Anda di halaman 1dari 6

NAMA : ADE TRILAKSONO

NIM : 042337021
JURUSAN : MANAJEMEN
UPBJJ : UT BATAM
MATA KULIAH : EKONOMI MONETER
Skor
No Tugas Tutorial
Maksimal
1 Jelaskan ruang lingkup ekonomi moneter! 20

2 Jelaskan aspek pengembangan pasar keuangan syariah! 20

3 Jelaskan cetak biru pengembangan perbankan syariah di 30


Indonesia!
4 Jelaskan perbedaan teori Irving Fisher dengan teori 30
Cambridge!

1. Jelaskan ruang lingkup ekonomi moneter!


Jawaban :

Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi, khususnya yang


mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi.
Adapun persoalan pokok yang dipelajari dalam ekonomi moneter adalah berkaitan
dengan:

 Peranan dan fungsi uang dalam perekonomian


 Sistem moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang beredar dan kredit
 Struktur dan fungsi bank sentral
 Pengaruh jumlah uang beredar dan kredit terhadap kegiatan ekonomi
 Pembayaran serta sistem moneter internasional.

Ekonomi Moneter merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian


modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan perekonomian yang
dijadikan instrumen oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian suatu
negara, yang pertama adalah kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan yang diambil
pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan
ekonomi. Yang kedua adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah
langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga.

Dalam mempelajari ekonomi moneter adalah pemahaman secara mendalam


tentang mekanisme penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan
kebijakan moneter, serta pembayaran internasional. Selain itu juga meningkatkan
kemampuan menganalisis beberapa fenomena moneter dalam kaitannya dengan
efek kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi. Secara sederhana cakupan
ilmu tentang ekonomi moneter dapat dijabarkan dalam Gambar berikut ini

Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 1.3 -1.4
 https://anisfitriaambarwati.wordpress.com/ekonomi-moneter/ruang-
lingkup-ekonomi-moneter/

2. Jelaskan aspek pengembangan pasar keuangan syariah!

Jawaban:

Sebagai langkah konkrit upaya pengembangan perbankan syariah di


Indonesia, maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategi
Pengembangan Pasar Perbankan Syariah, sebagai strategi komprehensif
pengembangan pasar yg meliputi aspek-aspek strategis, yaitu: Penetapan
visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN,
pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif
dan universal, pemetaan pasar secara lebih akurat, pengembangan produk
yang lebih beragam, peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru
yang memposisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank.

Selanjutnya berbagai program konkrit telah dan akan dilakukan sebagai


tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan
perbankan syariah, antara lain adalah sebagai berikut:

 Pertama, menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada


fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai
Beyond Banking, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.50 triliun dan
pertumbuhan industri sebesar 40%, fase II tahun 2009 menjadikan
perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di
ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.87 triliun dan
pertumbuhan industri sebesar 75%. Fase III tahun 2010 menjadikan
perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di
ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.124 triliun dan
pertumbuhan industri sebesar 81%.

 Kedua, program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek


positioning, differentiation, dan branding. Positioning baru bank syariah
sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, aspek
diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang
beragam, transparans, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi
informasi yang selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi
keuangan syariah yang memadai. Sedangkan pada aspek branding adalah
“bank syariah lebih dari sekedar bank atau beyond banking”.

 Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar
perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayanan jasa bank
syariah sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan
masyarakat dan semua segmen sesuai dengan strategi masing-masing
bank syariah.

 Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi


produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan
(saling menguntungkan) dan dukungan jaringan kantor yang luas dan
penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami.

 Kelima, program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM


yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi
kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengkomunikasikan
produk dan jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas,
dengan tetap memenuhi prinsip syariah; dan

 Keenam, program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan
efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak
langsung (media cetak, elektronik, online/web-site), yang bertujuan untuk
memberikan pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa
perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sumber:
 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,
Etty Puji Lestari Halaman 2.10 – 2.11
 http://www.ekonomisyariah.org/4507/grand-strategy-
pengembangan-pasar-perbankan-syariah-indonesia/

3. Jelaskan cetak biru pengembangan perbankan syariah di Indonesia!


Jawaban:
Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia memuat visi, misi
dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif
strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan
mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu pencapaian
pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran
perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan
internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dgn sektor keuangan
syariah lainnya.

