas
3. Berikan motivasi pada klien untuk berkomunikasi secara perlahan dan mengulangi permintaan dan sendi, pakailah gerakan perlahan dan lembut
4. Berdiri di depan pasien ketika berbicara Perawatan tirah baring
5. Perawat menggunakan gambar, kartubaca, bahasa tubuh, pensil, kertas, computer, daftarkosa kata, 1. Lakukan pengkajian terhadap kemampuan klien dalam
Bahasa asing, dan lain-lain dalam memfasilitasi komunikasi dua arah agar tetap optimal melakukan ADL
6. Minta keluarga untuk secara teratur memberi stimulus komunikasi 2. Ajarkan klien dan keluarga tentang cara mengubah posisi dan
7. Minta klien untuk dapat mengekspresi diri dengan cara lain dalam menyampaikan informasi perawat juga berikan bantuan klien jika diperlukan
(Bahasa isyarat) 3. Bangtu klien memenuhi kebutuhan ADL (mandi, makan, BAB,
BAK)
DAFTAR PUSTAKA

Buleheck, Gloria M. Howard K. Butcher. Joanne M. Dochterman. Cheryl M Wagner. 2015.


Nursing Intervensions Classification (NIC). Edisi Bahasa Indonesi. Edisi 6. Jakarta:
Elsevier.
Ganong, W. F. 2010. Patofisiologi Penyakit: PengantarMenuju Kedokteran Klinis Edisi 5.
Jakarta: EGC
Herdman, T.H. Shigemi Kamitsuru. 2018. NANDA-I Diagnosis Keperawatan Definisi dan
Klasifikasi 2018-2020. Edisi Bahasa Indonesia. Edisi 5. Jakarta : Elsevier.
Moorhead, Sue. Marion Johnson. Meridean L. Maas. Elizabeth Swanson. 2016. Nursing
Outcomes Classification (NOC). Edisi Bahasa Indonesia. Edisi 5. Jakarta:Elsevier.
PERDOSSI. 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologi. Pekanbaru: FK UR

Satyanegara. 2014. Ilmu Bedah Syaraf edisi V. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama