Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

MODUL II

NAMA : JESICA
NIM: 20 1076
KELAS : B

WAKTU : Sabtu, 08.00 – 09.30 (Minggu, 25-10-2020, 11.00 – 12.30)

MODUL : II (Runtunan)

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

2020
BAB I

TUJUAN DAN LANDASAN TEORI

1. TUJUAN

1.1 Dapat menggolongkan sebuah masalah ke dalam kategori


runtunan (sequential).

1.2 Dapat memecahkan permasalahan yang sifatnya runtunan


ke dalam sebuah program.

2. LANDASAN TEORI

Runtunan adalah struktur algoritma paling dasar yang


berisi rangkaian instruksi yang diproses secara sekuensial, artinya
dikerjakan satu per satu, mulai dari instruksi pertama sampai
instruksi akhir.

Sebuah instruksi dieksekusi setelah instruksi sebelumnya


selesai dieksekusi. Urutan instruksi menentukan keadaan hasil
dari algoritma. Bila urutannya diubah, maka hasil akhirnya
mungkin juga berubah. Instruksi algoritma pada struktur
runtunan ini akan dikerjakan semua dan tidak ada yang diabaikan.
Pada dasarnya, semua program dibuat berdasarkan struktur
algoritma runtunan.

Menurut Goldshlager dan Lister (1998) struktur berurutan


atau runtunan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut.:

a. Tiap instruksi dikerjakan satu persatu.

b. Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada yang


diulang.
c. Urutan istruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan
urutan aksi sebagaimana yang tertulis di dalam
algoritmanya.

d. Akhir dari instruksi terakhir merupakan akhir algoritma.

Setiap instruksi di dalam runtunan ditulis dalam satu baris,


atau beberapa instruksi dalam baris yang sama tetapi antara setiap
instruksi dipisahkan dengan tanda titik koma (;).

Contoh struktur runtunan adalah sebagai berikut.

Bila suatu instruksi runtunan dalam algoritma ditulis


berturut-turut, kita lambangkan dengan variabel E1, E2, E3, E4,
E5, maka urutan pelaksanaan instruksi tersebut adalah seperti
gambar 1 dibawah ini:
E1

E2

E3

E4

E5

Gambar 1 Runtunan yang Terdiri dari 5


Buah Instruksi

Keterangan :

Runtunan diatas, dimulai dari intruksi E1, kemudian E1 harus


dikerjakan sampai selesai terlebih dahulu sebelum instruksi E2
dikerjakan, setelah instruksi E2 selesai dikerjakan juga, maka
instruksi E3 dikerjakan lagi dan seterusnya sampai instruksi ke
E5 setelah itu proses selesai dikerjakan dan baru berhenti dari
proses pembacaan runtunan tersebut.
3. STUDI KASUS RUNTUNAN (SEQUENTIAL)

Berikut ini adalah algoritma menghitung luas lingkaran. Secara


umum algoritma tersebut dapat kita nyatakan sebagai berikut.
1. Mulai
2. Masukkan nilai jari-jari
3. Hitung 3.14 dikali jari-jari, simpan sebagai Luas.
4. Tampilkan nilai Luas
5. Selesai

Dalam algoritma teks standar, solusi permasalahan di atas dapat kita


tuliskan

Algoritma LuasLingkaran
Deklarasi
const
Phi = 3.14

var

Luas, Jari : real

Deskripsi

Readln(Jari)

Luas ← Phi*Jari*Jari
Write(Luas)
Dalam bentuk flowchart, algoritma teks di atas dapat kita tuliskan
Phi adalah konstanta, sedangkan Luas dan Jari merupakan variabel.
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa perintah kedua dikerjakan setelah
perintah pertama, perintah ketiga setelah perintah kedua. Urutan ini memegang
peranan penting karena urutan berbeda dapat menghasilkan keluaran yang berbeda
(walaupun tidak selalu demikian). Jika urutan perintah pertama dan kedua dibalik,
maka akan menghasilkan kesalahan logika karena tidaklah mungkin menghitung
perkalian 3.14 dengan jari-jari sedangkan nilai jari-jarinya sendiri belum diketahui.

4. TUGAS

1. Buatlah program untuk melakukan operasi aritmatika


dimana bilangan pertama dan kedua merupakan inputan dari
piranti masukan.

2. Buatlah program untuk mencari nilai x1 dan x2 dari


persamaan linear ax2 + bx + c = 0 dengan rumus :

Dimana nilai a, b dan c merupakan inputan dari piranti masukan.


3. Algoritma Hitung Buku

Deklarasi
Const Bsoni = 15
var
Badi, Banis, Bluki, Bnisa: integer
Deskripsi
Badi ← Bsoni-10
Banis ← 2*(Bsoni+Badi)
Bluki ← Bsoni+Badi+Banis-5
Banis ← Bluki*4
Write(Badi, Banis, Bluki, Banis)
Buatlah program pascal untuk menghitung buku Adi,
Anis, Luki, dan Nisa berdasarkan algoritma diatas.

4. Algoritma Konversi Detik

Deklarasi

var

Detik, KonvJam, KonvMnt, KonvDtk, Sisa : integer

Deskripsi

read(Detik)

KonvJam ← Detik div 3600

Sisa ← Detik mod 3600

KonvMnt ← Sisa div 60

KonvDtk ← Sisa mod 60

write(KonvJam, KonvMnt, KonvDtk)


Buatlah program pascal untuk mengkorversi waktu dari
satuan detik ke satuan jam, menit, dan detik.
BAB II

PEMBAHASAN

1. Buatlah program untuk melakukan operasi aritmatika dimana


bilangan pertama dan kedua merupakan inputan dari piranti
masukan.