Cetak biru ini disusun dengan tujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama
yang akan dihadapi oleh industri perbankan syariah pada tahun-tahun
mendatang. Cetak biru ini juga akan menjelaskan visi, misi dan sasaran
pengembangan sehingga para stakeholder dalam industri perbankan syariah
dapat memiliki pedoman untuk menyelaraskan visi dan aspirasinya. Selain itu,
Cetak biru ini juga memiliki peran yang penting sebagai:

 Pedoman bagi Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan


syariah
 Referensi bagi para stakeholder dalam pengembangan perbankan
syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya
 Pedoman bagi lembaga lain yang akan menerima fungsi pengawasan
dan pengaturan dari Bank Indonesia agar tercipta kesinambungan dan
konsistensi dalam program
Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 2.9
 https://www.bi.go.id/id/publikasi/lain/lainnya/pages/blue%20print.aspx
 https://ojk.go.id/id/kanal/syariah/Pages/Perbankan-
Syariah.aspx#:~:text=%E2%80%9CCetak%20Biru%20Pengembangan
%20Perbankan%20Syariah%20di%20Indonesia%E2%80%9D%20mem
uat%20visi%2C,pencapaian%20pangsa%20pasar%20perbankan%20s
yariah
4. Jelaskan perbedaan teori Irving Fisher dengan teori Cambridge!
Jawaban:

Teori Irving Fisher

Melalui bukunya The Purchasing power of money terbit pada tahun 1911, Irving
Fisher memperkenalkan pendekatan secara velositas. Pendekatan ini
menjelaskan bahwa jumlah uang yang dibelanjakan sama dengan jumlah uang
yang diterima. Dalam teori ini, fungsi uang hanyalah sebagai alat tukar
Fisher mengemukakan bahwa permintaan uang merupakan kepentingan yang
sangat likuid untuk memenuhi motif transaksi. Dengan sederhana persamaan
transaksi permintaan uang Fisher adalah

MV = PT

Dimana nilai dari barang yang dijual dikalikan dengan harga rata-rata dari
barang tersebut (P) harus sama dengan volume uang yang ada dalam
masyarakat (M) dikalikan dengan berapa kali rata-rata perputaran uang (V).
Volume transaksi (T) dalam suatu periode tertentu ditentukan oleh tingkat
output masyarakat (pendapatan nasional) dan bisa pula dianggap mempunyai
nilai tertentu dalam dalam satu tahun.

Teori Cambridge
Teori ini dikemukakan oleh A. Marshall dan A.C Piqou dari Universitas
Cambridge, dia memandang persamaan Fisher dengan sudut pandang yang
berbeda. Marshall tidak menekankan pada perputaran uang (velocity) dalam
suatu periode, melainkan pada bagian dari pendapatan (GNP) yang
diwujudkan dalam bentuk uang kas (Nopirin, 1998: 73). Secara matematis,
teori ini dapat dituliskan sebagai berikut:

M = k Py
Dimana k adalah proporsi dari GNP yang diujudkan dalam bentuk uang kas,
jadi besarnya sama dengan 1/v. Marshall tidak menggunakan volume transaksi
(T) sebagai alat pengukur jumlah output, tetapi menggunakan Y (untuk
menunjukkan GNP riil). Jadi, T umumnya lebih besar daripada Y, sebab dalam
pengertian T termasuk juga total transaksi barang akhir dan atau setengah jadi
dihasilkan beberapa tahun yang lampau. Sedang dalam GNP hanyalah
mencakup barang dan jasa akhir yang dihasilkan pada tahun tertentu saja, di
dalamnya juga tidak termasuk barang setengah jadi. Esensi dari persamaan
Irving Fisher tidaklah berbeda dengan persamaan Marshall ditinjau dari segi
matematis, sehingga masih juga merupakan suatu identitas. Namun demikian,
orientasinya berbeda. Persamaan Marshall dapat dikatakan merupakan
persamaan yang menunjukkan adanya permintaan akan uang, dimana
masyarakat menghendaki sebagian tertentu dari pendapatannya dalam bentuk
dalam bentuk uang kas (ditunjukkan dengan k)
Teori Cambridge pada dasarnya sama dengan teori kuantitas uang, namun
cara pendekatanya sangat berbeda. Dalam teori ini tidak menekankan pada
hubungan antara penawaran uang dan tingkat harga. Akan tetapi lebih
ditekankan adalah menganai tujuan masyarakat dalam permintaan uang dan
bagaiman factor ini menentukan jumlah uang yang diperlukan masyarakat.
Marshall berpendapat bahwa memegang uang dalah untuk membiayai
transkasi yang dilakukan. Selanjutnya Pigou menambahkan alas an lain
masyrakat memegan uang yaitu untuk berjaga-jaga

Dengan demikian, persamaan Marshall tidak lagi merupakan persamaan


pertukaran atau identitas (seperti pada persamaan Irving Fisher), tetapi telah
merupakan persamaan teori kuantitas uang (dalam arti telah terkandung di
dalamnya pengertian permintaan akan uang, yang kemudian sering disebut
dengan persamaan cash-balance)

Sumber:

 Buku Materi Pokok BMP/ESPA4227/MODUL 1-9 Ekonomi Moneter,


Etty Puji Lestari Halaman 3.2 – 3.7
 https://www.kajianpustaka.com/2016/08/teori-permintaan-uang.html