Anda di halaman 1dari 2

Kepemimpinan Direktif/Otoriter

Kepemimpinan direktif adalah sebuah bentuk ekstrem dari kepemimpinan transaksional, dimana
para pemimpin punya kekuasaan yang sangat besar atas anggotanya. Staf dan anggota tim punya
sedikit kesempatan untuk memberikan saran, walaupun saran Anda bisa jadi memberikan
dampak yang baik bagi kepentingan tim atau organisasi.

Manfaat dari kepemimpinan otokratis adalah sangat efisien. Keputusan dibuat dengan cepat, dan
pekerjaan selesai dengan efisien. Kekurangannya adalah kebanyakan orang tidak suka
diperlakukan seperti ini. Oleh karena itu, kepemimpinan otokratis sering mengarah pada
tingginya tingkat ketidakhadiran dan pertukaran staf yang cepat

 gaya ini bisa jadi efektif untuk beberapa pekerjaan rutin atau ringan; dalam situasi ini,
manfaat dari kebisaan mengontrol lebih besar dari kekurangannya.

Kepemimpian otokratis seringkali sangat baik digunakan saat krisis, ketika keputusan harus
dibuat dengan sangat cepat dan tanpa perbedaan pendapat.

 Sebagai contoh, pihak militer sering menggunakan gaya kepemimpinan otokratis; pemimpin
teratas bertanggung jawab untuk membuat keputusan yang kompleks sehingga para anggota bisa
memusatkan perhatian dan energi mereka untuk menjalankan tugas

Kepemimpinan Kharismatik

Menginspirasi antusiasme dalam tim mereka dan bersemangat dalam memotivasi orang lain
untuk terus maju. Kemampuan ini menciptakan semangat, dan komitmen adalah manfaat yang
sangat besar.

Kepemimpinan Berorientasi Orang/Relasi

Pemimpin hanya berfokus pada mengorganisasi, mendukung, dan mengembangkan anggota tim
mereka. Ini adalah gaya partisipatif dan cenderung mendukung kerja tim yang baik dan
kolaborasi yang kreatif. Ini adalah kebalikan kepemimpinan berorientasi tugas.
 Kepemimpinan berorientasi orang memperlakukan setiap orang dalam tim sama rata. Mereka
bersahabat dan bisa didekati, mereka menaruh perhatian pada kesejahteraan setiap orang dalam
kelompok, dan mereka sendiri bersedia kapanpun jika anggota tim membutuhkan bantuan atau
saran.

Manfaat dari gaya kepemimpinan ini adalah pemimpinnya menciptakan tim-tim dimana setiap
orang ingin menjadi bagiannya. Anggota tim seringkali lebih produktif dan mau mengambil
risiko, karena mereka tahu bahwa pemimpin mereka akan menyediakan dukungan ketika mereka
membutuhkannya.

 Kelemahannya adalah beberapa pemimpin mengambil pendekatan ini terlalu jauh; mereka
mungkin meletakkan pengembangan anggota tim di atas arahan tugas atau proyek.

Dari film Coach Carter kita dapat mengambil nilai struktur organisasi yang baik, dimana
Coach Carter sebagai pelatih tim basket SMA Richmond merancang strateginya dalam
kontrak perjanjian. Kenyon sebagai penengah pada team dan orang yang mempunyai nilai
yang bagus sehingga mau mengajarkan kepada anggota team yang lain. Damien Carter yang
merupakan anak dari Coach Carter sebagai anggota yang selalu mengikuti aturan dan jika
melakukan kesalahan mendapatkan hukuman sesuai aturan, walaupun anak dari coach tetapi
mendapatkan perlakuan yang sama. Jason sebagai Captain yang dapat diandalkan dalam
lapangan. Secara tidak sengaja sudah dipraktekan Pembentukan Job Design dalam
Organization Design.

Kunci dari keberhasilan organisasi adalah hubungan antar pekerjanya sehingga


berdampak positif terhadap produktivitas kerja. Hal ini digambarkan pada Film Coach
Carter, yakni bagaimana Coach Carter memberikan hormat kepada setiap pemainya dengan
kalimat panggilan ‘Sir’ yang bertujuan agar sesama pemain dan pelatih saling menghormati.
Bagaimana Coach Carter memikirkan masa depan para pemainnya, sehingga hal itu ber-
impact pada saat Coach Carter ingin dipecat para pemainya pun membela Coach Carter.
Dimana pada saat Cruz kelelahan dan tidak dapat menyelesaikan hukumannya, anggota lain
membatu menyelesaikan hukumannya sehingga Cruz dapat kembali ke tim.