Jawaban:

1. Pseudocode:

program Operasi_Aritmatika;

uses crt;

var a,b: integer;

c,d,e:integer;

f:real;

Begin

clrscr;

write('Masukan bilangan pertama : ');readln (a);

write('Masukan bilangan kedua : ');readln (b);

writeln(' ');

c:=a+b;

d:=a-b;

e:=a*b;

f:=a/b;
write(' Jadi hasil dari ', a); write(' + ', b); writeln(' adalah ', c);

write(' Jadi hasil dari ', a); write(' - ', b); writeln(' adalah ', d);

write(' Jadi hasil dari ', a); write(' * ', b); writeln(' adalah ', e);

write(' Jadi hasil dari ', a); write(' / ', b); writeln(' adalah ', f);

readln;

end.

Dalam membuat program Operasi Aritmatika, untuk menampung nilai


yang akan dioperasikan menggunakan integer sebagai variabelnya yaitu
menggunakan ‘a’ dan ‘b’. Selanjutnya menggunakan ‘c’, ‘d’, dan ‘e’
sebagai penampung untuk hasil dari masing-masing operasi, juga
menggunakan integer sebagai variabelnya. Lalu ‘f’ menggunakan
variabel real karena akan dicari perhitungan rinci.

Berikut adalah input dan output dari program:


Gambar 1.1 Input Program Aritmatika

Gambar 1.2 Output Program Aritmatika

2. Mencari nilai X1 dan X2 dari ax2 + bx + c = 0


Jawaban:
2. Pseudocode:

Program Cari_X_dari_Perhitungan_Linear;

uses crt;

var a,b,c,d,x1,x2 : real;

begin
clrscr;

write(' masukkan nilai a : '); readln(a);

write(' masukkan nilai b : '); readln(b);

write(' masukkan nilai c : '); readln(c);

d:= sqrt (b*b) - (4*a*c*c);

x1:= - (-b + d)/(2*a);

x2:= - (b-b-d)/(2*a);

writeln('nilai x1 = ',x1:0:2);

writeln('nilai x2 = ',x2:0:2);

readln;

end.

Dalam membuat progam Mencari Linear, dibutuhkan rumus yaitu:


−𝑐 ± √𝑐 2 − 4𝑏𝑑
𝑥=
2𝑏
Variabel d adalah √𝑐 2 − 4𝑏𝑑, untuk simbol akar menggunakan sqrt.
Selanjtnya semua variabel menggunakan real. Output yang dihasilkan adalah x1
dan x2.
Berikut adalah input dan output program:
Gambar 1.3 Input Program Linear

Gambar 1.4 Output Program Linear

3. Buatlah program pascal untuk menghitung buku Adi, Anis, Luki,


dan Nisa berdasarkan algoritma.
Jawaban:
4. Pseudocode

Program Menghitung_Buku;

uses crt;

const Bsoni = 15;

var Badi, Banis,Bluki, Bnisa: integer;


begin

clrscr;

Badi:=Bsoni-10;

Banis:=2*(Bsoni+Badi);

Bluki:=Bsoni+Badi+Banis-5;

Bnisa:=Bluki*4;

writeln( 'buku Badi=',Badi);

writeln( 'buku Banis=',Bnisa);

writeln( 'buku Bluki=',Bluki);

writeln( 'buku Banis=',Bnisa);

readln;

end.

Pada program menghitung buku di atas, const dari Bsoni adalah


15. Sedangkan variabel yang lain menggunakan integer. Dapat dilihat
pada program di atas bahwa output dari setiap variabel adalah berkaitan
dengan variabel sebelumnya, dimulai dari variabel Badi yang bernilai
Bsoni-10, selanjutnya Bluki yang dihasilkan dari variabel
Bsoni+Badi+Banis-5, dan seterusnya.

Berikut adalah input dan output program:


Gambar 1.5 Input Program Hitung Buku

Gambar1.6 Output Program Hitung Buku

5. Membuat program Konversi Detik


Jawaban:
4. Pseudocode:
Program Konversi_Detik;
uses crt;
var jam,mnt,dtk,hasil : integer;

begin
clrscr;
writeln( 'Masukkan jumlah Detik = ');
readln(dtk);
jam:= dtk div 3600;
hasil:= dtk mod 3600;
mnt:=hasil div 60;
hasil:=hasil mod 60;
writeln(dtk,'detik = ',jam,' jam ',mnt,' menit ',hasil,' detik ');
readln;
end.
Pada program Konversi Detik ini menggunakan integer sebagai
variabelnya. Program ini menggunakan perintah Div dan Mod, dimana Div adalah
hasil bagi dan Mod adalah sisa baginya.
Berikut adalah input dan output program:

Gambar 1.7 Input Program Konversi Detik

Gambar 1.8 Output Program Konversi Detik


BAB III

KESIMPULAN

1. Struktur runtunan adalah suatu instruksi yang berurutan dan dilakukan satu
persatu setelah proses yang sebelumnya dijalankan
2. Semua intruksi dan penulisan yang diinput harus tepat agar diperoleh output
yang akurat.
3. Penggunaan operator-operator aritmatika pada sebuah instruksi untuk
melakukan proses, maka perintah yang lebih dulu dilakukan adalah sesuai
dengan prioritas tertinggi kemudian pada prioritas yang ada dibawahnya.
4. Kemungkinan jika terdapat perubahan instruksi maka dapat menghasilkan
hasil akhir yang berubah pula.
DAFTAR PUSTAKA

Dosen Teknik Informatika dan Asisten Praktikum. 2020. Modul


Algoritma & Pemrograman I

Palangkaraya: Jurusan Teknik Informatika

Zarman, Wendi. 2007. Bab III Algoritma Runtunan.

Website: https://repository.unikom.ac.id/31226/

(Diakses pada Kamis, 20 November 2020 Pukul


21.02)